Menu
Real Stories / Stories

Be Healthy, Not Thin!

I was never thin. Sejak kecil selalu punya tubuh berisi, walaupun nggak pernah gemuk. Growing up, I have always wanted to be thin. Apalagi sejak semakin banyak Instagram models dan YouTubers dengan bentuk tubuh yang sama—perut rata, lengan dan pinggang kecil, dan pinggul besar. Semakin dekat masa remajaku, aku semakin sadar kalau tubuhku nggak seperti mereka. 

For some reasons, I feel like I need to be like them. I need to be thin to feel good about myself. Masa remajaku dipenuhi dengan diet-diet yang aku dapatkan dari internet—military diet, diet pisang, diet kentang dan buncis rebus, you name it. Memang sih, lama-lama beratku turun. Malahan pernah turun sampai delapan kilogram. At that time, I felt satisfied. Tubuh jadi lebih kurus, lebih pede sama diri sendiri. Tapi, seperti diet-diet instan pada umumnya, berat badanku tidak stabil. Setelah berat turun, aku lanjut makan seperti biasa—fast food, bubble tea, dan lain-lain. Lalu saat berat naik sedikit, langsung mulai diet lagi. And it goes on and on. Masa-masa itu rasanya nggak enak banget, karena setiap hari nimbang berat badan. Bangun tidur, langsung ke timbangan. Setelah makan, juga langsung ke timbangan. Akibatnya, setiap aku makan sesuatu, aku jadi self-conscious dan takut untuk makan karena terlalu takut berat badanku naik. Sampai-sampai aku pernah dalam satu hari cuma minum satu gelas boba milk tea karena di pikiranku itu bukan makanan. 

Ditambah lagi, aku jarang banget olahraga. Pernah coba nge-gym, tapi nggak suka suasananya. Pernah coba ikut kelas body combat, tapi malas juga ke lokasinya. Berenang? Suka sih, tapi capek kalau harus ke sport club tiap hari. Sudah coba challenge olahraga tujuh menit dari Pinterest dan 30-days weight loss challenge di YouTube, tapi nggak betah. Selalu ada aja alasannya. Hasilnya, sudah makanannya kurang bernutrisi, nggak olahraga pula. Walaupun tubuh kurusan, tapi jadi nggak bertenaga dan jadi malas ngapa-ngapain. 

Keadaan tubuh seperti itu membuatku sadar kalau aku nggak bisa begini terus. Aku mulai berpikir, “Apa sih yang bikin aku susah kurus?” Lalu aku pun sadar, it’s because those kinds of diets and workout challenges can be too restrictive for me. Saat sedang diet, makanan-makanan seperti es krim, gorengan, dan mie dilarang, akibatnya setelah diet selesai rasanya jadi semakin ingin makan makanan itu. Saat sedang diet pisang (yes, setiap hari cuma makan pisang dan minum air putih), rasanya ingin makan es krim. Saat diet selesai, langsung deh beli es krim. Kenapa nggak betah ikutin 7-days workout challenge? Ya, karena aku nggak suka melakukan hal yang sama setiap hari. Sejak itu, aku sadar kalau aku nggak cocok dengan diet dan rutinitas olahraga yang seperti itu, so I made my own. Aku suka minum minuman manis, tapi terlalu sering minum gula nggak bagus, jadi aku mengganti gula dengan artificial sweetener atau madu. Aku suka ngemil makanan manis, jadi saat belanja aku beli banyak buah aja, supaya kalau lagi ingin ngemil, cuma ada itu di kulkas.

 I try to incorporate more vegetables into my diet, and my plan is to have at least one healthy meal each day. Tapi, gimana kalau lagi ngidam banget makan es krim? Nggak apa-apa, aku tetap makan. Kalau lagi ingin makan mie instan juga akan tetap kumakan. Aku sadar kalau semakin dilarang, aku malah semakin kepikiran, dan saat cheat day bisa-bisa aku kebablasan. I will enjoy a cup of boba milk tea for once in a while, and I will have KFC for dinner sometimes. There is no cheat day on my diet, because I eat everything in moderation

Aku nggak suka pergi ke gym. Jadi, berbekal video-video di YouTube dan yoga mat, aku olahraga di rumah. Kalau sedang mood, aku akan jalan sore di jogging track dekat rumah. Kalau lagi nggak mau? Ya nggak apa-apa, because I make my own rules. Aku nggak betah ikutin rutinitas olahraga yang sama terus, so I don’t do that. Mungkin hari ini aku lagi ingin yoga, tapi besok aku lebih ingin zumba. Mungkin minggu ini aku lagi nggak sempat olahraga, ya nggak apa-apa. Aku bisa olahraga minggu depan. Aku nggak mau terlilit jadwal-jadwal dan rutinitas. I see it as a lifestyle instead of an obligation. 

Aku juga berhenti menimbang berat badanku. Sepertinya sudah hampir tiga tahun aku nggak menimbang berat badan. I just listen to my body. Setelah rutin menjalankan kebiasaan ini, lama-lama tubuh kita bakal minta, kok. Aku nggak akan bisa minum boba milk tea setiap hari lagi, because my body won’t feel great after that. Setelah makan gorengan atau makanan berminyak, rasanya langsung ingin minum green tea supaya nggak eneg. Setelah beberapa hari nggak olahraga, tubuh rasanya jadi nggak enak dan minta untuk bergerak. Nggak perlu buat reminder harus olahraga minimal tiga kali seminggu, karena pasti tubuh ini minta buat olahraga. This time, I really feel great. Aku merasa lebih bertenaga dan nggak cepat capek. I feel more confident about my body, and I no longer worry about having thin arms or flat stomach because none of that matters to me anymore

Jadi, inilah gaya hidupku sekarang, and I’m enjoying every moment of it. Jangan jadikan makan makanan sehat dan olahraga sebagai obligasi, tapi sebagai lifestyle. Your goal should be to be healthy, not to be thin. Nggak harus buat diet plan, kok. Worry about the nutrition, not the calories. Ingin coba jadi vegan selama seminggu atau rajin lari pagi? Coba aja. Kalau ternyata nggak cocok? Ya, nggak apa-apa, coba yang lain. Try to figure out what works for you. Do as you wish and make your own rules. Percaya deh, you’ll feel better.  

1 Comment

  • Faresha
    5 June 2020 at 10:13 am

    Tulisan ini menyadarkan saya kalau ternyata yang saya lakuin selama ini salah. Beberapa bulan terakhir, pola makan saya memang berubah karena lebih sering jajan bubble tea dan makan sate asin berlemak tanpa dimoderasi. Nggak heran kalau ketika ketemu kerabat atau bahkan pulang ke rumah dan dilihat oleh keluarga sendiri, saya selalu dibilang gemukan. Akhirnya nggak percaya diri dan melarang diri banyak-banyak makan nasi. Berat badan turun sih, tapi saya jadi gampang capek karena ga mengganti nasi dengan nutrisi buat penuhin kebutuhan badan saya.

    Makasih buat tulisannya ya. Senang bisa baca ini dan diingatkan lagi tentang hal yang terpenting di antara ini semua, yaitu buat hidup sehat.

    Reply

Leave a Reply