Menu
Personal Growth / Stories

A Tricky Part of Us Called Emotions

Enam bulan sudah kita melewati 2020. Baru enam bulan aja tapi udah berasa berat banget ya, kenapa lagi kalau bukan karena pandemi yang terjadi. Saat ini kita sudah memasuki era new normal, di manakita sudah bisa lebih bebas beraktivitas, walaupun tetap perlu memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Nah, coba kita throwback sedikit ke bulan-bulan awal pandemi. Jika dibandingkan dengan diri kita saat ini, kamu merasa nggak sih banyak perubahan yang terjadi di keseharian kita? Mulai dari pola tidur, pola makan, hingga kondisi mental dan emosi yang menentu. Akibat  terus-terusan loncat dari satu Zoom meeting, ke Zoom meeting lainnya, seringkali kita merasa terkuras banget energinya. Kalian tau nggak sih, kalau virtual vatigue is a real thing. Akibatnya kita jadi lebih moody-an, mudah marah dan sedih karena persoalan kecil. Tenang, kamu nggak sendirian kok *sending hugs*

Lewat artikel ini aku ingin berbagi tips bagaimana caranya agar kita tidak selalu terbawa sisi emosi kita yang kadang tidak menentu. Semoga dengan tips ini, sehari-hari kita bisa lebih tenang, dan bisa berpikir dengan jernih! So, here you go!

  1. Don’t Deny The Feeling

Apapun perasaan yang kamu rasakan, ingatlah bahwa perasaan itu adalah sesuatu yang manusiawi, harus diakui dengan hati yang lapang dan jangan disangkal. Kalau kamu lagi marah, akui kamu emang lagi marah. We’ve all at some time in our lives felt anger ignite within us, and that’s totally fine. Mengakui perasaan adalah langkah awal untuk kita bisa berdamai dengan perasaan itu. Beri waktu untuk diri sendiri, beristirahatlah jika perlu. 

  1. Take Your Time To Cool Down

Diselimuti rasa sedih dan marah rasanya nggak enak banget. Kerjaan jadi nggak ada yang selesai, apalagi kalau urusannya berhubungan dengan co-worker atau teman satu project. Jika kamu sedang merasa sedih atau marah, kamu butuh waktu untuk Menenangkan diri dan lepas dari segala hal yang bisa men-trigger emosi supaya kamu bisa berpikir lebih jernih.

  1. Silent Treatment Is Not a Solution

Mencaci, memaki, dan merendahkan orang lain ketika kamu sedang merasa marah bukanlah cara yang terbaik untuk mengekspresikan kemarahanmu. Pun sama dengan berdiam diri dan memendam segala perasaan, dengan harapan subjek akan menyadari kesalahannya. Asking for a cooling-off period is different than giving a silent treatment. Jika kamu mengatakan “Hey, I’m not ignoring you, I just don’t have the energy to talk right now” lebih baik daripada mendiamkan orang tersebut. Setelah kamu merasa lebih tenang, kamu bisa memulai pembicaraan lagi dengan kepala dingin dan hati yang lebih lapang.

  1. Do What Makes You Feel Joy

Intinya, saat cooling-off period coba lakukan hal-hal yang membuat buat kamu nyaman dan senang. Jika kamu hobi memasak, coba deh eksperimen menu baru untuk makan siang. Nonton nonton K-drama favorit, mendengarkan musik favorit, atau podcast komedi juga dijamin ampuh untuk naikin mood!

Setelah melakukan empat hal di atas, kamu akan merasa lebih baik dan siap untuk mengerjakan to-do-list kamu lagi! Emotion is a valuable teacher, so we need to always listen, embrace, and accept it as it is. Ingat ya, nggak perlu buru-buru karena semua butuh waktu! Sadari dan terima seluruh perasaanmu, dan pelan-pelan kamu akan merasa lebih baik!

No Comments

    Leave a Reply