Menu
Real Stories

How Being a Fangirl Changed My Life

Saya rasa setidaknya kita pernah sekali ‘terobsesi’ akan suatu hal. Mungkin saja seperti mengoleksi kertas binder sewaktu kecil dulu, atau seperti kebanyakan ibu-ibu yang hobi koleksi wadah makanan plastik dari brand dengan awalan huruf T—dan siap memecat kita sebagai anak apabila kita lupa membawa pulang wadah tersebut. Bisa juga seperti kebanyakan orang yang di masa lockdown tahun lalu seperti tidak bisa berhenti mengocok bubuk kopi dan gula hingga membentuk krim sempurna yang siap dipajang di sosial media, atau mungkin seperti kebanyakan cowo-cowo yang rela membela klub bola kesayangan mereka. 

Saya rasa saya pun juga sering terobsesi akan banyak hal, mulai dari mengoleksi boneka hingga satu lemari hingga mengidolakan suatu karakter atau selebriti. Ya, saya rasa saya sudah bertahun-tahun menjadi seorang fangirl, baik itu sibuk heboh dengan film musikal remaja yang saya masih hafal lagu-lagunya, tergila-gila dengan boyband asal Inggris yang sangat hits pada masanya, dan hingga sekarang ketika saya tidak bisa berhenti membuka twitter setiap harinya untuk mencari tau kabar idol kesayangan saya. 

Sepertinya pengenalan yang cukup panjang ya, tapi sebenarnya yang saya ingin bicarakan adalah bagaimana saya yang sudah bertahun-tahun menjadi fangirl ini, baru lah tersadar di tahun lalu kalau menjadi fangirl lebih dari sekedar teriak-teriak melihat video idol saya tampil. Saya sadar menjadi seorang fangirl di umur yang sedang kelimpungan memikirkan hidup saya kedepannya ini telah berhasil membuat hidup saya jadi lebih mudah dan mungkin terarah. 

Mungkin kalian yang baca agak bingung. Bagaimana kehadiran seseorang yang bahkan tidak tahu keberadaan saya ini bisa membantu hidup saya jadi lebih mudah? Jawabannya karena kehadiran mereka dengan konten-konten yang saya tonton secara virtual membuat hari-hari saya jadi lebih menyenangkan. Ada keseruan tersendiri ketika tahu bahwa di tanggal tertentu akan ada konten baru untuk ditonton, ada kegugupan tersendiri di detik-detik saya memencet tombol play untuk konten tersebut, dan ada kebahagiaan tersendiri ketika ada konten live saat saya sedang suntuk kerja. Selain membawa kesenangan, anehnya ada ketenangan tersendiri ketika si idol muncul saat saya sedang mengalami hari yang buruk. Sepertinya melihat sosok idol yang saya senangi menjadi penanda kalau masih ada hal baik di luar sana. Ditambah lagi ketika pikiran penuh dan perasaan campur aduk kehadiran idol yang tidak melihat saya seakan-akan memberikan keleluasaan bagi saya untuk tidak memasang muka baik-baik saja atau repot-repot menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan saya. 

Selain memberikan kebahagiaan yang berujung kepada kemudahan dalam menjalani hari, saya juga sadar kalau sosok idol yang saya gemari secara perlahan benar-benar menjadi sosok ‘idola’ atau panutan bagi fans-nya. Melihat kerja keras mereka mengingatkan saya untuk juga bekerja keras dan memperjuangkan hal yang ingin saya capai. Mendengarkan lagu-lagu mereka sambil membaca terjemahan lirik lagu-lagu tersebut seperti mengingatkan bahwa kekhawatiran saya adalah hal yang wajar, bahwa meskipun kondisinya berbeda, mereka juga punya kekhawatiran yang sama dan pada akhirnya semua akan baik-baik saja.

Hal ini pun juga saya rasakan ketika membaca pikiran dan perasaan yang mereka tumpahkan lewat sesi tanya jawab maupun surat yang mereka tulis. Mengidolakan sosok idol sepertinya telah membuat saya tidak berlarut-larut dengan hal yang saya pusingkan dan membuat saya berani serta yakin mengambil langkah selanjutnya. Beberapa tahun lalu saya mungkin tidak akan pernah berfikir kalau kegiatan senang-senang ini ternyata memiliki dampak yang positif di hidup saya. Sekarang pun juga tidak terpikirkan oleh saya apakah ‘obsesi’ dan dampak baiknya ini akan berlangsung sampai kapan. Tapi yang pasti saya ingin menjalani hal ini dengan santai dan bahagia selagi masih berlangsung, dan memori ini akan selalu saya kenang bahkan saya ceritakan ke anak cucu saya nanti, “Ini loh yang bikin ibumu jadi gila tapi juga gak jadi gila..” hahaha.

No Comments

    Leave a Reply