Menu
Real Stories

Perjuanganku Membiayai Keluarga, Sampai Kenal Investasi di Kripto

Kepergian Ayah ketika usiaku baru menginjak 14 tahun menjadi pukulan besar bagiku dan keluarga. Ketika anak-anak lain bisa bebas bermain dan membeli barang-barang yang mereka suka, aku sudah mulai memasuki dunia kerja dan ikut berjuang untuk memenuhi kebutuhan diriku dan keluarga. Semua penghasilan yang aku peroleh dari pekerjaan kuberikan seluruhnya kepada keluarga. Sejak saat itu, aku sudah terbiasa untuk tidak mengutamakan diriku sendiri. Empat tahun kemudian, Ibu ikut berpulang menyusul Ayah. Di tengah rasa duka yang belum juga pulih, tanggung jawab semakin besar karena aku dan kakakku harus bekerja keras demi membiayai kehidupan kami sekeluarga.

Singkat cerita, di semester akhir perkuliahan aku memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan startup. Bertahun-tahun bekerja bukan untuk diri sendiri membuatku merasa perlu “membahagiakan” diri sendiri. Ketika masa itu, aku menghabiskan banyak uang untuk belanja hal-hal yang kurang penting hanya demi “kepuasan sesaat”. Sampai di suatu titik aku menyadari bahwa semua yang aku lakukan tersebut sudah melewati batas dan sebuah pemborosan. Kesalahan tersebut membuatku terdorong untuk mulai menabung dan berinvestasi. Tapi, aku kebingungan harus memulai dari mana? 

Akhirnya, aku memutuskan untuk bertanya sana-sini kepada rekan dan teman yang sudah mulai mendalami investasi sejak lama. Mendengar istilah-istilah asing mulai dari profil risiko, tujuan investasi, hingga nilai kekayaan. Aku berpikir “Yang penting mulai dulu aja!”. Berbekal pengetahuan yang minim, uang kebutuhan sehari-hari aku jadikan modal untuk investasi emas. Tentu saja akhirnya investasi tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal karena aset terpaksa aku jual untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

Kejadian tersebut membuatku merasa sedikit trauma, namun tetap ada keinginan untuk berinvestasi. Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku mencoba menggali lebih dalam ilmu-ilmu terkait investasi. Mulai dari mencari tahu bagaimana profil risiko hingga tujuan utamaku dalam berinvestasi. Dari situlah, aku mulai mencari-cari jenis investasi yang memang cocok buatku, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.  

Mulai dari reksadana, saham, hingga kripto, semuanya pernah aku coba. Sekarang, porsi investasi terbesarku ada di kripto. Aku sadar kriptosendiri merupakan salah satu jenis investasi dengan risiko besar. Namun, potensi keuntungan yang diperoleh juga besar. Nah, buat kamu yang berminat untuk berinvestasi dikripto, pastikan bahwa kamu telah melakukan riset mendalam dan selalu gunakan “uang dingin” sebagai modalnya. “Uang dingin” sendiri merupakan uang yang tidak diperlukan untuk jangka pendek maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Kenapa? Karena jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada investasimu, risikonya menjadi tidak terlalu berat karena kamu punya waktu lebih lama untuk mendapatkan keuntungan yang bisa menutupi modal utama kamu. 

Untuk meminimalisir risiko, aku juga biasanya melakukan strategi DCA (Dollar Cost Averaging). Istilah ini mungkin terdengar asing buat kamu, tapi sebenarnya sangat sederhana kok! Layaknya menabung rutin, aku menyisihkan sejumlah pendapatanku untuk ditabung dalam bentuk aset kripto. Harga kripto memang cenderung naik turun dalam waktu singkat, tapi tiap tahunnya harga tiap aset cenderung meningkat sehingga relatif aman untuk investasi jangka panjang. Ketika harga kripto tinggi, aku pun bisa menjual aset kripto yang aku punya untuk memperoleh keuntungan. 

Sebelumnya, aku sudah mencoba beberapa aplikasi untuk investasi kripto. Namun, akhirnya aku menggunakan aplikasi Pintu karena aplikasi ini sangat mudah digunakan oleh pemula. Selain itu, aset-aset yang ditawarkan pun sudah diseleksi ketat dan telah terdaftar di BAPPEBTI, sehingga terasa aman bagi investor seperti aku! Buat kamu yang berminat untuk berinvestasi kripto tapi belum punya modal besar, tenang saja karena beli aset kripto di Pintu bisa dimulai dari Rp11.000 saja.

Investasi memang sangat penting, dan aku tergolong cukup terlambat memulainya. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? Semoga kamu juga bisa merasakan keuntungan dari berinvestasi seperti aku ya.

Selamat mencoba!

About Author

Hai, panggil saja aku Siska. Aku adalah seorang investor Kripto yang memulai investasi sejak usia muda.

No Comments

    Leave a Reply