Menu
Career

Tips Buat Kamu yang Mulai Kembali Work from Office (WFO)

Tak terasa, kita sudah mulai memasuki masa pemulihan pasca pandemi COVID-19. Dengan angka kasus yang semakin terkendali, serta semakin banyak pula masyarakat yang sudah menerima vaksinasi, pemerintah mulai melonggarkan pembatasan aktivitas offline yang melibatkan banyak orang. Contohnya, pembelajaran di sekolah, resepsi pernikahan, konser, dan tentunya kerja dari kantor alias work from office (WFO). 

Pandemi COVID-19 memang berhasil mempopulerkan remote working serta work from anywhere (WFA) di kalangan masyarakat kita. Nggak sedikit yang akhirnya memutuskan untuk melakukan pekerjaan jarak jauh secara permanen. Bahkan mungkin kamu sendiri salah satunya. Namun, nggak sedikit pula perusahaan yang memilih untuk kembali menerapkan sistem WFO seperti sedia kala. 

Dan meskipun penerapan WFO sangat dinantikan oleh banyak orang, tapi ternyata cukup banyak yang masih merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan sistem kerja yang baru ini. Hal ini wajar ya, girls, mengingat pandemi COVID-19 memang sudah berlangsung selama lebih dari 2 tahun dan banyak di antara kita yang sudah telanjur nyaman dengan aktivitas yang nggak memerlukan terlalu banyak mobilitas atau tatap muka dengan orang lain, termasuk sistem kerja work from home (WFH). 

Pada bulan Juli 2021 lalu, sebuah survei berjudul “Work Reimagined Employee” dilakukan terhadap ribuan pegawai dari 16 negara, termasuk Indonesia. Hasilnya, hanya 15% pegawai di Asia Tenggara yang ingin kembali melaksanakan WFO. Sisanya lebih memilih untuk bekerja secara hybrid, memiliki jam kerja fleksibel, bahkan sepenuhnya bekerja secara remote.

Sayangnya, nggak semua orang punya pilihan untuk bisa banting setir ke remote working, alias mau nggak mau harus kembali melakukan WFO. Nah, berikut ada beberapa tips untuk kamu beradaptasi dengan back to WFO. Apa aja, tuh?

Terapkan Prokes dengan Tertib

Meskipun sudah menerima vaksin dosis lengkap, kamu tetap tidak boleh lengah karena pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir. Selain itu, tubuhmu yang sudah terbiasa beraktivitas secara terbatas di rumah aja tentunya butuh adaptasi ketika kamu melakukan WFO dan bertemu dengan banyak orang. Jadi, bukan nggak mungkin kamu malah memiliki risiko tinggi terkena penyakit saat WFO.

Karenanya, menerapkan protokol kesehatan secara tertib adalah kunci, girls! Hal ini bukan cuma supaya kamu terhindar dari potensi tertular COVID-19, tetapi juga potensi terkena penyakit-penyakit lainnya. Tetap pakai masker dan jaga jarak, terutama saat berada di kerumunan. Tetap rajin cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer juga, ya! 

Gaya Hidup Baru, Rutinitas Baru

Kembali ke sistem kerja WFO berarti kamu harus melakukan perubahan terhadap gaya hidupmu. Sebab, rutinitas yang kamu jalani selama pembatasan aktivitas dan WFH tentunya berbeda dengan sekarang. Misalnya, dulu kamu bisa bangun 15 menit sebelum meeting dimulai. Ketika kamu mulai jenuh berhadapan dengan layar laptop, kamu bisa rebahan sejenak di tempat tidur atau sofa. Kamu bahkan bisa bekerja sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci pakaian, sampai membersihkan kamar mandi. 

Nah, semua itu bakalan nggak berlaku lagi ketika kamu sudah mulai back to WFO. Kamu harus bangun beberapa jam sebelum jam kerja kamu dimulai untuk bersiap-siap dan melakukan perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerjamu. Ketika kamu merasa suntuk di tengah-tengah jam kerja, kamu nggak bisa seenaknya leha-leha atau kabur dari kantor. 

Maka dari itu, mulailah atur rutinitas kamu sesuai dengan kondisi kamu saat ini. Contohnya, mengubah pola tidur, mengatur ulang estimasi waktu untuk bersiap-siap dan berangkat ke tempat kerja, dan membuat strategi untuk menyiasati rasa suntuk yang datang di tengah-tengah jam kerja. 

Buat Working Space Senyaman Mungkin

Menyiasati kejenuhan di tengah-tengah pekerjaan juga dapat dilakukan dengan menata working space kamu. Kamu bisa menghias working space kamu dengan tanaman mini, art print, atau pernak-pernik lainnya yang bikin kubikel atau meja kerja kamu jadi lebih berwarna dan nyaman dipakai bekerja. Kamu juga bisa memasang diffuser dengan aromaterapi yang kamu suka. Aromaterapi dapat membuat pikiran kita lebih jernih, sehingga kita bisa lebih produktif saat bekerja.

Tapi jangan terlalu heboh dalam menghias working space kamu ya, girls. Bukannya bikin semangat kerja, yang ada dekorasi di working space kamu malah jadi distraksi nantinya. 

Ciptakan Boundaries yang Tegas

Salah satu masalah yang banyak dialami orang ketika bekerja dengan sistem WFH adalah hilangnya boundaries. Nggak sedikit orang yang menganggap bekerja dari rumah artinya kita lebih fleksibel, sehingga bisa memberikan beban pekerjaan yang terlalu banyak atau menghubungi rekan kerjanya kapan pun mereka mau. 

Nah, ini bisa jadi masalah yang serius kalau kebiasaan buruk ini dibawa ketika kita sudah kembali pada sistem WFO. Minimnya boundaries nggak cuma bikin lingkungan kerja jadi toxic, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental kita selaku pekerja. Selain itu, jika hal ini dibiarkan terus terjadi, lama-lama kita sendiri pun jadi sulit menghargai orang lain karena terbiasa nggak menerapkan boundaries

Karenanya, kita harus membuat boundaries yang tegas dalam melakukan pekerjaan kita. Tegaskan bahwa kamu hanya melakukan pekerjaan kamu, maupun dapat dihubungi untuk berdiskusi terkait pekerjaan selama jam kerja berlangsung. Kamu juga harus berani menolak apabila diberikan beban kerja yang terlalu banyak, atau bahkan nggak sesuai dengan job description kamu. 

Jangan Lupa Bersosialisasi

Sistem WFH yang diterapkan selama pandemi COVID-19 otomatis membatasi interaksi kita dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk rekan kerja. Banyak, loh yang bahkan nggak kenal dengan atasannya sendiri karena selama ini hanya berinteraksi secara tertulis lewat aplikasi chat atau email. Padahal, bersosialisasi di tempat kerja itu penting, karena dapat memperluas jaringan kamu, serta membangun persona baik yang tentunya bakal sangat bermanfaat bagi keberlangsungan karirmu.

Karenanya, jangan lupa bersosialisasi dengan rekan kerja kamu ketika sudah kembali melakukan WFO. Mungkin bagi sebagian orang, berinteraksi secara langsung jadi PR tersendiri karena dapat menimbulkan perasaan grogi, cemas, dan nggak nyaman. Jadi, sesuaikan saja porsi atau cara bersosialisasi sesuai dengan kondisi kamu, ya. 

Tapi, jangan lupa untuk tetap menerapkan poin keempat alias buat boundaries. Sebagian orang merasa nggak nyaman apabila harus berbagi terlalu banyak hal yang sifatnya personal dengan rekan kerjanya. Karenanya, hargai boundaries rekan kerjamu dan berinteraksilah sesuai pada porsinya.

Baca juga: 6 Rekomendasi Film yang Bikin Kamu Makin Semangat di Tempat Kerja

Beradaptasi kembali dengan sistem work from office (WFO) mungkin nggak mudah bagi sebagian orang. Semoga tips-tips di atas bisa membantu, ya. 

Ingin sharing lebih banyak seputar back to WFO? Yuk, kita bahas bareng di Girls Beyond Circle! Klik di sini untuk bergabung, ya!

No Comments

    Leave a Reply