Menu
Education

10 Prodi Langka Ini Cuma Ada Satu di Indonesia

Indonesia memiliki lebih dari 4.500 perguruan tinggi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari jumlah tersebut, terdapat setidaknya 26-29 ribu program studi yang diselenggarakan. 

Jika disuruh menyebutkan program studi yang hampir selalu ada di setiap perguruan tinggi, kira-kira apa aja, nih, girls? Ilmu Hukum? Ilmu Komunikasi? Akuntansi? Tapi, gimana kalau kamu diminta menyebutkan program studi yang langka di Indonesia?

Ternyata, kita punya 10 program studi yang saking langkanya, masing-masing hanya ada satu di Indonesia. Wah, apa aja, tuh? Yuk, simak tulisan di bawah ini! 

Astronomi – Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kamu tertarik kuliah jurusan Astronomi? Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri! Indonesia sudah punya satu di Institut Teknologi Bandung (ITB). Meskipun prodi ini sudah ada di ITB sejak tahun 1951, tapi hingga kini masih belum ada kampus lain di Indonesia yang bisa menghadirkan prodi serupa. 

Perkembangan prodi Astronomi di ITB didukung oleh keberadaan Observatorium Bosscha, laboratorium astronomi tertua di Indonesia, sekaligus yang pertama di Asia Tenggara. Observatorium ini didirikan pada tahun 1923 oleh Perhimpunan Bintang Hindia Belanda yang didanai oleh seorang pengusaha teh bernama Karel Albert Rudolf Bosscha.

Prodi Astronomi ITB dibagi menjadi 3 bidang keahlian, yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi. Selain itu, prodi ini membuka perkuliahan untuk jenjang S1, S2, hingga S3. 

Berdasarkan data pada tahun 2020, setiap tahunnya prodi Astronomi ITB diminati sekurang-kurangnya oleh 1.200 calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Apakah kamu salah satunya?

Sains Atmosfer dan Keplanetan – Institut Teknologi Sumatera Utara (ITERA)

Masih seputar ilmu yang mempelajari benda-benda langit, ada prodi yang nggak kalah menarik, yaitu Sains Atmosfer dan Keplanetan. Prodi yang biasa disingkat SAP ini cuma ada satu di Institut Teknologi Sumatera Utara (ITERA). Berbeda dengan prodi Astronomi ITB yang usianya sudah 70 tahun lebih, prodi yang satu ini tergolong masih baru karena baru diresmikan pada tahun 2018. 

Apa bedanya Sains Atmosfer dan Keplanetan dengan Astronomi? Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan fokus mempelajari atmosfer antariksa dekat. Hal ini meliputi kajian terhadap perilaku atmosfer terhadap perubahan cuaca dan iklim di bumi. Selain itu, prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan juga mempelajari atmosfer antariksa jauh, yaitu studi terhadap perilaku interaksi antara matahari terhadap Bumi dan planet-planet lainnya dalam tata surya.

Saat ini, prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA masih menyelenggarakan pendidikan pada jenjang S1 saja. Meskipun masih sangat muda, tetapi prodi ini telah berhasil menyandang akreditasi Baik atau B. Seleksi untuk masuk prodi ini juga nggak mudah, loh, karena setiap tahunnya prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA hanya menampung kurang dari 70 mahasiswa saja. Apakah kamu tertarik untuk mendaftar?

Teknik Nuklir – Universitas Gadjah Mada (UGM)

Prodi langka yang selanjutnya datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Teknik Nuklir. Prodi ini dibuka pada tahun 1978 sebagai bentuk kerja sama antara UGM dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). 

Fun fact, BATAN sendiri juga punya prodi Teknik Nuklir yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Teknik Nuklir (STTN), loh. Bedanya, prodi Teknik Nuklir di STTN ada pada jenjang D4 dan bergelar Sarjana Terapan, sedangkan prodi Teknik Nuklir UGM berjenjang S1. Dalam prodi ini, kamu bakal mempelajari serta menerapkan ilmu praktis mengenai inti atom, yang disarikan dari prinsip-prinsip fisika nuklir, serta interaksi antara radiasi dan material. 

Meskipun merupakan prodi langka, tetapi prospek karir Teknik Nuklir UGM nggak main-main! Setelah lulus, kamu bisa bekerja di lembaga pemerintah, seperti BATAN, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPPETEN), serta kementerian-kementerian. Kamu juga bisa terjun ke industri kimia, energi, eksplorasi minyak dan gas bumi, serta permesinan. Selain itu, kamu bisa menjadi seorang tenaga pengajar, sehingga Indonesia bisa melahirkan ahli-ahli nuklir yang lebih banyak lagi.

Teknik Transportasi Laut – Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Indonesia telah lama dikenal sebagai negara maritim. Karenanya, nggak heran apabila pendidikan seputar kemaritiman berkembang cukup pesat di sini. Kamu mungkin sudah cukup familiar dengan prodi teknik perkapalan atau kelautan, tapi bagaimana dengan Teknik Transportasi Laut?

Prodi tersebut cuma ada satu di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Prodi Teknik Transportasi Laut lahir pada tahun 2004 dan merupakan “adik” dari prodi Teknik Perkapalan ITS. Meskipun tergolong masih muda, tapi Departemen Teknik Transportasi Laut ITS sukses menjadi pelopor berdirinya Forum Pendidikan Tinggi Teknik Transportasi Laut yang beranggotakan Universitas Hasanuddin dan Universitas Pattimura.

Jika kebanyakan prodi teknik bersifat product-oriented, prodi Teknik Transportasi Laut lebih berorientasi kepada fungsi dan permintaan (function and demand-oriented). Lulusan prodi ini dicetak untuk menjadi tenaga profesional, terutama dalam 3 sektor industri yang berkaitan dengan pendidikan Teknik Transportasi Laut, yaitu industri pelayaran, kepelabuhan, dan freight forwarder. Selain jenjang S1, ITS juga membuka pendidikan S2 dan S3 dalam bidang Teknik Transportasi Laut.

Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan – Universitas Airlangga (Unair)

Selama beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) merupakan produk bidang ilmu komputer yang sedang gencar dikembangkan. Nggak mau ketinggalan dengan kemajuan era digital, Indonesia pun menghadirkan prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan di Universitas Airlangga (Unair).

Prodi ini baru lahir pada tahun 2020 lalu dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Daya tampungnya pun masih sangat sedikit, yaitu 30 orang saja. Nggak heran, seleksi buat masuk prodi ini juga sangatlah ketat. 

Meski begitu, lulusan prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Unair punya prospek karir yang sangat menjanjikan. Seiring dengan berkembangnya zaman, pemanfaatan robot dan AI akan semakin marak di berbagai sektor. Otomatis keberadaan para ahli robotika dan kecerdasan buatan juga bakalan semakin dibutuhkan. 

Rekayasa Nanoteknologi – Universitas Airlangga (Unair)

Ada satu lagi prodi langka yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Prodi tersebut bernama Rekayasa Nanoteknologi. Sama seperti prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, prodi ini baru dibuka pada tahun 2020 dengan daya tampung 30 orang saja.

Nanoteknologi merupakan desain, karakterisasi, produksi, serta penerapan struktur, perangkat, dan sistem dengan manipulasi ukuran dan bentuk yang terkontrol pada skala nanometer. Nanoteknologi dibutuhkan dalam berbagai sektor, di antaranya medis, energi dan lingkungan, maupun industri nanoteknologi itu sendiri.

Selain menjadi tenaga ahli maupun peneliti di bidang nanoteknologi, lulusan prodi Rekayasa Nanoteknologi Unair juga memiliki peluang yang cukup besar dalam bidang kewirausahaan. Nantinya, kamu bisa mengembangkan bisnis yang bergerak dalam produksi struktur, perangkat, maupun sistem berbasis nanoteknologi. Menarik, bukan?

Ilmu Keluarga dan Konsumen – IPB University

IPB University punya prodi langka bernama Ilmu Keluarga dan Konsumen. Prodi yang biasa disingkat IKK ini resmi dibuka pada tahun 2005, dan hingga saat ini belum ada universitas lain yang membuka prodi serupa. 

Departemen IKK IPB University berakar dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga (GMSK). Seiring berjalannya waktu, departemen tersebut dipecah menjadi Departemen Gizi Masyarakat dan Departemen IKK. Prodi Ilmu Keluarga dan Konsumen memiliki tujuan utama mewujudkan kesejahteraan keluarga yang fokus pada pengembangan kualitas anak, serta pemberdayaan keluarga dan konsumen. Studi yang dilakukan menggunakan pendekatan psikologi, sosiologi, komunikasi, manajemen, serta ekonomi.

Prodi Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University memiliki prospek karir yang sangat cerah, loh. Ketika lulus nantinya, kamu bisa terjun ke bidang pemberdayaan perempuan dan anak, pemberdayaan keluarga, pemberdayaan konsumen, dan sebagainya. Pilihan tempat kerjanya pun beragam, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat – IPB University

Masih dari IPB University, ada satu lagi prodi langka yang berkaitan dengan masyarakat, yaitu Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Prodi yang biasa disingkat SKPM ini satu fakultas dengan Ilmu Gizi dan Ilmu Keluarga dan Konsumen di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Fun fact, baru ada 3 FEMA di Asia Tenggara, dan FEMA IPB University merupakan satu-satunya di Indonesia.

Lalu, apa bedanya Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat dengan Ilmu Keluarga dan Konsumen? Prodi yang satu ini fokus pada kajian teoritis bidang sosiologi, antropologi, komunikasi, ekologi manusia, kependudukan, dan sebagainya. Dalam prodi ini, kamu juga akan belajar ilmu pertanian dari sudut pandang sosial dan kaitannya terhadap masyarakat.

Saat ini, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University telah menawarkan pendidikan pada jenjang S1, S2, dan S3, loh. Setiap tahunnya, peminat S1 Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University bisa mencapai lebih dari 750 orang. Namun, daya tampung prodi ini hanya sekitar 50an mahasiswa saja. Apakah kamu tertarik untuk mendaftar?

Sastra Belanda – Universitas Indonesia (UI)

Sastra merupakan salah satu prodi sosial dan humaniora (soshum) yang cukup mainstream di Indonesia. Namun, ada prodi sastra yang cuma ada satu di negara ini. Prodi tersebut tak lain dan tak bukan adalah Sastra Belanda di Universitas Indonesia (UI).

Nggak beda jauh dengan prodi sastra lainnya, dalam prodi Sastra Belanda kamu akan mempelajari ilmu kebahasaan, kebudayaan, serta literatur Belanda. Bahasa, sastra, dan budaya Belanda bisa dikatakan cukup dekat dengan kita, karena dulunya Indonesia pernah dijajah pemerintah kolonial Belanda selama berabad-abad. 

Prodi Sastra Belanda memiliki banyak pilihan karir ketika kamu sudah lulus nantinya. Kamu bisa menjadi penerjemah, interpreter, jurnalis, editor, diplomat, leksikografer (penyusun kamus), akademisi, pemandu wisata, dan sebagainya. Menuntut ilmu pada prodi ini tentunya juga membuka kesempatan buatmu untuk bekerja di negeri Belanda nantinya. Keren banget!

Manajemen Industri Katering – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Salah satu bisnis yang hampir nggak pernah ada matinya di Indonesia adalah industri katering. Bisnis ini menjamur di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari yang berskala rumahan atau UMKM, hingga skala besar. Kalau kamu pikir bikin usaha katering cuma butuh modal skill memasak, kamu salah besar! 

Nyatanya, Indonesia punya prodi yang secara khusus mempelajari bisnis katering. Prodi tersebut bernama Manajemen Industri Katering, dan berada di bawah naungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tapi, apa bedanya prodi ini dengan prodi Pariwisata atau Tata Boga?

Dalam prodi Manajemen Industri Katering, kamu nggak cuma belajar seputar kuliner, serta memasak beraneka macam hidangan. Kamu juga akan mempelajari tentang etika pelayanan, pengembangan dan operasional bisnis, akuntansi, manajemen MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), hingga perilaku konsumen. 

Nah, itu tadi 10 prodi langka yang masing-masing cuma ada satu di Indonesia. Apakah kamu tertarik mendaftar salah satunya? Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!

Pengen ngobrol lebih banyak lagi seputar pendidikan dan karir? Girls Beyond Circle adalah tempat yang tepat buatmu! Yuk, klik di sini buat gabung!

No Comments

    Leave a Reply