Menu
Real Stories / Stories

Nabila Rizky: Sukses Berbisnis GO K-Pop, Dapatkan Belasan Juta dengan Modal Nol Rupiah!

Popularitas K-Pop di Indonesia sukses melahirkan berbagai peluang bisnis. Belakangan ini, bisnis group order (GO) sedang menjadi tren di kalangan penggemar K-Pop. Group order (GO) merupakan pemesanan album dan merchandise resmi dalam partai besar alias grosir. Sistem ini lebih diminati oleh para penggemar K-Pop karena dinilai lebih efisien. Sebab, biaya pajak impor dan ongkos kirimnya akan ditanggung oleh banyak orang sekaligus, sehingga tak terlalu membebani pembeli. 

Kali ini Girls Beyond berkesempatan ngobrol dengan salah satu pelaku bisnis GO K-Pop, nih. Nabila Rizky merupakan pemilik GO “Booja” yang telah dikelolanya sejak bulan Agustus 2022. Meski usia bisnisnya masih sangat muda, tetapi Nabila udah berhasil mendapatkan keuntungan hingga belasan juta rupiah, lho. Menariknya lagi, Nabila mengelola bisnis GO-nya sendirian di tengah kesibukannya sebagai seorang pegawai. 

Baca juga: Peluang Side Hustle ala K-Popers Ini Dijamin Minim Modal Tapi Cuan Maksimal!

Modal Nol Rupiah, Omzet Belasan Juta 

Source: GO by Booja

Berdirinya GO “Booja” diawali dengan alasan yang sangat sederhana. Saat itu, Nabila ingin memiliki sumber penghasilan tambahan di luar pendapatannya sebagai pegawai perusahaan. Ia pun memutuskan untuk merintis bisnis GO pernak-pernik K-Pop. 

Kamu mungkin sering bertanya-tanya,”Emangnya bisa memulai usaha tanpa modal sama sekali?” Jawabannya, bisa banget, kok! Bermodal nol rupiah, Nabila berhasil mendirikan bisnis GO K-Pop yang dinamai “Booja”. 

Bisnis group order merupakan bisnis digital yang bisa kamu lakukan sepenuhnya di media sosial. Makanya, kamu nggak perlu mengeluarkan biaya operasional untuk menyewa toko atau membayar pegawai. Selain itu, umumnya pembelian secara GO menggunakan sistem pre-order (PO). Nabila hanya akan membeli barang sesuai dengan jumlah pesanan dan pembeli telah melakukan sebagian pembayaran di awal. 

Maka dari itu, bisnis group order ini sangat direkomendasikan buat kamu yang pengen memulai usaha tapi mengalami keterbatasan modal. “Iya, sih modalnya nol rupiah, tapi profitnya gimana, tuh? Jangan-jangan nol rupiah juga!” 

Eits, jangan salah! Walaupun bisnis GO ala Nabila minim modal, tapi omzetnya maksimal banget! Sampai saat ini, Nabila berhasil meraih keuntungan hingga 10 juta rupiah. Tentunya, jumlah tersebut sangatlah fantastis, apalagi mengingat usia GO “Booja” yang masih di bawah satu tahun.

Baca juga: Rekomendasi Pekerjaan Online Bagi Mahasiswa BU, Dapatkan Penghasilan Jutaan Rupiah Sambil Rebahan 

Jual Pernak-pernik Grup Rookie dengan Harga Miring

Source: GO by Booja

Popularitas bisnis GO yang terus meningkat, ditambah dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan, tentunya membuat bisnis ini diminati banyak orang. Karenanya, nggak heran kalau Nabila memiliki kompetitor yang tak terhitung lagi jumlahnya. Meski begitu, Nabila nggak ambil pusing. Ia menyiasatinya dengan menjual pernak-pernik dari grup K-Pop pendatang baru (rookie). 

Umumnya, penggemar grup rookie masih jauh lebih sedikit dibandingkan grup-grup lain yang lebih senior. Mereka juga memiliki basis penggemar (fandom) yang belum begitu kuat, sehingga banyak pelaku bisnis GO yang tak berani ambil risiko dengan menjual album atau merchandise mereka. Namun, Nabila justru memandangnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Menurutnya, menjual pernak-pernik grup rookie jauh lebih menguntungkan karena kompetitornya belum terlalu banyak. 

Namun, keberadaan grup rookie yang masih sangat baru memang seolah menjadi pisau bermata dua bagi Nabila. Di satu sisi, ia tak memiliki banyak pesaing yang menjual produk serupa. Di sisi lain, fandom grup yang bersangkutan belum begitu kuat, karena usianya masih sangat muda dan populasinya relatif sedikit. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap penjualan album dan merchandise grup yang bersangkutan. 

Karena itu, Nabila memutuskan untuk menjual produknya dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar. Sekilas, tampaknya strategi ini nggak begitu efektif untuk meningkatkan keuntungan. Namun, jika dilihat dari kacamata pembeli, mereka pasti lebih tertarik dengan produk yang dijual dengan harga lebih terjangkau. Jadi, meskipun Nabila menjual produknya dengan harga murah, tetapi ia bisa mendapatkan pembeli dengan jumlah yang lebih banyak. 

Selain itu, Nabila juga mengoptimalkan media sosial untuk mempromosikan bisnis GO-nya dan mencari member sebanyak mungkin. Biasanya, Nabila menggunakan Twitter sebagai sarana promosi, karena platform tersebut memiliki demografi user dari kalangan penggemar K-Pop yang sangat banyak. Nabila mempromosikan GO-nya melalui akun @gobybooja

Hadapi Pembeli yang Kabur Sebelum Pelunasan

Source: iStock

Tentunya, setiap bisnis memiliki tantangannya masing-masing, tak terkecuali GO “Booja” milik Nabila. Salah satu tantangan yang paling sering ia hadapi, yaitu tak setiap hari ada yang membeli jualannya. Selain itu, Nabila pernah beberapa kali menemui pembeli yang kurang bertanggung jawab. Mereka melakukan hit and run alias menghilang sebelum menyelesaikan transaksi dengan Nabila. 

Ada beberapa siasat yang dilakukan Nabila untuk menghadapi tantangan-tantangan bisnis yang ia hadapi. Pertama, Nabila nggak menawarkan produknya setiap hari. Sebab, promosi yang berlebihan bisa jadi malah menurunkan minat calon pembeli. Ia biasa memberi jeda beberapa hari sebelum mempromosikan pernak-pernik K-Pop yang dijualnya.

Kedua, Nabila menerapkan aturan yang tegas terhadap member atau calon pembelinya. Ia memberikan deadline pelunasan barang, serta denda bagi siapa saja yang nggak segera menyelesaikan pembeliannya. Nabila juga rajin mengingatkan para member untuk melakukan pelunasan tepat waktu. Selain itu, ia meminta agar para member yang mengalami kendala pelunasan tepat waktu nggak sungkan untuk mengkomunikasikannya.

Apabila ada pembeli yang melakukan hit and run dan sama sekali kabur tanpa jejak, Nabila memutuskan untuk menjual kembali produk yang dipesan kepada orang lain. Dengan begitu, kerugian akibat pembeli yang kurang bertanggung jawab bisa diminimalisir oleh Nabila. 

Baca juga: Dari Aries Sampai Pisces, Yuk Kenali Prospek Kerja Sesuai dengan Zodiakmu!

Sering Ditahan Bea Cukai dan Biaya Ongkir Tiba-tiba Melonjak

Source: Classeq

Selain tantangan-tantangan di atas, Nabila juga sering banget berhadapan dengan masalah seputar ekspor-impor. Pelaku bisnis GO biasanya memesan produk langsung dari distributor resmi di Korea Selatan. Tentunya, transaksi antarnegara jauh lebih rumit dibandingkan transaksi dalam negeri, apalagi jika kamu membeli barang dalam jumlah banyak sekaligus. 

Nggak jarang pesanan GO “Booja” mengalami keterlambatan pengiriman akibat penerbangan yang ditunda. Pesanan juga kerap mengalami penahanan oleh pihak bea cukai. Selain itu, Nabila juga beberapa kali mengalami biaya ongkos kirim Express Mail Service (EMS) atau pajak kargo yang mendadak naik. 

Dalam menghadapi permasalahan yang satu ini, Nabila selalu memberitahukannya kepada para member GO “Booja”. Biasanya, kenaikan biaya ongkir EMS atau pajak kargo akan dibagi rata dan ditanggung bersama oleh mereka. Komunikasi yang jelas dan jujur dengan pembeli adalah kunci utama menghindari kesalahpahaman. Dengan begitu, proses jual-beli barang akan tetap berlangsung dengan lancar, meskipun banyak terjadi kendala yang disebabkan oleh faktor eksternal. 

Baca juga: Rahasia Karier Sukses di Tahun 2023, 10 Human Skills Ini Wajib Kamu Kuasai

Side Hustle Sukses, Karier Tetap Nomor Satu

Source: Bloomberg

Seperti yang sudah disebutkan, GO “Booja” merupakan side hustle alias sumber penghasilan tambahan bagi Nabila. Lalu, bagaimana cara Nabila mengelola GO “Booja” sembari menjalani kariernya sebagai pegawai?

Nabila menyadari bahwa profesinya sebagai pegawai merupakan kewajiban utamanya saat ini. Itulah sebabnya ia selalu menjadikan pekerjaannya sebagai prioritas utama. Biasanya, Nabila mengelola GO “Booja” di luar jam kerja atau saat ia memiliki waktu luang. 

Baca juga: Manajemen Waktu Jadi Lebih Efisien, Inilah 10 Teknik Time Management yang Kamu Wajib Tahu!

Saat ini, Nabila berharap GO “Booja” dapat memperluas cakupan bisnisnya dengan merambah ke grup-grup K-Pop lainnya. Ia juga ingin mempekerjakan admin untuk membantunya mengelola administrasi GO “Booja”. Selain itu, Nabila berharap semakin banyak orang tertarik untuk menjadi member GO “Booja” dan membeli pernak-pernik K-Pop darinya.

Kisah Nabila Rizky merintis dan mengelola bisnis GO K-Pop inspiratif banget, ya, girls! Gimana, nih, girls? Tertarik untuk memulai bisnismu sendiri? 

Menurut Nabila, kamu bisa mengawali bisnismu dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Carilah peluang bisnis yang minim modal dan cocok dikelola oleh pemula. Jangan minder hanya karena bisnismu terkesan sederhana atau berskala kecil. Selama memiliki niat dan konsistensi, kamu pasti bisa mengembangkan bisnismu dan meraih kesuksesan. Good luck, girls!

Baca juga: Rekomendasi Pekerjaan Sampingan Online untuk Anak SMA, Dijamin Cuan Meski Sambil Rebahan!

Kalau kamu pengen dapetin lebih banyak tips useful seputar bisnis, karier, dan pengembangan diri, yuk gabung ke Girls Beyond Circle! Girls Beyond Circle adalah tempat yang safe and fun buat cewek-cewek keren sepertimu yang pengen level up bareng. Klik di sini untuk join, ya!

No Comments

    Leave a Reply