Menu
Career

10 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Kerja di Luar Negeri

10 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Kerja di Luar Negeri

Bekerja di luar negeri adalah cita-cita begitu banyak orang. Mungkin kamu sendiri merupakan salah satunya. Ada sejumlah alasan mengapa seseorang ingin mengadu nasib di negara lain. Salah satu di antaranya adalah negara tersebut menawarkan kesempatan kerja yang lebih luas dengan prospek karier yang menjanjikan. Selain itu, negara yang menjadi tujuan kerja juga dinilai menawarkan kualitas hidup yang lebih baik.

Tentunya, ada banyak hal yang harus kamu persiapkan jika ingin bekerja di negeri orang. Apalagi jika ini merupakan pengalaman pertamamu dan kamu belum pernah berkunjung ke negara tersebut. Kesalahan sekecil apa pun dalam persiapan kerja di mancanegara dapat berakibat fatal. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum bekerja di luar negeri:

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Kerja Remote

Tentukan Negara Tujuan dan Jenis Pekerjaan

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Tentukan Negara Tujuan dan Jenis Pekerjaan

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan negara tujuan. Jika mencari kerja di dalam negeri, mungkin kamu bisa berpikir,”Terserah mau kerja di perusahaan apa, yang penting aku dapat pekerjaan.” Namun, mindset itu nggak bisa kamu terapkan jika ingin bekerja di mancanegara. Nggak cuma menentukan negara tujuan, kamu juga harus tahu pekerjaan apa yang ingin kamu jalani sejak awal. 

Baca juga: 10 Profesi Menjanjikan yang Berani Bayar Kamu Gaji Dua Digit

Lakukan Riset terhadap Negara Tujuan

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Lakukan Riset terhadap Negara Tujuan

Setelah menentukan negara tujuan, kamu harus melakukan riset yang mendalam. Cari tahu sebanyak mungkin mengenai kondisi cuaca, karakteristik masyarakat, biaya hidup, hingga situasi politik di negara tersebut. Meskipun kamu berstatus sebagai WNA, tetapi situasi politik di negara tujuanmu dapat sangat berpengaruh terhadap kehidupanmu selama berada di sana. 

Kamu juga perlu melakukan riset mengenai hak-hak WNA yang berlaku di negara tersebut. Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda terhadap WNA yang tinggal dan bekerja di sana. Misalnya, kebijakan mengenai visa, pembayaran pajak, asuransi kesehatan dan kecelakaan, lisensi mengemudi, dan masih banyak lagi.

Baca juga: 10 Negara Favorit Mahasiswa Indonesia Buat Kuliah, Adakah Negara Tujuanmu?

Lakukan Background Check terhadap Perusahaan

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Lakukan Background Check terhadap Perusahaan

Antusiasme masyarakat untuk bekerja di mancanegara kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab. Banyak banget modus penipuan yang berkedok kesempatan kerja di luar negeri. Penipuan seperti ini nggak hanya menguras uang atau mencuri data pribadimu. Nggak sedikit yang berujung perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap korbannya. 

Makanya, lakukanlah background check yang menyeluruh terhadap perusahaan tujuanmu. Jika kamu menemukan hal-hal yang mencurigakan, sebaiknya kamu nggak perlu coba-coba untuk melamar. Beberapa contoh red flags yang perlu kamu waspadai saat melamar pekerjaan, yaitu:

  • Menawarkan gaji dengan nominal besar dan benefit yang terkesan muluk-muluk.
  • Kriteria kandidat yang dicantumkan kurang jelas atau spesifik.
  • Meminta data pribadi yang nggak ada kaitannya dengan pekerjaan. 
  • Memungut biaya dari pelamar. 
  • Proses rekrutmen terkesan buru-buru serta terlalu mudah.

Baca juga: Kenali 10 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu di Bawah Ini

Perhitungkan Gaji dan Biaya Hidup

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Perhitungkan Gaji dan Biaya Hidup

Jika kamu bekerja di luar negeri, biasanya kamu akan dibayar menggunakan mata uang yang berlaku di negara tersebut. Kalau kurs mata uang di negara tujuanmu lebih kuat daripada rupiah, kamu bisa mendapatkan gaji dengan nominal yang relatif besar. Itulah sebabnya banyak orang tergiur untuk mencari penghasilan di luar negeri. 

Namun, kamu perlu mempertimbangkan biaya hidup yang kamu keluarkan selama berada di sana. Umumnya, negara yang perekonomiannya kuat memiliki biaya hidup yang relatif tinggi. Jadi, jangan sampai kamu cuma fokus pada iming-iming gaji tinggi, dan berujung apes karena ternyata gaji dan biaya hidupmu di sana nggak sebanding. 

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Bagi First Jobber

Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Salah satu trik menghemat biaya hidup di perantauan, yaitu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seorang diri. Contohnya, memasak, mencuci pakaian, bersih-bersih rumah, dan sebagainya. Dengan begitu, kamu tak perlu mengeluarkan uang untuk makan di restoran, laundry, atau menyewa pekerja rumah tangga (PRT).

Selain itu, sebaiknya kamu juga memanfaatkan transportasi umum yang ada di negara tersebut. Menggunakan transportasi umum akan jauh lebih hemat daripada kendaraan pribadi. Transportasi umum juga lebih irit biaya daripada menyewa transportasi bersistem ride hailing, seperti Gojek, Grab, Uber, atau Lyft. 

Ada pula sejumlah negara di mana sepeda menjadi kendaraan pribadi yang sangat populer. Selain hemat, kamu bisa membantu mengurangi emisi gas dan menjaga kebugaran tubuh dengan bersepeda. Beberapa negara juga telah memiliki tingkat aksesibilitas tinggi, sehingga kamu bisa bepergian ke mana saja dengan mudah dan nyaman hanya dengan berjalan kaki.

Baca juga: Keliling Kota Sambil Jalan Kaki, Yuk! Rekomendasi Walking Tour di Indonesia

Siapkan Dokumen yang Diperlukan

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Siapkan Dokumen yang Diperlukan

Tentunya ada sejumlah dokumen yang perlu kamu siapkan sebelum bekerja di luar negeri. Nggak cuma persyaratan kerja, tetapi juga berkas-berkas yang berkaitan dengan imigrasi. Beberapa dokumen yang biasanya diperlukan adalah paspor, visa, dan izin kerja (work permit). 

Setiap perusahaan dan negara punya kebijakan yang berbeda terhadap WNA yang hendak bekerja di sana. Jadi, perhatikan secara teliti dokumen apa saja yang perlu kamu persiapkan sebelum bekerja di luar negeri. Kesalahan dalam menyiapkan berkas ini dapat berakibat sangat fatal. Bahkan kamu bisa dideportasi dan dilarang untuk masuk ke negara itu lagi.

Baca juga: Fresh Graduate, Ini Cara Supaya CV Kamu Nggak Kosong Melompong dan Dilirik Perusahaan!

Belajar Bahasa Asing dan Budaya Negara Tujuan

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Belajar Bahasa Asing dan Budaya Negara Tujuan

Merantau ke negara baru artinya kamu harus mempelajari bahasa yang digunakan di sana. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika pindah ke negara baru adalah hanya mengandalkan skill berbahasa Inggris saja. Bahasa Inggris memang telah ditetapkan sebagai bahasa internasional dan paling banyak digunakan di dunia. Namun, tak semua negara menetapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi atau utamanya. 

Meskipun kamu bekerja di perusahaan multinasional yang sehari-hari menggunakan Bahasa Inggris, kamu tetap harus mempelajari bahasa asing yang berlaku di negara tersebut. Sebab, hidupmu nggak cuma bolak-balik dari rumah ke kantor saja atau sebaliknya. Kamu bakal melakukan berbagai aktivitas yang menuntutmu untuk bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. 

Karenanya, selain belajar bahasa asing yang berlaku, kamu juga perlu mempelajari budaya di negara tujuan kerjamu. Mengalami culture shock karena perbedaan budaya antara kampung halaman dan perantauan memanglah wajar. Namun, ketidakpahaman akan budaya dapat berakibat fatal bagi dirimu. Apalagi kalau sampai kamu melakukan kesalahan yang dianggap menyinggung dan menghina masyarakat setempat. 

Baca juga: 10 Aplikasi Belajar Bahasa Asing Gratis, Dijamin Mirip Native Speaker Hanya dalam Hitungan Hari!

Berinteraksi dengan Penduduk Asli atau WNI di Sana

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Berinteraksi dengan Penduduk Asli atau WNI

Mencari tahu tentang suatu negara bakal lebih afdol kalau kamu berbicara langsung dengan orang yang berasal atau pernah tinggal di sana. Makanya, kamu dianjurkan untuk berinteraksi dengan warga negara asli, maupun WNI yang pernah atau sedang tinggal di negara tersebut. Jika saat ini kamu masih berdomisili di Indonesia, kamu bisa menghubungi mereka melalui media sosial atau komunitas online

Namun, kamu perlu berhati-hati jika berinteraksi dengan mereka. Bagaimana pun mereka adalah orang asing yang hanya kamu kenal di internet. Selain itu, nggak semua orang yang kamu temui memiliki niat baik. Tak sedikit yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencelakaimu. Kamu perlu waspada apabila mereka melakukan sejumlah hal di bawah ini:

  • Menanyakan alamat domisili saat ini, di negara tujuan, atau tempat kerja. 
  • Meminta data pribadi yang sangat personal dan spesifik. 
  • Mendesakmu untuk mengirimkan foto diri (jika kamu berinteraksi secara anonim). 
  • Mengirimkan tautan yang mencurigakan. 
  • Meminta uang darimu. 
  • Menawarkan kamar di tempat tinggal mereka untuk kamu tempati saat berada di sana.
  • Mengajak ketemuan saat kamu sudah berada di sana.

Kalau kamu ingin ketemuan dengan mereka, sebaiknya lakukan di pagi atau siang hari. Kemudian, pilihlah tempat-tempat umum yang terbuka dan ramai pengunjung. Contohnya, taman kota, pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran. Kamu juga disarankan untuk menghindari ajakan bertemu di tempat hiburan malam. Selain itu, tolak dengan tegas apabila mereka mengajakmu bertemu di tempat tinggalmu, tempat tinggal mereka, atau tempat kerjamu. 

Baca juga: Berkaca dari Lagunya NIKI, Jangan Sampai Kamu Masuk Jebakan Backburner!

Bergabung dengan Komunitas

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Bergabung dengan Komunitas

Merantau seorang diri di tempat asing bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika kamu pindah ke negara lain yang jaraknya ribuan kilometer dari rumah. Karenanya, penting bagi kamu untuk bergabung dengan komunitas setempat. 

Di kebanyakan negara, kamu bisa menemui komunitas WNI yang menetap di sana. Umumnya, komunitas tersebut dibentuk dan dikelola oleh kalangan pelajar, pekerja, maupun orang Indonesia yang sudah menetap dan berganti kewarganegaraan. Komunitas WNI di negara tujuan kerjamu dapat menjadi keluarga baru selama kamu menetap di sana. 

Selain komunitas WNI, biasanya ada pula komunitas berbasis regional. Contohnya, komunitas Asia Tenggara, komunitas Asia, komunitas Asia-Pasifik, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas tersebut untuk memperluas jaringan. 

Baca juga: Hidup Jadi Lebih Bahagia dengan Ikigai, Filosofi ala Orang Jepang untuk Kehidupan yang Berkualitas

Miliki Pikiran yang Terbuka

Persiapan Kerja di Luar Negeri: Miliki Pikiran yang Terbuka

Poin yang tak kalah penting dalam persiapan bekerja di luar negeri adalah memiliki pikiran yang progresif. Artinya, kamu harus bersikap terbuka dengan hal baru yang akan kamu temui di negara tujuan kerjamu. Kamu memang nggak harus menyetujui nilai, norma, atau kebiasaan yang berlaku di sana. Namun, bukan berarti kamu lantas menjadi tertutup dan keras kepala.

Selain itu, kamu harus memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru. Sering-sering bersosialisasi dan selalu belajar hal baru setiap harinya. Jangan pernah ragu untuk keluar dari zona nyaman, serta mencoba hal-hal baru.

Baca juga: Kenalan sama Crab Mentality yang Bikin Kamu Sering Iri dengan Kesuksesan Orang Lain

Bekerja di luar negeri memang tak mudah. Ada banyak sekali hal yang perlu kamu persiapkan. Namun, jika kamu berhasil mempersiapkan diri dengan baik, niscaya kamu akan memiliki pengalaman terbaik bekerja di mancanegara. Persiapan yang matang juga akan membawa dampak positif terhadap performa kerja dan keberlangsungan kariermu. Good luck, girls!

Pengen sharing lebih banyak tips bermanfaat seputar karier dan pengembangan diri? Yuk, gabung dengan Girls Beyond Circle! Girls Beyond Circle adalah tempatnya cewek-cewek keren sepertimu untuk level up bareng. Klik di sini untuk join, ya!

No Comments

    Leave a Reply