Menu
Health

5 Jenis Gangguan Bipolar, Kenali Perbedaan dan Penyebabnya!

jenis gangguan bipolar

Gangguan bipolar ternyata tak hanya satu jenis, namun ada sekitar lima jenis gangguan bipolar yang umum terjadi di masyarakat. 

Seperti yang diketahui, bipolar disorder adalah penyakit mental yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati (mood).

Secara umum, kita semua memang bisa mengalami perubahan mood, tetapi berbeda dengan penyakit ini, penderita bipolar seringkali mengalami rasa sedih hingga depresi dengan intens dan terjadi di waktu yang tak terduga.

Untuk mengenal lebih dalam tentang jenis-jenis bipolar, berikut adalah penjelasannya!

Baca juga: Andrea Caroline: Mengidap Gangguan Bipolar Akibat Kekerasan Orang Tua dan Dirundung karena Status ODGJ

5 JENIS GANGGUAN BIPOLAR 

Dilansir dari American Psychiatric Association, bipolar adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, dan kemampuan seseorang untuk berfungsi.

Penderita akan mengalami kondisi emosional yang intens dan biasanya terjadi selama periode hari hingga minggu yang berbeda, atau disebut “episode suasana hati”.

Sebelum membaca jenisnya, penting diketahui apa itu episode manik, hipomanik, dan depresi mayor:

  • Episode manik: suasana hati bersemangat, mudah tersinggung, sulit tidur, kehilangan konsentrasi, dan lain-lain selama hampir setiap hari setidaknya satu minggu.
  • Episode hipomanik: gejala manik yang tak terlalu parah seperti manik dan hanya terjadi selama empat hari berturut-turut (tidak menyebabkan masalah besar).
  • Depresi mayor: mengalami kesedihan, keputusasaan dan kehilangan minat yang intens dan terjadi selama dua minggu.

Berikut adalah lima jenis bipolar disorder yang perlu diketahui:

GANGGUAN BIPOLAR I

Seseorang yang mengalami bipolar I akan mengalami peningkatan energi yang ekstrim selama tujuh hari atau lebih. Perubahan mood mereka seperti berada di “puncaknya” sehingga akan mudah marah, depresi dan tersinggung. 

Penderita gangguan bipolar I mungkin akan mengalami episode depresi atau hipomanik selama dua minggu. Namun, sebagian penderita juga bisa mengalami periode suasana hati yang netral.

GANGGUAN BIPOLAR II

Apa itu penderita bipolar tipe 2? Pada gangguan bipolar ini, penderita akan mengalami setidaknya satu episode depresi mayor dan satu episode hipomanik. 

Penderita biasanya akan kembali ke fungsi normalnya diantara episode-episode tersebut. Banyak dari mereka yang mengalami episode depresi berat sebelum atau sesudah mengalami episode manik yang terjadi setidaknya satu minggu.

GANGGUAN SIKLOTIMIK

Tak separah jenis gangguan bipolar I dan II, siklotimia terjadi lebih ringan namun melibatkan banyak perubahan suasana hati, seperti mengalami gejala hipomanik dan depresi yang berlangsung selama dua tahun atau lebih.

Gejala gangguan bipolar siklotimia berbeda dengan kriteria episode manik atau episode depresi.

RAPID CYCLING BIPOLAR

Rapid cycling bipolar merupakan gangguan bipolar antara bipolar I atau II yang terjadi dengan siklus cepat. Penderita mungkin mengalami episode manik atau hipomanik, lalu episode depresi.

Meski gangguan jenis ini dapat dialami, namun tidak dianggap secara resmi sebagai jenis gangguan bipolar.

MIXED FEATURE

Sama seperti sebelumnya, penderita mungkin mengalami bipolar I atau II yang disebut “mixed feature”, yakni ketika mengalami gejala depresi, manik, atau hipomanik dalam waktu yang sama atau sangat cepat setelah mengalami depresi/manik/hipomanik.

Baca juga: 8 Jenis Gangguan Kecemasan yang Banyak Diderita Anak Muda, Pernah Mengalaminya?

APA PENYEBAB GANGGUAN BIPOLAR?

HIngga saat ini, para ahli tak mengetahui secara pasti penyebab gangguan bipolar. Namun, ada beberapa faktor yang mendorong seseorang mengalami bipolar disorder, yaitu:

  • Genetik. Kerentanan seseorang terhadap bipolar kemungkinan besar dipengaruhi oleh genetik dengan efek kecil hingga sedang. Bila salah satu orang tua pernah mengalaminya, kemungkinan turun kepada anaknya.
  • Riwayat keluarga. Jika ada keluarga atau saudara yang memiliki gangguan bipolar, sangat besar mereka akan terkena gangguan yang sama.
  • Faktor lingkungan. Peristiwa besar seperti kehilangan seseorang, pekerjaan, pengalaman traumatis atau penyalahgunaan obat dapat menjadi faktor seseorang mengalami gangguan bipolar.

Jika ada keluarga, saudara atau bahkan diri kamu sendiri mengalami salah satu jenis gangguan bipolar di atas, sebaiknya segeralah lakukan rencana perawatan. Meski bipolar adalah kondisi yang berlangsung seumur hidup, namun dengan berobat kamu, dapat mengelola gejalanya.

Dapatkan informasi lainnya seputar penyakit kesehatan mental dengan bergabung komunitas Girls Beyond Circle!

Baca juga: Hindari Self Diagnosis, Segera ke Psikolog atau Psikiater Kalau Kamu Alami 10 Gejala Ini

Sumber foto: Pexels

No Comments

    Leave a Reply