gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Masih Banyak Remaja Putri Hadapi Tantangan Menstruasi, Ini Dampak dan Upaya Kimberly-Clark Softex x Project HOPE

Written by Adila Putri Anisya

Coba bayangin kamu harus bolos sekolah atau nggak bisa bebas beraktivitas cuma karena lagi menstruasi. Buat sebagian remaja putri di Indonesia, hal ini masih jadi kenyataan yang mereka hadapi setiap bulan karena akses produk menstruasi dan edukasi kesehatan yang masih terbatas.

Masalah menstruasi ternyata bukan cuma soal pembalut, tapi juga soal kesehatan, rasa percaya diri, dan stigma yang masih bikin topik ini jarang dibahas secara terbuka. Padahal, masih banyak remaja perempuan yang belum mendapatkan informasi yang cukup tentang menstruasi.

Karena itu, Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation kembali menghadirkan program HER WAY untuk membantu memperluas edukasi kesehatan menstruasi bagi remaja perempuan di Indonesia. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: 5 Minuman saat Menstruasi yang Bisa Meredakan Rasa Sakit 

Dampak Period Poverty yang Masih Sering Diremehkan

Dampak Period Poverty yang Masih Sering Diremehkan
Sumber foto: Magnific

Kurangnya akses terhadap produk menstruasi ternyata bisa berdampak besar, bukan cuma untuk kesehatan fisik tapi juga mental dan pendidikan remaja perempuan. Dalam jurnal Period Poverty: A Neglected Public Health Issue, kondisi ini disebut sebagai masalah kesehatan publik yang masih sering diabaikan.

Menurut data UNESCO, keterbatasan akses terhadap kebutuhan menstruasi menjadi salah satu alasan utama jutaan remaja perempuan di seluruh dunia putus sekolah. Sedih banget, kan, kalau masa depan harus terhenti cuma karena urusan biologis yang alami?

Faktanya, banyak dari kita yang juga kurang persiapan mental saat pertama kali mengalami ini.

“Satu dari empat anak perempuan mengalami menstruasi pertamanya tanpa pengetahuan sebelumnya, hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan edukasi kesehatan menstruasi yang lebih mudah diakses dan komprehensif.”

Secara kesehatan, penggunaan produk menstruasi yang enggak higienis atau dipakai terlalu lama bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, iritasi kulit, sampai gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Masalah ini biasanya terjadi karena keterbatasan akses produk menstruasi dan fasilitas sanitasi yang layak.

Bukan cuma itu, stigma soal menstruasi juga bikin banyak perempuan merasa malu untuk membicarakan kondisi mereka. Akibatnya, masih banyak remaja yang memilih absen sekolah saat menstruasi karena takut dihakimi, kesulitan akses pembalut, atau enggak memiliki fasilitas yang nyaman dan aman.

Dari sisi mental, period poverty juga bisa memicu stres, rasa cemas, hingga merasa terisolasi. Sebuah studi dalam jurnal tersebut bahkan menemukan bahwa perempuan yang mengalami period poverty lebih rentan mengalami gejala psikologis seperti depresi dan anxiety.

Kurangnya edukasi menstruasi juga membuat banyak remaja enggak tahu kapan harus mencari bantuan medis saat mengalami nyeri menstruasi berlebihan, siklus enggak teratur, atau gejala lain yang sebenarnya perlu diperiksa lebih lanjut.

Solusi dari Kimberly-Clark Softex x Project HOPE untuk Edukasi Menstruasi Remaja

Solusi dari Kimberly-Clark Softex x Project HOPE untuk Edukasi Menstruasi Remaja
Sumber foto: Kimberly-Clark Softex

Melihat masih banyaknya remaja perempuan yang menghadapi tantangan kesehatan menstruasi, Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation kembali memperkuat komitmen mereka lewat program HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).

Program ini hadir bukan cuma untuk menyediakan produk menstruasi, tapi juga membangun akses edukasi kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh perempuan dan remaja perempuan di Indonesia.

Kimberly-Clark Softex percaya bahwa kesehatan menstruasi bukan hanya soal kebersihan, tapi juga berkaitan dengan martabat, kesehatan, kesejahteraan, dan rasa percaya diri perempuan. Karena itu, solusi yang dibangun juga dibuat lebih menyeluruh, mulai dari edukasi, dukungan komunitas, hingga akses terhadap fasilitas sanitasi yang lebih baik.

Febrina Herlambang, Head of Communications and Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, menyatakan:

“Di Kimberly-Clark Softex, kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dan komitmen bersama terhadap masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Project HOPE, kami bertujuan untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan menstruasi dan kesehatan ibu sehingga perempuan dan remaja perempuan di seluruh Indonesia dapat hidup lebih sehat dan percaya diri. Kami juga memberikan donasi produk, termasuk popok Sweety dan pembalut Softex, kepada komunitas melalui Yayasan Project HOPE.”

Baca juga: Kenali 4 Fase Menstruasi pada Perempuan Agar Lebih Paham dengan Tubuhmu Sendiri 

HER WAY Hadir Jadi Ruang Aman untuk Perempuan

HER WAY Hadir Jadi Ruang Aman untuk Perempuan
Sumber foto: Kimberly-Clark Softex

Tahun ini, program HER WAY mengusung tema “Dignity for Every Mother” yang menyoroti pentingnya lingkungan suportif bagi perempuan di setiap tahap kehidupan, mulai dari masa pubertas hingga menjadi ibu.

Lewat kelas persiapan ibu dan sesi peer-to-peer, program ini membuka ruang aman agar perempuan bisa berbagi pengalaman, mendapatkan informasi terpercaya, dan membangun dukungan satu sama lain.

Laura Brye, Senior Program Specialist, Global Health Asia Region, Project HOPE, mengatakan:

“Project HOPE sangat menghargai kelanjutan kemitraan dengan Kimberly-Clark Softex dalam memasuki fase baru Program HER WAY. Fokus utama kami adalah memperkuat kesadaran akan kesehatan menstruasi bagi perempuan dan remaja perempuan di Indonesia. Kami yakin bahwa edukasi yang lebih baik, kemudahan akses terhadap fasilitas sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif.”

MENSTRU-WISE, Kampanye yang Bikin Remaja Lebih Paham soal Tubuhnya

MENSTRU-WISE, Kampanye yang Bikin Remaja Lebih Paham soal Tubuhnya
Sumber foto: Kimberly-Clark Softex

Sebagai bagian dari perluasan program, Kimberly-Clark Softex, Project HOPE, dan RISE Foundation juga meluncurkan kampanye MENSTRU-WISE (Smart About Period, Wise About Health).

Kampanye ini dirancang untuk membantu remaja perempuan lebih memahami tubuh mereka sendiri, mengenali tanda-tanda masalah kesehatan menstruasi, dan lebih berani mengambil keputusan terkait kesehatan mereka.

Topik yang dibahas juga nggak cuma soal pembalut atau kebersihan menstruasi, tapi juga kesehatan hormonal, menstruasi enggak teratur, hingga kesehatan mental yang sering kali masih jarang dibicarakan secara terbuka.

Fannie Zhang, President Director Kimberly-Clark Softex Indonesia, menambahkan:

“Kesehatan menstruasi merupakan bagian yang enggak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan dan membutuhkan upaya bersama. Melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan layanan kesehatan yang layak mereka dapatkan.”

Target Jangkau Ratusan Ribu Remaja Perempuan di Indonesia

Target Jangkau Ratusan Ribu Remaja Perempuan di Indonesia
Sumber foto: Kimberly-Clark Softex

Melalui program HER WAY, Kimberly-Clark Softex dan para mitra menargetkan bisa menjangkau sekitar 220 ribu remaja perempuan lewat kampanye digital, edukasi berbasis sekolah, dan pelibatan komunitas.

Program ini dijalankan di beberapa wilayah seperti Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Dalam dua tahun ke depan, program ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi lebih dari satu juta perempuan dan remaja perempuan di Indonesia.

RISE Foundation juga ikut melibatkan para guru dan teman sebaya lewat program Heroes Goes to School and Community agar remaja nggak cuma jadi penerima manfaat, tapi juga bisa menjadi agen perubahan di lingkungan mereka sendiri.

Lewat berbagai program ini, Kimberly-Clark Softex dan Project HOPE berharap edukasi menstruasi bisa jadi topik yang lebih terbuka dan mudah diakses semua remaja perempuan. Karena setiap perempuan berhak merasa aman, sehat, dan percaya diri selama menjalani menstruasi tanpa stigma maupun keterbatasan akses. 

Baca juga: Haidmu Gak Teratur? Kenali Tanda Siklus Menstruasi Normal dan Abnormal 

Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya tentang kesehatan perempuan!