Menu
Jobs

Profesi Masa Kini yang Cocok Buat Kamu yang Suka Menulis

Di zaman yang serba digital ini, semakin banyak pekerjaan manusia yang tergantikan oleh mesin dan algoritma. Mau nggak mau, kita semua harus beradaptasi dengan keadaan agar jangan sampai tertinggal dari kemajuan zaman. Saat ini, pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan digitalisasi dan perkembangan teknologi sangat dicari dan diminati. Namun, ada satu prospek karir yang sudah ada sejak dulu, dan masih eksis hingga sekarang. 

Ya, karir di bidang kepenulisan. Dulu, menulis dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan dan berpenghasilan rendah. Ternyata, dalam era digital ini, pekerjaan tulis-menulis justru sangat digandrungi. Tapi, jenis penulis apa saja, ya yang dibutuhkan dalam era digital? Nah, supaya kamu nggak bingung, berikut sejumlah profesi kepenulisan high demand di era digital. Check this out!

Content Writer

Profesi yang satu ini mungkin sudah nggak asing lagi buatmu. Content writer alias penulis konten adalah seseorang yang pekerjaan utamanya menyajikan konten dalam bentuk teks atau tulisan. Umumnya, tulisan tersebut diperuntukkan sebagai konten dalam media digital, seperti platform media sosial, blog, website, portal berita, dan sebagainya.

Selain bertujuan untuk menghadirkan konten yang informatif dan menghibur, content writer biasanya juga memiliki tugas untuk menarik perhatian audiens pada media atau platform yang bersangkutan. Karenanya, skill kepenulisan seorang content writer umumnya dibarengi juga dengan pengetahuan search engine optimization (SEO). 

SEO adalah teknik optimalisasi website agar mendapatkan peringkat teratas dalam mesin pencarian. Dengan begitu, website tersebut akan mendapatkan engagement yang tinggi dari audiens.

Copywriter

Selain content writer, profesi kepenulisan yang nggak kalah laris di era digital adalah copywriter. Eits, jangan keliru, ya. Masih banyak orang yang rancu dengan deskripsi pekerjaan copywriter dengan content writer. Emang bedanya di mana, sih?

Tugas utama seorang copywriter adalah mempromosikan atau memasarkan sebuah produk maupun jasa. Jadi, kalau tugas content writer lebih dititikberatkan pada kemampuannya menyajikan konten yang berbobot, tugas copywriter lebih condong ke fungsi pemasaran atau periklanan. 

Karenanya, walaupun kadang copywriter hanya diminta untuk membuat satu paragraf caption postingan Instagram, atau jargon iklan, tapi bukan berarti ini pekerjaan yang sepele! Dibutuhkan kreativitas tinggi, serta kemampuan analisis terhadap target audiens yang mumpuni agar seorang copywriter dapat mengoptimalkan pemasaran produk/jasa yang ditawarkan.

Technical Writer

Profesi yang satu ini mungkin juga sudah cukup familiar buatmu. Technical writer memiliki tugas utama mengkomunikasikan sebuah informasi yang kompleks dan bersifat teknis menjadi lebih mudah dicerna oleh audiens. Dalam kata lain, hasil tulisan dari seorang technical writer harus bersifat user-friendly.

Umumnya, pekerjaan seorang technical writer berkaitan dengan pembuatan user guide atau manual book, dokumen fungsi aplikasi, serta teknis aplikasi yang menjelaskan bagaimana aplikasi yang bersangkutan dapat berjalan. Makanya, skill yang dibutuhkan oleh seorang technical writer bukan cuma kemampuan menulis saja. Technical writer juga harus menguasai keterampilan riset, baik terkait produk yang hendak dipasarkan, maupun target audiens. 

Technical writer juga diharuskan memiliki kemampuan berpikir kritis serta menganalisis masalah. Dengan demikian, seorang technical writer dapat memperkirakan kendala apa saja yang akan ditemui seorang audiens atau user dalam memahami deskripsi maupun cara menggunakan suatu produk. 

UI/UX Writer

Profesi kepenulisan yang nggak kalah high demand belakangan ini adalah UI/UX writer. Namun, masih banyak yang merasa asing terhadap istilah tersebut. UI adalah singkatan dari User Interface, sedangkan UX merupakan kependekan dari User Experience

User Interface adalah segala sesuatu yang dapat berinteraksi dengan pengguna atau user dalam lingkup penggunaan produk dan layanan secara digital. Dalam kata lain, UI mencakup berbagai elemen, seperti layar, layar sentuh, keyboard, audio output, dan sebagainya. Sementara itu, User Experience fokus pada perjalanan seorang pengguna atau user dalam menggunakan perangkat komputer, website, aplikasi, dan sebagainya. UI dan UX saling berhubungan, karena pengalaman user dalam menggunakan elemen UI dapat memengaruhi perasaan mereka terhadap produk atau layanan digital yang dihadirkan.

Karenanya, seorang UI/UX writer bertanggung jawab dalam membuat copy untuk sebuah aplikasi, website, dan produk atau layanan digital lainnya. Pekerjaan ini termasuk menemukan kata-kata yang tepat untuk fitur menu, tombol, label, maupun chatbot, sehingga dapat memberikan navigasi yang mudah dipahami oleh user

Digital Fiction Writer

Penulis cerita fiksi adalah profesi yang sudah dikenal sejak dulu, bahkan sejak belum ditemukannya mesin ketik maupun perangkat komputer. Jika kamu pikir ini adalah pekerjaan yang nggak menjanjikan di zaman sekarang, kamu salah besar!

Perkembangan teknologi membuat platform menulis fiksi nggak lagi terbatas pada media cetak, seperti buku. Saat ini, sudah ada berbagai platform yang memfasilitasi para penulis fiksi dalam berkarya secara digital. Platform tersebut pun beragam, ada yang gratis, tetapi nggak sedikit pula yang berbayar.

Nah, buat kamu yang berkecimpung di dunia penulisan fiksi, kamu bisa memanfaatkan platform berbayar untuk menjual karya-karya kamu. Contohnya, Karyakarsa, Trakteer, dan Wattpad. Kamu juga bisa mengatur sendiri harga yang ingin kamu pasang untuk setiap karya kamu nantinya. 

Selain itu, sekarang banyak penerbit yang mencari karya dari para penulis digital untuk diterbitkan sebagai buku, loh. Sebab, karya-karya yang sudah terbit secara online biasanya sudah memiliki audiens atau basis penggemar yang kuat. Karenanya, mereka dianggap lebih menjanjikan dari segi profit ketika dibukukan.

Nah, itu tadi 5 profesi menulis yang paling banyak dicari dan berprospek menjanjikan di era digital. Apakah kamu ingin berkecimpung di salah satunya?

Baca juga: Susah Cari Kerja? Jangan-jangan Kamu Alami Skills Gap

Pengen sharing seputar karir dan pekerjaan? Yuk, gabung dengan Girls Beyond Circle! Klik di sini untuk bergabung, ya!

No Comments

    Leave a Reply