gagal menampilkan data

Article

Leticia Buana: Ilustrator Remaja yang Berhasil Berjualan di Convention Skala Nasional Walau Masih SMP

Written by Zefanya Pardede

Passion bisa membawa seseorang ke tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah terbayangkan. Adanya passion yang kuat juga mampu mendorong orang untuk berbuat hal-hal yang mungkin terlihat rumit. 

Leticia Buana, atau yang lebih akrab dipanggil Leti, adalah seorang ilustrator muda yang menemukan passion-nya untuk seni sejak kecil. Rasa cintanya terhadap seni membuat dirinya nekad untuk berjualan di salah satu convention terbesar di Indonesia saat masih SMP.

Kini, ia sedang menekuni studi untuk meraih cita-citanya sebagai desainer dan illustrator. Yuk, simak perjalanan Leti!

Menyukai Seni Sejak Kecil

Salah satu karya terbaru Leti.

Leti memegang kuas cat pertamanya saat masih duduk di bangku SD. Seni adalah suatu hal yang ia temukan sendiri.

“Aku suka gambar karena coba-coba aja waktu itu. Karena ada kelas gambar di sekolah, aku jadi iseng ikut gambar dan main-main cat di rumah,” kata Leti.

Namun, hobi ini semakin terpengaruh oleh kegemarannya terhadap animasi Jepang. Leti mengaku bahwa keinginannya untuk mendalami seni adalah karena film dan serial anime yang ia tonton hampir setiap hari.

“Awalnya aku biasa saja, nggak suka banget-bangetan sama yang namanya menggambar. Tapi, aku mulai terbawa untuk menggambar terus karena aku jadi suka anime Jepang,” jelasnya.

Sejak kecil, ia sering membuat fan art karakter-karakter anime kesukaannya. Fan art merupakan genre seni visual yang dibuat oleh penggemar media fiksi. Kala itu, Leti menyimpan karya-karya fan art-nya untuk diri sendiri lantaran belum percaya diri dengan kemampuannya.

“Waktu itu aku lagi di masa yang baru-baru nyoba gambar fan art. Aku masih malu-malu, nggak yakin kalau gambarku itu bagus,” katanya. “Jadi biasa habis gambar, aku simpan gambar-gambarnya di dalam map kertas atau lemari.”

Namun, pelan-pelan ia mulai berani menunjukkan bakatnya setelah bertemu dengan anak-anak lain yang juga suka membuat fan art anime di sekolahnya saat SMP. Mereka kerap saling bertukar hasil karya dan menggambar bersama.

“Memang, kalau sudah bertemu dengan orang-orang yang sama hobinya, kita pasti akan jadi lebih pede. Aku dan mereka dulu bahkan suka bikin art trade sama collab. Collab itu biasanya mereka yang buat sketsa, aku yang beri warna.”

Dari kelompok pertemanan tersebut, Leti pun menemukan digital art. Ia memperluas media seninya dan mulai belajar untuk membuat karya seni secara digital.

Mendirikan Platform Seni Digital

Salah satu fan art buatan Leti.

Leti memanfaatkan Instagram sebagai platform utama untuk membagikan karya seninya. Melalui akun dengan username @kaitokeiki_, ia memperlihatkan karya-karya terbaiknya, mulai dari fan art, design karakter yang ia buat, hingga sketsa-sketsa kecil.

“Aku pertama buka akun itu karena nggak tahu mau dibawa ke mana gambar-gambar yang aku buat. Disimpan doang sayang, dibuang sayang, jadi Instagram juga semacam arsip gambar-gambarku,” katanya.

Leti mendapat banyak kesempatan untuk berteman dengan seniman-seniman dari berbagai belahan dunia melalui beberapa komunitas yang ia ikuti.

“Aku bisa bertemu dengan banyak teman online yang juga suka gambar. Ada yang asalnya dari Amerika, Filipina, Australia, dan Jepang,” ucap Leti.

Terkadang, ia juga mendapat tawaran komisi.

“Kebanyakan sih komisi fan art. Tapi sebagian juga ada komisi design karakter original, komisi mewarnai, dan komisi sketsa dasar.”

Rupanya, akun Instagram yang Leti miliki dipandang sebagai semacam portofolio dan katalog bagi orang-orang yang meminta komisi darinya. Ini pun mendorong Leti untuk terus berlatih menggambar agar kualitas seninya meningkat.

“Aku jadi makin semangat untuk improve kemampuan dan aku juga jadi nggak takut untuk bereksperimen dengan style-style lain yang sebelumnya belum pernah aku coba.”

Sudah Menghadiri Convention Besar Saat Masih SMP

Leti di sebuah convention beberapa tahun yang lalu.

Leti mengaku bahwa ia sudah lama ingin mendirikan booth sendiri di acara-acara pameran seni, seperti di convention besar, untuk menjual karya-karyanya.

Di kelas 9 SMP, ia mendapati sebuah iklan yang menunjukkan adanya booth kosong yang belum ditempati untuk salah satu convention anime terbesar di Indonesia. 

“Ada iklan yang lewat di Instagram tentang booth vacancy buat Comifuro. Tanpa berpikir panjang aku langsung daftar, walaupun waktu itu aku masih kecil umurnya dan nggak ada pengalaman,” bicara Leti.

Comifuro adalah convention anime yang diadakan setiap tahun. Sebagai satu dari beberapa convention anime terbesar, karya-karya yang diperlihatkan biasanya bergengsi.

“Lumayan takut, soalnya booth-booth di sana diisi oleh seniman-seniman yang memang punya nama dan platform yang besar. Sementara aku cuma anak SMP yang suka gambar dan mau jualan di convention saja,” katanya.

Leti menyiapkan booth dan segala keperluan yang dibutuhkan seorang diri. Gadis muda ini mengurus produksi merchandise karya seni yang akan dijual dan design booth yang akan digunakan.

“Itu pertama kalinya aku buat design ala-ala 3D. Kalau dipikir-pikir, agak gila, sih, belajar design 3D demi buat booth yang bahkan ga sampai dua meter ukurannya.”

Walau terdapat beberapa kendala selama proses persiapan, seperti mencari supplier dan membuat poster-poster promosi, Leti tetap mampu mendirikan booth dengan sukses.

Sejak Comifuro, Leti rutin mendirikan booth di sejumlah convention lain setiap tahunnya.

Melanjutkan Studi ke Negeri Sakura

Tahun ini, lebih tepatnya bulan Agustus 2023, Leti akan melanjutkan studinya di Jepang dan mendalami studi design. Ini sudah menjadi impian yang ia kejar semenjak pertama kali jatuh cinta dengan seni.

Leti bercerita bahwa ia sudah mulai mempersiapkan kebutuhan pendaftaran dan ujian masuk sejak kelas 1 SMA. 

“Aku sudah mulai persiapan untuk tes bahasa Jepang dari dulu. Portofolio juga aku kurasinya lumayan lama karena butuh ide dan penyesuaian tema,” ucap Leti.

Namun setelah berbagai macam tahap persiapan, Leti pun akhirnya siap untuk menekuni pendidikan pilihannya. Kelak, Leti ingin bekerja sebagai desainer karakter animasi dan komik serta ilustrator film.

“Kalau sudah besar, nanti aku mau jadi desainer karakter dan ilustrator untuk film-film besar, terutama film animasi. Ini baru langkah awal aku untuk mengejar cita-cita itu.”

Leti bukan satu-satunya orang yang sedang mengejar impian. Baca juga cerita-cerita perempuan inspiratif lainnya di sini.

Mau kenalan dengan cewek-cewek hebat? Bergabung ke Girls Beyond Circle sekarang juga!

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond