
Unik! Ini 7 Tradisi Perayaan Hari Imlek Selain Diberi Angpao!
Perayaan hari Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari 2024. Tahun baru Cina atau lunar new year, selalu menjadi momen penting bagi warga Tionghoa di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Pada momen ini, warga Tionghoa akan berkumpul untuk merayakan pergantian tahun dengan keluarga mereka, hingga melakukan berbagai tradisi unik yang hanya dilakukan pada hari Imlek.
Seperti tahun baru pada umumnya, tahun baru Imlek juga melibatkan harapan baru. Orang Tionghoa berharap untuk mendapatkan keberuntungan, kesejahteraan, dan sukses dalam tahun yang baru.
Di Indonesia warga Tionghoa melakukan berbagai tradisi unik untuk merayakan pergantian tahun, yang tentunya memiliki arti dan makna tersendiri.
Selain tradisi memberi angpao, memangnya ada tradisi apa lagi sih? Baca sampai habis, ya!
Baca juga: 10 Tradisi Unik Tahun Baru di Berbagai Negara, Chili Paling Seram!
TRADISI UNIK PERAYAAN HARI IMLEK
Sama seperti perayaan hari besar lainnya, hari Imlek juga memiliki tradisi khusus yang hanya dilakukan pada hari Imlek.
Berikut adalah beberapa tradisi Imlek di Indonesia dan maknanya yang perlu dipahami!
MEMBERSIHKAN RUMAH
Dalam rangka menyambut tahun baru, warga Tionghoa biasanya akan melakukan bersih-bersih di rumah mereka. Hal ini bermakna sebagai upaya menyingkirkan segala sesuatu yang buruk selama setahun kebelakang.
Menariknya, tepat pada hari Imlek, kegiatan seperti menyapu tidak diperbolehkan, karena diyakini dapat "membuang rezeki" yang seharusnya datang kepada penghuni rumah. Sebagai gantinya, membersihkan rumah dilakukan tepat satu hari sebelum perayaan Imlek.
MEMBELI PAKAIAN SERBA BARU
Tradisi Imlek yang sering dilakukan adalah membeli pakaian serba baru minimal dua setel, satu stel untuk hari perayaan Imlek dan satu stel piyama baru yang dipakai pada malam Imlek.
Tak hanya pakaian luar saja, namun pakaian dalam juga. Selain pakaian, aksesoris seperti sepatu tak jarang juga dibeli untuk menyambut Imlek.
Satu hal yang dipantang oleh warga Tionghoa, yaitu mereka tidak boleh menggunakan pakaian berwarna putih dan hitam karena warna tersebut dipercaya dapat mengundang efek negatif.
YU SHENG
Yu Sheng adalah tradisi malam Imlek berupa hidangan salad dengan isian yang bermacam-macam seperti, ikan, wortel, mentimun, kacang-kacangan, madu, dan lain-lain.
Makanan ini nantinya akan disajikan dalam satu piring. Orang-orang di sana berkumpul mengelilingi Yu Sheng sambil mengaduknya bersama-sama.
Dalam tradisinya, mereka akan mengangkat Yu Sheng menggunakan sumpit dengan setinggi-tingginya sambil mengucapkan “Lao Qi” atau “Lao Hei”. Semakin tinggi Yu Sheng diangkat, semakin memberikan keberuntungan di tahun baru.
MENYIAPKAN 12 JENIS MAKANAN
Saat perayaan hari Imlek, etnis Tionghoa akan menyiapkan minimal 12 jenis makanan yang menggambarkan shio. Makanan-makanan ini memiliki makna tertentu yang dipercaya membawa kebaikan.
Contohnya, kue lapis legit mengartikan kelimpahan rezeki yang berlapis-lapis. Sementara itu buah jeruk dan siu mie (mie panjang), mengartikan panjang umur dengan cara tidak boleh dipotong saat menyantapnya.
TATUNG
Tradisi perayaan Imlek selalu identik dengan perayaan Cap Go Meh. Dalam merayakan ini, warga Tionghoa, terutama di Kota Singkawang, Kalimantan, memiliki tradisi Tatung atau disebut juga pawai Tatung.
Tatung adalah seseorang yang dirasuki roh dewa. Hal ini hanya dilakukan oleh orang terpilih yang telah diwarisi kemampuan turun-temurun.
Tradisi Tatung dianggap sangat ekstrim karena orang yang dirasuki tidak dalam keadaan sadar, mereka akan ditusuki dengan benda-benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka atau rasa sakit.
PHANG TEH
Tradisi Imlek selanjutnya adalah dari wilayah Sumatera Utara, Phang Teh merupakan pemberian secangkir teh dari anggota keluarga termuda ke anggota keluarga tertua dengan posisi berlutut.
Tradisi perayaan hari Imlek ini dilakukan usai sembahyang. Phang Teh memaknai bentuk penghormatan dan permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan selama setahun kebelakang.
Bukan sembarang pemberian teh biasa, tradisi ini harus dirayakan dengan penuh suka cita, dilarang menangis, marah, atau membuat kegaduhan.
MANDI TUJUH SUMUR
Tradisi mandi tujuh sumur dilakukan warga Tionghoa di Vihara Gayatri, Cilangkap, Depok, Jawa Barat. Mereka percaya bahwa mandi tujuh sumur ini dapat memberikan keberkahan, kesehatan, rezeki, kedudukan hingga jodoh.
Sesuai namanya, di tempat Vihara Gayatri terdapat tujuh sumur yang memiliki nama tersendiri, di antaranya Sri Ningsih, Sri Waras, Sri Lungguh, Sri Kuntarti, Sri Rejeki, Sri Mulyasari, dan Sri Ponjto Warno. Ke tujuh sumur tersebut memiliki “khasiat” masing-masing.
Bagi warga Tionghoa, perayaan hari Imlek bukan hanya momen untuk merayakan tahun baru, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. Semoga tahun baru Imlek selalu membawa kebahagiaan dan keberuntungan kepada semua yang merayakannya!
Berbagi informasi menarik seputar Imlek dengan bergabung ke komunitas Girls Beyond Circle!
Baca juga: Imlek 2023: Warna Apa Saja yang Bikin Hoki dan Harus Dihindari di Tahun Kelinci Air?
Sumber foto: Pexels
Comments
(0 comments)