
Cara Simple Bikin Fake Project untuk Portofolio Pemula
Bagi pemula yang baru terjun ke dunia kerja kreatif, baik di bidang marketing, desain, atau konten, portofolio adalah hal yang wajib.
Banyak perusahaan menilai kandidat bukan hanya dari CV, tapi juga dari bukti karya nyata. Nah, masalahnya, bagaimana kalau kamu belum punya pengalaman kerja? Jangan panik.
Solusinya ada pada fake project atau mock project, yaitu proyek buatan yang kamu rancang sendiri untuk menunjukkan kemampuanmu. Cara ini sah, diakui banyak praktisi, bahkan bisa jadi jalan pembuka untuk menembus pintu rekruter.
Lantas, bagaimana cara membuatnya?
Baca juga: Mau Buat Fake Project untuk Portofolio Kerja? Pakai 9 Website Ini!
Kenapa Fake Project Penting untuk Pemula?

Menurut Etashe Linto, community lead di Smarketers Hub, “Mock projects (or fake project) help people see what you can do. And that’s really relevant in the marketing industry.” Artinya, fake project bukanlah suatu latihan, tapi bukti nyata bahwa kamu bisa mengeksekusi ide.
Beberapa manfaat utama fake project antara lain:
- Membuka pintu peluang kerja – CV yang bagus akan membuat HR melirik, tapi portofolio lah yang meyakinkan mereka.
- Mengasah keterampilan – Kamu bisa berlatih menganalisis audiens, merancang strategi, hingga membuat desain tanpa harus menunggu klien nyata.
- Meningkatkan rasa percaya diri – Saat punya karya untuk ditunjukkan, kamu lebih berani melamar pekerjaan atau pitching ke calon klien.
Jadi, jangan remehkan fake project. Justru ini bisa jadi senjata pemula untuk menembus kompetisi di persaingan.
Ide Fake Project untuk Portofolio

Kalau masih bingung harus mulai dari mana, berikut beberapa ide fake project yang bisa kamu coba.
1. Meniru Kampanye Populer
Coba pilih kampanye iklan terkenal, misalnya dari brand besar, lalu analisis kenapa kampanye itu sukses.
Dari situ, buat ulang versi kamu sendiri, atau bahkan coba perbaiki kampanye yang menurutmu kurang berhasil. Cara ini membuktikan bahwa kamu mampu menganalisis tren sekaligus menawarkan solusi kreatif versimu.
2. Membuat On-Spec Content
Menurut Elna Cain, seorang freelance writer, membuat on-spec content adalah strategi cepat untuk masuk ke dunia profesional.
Misalnya, kamu suka produk skincare untuk perawatan anti-aging. Tanpa diminta, kamu bisa menulis artikel ulasan lengkap tentang produk itu, lalu menaruhnya di portofolio.
Karya ini menunjukkan riset, kemampuan menulis, sekaligus minat personal yang kuat.
3. Mendesain Kampanye untuk Brand Impian
Bayangkan kamu ingin bekerja di perusahaan ramah lingkungan. Kamu bisa bikin kampanye media sosial yang menonjolkan gaya hidup sustainable. Walau fiktif, ini memperlihatkan strategi, kreativitas, dan kecintaanmu pada brand tersebut. Jangan lupa cantumkan catatan: “Proyek ini hanya contoh (mock project), bukan kolaborasi resmi dengan brand terkait.”
4. Membuat Customer Journey Piece
Pilih aplikasi populer, lalu teliti proses pendaftaran hingga penggunaan fiturnya. Identifikasi hambatan pengguna, lalu tawarkan solusi.
Misalnya, menambahkan opsi login via Google atau video tutorial singkat. Proyek ini menunjukkan kemampuanmu membaca kebutuhan pengguna sekaligus berpikir strategis.
Cara Membuat Fake Project yang Menarik

Fake project yang baik bukan sekadar “proyek jadi-jadian.” Ada langkah-langkah yang bisa kamu ikuti agar hasilnya lebih profesional.
1. Tentukan Tujuan
Apa yang ingin kamu tunjukkan lewat fake project ini? Apakah kemampuan menulis konten, desain grafis, atau strategi pemasaran? Menentukan tujuan sejak awal akan membantumu menyusun konsep dengan jelas.
2. Pilih Tools yang Tepat
Kalau kamu desainer, bisa menggunakan Sketch atau Figma untuk membuat mockup. Kalau marketer, gunakan Canva, Notion, atau bahkan Google Docs untuk menyusun ide kampanye. Tools ini akan mempermudah presentasi hasil kerja.
3. Gunakan Template atau Mockup
Dilansir dari Colorlib dan Sketch, memulai dari mockup template bisa jadi langkah cerdas.
Template membantu kamu lebih cepat membuat visual yang rapi, lalu kamu bisa modifikasi sesuai kebutuhan.
Ada juga generator seperti Placeit atau plugin seperti Angle, yang praktis dipakai untuk presentasi desain.
4. Buat Versi Visual dan Narasi
Portofolio enggak hanya soal visual. Sertakan juga penjelasan singkat tentang prosesmu, mulai dari ide awal, strategi, target audiens, hingga hasil yang kamu bayangkan. Dengan begitu, rekruter bisa melihat cara berpikirmu, bukan hanya hasil akhir.
Baca juga: Cara Buat Fake Project Digital Marketing dan Situsnya untuk Portofolio
Apa Saja yang Harus Ada di Portofolio?

Fake project akan semakin kuat jika kamu menatanya dalam portofolio yang lengkap. Beberapa elemen penting yang sebaiknya ada:
- About Me – Tampilkan foto profesional dan bio singkat tentang latar belakang serta tujuan kariermu.
- Showcase Project – Masukkan fake project terbaikmu, lengkap dengan visual dan narasi.
- Detail Eksekusi – Ceritakan strategi, proses, hingga hasil yang ingin dicapai. Kalau ada, tambahkan data pendukung.
- Call to Action (CTA) – Buat pengunjung tahu langkah selanjutnya, misalnya “Hubungi saya via email” atau “Lihat lebih banyak karya di LinkedIn.”
- Kontak Aktif – Jangan lupa sertakan email dan akun LinkedIn.
- Testimoni & Sertifikat – Kalau ada kursus online atau review kecil dari teman/mentor, cantumkan. Itu bisa menambah kepercayaan.
- Supaya fake project-mu semakin menonjol, ikuti tips berikut:
- Jaga konsistensi branding – Gunakan warna, font, dan gaya visual yang seragam.
- Optimasi SEO – Kalau portofolio-mu berbentuk website, gunakan keyword sederhana agar mudah ditemukan di Google.
- Buat navigasi simpel – Pastikan orang bisa dengan mudah pindah dari satu proyek ke proyek lain.
- Update rutin – Tambahkan karya baru dan hapus karya lama yang sudah enggak relevan.
Platform untuk Membuat Portofolio

Enggak semua orang bisa langsung bikin website sendiri. Untungnya, ada banyak platform user-friendly untuk membuat portofolio:
- Notion – Fleksibel, bisa dipakai untuk berbagai bidang, mulai dari marketing hingga desain.
- Wix – Menyediakan ratusan template profesional dengan fitur AI website builder.
- Journo Portfolio – Mudah dipakai pemula, bahkan menyediakan custom domain gratis.
- Clippings.me – Cocok untuk penulis lepas dengan desain sederhana dan mudah diakses.
Cek rekomendasi platform fake project lainnya di sini: Mau Buat Fake Project untuk Portofolio Kerja? Pakai 9 Website Ini!
Membangun portofolio enggak harus punya klien pertama. Justru dengan fake project bagi pemula, kamu bisa mulai lebih cepat, belajar lebih banyak, dan memperlihatkan kemampuanmu pada dunia.
Ingat, perusahaan melihat kemampuan untuk berpikir, berkreasi, dan mengeksekusi ide. Jadi, jangan ragu untuk mulai sekarang.
—
Mau tahu info seputar karier lainnya? Jangan lupa gabung discord Girls Beyond Circle.
Cover: Freepik
Comments
(0 comments)