
L’Oréal x KALM Ajak Kamu Sadar: Beauty Routine Bisa Jadi Terapi untuk Mental
Siapa di sini yang weekend atau setelah pulang kerja/kuliah langsung healing sambil maskeran, luluran, atau ritual skincare lainnya?
Buat kita, beauty routine sering banget dianggap sebatas ‘kewajiban’ biar kulit glowing, wajah on point, atau rambut badai. Paling banter, kita bilangnya ini bagian dari self-care.
Tapi, coba deh pikir-pikir lagi. Ritual kecantikan yang kamu lakukan setiap hari, dari yang simpel kayak cuci muka sampai yang ribet kayak full make up, ternyata punya impact gede banget buat kesehatan mental kita, lho.
Believe it or not, beauty routine itu bisa jadi ‘terapi’ gratis dan menyenangkan yang bisa kamu akses setiap hari. Enggak cuma bikin looking good, tapi juga feeling good.
Dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia, L’Oréal x KALM, menyelenggarakan acara Beauty That Moves bertema Mental Health Matters, membahas perkembangan terkini seputar isu kesehatan mental, kaitan positif kecantikan dan kesehatan psikis, serta berbagai program untuk membantu menghadapi isu tersebut.
Kalau kamu penasaran dengan topik ini. Keep scrolling!
Baca juga: Mindful Rest: Kunci Tenang di Tengah Ambisi dan Target Besar, Ini 4 Cara Menerapkannya
L’Oréal X KALM Tunjukkan Bahwa Kecantikan dan Kesehatan Mental, Dua Hal yang Saling Terhubung

Sebelum kita bahas kaitan beauty dan mental, let’s talk about the elephant in the room: masalah kesehatan mental itu makin jadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia.
Menurut data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), ada sekitar 15,5 juta (34,9%) anak remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Angka ini mengkhawatirkan, kan? Apalagi, WHO memprediksi pada 2030, anxiety dan gangguan kesehatan mental bisa jadi pandemik berikutnya. So, ini bukan isu yang bisa kita abaikan.
Meskipun banyak yang sudah aware, faktanya masih banyak juga yang kesulitan cari bantuan. Karina Negara B.A., M.Psi., Psychologist & Co-Founder of KALM, menyebutkan ada tiga alasan utama kenapa anak muda (termasuk kita!) jarang cari bantuan profesional, yaitu 3M: Mahal (biaya), Malu (stigma), dan Macet (aksesibilitas).
Artinya, kita butuh tool atau cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk menjaga benteng mental kita. Dan di sinilah ritual kecantikan masuk.
Kekuatan Beauty Versi L’Oréal: Enggak Cuma Pretty!

L’Oréal Indonesia, sebagai salah satu beauty company terbesar, sangat meyakini bahwa ada hubungan yang erat antara kecantikan dan kesehatan mental.
Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability, L’Oréal Indonesia, mengatakan, “Keinginan untuk looking good melalui produk kecantikan sangat berkaitan dengan kebutuhan untuk feeling good. Kecantikan memiliki kekuatan untuk menenangkan, memberikan proteksi psikis, hingga mengekspresikan diri seseorang.”
Ini bukan cuma gimmick iklan, lho. Riset membuktikan:
- 88% perempuan dan 80% laki-laki menyatakan bahwa kecantikan membantu mereka merasa lebih percaya diri (Dilansir dari Riset Human8 untuk L’Oréal, 2022).
- 82% perempuan dan 78% laki-laki menyatakan bahwa produk perawatan kulit dan kecantikan membantu mereka lebih menyukai diri sendiri (Dilansir dari Riset Human8 untuk L’Oréal, 2022).
Angka-angka ini menunjukkan kalau beauty itu esensial untuk well-being kita. Ada tiga fungsi utama beauty yang related banget sama mental health:
1. Beauty is Calming
Pernah ngerasa lebih tenang setelah me time di kamar mandi, dengan body wash yang wangi, atau scrubbing muka pelan-pelan? Nah, sensasi merawat diri, aroma, dan sentuhan saat mengaplikasikan produk itu punya efek menenangkan (calming).
Contohnya, tradisi lulur, massage, atau ritual skincare kuno lainnya sudah lama banget dikenal sebagai cara untuk relaksasi. Ini adalah momen saat kamu bisa disconnect sejenak dari deadline atau drama medsos, dan fokus pada diri sendiri. Proses ini melatih mindfulness, hadir sepenuhnya di momen itu.
2. Beauty is a Shield
Produk kecantikan juga bisa jadi ‘perisai’ atau shield buat kamu. Contoh paling gampang: sunscreen. Kamu pakai sunscreen buat melindungi kulit dari sinar UV, yang otomatis mengurangi kecemasan atau ketakutan akan kulit rusak.
Lebih dalam lagi, make up atau skincare yang membantu mengatasi masalah kulit (seperti jerawat atau eksim) bisa banget meningkatkan self-confidence kamu.
Dengan looking good, kita merasa lebih terlindungi, lebih siap menghadapi dunia luar, dan mengurangi rasa cemas terhadap penampilan. Ini juga bisa menjadi ‘perisai’ psikologis yang membuat kamu merasa lebih tangguh.
3. Beauty is Our Expression
Kecantikan adalah ekspresi! Mau pakai lipstick merah menyala buat meeting penting, atau eyeliner glitter buat hangout sama teman? Itu semua adalah caramu menunjukkan siapa kamu dan perasaanmu hari itu.
Seperti yang dikatakan Karina Negara dari KALM, ada perbedaan antara self-confidence (pede secara instan, misalnya karena pakai baju/lipstik bagus) dan self-esteem (bagaimana kita menilai diri kita, apakah kita berharga, yang lebih dalam).
Beauty routine itu paling efektif meningkatkan self-confidence kita. Hal ini sejalan dengan data bahwa 85% perempuan dan 78% laki-laki menyatakan bahwa produk perawatan kulit dan kecantikan membantu mereka lebih menyukai diri sendiri.
Baca juga: Manfaat Matcha untuk Kecantikan, Bisa Bikin Glowing? Ini Kata Para Ahli
Merawat Diri ala Gen Z: Mengenali Beda antara Trigger dan Penyebab Masalah

Ritual kecantikan itu adalah trigger yang positif, tapi ingat kata psikolog: ada bedanya trigger dan penyebab masalah mental.
Karina Negara menjelaskan:
- Penyebab adalah akar masalah yang lebih dalam (misalnya pengalaman masa kecil, trauma, atau faktor genetik).
- Trigger adalah pemicu instan yang membuat kecemasan atau depresi itu muncul (misalnya chat dari bos, deadline, atau komentar negatif).
Beauty routine berfungsi sebagai pemicu positif yang bisa menenangkan trigger sehari-hari. Ia membantu menaikkan self-confidence agar kamu bisa menghadapi hari dengan lebih tenang.
Namun, kalau kamu merasa self-esteem (nilai diri) kamu rendah, produk kecantikan cuma bisa menaikkan self-confidence sebentar. Untuk mengatasi penyebab yang lebih dalam, kamu tetap perlu mencari pertolongan profesional (konseling).
Untungnya, sekarang akses ke dukungan mental sudah lebih gampang. Misalnya, Maybelline Brave Together adalah inisiatif global yang bekerja sama dengan KALM untuk menghadirkan dukungan kesehatan mental gratis, berupa sesi konseling rahasia dan pelatihan Brave Talk yang bisa diakses di smartphone.
Menurut Karina Negara, 75% pengguna aplikasi KALM adalah Gen Z karena mereka sudah lebih literat tentang kesehatan mental. Ia menambahkan, “Kalau Gen Z dibilang lebay, sebenarnya enggak juga. Kadang kita ngerasa cemas atau curiga ada yang salah sama diri sendiri, terus kita cek ke profesional. Eh, ternyata bener ada yang perlu diperhatikan, ya justru bagus, kan? Lebih baik tahu dan ditangani sejak awal daripada diabaikan sampai jadi makin parah.” So, jangan malu atau takut dibilang lebay kalau kamu mau check-up mental, ya!
Tak Hanya Orang Kantoran, Semua Butuh Dukungan Mental, Termasuk Hairdresser?

L’Oréal Indonesia sadar bahwa kesehatan mental bukan cuma urusan individu, tapi juga tanggung jawab bersama. Karena itu, mereka punya berbagai program untuk karyawan dan mitra bisnis supaya semua orang bisa recharge dan bekerja dengan bahagia.
Salah satunya adalah Recharge Week, di mana selama satu minggu penuh, karyawan bisa ikut workshop, kompetisi olahraga, atau seminar untuk melepas stres. Ada juga Monday Morning Warm-Up, jam 8 sampai 12 siang di hari Senin bebas dari rapat, supaya tim bisa fokus menyiapkan prioritas kerja tanpa tekanan.
Selain itu, ada program Employee Assistance lewat aplikasi Naluri, yang memungkinkan karyawan mengakses layanan konseling gratis 24/7, digital coaching, hingga health assessment. Semua percakapan dijaga kerahasiaannya, jadi aman buat curhat apa pun yang sedang kamu rasakan.
L’Oréal juga enggak lupa sama para mitra bisnisnya, terutama para hairdresser yang sering kali menghadapi tekanan emosional dari pekerjaan. Melalui program global Head Up, ribuan penata rambut di Indonesia mendapat pelatihan untuk membangun ketangguhan mental.
“Bayangkan, mereka bekerja ribuan jam setahun sambil mendengarkan cerita kliennya. Tekanan itu nyata. Jadi, mereka juga perlu dirawat,” ujar Indra Tanudarma, Head of Education Performance L’Oréal Indonesia.
Maybelline Brave Together: Self-Confidence Dimulai dari Dalam

Selain karyawan dan mitra, L’Oréal juga mengajak konsumen untuk lebih terbuka soal kesehatan mental lewat kampanye Maybelline Brave Together. Program ini fokus menghapus stigma seputar kecemasan dan depresi, sekaligus menyediakan akses konseling gratis dan rahasia bersama konselor profesional melalui kolaborasi dengan KALM.
Menurut Quincy Wongso, Senior Brand Community and Experience Manager Maybelline, “Makeup bisa bantu kita merasa lebih percaya diri, tapi semua itu harus dimulai dari dalam diri.”
Sejak diluncurkan, program Brave Together sudah menjangkau lebih dari 100.000 orang dan menyediakan 70.000 sesi konseling. Jadi, kalau kamu lagi ngerasa nggak baik-baik aja, kamu bisa akses bantuan ini langsung lewat smartphone, tanpa biaya, tanpa stigma.
Karina menambahkan, “Kita enggak boleh berhenti ngomongin kesehatan mental. Keep the conversation alive. Kadang, sekadar tahu ada yang peduli aja udah bikin orang merasa lebih kuat.”
Yuk, Jadikan Rutinitas Beauty Sebagai Ritual Kebaikan Diri
Intinya, beauty routine kamu bukan cuma soal jadi cantik di mata orang lain. Itu adalah waktu yang kamu alokasikan khusus untuk diri sendiri. Ini kesempatan untuk:
- Bernapas dan tenang (Calming).
- Merawat dan melindungi diri (Shield).
- Mengekspresikan dirimu apa adanya (Expression).
Jadi, saat kamu sedang mengaplikasikan serum, mencatok rambut, atau memilih warna eyeshadow, ingatlah bahwa kamu sedang melakukan investasi kecil tapi penting untuk well-being dan kesehatan mentalmu. Lakukan dengan sadar, nikmati prosesnya, dan jadikan ritual ini sebagai pengingat: Kamu berharga, dan kamu layak mendapatkan beauty dari luar dan peace dari dalam.
Keep the conversation alive tentang kesehatan mental, dan jangan ragu cari bantuan kalau butuh!
Baca juga: [QUIZ] Seberapa Dalam Pemahamanmu tentang Istilah Kesehatan Mental?
Mau tahu lebih banyak info penuh insight lainnya? Jangan lupa bergabung ke discord Girls Beyond Circle!