
Kisah Horor Urban Legend, Ini 5 Alasan Film Alas Roban Wajib Kamu Tonton
Dunia perfilman Indonesia emang enggak pernah ada habisnya kalau soal horor. Tapi, Alas Roban punya daya tarik yang beda. Mengambil latar di jalur legendaris Pantura yang terkenal angker, film ini sukses bikin penonton merasa “dekat” dengan kengeriannya. Apalagi buat kamu yang sering mudik atau lewat jalur Jawa Tengah, pasti sudah enggak asing lagi dengan nama Alas Roban.
Berikut adalah lima alasan Alas Roban wajib kamu tonton bareng teman-teman atau pacar kamu!
Baca juga: 6 Film dan Serial Netflix Indonesia yang Tayang di 2026
Sinopsis dan Pemain Film Alas Roban

Kisah ini bermula saat Sita mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah sakit di Semarang. Demi masa depan yang lebih baik, ia mengajak Gendis pindah dengan menaiki bus terakhir. Namun, saat melewati jalanan Alas Roban, bus mereka mogok. Di sinilah teror dimulai.
Gendis mulai mendengar bisikan dan terobsesi pada permainan petak umpet yang enggak wajar. Sita pun sadar bahwa putrinya bukan sekadar sakit, tapi sedang ditarik oleh kekuatan gelap dari masa lalu hutan tersebut.
Daftar Pemain Film Alas Roban:
- Michelle Ziudith sebagai Sita
- Fara Shakila sebagai Gendis
- Rio Dewanto sebagai Anto
- Taskya Namya sebagai Tika
- Imelda Therinne sebagai Dewi Raras
- Dewi Pakis sebagai Bu Emah
Alasan Film Alas Roban Wajib Ditonton

Sebelum kamu nonton, adapun beberapa alasan mengapa kamu harus nonton film di antaranya:
1. Diangkat dari Urban Legend yang Melegenda
Siapa sih yang enggak tahu Alas Roban? Jalur di Kabupaten Batang ini sudah lama jadi buah bibir karena tanjakannya yang curam, kabut tebal, dan minim penerangan.
Mitos soal klakson tiga kali atau penampakan perempuan berbaju putih di pinggir jalan sudah jadi konsumsi publik secara turun-temurun.
Sutradara Hadrah Daeng Ratu berhasil menangkap keresahan ini dan menuangkannya ke dalam layar lebar.
Film ini menunjukkan bagaimana mitos bekerja, bukan cuma soal sosok setan yang seram, tapi soal ketakutan yang menular dan aturan-aturan enggak tertulis yang kalau dilanggar bisa berakibat fatal.
Kamu bakal diajak ngerasain gimana rasanya terjebak di bus yang mogok di tengah hutan rimba yang auranya benar-benar “beda”.
2. Akting Michelle Ziudith yang Bikin Pangling
Kalau biasanya kamu lihat Michelle Ziudith main di film-film romantis yang bikin baper, di sini dia banting setir total!
Michelle berperan sebagai Sita, seorang ibu tunggal yang harus melindungi putrinya, Gendis (diperankan dengan sangat apik oleh Fara Shakila).
Michelle bahkan mengaku harus melakukan latihan emosi yang cukup berat untuk memerankan karakter Sita yang sedang tertekan.
Tekanan mental seorang ibu yang melihat anaknya mulai bertingkah aneh, mulai dari menggambar simbol misterius sampai kesurupan berkali-kali, berhasil dibawakan dengan sangat natural.
Ditambah lagi, kolaborasinya dengan Taskya Namya, sang “Ratu Horor Indonesia”, bikin penampilannya super merinding!
3. Syuting di Lokasi Asli dengan Kejadian Mistis
Buat mengejar aura autentik, tim produksi enggak main-main. Mereka melakukan proses syuting langsung di lokasi asli jalur Alas Roban, Jawa Tengah.
Ternyata, selama proses syuting berlangsung, para kru dan pemain sempat mengalami kejadian-kejadian aneh yang enggak masuk akal.
Kehadiran energi mistis di lokasi syuting ini secara enggak langsung bikin ekspresi ketakutan para pemain terlihat sangat nyata. Jadi, pas kamu nonton dan merasa merinding, itu bukan cuma karena efek visual, tapi karena atmosfer lokasinya yang emang sudah “berisi”.
Penggunaan make-up prostetik yang sangat detail juga menambah kengerian sosok Dewi Raras (Imelda Therinne) yang jadi ancaman utama di film ini.
4. Soundtrack Ikonik dari Nike Ardilla
Satu hal yang bikin film ini makin vibe 90-an dan terasa emosional adalah penggunaan lagu “Bintang Kehidupan” milik mendiang Nike Ardilla.
Melodi lagu yang ikonik ini dipadukan dengan visual horor yang mencekam di dalam trailer-nya, dan sukses menembus jutaan penayangan di media sosial.
Sentuhan musik ini ternyata punya makna mendalam soal perjuangan hidup dan kesendirian yang dialami oleh tokoh Sita.
Buat anak zaman sekarang, lagu ini mungkin terdengar klasik, tapi kalau dipadukan dengan adegan ritual di tengah hutan, efeknya benar-benar bikin merinding disko!
5. Sukses Besar di Hari Pertama Penayangan
Fakta paling mengejutkan tentu saja soal pencapaian penontonnya. Film Alas Roban resmi tayang pada 15 Januari 2026, dan langsung disambut antusias luar biasa. Di hari pertama saja, film ini berhasil meraih lebih dari 176 ribu penonton di seluruh Indonesia.
Angka tersebut menjadi bukti bahwa film horor lokal masih punya tempat spesial di hati masyarakat, terutama ketika mengangkat cerita yang dekat dengan budaya sendiri.
Ditambah lagi, penggunaan lagu legendaris “Bintang Kehidupan” milik Nike Ardilla sebagai soundtrack trailer sukses bikin banyak orang penasaran.
Di media sosial, respons penonton juga sangat ramai. Banyak yang memuji akting para pemain, suasana horor yang intens, hingga detail visual yang terasa seperti kembali ke era 1990-an. Enggak sedikit pula yang mengaku merinding setelah menonton adegan ritual di tengah hutan.
Trailer Film Alas Roban
Baca juga: 5+ Rekomendasi Film Horor Korea, Kamu Berani Nonton?
Film ini sudah tayang sejak 15 Januari 2026. Jadi, buat kamu yang belum sempat nonton, mending segera pesan tiketnya! Jangan lupa, kalau lewat Alas Roban, bunyikan klakson ya!
Comments
(0 comments)