gagal menampilkan data

Article

Padel Berkebaya: Event yang Satukan Olahraga, Budaya, dan Healing

Written by Adila Putri Anisya

Kalau kamu main ke area Jakarta Selatan atau pusat-pusat olahraga, pasti sadar kalau lapangan padel makin sering dipadati. Yup, olahraga raket asal Amerika Latin ini lagi naik daun dan jadi primadona baru di kalangan masyarakat urban. Gerakannya cepat, seru, dan cocok buat kamu yang ingin olahraga sambil tetap bersosialisasi. Tapi, gimana jadinya kalau olahraga yang modern dan energik ini dipadukan dengan busana tradisional seperti kebaya? Jawabannya ada di Padel Berkebaya

Acara yang diinisiasi oleh sosok di balik akun @KelinciTertidur, Kushandari Arfanidewi, ini baru saja sukses digelar pada Sabtu, (17/01/2026), di Padel Pro Satrio, Jakarta Selatan. FYI, event ini bukan yang pertama, lho. Padel Berkebaya sudah memasuki edisi kelima setelah sebelumnya sukses “menularkan” semangat serupa di Yogyakarta dan Bandung. Penasaran seperti apa keseruan acara yang memadukan olahraga kekinian dan kebaya ini? Simak selengkapnya!

Baca juga: 7 Rekomendasi Lapangan Padel Jakarta yang Cozy, Mulai Rp200 Ribu 

Padel Berkebaya Menjadi “Safe Space” Buat Perempuan

Padel Berkebaya berhasil menyatukan para perempuan yang minat terhadap olahraga padel. Dalam event ini, kebaya menjadi busana yang digunakan dalam bermain.
Sumber foto: Padel Berkebaya

Buat yang belum familiar, padel itu seperti perpaduan antara tenis dan squash. Lapangannya lebih kecil, dikelilingi dinding kaca, dan dimainkan secara ganda. Inilah kenapa banyak orang suka, karena padel itu social sport. Kamu bisa main sambil ngobrol, tertawa, dan tentu saja, bikin konten ala-ala.

Nah, di tangan Kushandari Arfanidewi atau yang akrab disapa Ayi, padel bukan cuma olahraga yang mengeluarkan keringat. Melalui event Padel Berkebaya, ia ingin membuktikan kalau kebaya bukan pakaian “kaku” yang cuma dipakai ke kondangan atau acara formal. Dengan kontribusinya, kebaya ternyata sangat fleksibel untuk dipakai bergerak aktif, bahkan buat mengejar bola di lapangan padel yang intens.

Setuju enggak, di tengah riuhnya kota yang bikin stres, perempuan butuh tempat untuk “bernapas”? Maka dari itu, Padel Berkebaya hadir sebagai safe space. Di sini, para perempuan, bisa merasa diterima dan didukung sepenuhnya.

Padel Berkebaya berhasil menyatukan para perempuan yang minat terhadap olahraga padel. Dalam event ini, kebaya menjadi busana yang digunakan dalam bermain.
Sumber foto: Padel Berkebaya

Kushandari Arfanidewi menjelaskan visi di balik gerakan ini, “Saya ingin Padel Berkebaya menjadi ruang aman bagi perempuan, tempat kami tidak perlu menjadi apa pun selain diri sendiri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa di sini, perempuan bisa bergerak tanpa tekanan, mencoba hal baru, dan beristirahat tanpa rasa bersalah. Intinya, ini adalah momen untuk self-connect sekaligus melestarikan budaya dengan cara yang fun.

Padel Berkebaya Buktikan Kebaya Cocok buat Gaya Hidup Urban

Padel Berkebaya berhasil menyatukan para perempuan yang minat terhadap olahraga padel. Dalam event ini, kebaya menjadi busana yang digunakan dalam bermain.
Sumber foto: Padel Berkebaya

Salah satu daya tarik acara ini adalah styling-nya. Di sini, para peserta memakai kebaya yang dipadukan dengan sportswear kekinian. Ada yang memadukan kebaya kutubaru dengan celana pendek olahraga, atau kebaya encim dengan sepatu lari yang colorful.

Selain itu, dukungan dari Adidas Indonesia bikin tampilan para peserta makin stunning. Dengan padu padan warna-warni yang berani, setiap gerakan di lapangan berubah jadi “centil-moment“.  Hal ini membuktikan kalau kebaya itu timeless dan bisa banget masuk ke gaya hidup urban yang dinamis.

Selain soal gaya, hidrasi juga jadi kunci. Dengan botol Hydro Flask, para peserta tetap segar sepanjang acara. Enggak cuma itu, urusan perut pun peserta disediakan charcuterie keju nusantara dari Yummy Dairy yang dinikmati bareng keripik lokal, bahkan ada roti buaya raksasa di meja makan!

Baca juga: 8 Rekomendasi Sepatu Padel Perempuan, Ada Adidas sampai ASICS 

Padel Berkebaya Ditutup dengan Meditasi

Padel Berkebaya berhasil menyatukan para perempuan yang minat terhadap olahraga padel. Dalam event ini, kebaya menjadi busana yang digunakan dalam bermain.
Sumber foto: Padel Berkebaya

Setelah seru-seruan di lapangan padel, acara enggak langsung bubar gitu aja. Padel Berkebaya punya pendekatan yang holistik banget soal kesejahteraan perempuan. Kalau biasanya setelah olahraga kita buru-buru pulang, di sini para peserta diajak buat “melambat”.

Acara ditutup dengan sesi meditasi yang mendalam, mulai dari Myofascial Release, Yin Yoga, sampai Reiki Healing yang dipandu oleh Shafira Zhulia, seorang Reiki Master. Tujuannya adalah buat melepaskan ketegangan tubuh dan memberikan ruang refleksi buat jiwa. Jadi, pulangnya enggak cuma badan yang sehat, tapi pikiran juga tenang.

“Saya bersyukur, kehadiran para puan di acara ini berarti ada satu tangan perempuan lagi yang bisa saya gandeng untuk menyuarakan hal ini,” ungkap Ayi.

Didukung Penuh oleh Brand dan Komunitas

Padel Berkebaya berhasil menyatukan para perempuan yang minat terhadap olahraga padel. Dalam event ini, kebaya menjadi busana yang digunakan dalam bermain.

Padel Berkebaya ini mendapatkan dukungan dari berbagai brand seperti BRANI, Galeri Indonesia Kaya, Lemonilo, Cultivia, Alpha Teta, Peony for Days, Nona Srikaya, TUKU, Nasi Kulit Mak Igun, PEEP, Manduka, DJAGO, Voila.id, Bebas Cedera, WOM, HerMovementDigest, Goers, dan SIP Club. 

Acara ini juga dihadiri oleh perempuan dari berbagai komunitas, mulai dari pegiat olahraga, media perempuan, hingga pelaku wellness dan lifestyle. Kehadiran banyak brand partner dan komunitas ini menunjukkan bahwa gerakan ini mendapat sambutan luas sebagai bentuk gaya hidup baru yang lebih mindful.

Gimana, Girls? Tertarik untuk ikutan Padel Berkebaya di edisi selanjutnya? 

Baca juga: Kenali 5 Jenis Raket Padel dan Cara Memilih yang Sesuai Gaya Mainmu 

Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu event wellness lainnya!

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond