gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

6 Jenis Stress Language, Kenali agar Enggak Salah Paham dengan Diri Sendiri

Written by Adila Putri Anisya

Beberapa orang pasti pernah merasa bingung dengan reaksi diri mereka sendiri, terutama saat sedang tertekan. Ada yang tiba-tiba jadi mudah marah, ada yang memilih diam, bahkan ada yang justru sibuk membantu orang lain. 

Menurut para ahli, respons tersebut bisa jadi berkaitan dengan stress language atau pola respons yang muncul saat seseorang menghadapi tekanan. Dengan memahami stress language, kamu bisa lebih mengenali kebutuhan diri sendiri dan mengurangi risiko salah paham dengan orang-orang di sekitar. Yuk, kenali lebih dalam tentang ini!

Baca juga: Stress Language: Mengenali Diri Sendiri Saat Menghadapi Stres 

Apa Itu Stress Language?

Apa Itu Stress Language
Sumber foto: Magnific

Jika banyak orang mengenal konsep love language untuk memahami cara seseorang mengekspresikan kasih sayang, maka stress language bisa dianggap sebagai “bahasa” yang muncul ketika seseorang sedang berada dalam tekanan.

Dilansir dari Dr. Caroline Leaf melalui situs Dr. Leaf, setiap orang memiliki pola respons tertentu yang secara otomatis muncul saat menghadapi situasi yang membuat stres. Pola ini biasanya terbentuk dari pengalaman hidup, lingkungan, hingga cara otak belajar bertahan dari situasi sulit.

Saat stres terjadi, otak akan berusaha mencari respons yang dianggap paling aman berdasarkan pengalaman sebelumnya. Karena itulah dua orang yang menghadapi masalah yang sama bisa memberikan reaksi yang sangat berbeda.

Mengapa Kita Merespons Stres dengan Cara yang Berbeda?

Mengapa Kita Merespons Stres dengan Cara yang Berbeda
Sumber foto: Magnific

Menurut Chantal Donnelly, peneliti yang diwawancarai HuffPost, saat seseorang berada dalam kondisi stres, fungsi bagian otak yang membantu berpikir jernih dan mengontrol emosi dapat menurun sementara.

Akibatnya, komunikasi menjadi lebih sulit. enggak heran jika saat sedang emosi, kamu dan orang lain bisa merasa seperti “berbicara dalam bahasa yang berbeda”. Kalian sama-sama ingin menyampaikan sesuatu, tetapi sulit memahami satu sama lain.

Inilah alasan mengapa mengenali pola respons stres menjadi penting. Ketika kamu memahami cara diri sendiri bereaksi terhadap tekanan, kamu bisa lebih mudah mengendalikan situasi sebelum emosi mengambil alih.

6 Jenis Stress Language yang Perlu Kamu Kenali

 Jenis Stress Language yang Perlu Kamu Kenali
Sumber foto: Magnific

Berdasarkan penelitian dan pengalaman klinis yang dijelaskan oleh Dr. Caroline Leaf, terdapat enam jenis stress language yang umum ditemukan, di antaranya:

1. The Fighter

Tipe ini menghadapi stres dengan cara melawan. Saat merasa tertekan, mereka cenderung mudah berdebat, defensif, atau berusaha mengambil kendali situasi.

Orang dengan tipe ini biasanya terlihat tegas, tetapi di balik itu mereka sebenarnya sedang berusaha melindungi diri dari rasa enggak nyaman.

2. The Freezer

Ketika tekanan datang, tipe freezer cenderung “membeku”. Mereka sulit mengambil keputusan, kehilangan motivasi, atau merasa enggak mampu bergerak maju.

Respons ini sering kali disalahartikan sebagai malas, padahal sebenarnya otak sedang mengalami overload.

3. The Fixer

Tipe fixer langsung fokus mencari solusi. Menariknya, mereka sering lebih sibuk menyelesaikan masalah orang lain dibandingkan menghadapi masalah sendiri.

Menurut para ahli, perilaku ini bisa membuat seseorang mengabaikan kebutuhan emosionalnya sendiri karena terlalu fokus membantu orang lain.

4. The Fleer

Fleer memiliki kecenderungan menghindari sumber stres. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari meninggalkan situasi yang membuat enggak nyaman hingga mencari distraksi melalui media sosial, game, atau aktivitas lain.

Tujuannya sederhana: menjauh dari rasa enggak nyaman secepat mungkin.

5. The Suppressor

Tipe ini pandai menyembunyikan perasaan. Dari luar terlihat tenang dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya sedang berjuang menghadapi tekanan.

Mereka sering memilih memendam emosi daripada membicarakannya dengan orang lain.

6. The Pleaser

Pleaser berusaha membuat semua orang tetap nyaman meskipun dirinya sendiri sedang tertekan. Mereka cenderung sulit berkata “enggak”, menghindari konflik, dan lebih mengutamakan kebutuhan orang lain.

Sekilas terlihat baik, tetapi jika dilakukan terus-menerus bisa membuat seseorang kelelahan secara emosional.

Baca juga: Kenali 5 Love Language Agar Hubunganmu Awet dan Bahagia 

Kamu Bisa Memiliki Lebih dari Satu Stress Language

Kamu Bisa Memiliki Lebih dari Satu Stress Language
Sumber foto: Magnific

Meskipun banyak orang memiliki satu pola yang paling dominan, bukan berarti kamu hanya memiliki satu jenis stress language.

Dilansir dari HuffPost, seseorang bisa menunjukkan respons yang berbeda tergantung situasi dan orang yang dihadapinya. Misalnya, kamu mungkin menjadi fixer saat bersama teman, tetapi berubah menjadi freezer ketika menghadapi tekanan di tempat kerja.

Karena itu, penting untuk memperhatikan pola yang paling sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Mengetahui Stress Language Milikmu

Cara Mengetahui Stress Language Milikmu
Sumber foto: Magnific

enggak ada tes resmi yang bisa menentukan stress language secara pasti. Namun, kamu bisa mulai mengenalinya dengan beberapa cara sederhana berikut:

1. Perhatikan Reaksi Saat Menghadapi Masalah

Coba ingat kembali situasi yang membuatmu stres dalam beberapa bulan terakhir. Apa respons pertama yang muncul? Marah, diam, menghindar, atau mencoba memperbaiki semuanya?

2. Catat Pola yang Berulang

Jika respons yang sama terus muncul dalam berbagai situasi, kemungkinan besar itulah pola stres yang paling dominan.

3. Tanyakan kepada Orang Terdekat

Terkadang orang lain bisa melihat sesuatu yang enggak kita sadari. Teman, pasangan, atau anggota keluarga mungkin bisa membantu mengenali pola responsmu saat sedang tertekan.

4. Dengarkan Sinyal Tubuh

Dilansir dari BrainMD, stres juga sering muncul melalui gejala fisik seperti sakit kepala, ketegangan otot, sulit tidur, atau rasa lelah yang berkepanjangan.

Mengapa Penting Mengenali Stress Language?

Mengapa Penting Mengenali Stress Language?
Sumber foto: Magnific

Memahami stress language bukan bertujuan memberi label pada diri sendiri. Sebaliknya, hal ini membantu kamu memahami alasan di balik perilaku yang muncul saat sedang tertekan.

Ketika kamu tahu bahwa dirimu cenderung menghindar, misalnya, kamu bisa mulai belajar menghadapi masalah secara perlahan. Jika kamu tipe pleaser, kamu bisa berlatih menetapkan batasan yang lebih sehat.

Dr. Caroline Leaf juga menegaskan bahwa stress language bukanlah identitas atau kepribadian seseorang. Itu hanyalah pola yang terbentuk dari pengalaman hidup dan bisa berubah seiring waktu.

Kabar baiknya, otak manusia memiliki kemampuan neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk membentuk pola baru. Artinya, kamu bisa belajar mengembangkan respons yang lebih sehat ketika menghadapi tekanan.

Jadi, “bahasa stres” kamu apa nih?

Baca juga: Kenali 12 Love Language Setiap Zodiak Agar Hubungan Lebih Mengerti Satu Sama Lain 

Gabung WhatsApp Group komunitas Girls Beyond Circle dan diskusi dengan teman online di sana!

Cover: Magnific