Menu
Personal Growth

Tak Cuma Ratu Elizabeth II, Berikut 5 Pemimpin Perempuan Hebat dari Seluruh Dunia

Kabar duka baru saja datang dari Kerajaan Inggris. Pada tanggal 8 September 2022 lalu, Istana Buckingham mengumumkan bahwa Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia pada sore hari waktu setempat.

Diketahui bahwa kondisi kesehatannya memang telah menurun selama beberapa bulan terakhir, sebelum akhirnya wafat di Kastil Balmoral, Skotlandia. Jenazah Ratu Elizabeth II saat ini tengah melalui serangkaian prosesi penghormatan jenazah sebelum dimakamkan di Kapel St. George pada tanggal 19 September 2022 mendatang.

Ratu Elizabeth II merupakan pemimpin Kerajaan Inggris terlama yang menjabat selama 70 tahun.

Hingga akhir hayatnya, mendiang Ratu Elizabeth II memegang rekor sebagai pemimpin Kerajaan Inggris dengan masa bakti terlama, yaitu 70 tahun (1952-2022). Karenanya, bisa dibilang bahwa ia merupakan salah satu pemimpin paling legendaris di dunia. 

Tahukah kamu bahwa dunia punya begitu banyak pemimpin perempuan yang tak kalah hebat dari Ratu Elizabeth II? Siapa saja mereka? Yuk, simak tulisan di bawah ini!

Jacinda Ardern

Perdana Menteri Selandia Baru ini dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia. Salah satu prestasi Ardern ialah keberhasilannya dalam menangani pandemi COVID-19 di Selandia Baru pada tahun 2020. 

Beberapa kebijakan Ardern yang tak kalah sukses, di antaranya memperketat pelarangan kepemilikan senjata api setelah insiden penembakan massal di dua masjid di Christchurch pada tahun 2019.

Jacinda Ardern juga sangat aktif memperjuangkan kesetaraan gender, hak masyarakat adat, serta krisis iklim. Tahun ini, Ardern meresmikan Matariki, perayaan tahun baru Suku Maori sebagai hari libur nasional di Selandia Baru.

Tsai Ing-Wen

Sama seperti Jacinda Ardern, presiden perempuan pertama di Taiwan ini berhasil menangani pandemi COVID-19 di negaranya. Ketika Taiwan mengalami keterlambatan distribusi vaksin, Tsai mengambil langkah cepat dengan memberikan subsidi pada pembuatan vaksin dalam negeri bermerek Medigen.

Ia juga memberikan vaksin Medigen izin edar meskipun belum menyelesaikan rangkaian uji klinik. Walau kebijakan tersebut sempat menjadi kontroversi, tetapi Tsai Ing-Wen terbukti sukses menekan angka COVID-19 di Taiwan.

Tsai Ing-Wen juga dikenal dengan kebijakannya melegalkan pernikahan sesama jenis di Taiwan pada tahun 2019.

Selain itu, ia membawa Taiwan sebagai salah satu pelopor transformasi energi. Berbekal visi menjadikan negaranya bebas energi nuklir pada tahun 2025, saat ini Taiwan mulai beralih ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan.

Ellen Johnson Sirleaf

Ellen Johnson Sirleaf merupakan perempuan pertama yang terpilih sebagai presiden di Afrika. Ia menjabat sebagai Presiden Liberia pada tahun 2006-2018. Selama masa kepemimpinannya, Sirleaf berhasil membebaskan negaranya dari utang sebesar 4,8 triliun dollar AS.

Pada tahun 2011, Sirleaf dianugerahi Nobel Perdamaian bersama aktivis perdamaian Liberia, Leymah Gbowee dan jurnalis sekaligus aktivis HAM Yaman, Tawakkol Karman.

Sirleaf juga disebut-sebut sebagai pendobrak glass-ceiling dalam kancah perpolitikan Afrika. Saat ini, mulai banyak kursi-kursi kepemimpinan di negara-negara Afrika yang diduduki oleh perempuan. 

Baca juga: Kisah Perempuan Indonesia yang Sukses Bangun ‘Empire’ Mereka Sendiri

Susi Pudjiastuti

“Tenggelamkan!” Satu kalimat yang identik dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti. Selama masa jabatannya pada tahun 2014-2019, ia dikenal sebagai pemimpin bertangan besi melalui kebijakannya menenggelamkan kapal pencuri ikan. Susi telah menenggelamkan hampir 500 kapal pencuri ikan dari berbagai negara. 

Meskipun menuai pro dan kontra, tetapi Susi Pudjiastuti berhasil meningkatkan stok ikan Indonesia hingga 76% dari kebijakan penenggelaman kapal tersebut. Ia juga melarang penggunaan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, serta ekspor benih lobster. 

Uniknya, Susi Pudjiastuti merupakan menteri pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dilantik dengan status pendidikan terakhir SMP/sederajat. Ia sendiri baru mengikuti program Paket C atau setara dengan SMA/sederajat pada tahun 2015 dan dinyatakan lulus pada tahun 2018. 

Hendrika Mayora

Hendrika Mayora adalah transpuan pertama yang menjadi pejabat publik di Indonesia. Pada tahun 2020, ia yang akrab dengan sapaan Bunda Mayora terpilih sebagai Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Habi, Kabupaten Sikka, NTT.

Bunda Mayora aktif memperjuangkan hak-hak kelompok marginal di Desa Habi, salah satunya dalam hal penerimaan Bantuan Sosial. Ia mengungkapkan bahwa kelompok transgender seringkali kesulitan mengakses bansos dikarenakan tidak memiliki surat atau kartu identitas yang lengkap.

Bunda Mayora juga sering menggunakan gajinya untuk memberikan bantuan sembako bagi lansia atau dana pendidikan bagi anak-anak miskin.

Saat ini, salah satu misi Hendrika Mayora adalah membangun kesadaran akan krisis iklim di kalangan masyarakat Desa Habi.

Baca juga: Untold Story Di Balik Perjalanan Meraih Mimpi Merry Riana

Itu tadi beberapa pemimpin perempuan hebat dari berbagai belahan dunia. Semoga kerja keras dan prestasi mereka bisa jadi inspirasi buat kita semua ya, girls

Pengen ngobrol seputar leadership dan karir dengan sesama cewek keren? Yuk, gabung sama Girls Beyond Circle! Klik di sini, ya!

No Comments

    Leave a Reply