
Jefri Nichol & Giulio Parengkuan Kembali! 'Pertaruhan The Series 3' Hadir Lebih Brutal, Tapi Penuh Hati
Setelah dua musim sukses besar dengan total ditonton lebih dari 86 juta kali, serial aksi paling populer di Vidio, Pertaruhan The Series, kembali menggebrak dengan musim ketiganya. Kali ini, Pertaruhan The Series 3 datang dengan skala yang lebih besar, cerita yang lebih intens, dan aksi yang jauh lebih berani dari sebelumnya.
Diproduksi oleh Screenplay Films, serial ini kembali digarap oleh sutradara Fajar Martha Santosa yang kali ini berkolaborasi dengan sutradara Sinung Winahyoko. Berbekal reputasi sebagai The Biggest Action Series in Indonesia, musim ketiga ini memperluas dunia Pertaruhan dengan cerita yang lebih berlapis, karakter baru, dan skala produksi yang lebih keren!
Penasaran seperti apa Pertaruhan The Series 3? Simak sampai habis, ya!
Baca juga: Bedanya Film What’s Up with Secretary Kim? Versi Indonesia dan Drakor
Sinopsis Pertaruhan The Series 3

Musim ketiga membuka kisah baru Elzan (diperankan oleh Jefri Nichol) yang berusaha hidup tenang setelah berbagai kekacauan. Namun, hidup “normal” tampaknya bukan takdirnya.
Terdesak masalah ekonomi, ia kembali bekerja di bisnis ekspor-impor milik Bos Besar (diperankan oleh Ferry Salim). Satu kesalahan fatal membuat Elzan dituduh membunuh sang Boss, memaksanya kabur ke desa misterius Cikawe dengan bantuan Kumala (diperankan oleh Aulia Sarah).
Di Cikawe, takdir kembali mempertemukan Elzan dengan Ical (diperankan oleh Giulio Parengkuan). Ternyata, Ical tengah menjalankan misi menyelidiki sindikat pembuat kosmetik palsu yang telah menipu pacarnya, Salma (diperankan oleh Allya Syakila).
Masalah keluarga makin ramai ketika Ara dan Wulan juga menyusul ke Cikawe, berniat mencari Elzan sekaligus melindungi Wulan. Ketika semua jalan buntu dan musuh terus mengejar, hanya satu cara untuk menyelesaikannya: “Kasih Paham Pake Hantam!”
Hadirkan Kampung KW Bernama ‘Cikawe’

Tak hanya ceritanya yang makin kompleks, Pertaruhan The Series 3 juga menunjukkan peningkatan skala produksi yang signifikan. Tim produksi membangun set Cikawe, sebuah simbol baru dari dunia Pertaruhan yang makin berwarna.
Cikawe adalah sebuah kampung unik yang hidup dari kreativitas di jalur “alternatif,” yaitu pusat produksi berbagai barang tiruan alias KW. Di bawah kepemimpinan Kalkun (Aming), sosok yang absurd sekaligus jenius, Cikawe menjelma menjadi desa serba bisa. Mulai dari uang KW, duplikat patung seniman ternama, hingga produk skincare, semua bisa dibuat di sini.
Namun dibalik kejenakaan dan keanehannya, Cikawe menjadi tempat persembunyian yang aman bagi Elzan, Ara, Wulan, Ical, dan Salma dari kejaran musuh. Para warga, dengan segala keunikan mereka, bahu-membahu melindungi para pelarian ini, menjadikan Cikawe bukan sekadar kampung KW, tapi juga kampung solidaritas.
Sutradara dan tim kreatifnya menambahkan sentuhan dark comedy yang segar lewat karakter Kalkun, pemimpin Cikawe yang absurd namun berbahaya. Dialog-dialognya seperti “Cicici… Kakaka… Wewewe… Ewee!” dipastikan akan menjadi slogan baru di kalangan penggemar. Serial ini juga menampilkan bintang muda berbakat, Ali Fikry, yang berperan sebagai Dolar, putra dari Kalkun.
Dolar dikenal iseng dan gemar membagikan uang palsu milik ayahnya, hingga membuatnya berseteru dengan Wulan. Dengan tingkah lucu dan sikap sok tahu, Dolar justru menjadi sosok yang berperan penting dalam menyelamatkan Elzan dan keluarganya.
Baca juga: Siapin Tisu, Ini 7 Film tentang Ayah yang Penuh Kasih dan Perjuangan
Kembali Lebih Besar, Lebih Padat, dan Lebih Realistis

Dari awal, Pertaruhan enggak sekedar menyajikan aksi brutal dan perkelahian sengit. Serial ini berbicara tentang perjuangan anak muda melawan keadaan, tentang bagaimana seseorang mencoba hidup normal di dunia yang enggak memberi ruang untuk itu.
Pertanyaan “Bisa gak sih hidup normal-normal aja?” terus menggema sepanjang musim ini. Tapi seperti Elzan dan Ical, kadang jawaban hidup hanya bisa ditemukan lewat pertempuran.
Sutradara Fajar Martha Santosa menuturkan bahwa salah satu adegan paling berkesan di musim ini adalah duel antara Elzan dan Elang (Elang El Gibran) menggunakan keris, senjata tradisional yang diberi sentuhan modern.
Ia menjelaskan pemilihan keris sebagai senjata yang paling dikenal, simbol budaya yang kuat dari era Majapahit, namun dimodifikasi agar relevan di era modern. Pertarungan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan pertemuan dua karakter dengan prinsip berbeda: Elzan yang spontan dan berjuang dengan tekad, melawan Elang yang taat, disiplin, dan penuh loyalitas. Dengan koreografi yang lebih kompleks dan berlapis, Fajar memastikan setiap adegan pertarungan membawa makna emosional di baliknya.
Selain Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan Ada Karakter Baru yang Lengkapi Cerita

Selain Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan, musim ini juga menghadirkan deretan bintang papan atas seperti Aulia Sarah, Clara Bernadeth, Ferry Salim, Khiva Iskak, dan Maudy Effrosina sebagai karakter baru yang penuh misteri. Kehadiran Aming sebagai Kalkun memberikan sentuhan komedi yang khas dan mencuri perhatian.
Kembali sebagai Elzan, Jefri Nichol mengakui bahwa musim ini menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebut Elzan di musim ketiga ini jauh lebih kompleks, bukan sekadar reaktif membalas rasa sakit, tetapi seorang manusia yang terus belajar bertahan di dunia yang enggak adil. “Dia ingin hidup normal, tapi realitanya selalu memaksanya kembali ke pertarungan,” kata Jefri.

Sementara itu, Giulio Parengkuan kembali sebagai Ical, adik Elzan yang kini menunjukkan sisi lebih dewasa dan penuh tanggung jawab. Giulio menjelaskan bahwa Ical enggak lagi memukul orang tanpa berpikir, tapi tahu kapan harus berhenti. Ia kini hidup untuk keluarga, bahkan berhenti merokok demi janjinya pada Wulan. Itu adalah bentuk kedewasaan yang tumbuh alami dari luka dan pengalaman.

Maudy Effrosina hadir sebagai Laras, sosok misterius yang membawa warna baru. Ia mendeskripsikan Laras sebagai sosok yang lugu tapi enggak sepenuhnya lugu, dimana yang jahat belum tentu jahat, dan yang baik belum tentu baik. Maudy menyukai ceritanya yang hangat dan realistis, tentang perjuangan dan arti keluarga, yang kadang bukan soal darah, tapi soal siapa yang selalu ada untuk kita.
Karakter Kalkun yang diperankan Aming menghadirkan sisi komedi segar tanpa mengurangi ketegangan. Ia memandang Kalkun sebagai sosok oportunis yang licik namun lucu, yang berprinsip “no hard feelings selama itu menguntungkan”. Aming mengaku bangga bisa bergabung di Pertaruhan karena ceritanya yang sangat nyata tentang kerasnya kehidupan.
Baca juga: Ada Romance hingga Thriller, Ini 5 Drakor Terbaru November 2025 yang Wajib Ditonton!
Kalau kamu penasaran dengan Pertaruhan The Series 3 jangan lupa saksikan di Vidio mulai 14 November setiap hari Jumat. “Kasih Paham Pake Hantam!” kalau sampai enggak menonton!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu info ter-update seputar series dan film!