gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Review ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ Apa Bedanya dengan Film Pertama?

Written by Adila Putri Anisya

Gimana, sudah siap ngakak lagi bareng Bene, Boris, Jegel, dan Oki? Setelah sukses bikin Indonesia vibrating dengan rumah hantu keramat mereka, kini komplotan rusuh ini balik lagi lewat cerita baru, Agak Laen: Menyala Pantiku! 

Film ini langsung jadi box office hit sejak rilis 27 November 2025, tembus 1 juta penonton dalam 3 hari! Nah, buat kamu yang penasaran, apa sih yang bikin film kedua ini beda total dari yang pertama? Mendingan kita bedah tuntas di sini.

Baca juga: Profil dan Fakta Pemain Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Banyak Cameo-nya 

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Kisahkan Misi 4 Detektif di Panti Jompo

Sumber foto: Agak Laen

Di film pertama, kita disuguhi horor komedi yang berlatar rumah hantu pasar malam yang penuh kesialan. Tapi, siap-siap kaget! Agak Laen ini banting setir total. Genre-nya berubah jadi komedi investigasi kriminal.

Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kembali memerankan karakter yang sama. Namun, kali ini mereka bukan lagi operator rumah hantu yang flop. Mereka adalah empat polisi yang karirnya di ujung tanduk setelah gagal total memecahkan kasus pembunuhan anak walikota.

Sebagai kesempatan terakhir dari Komandan Ario (Ario Wahab), mereka dapat misi penyamaran yang super random dan riskan: nyusup ke panti jompo!

Misi mereka adalah mencari si pembunuh yang disinyalir bersembunyi di sana. Bene dan Jegel harus pura-pura jadi perawat yang sok proper, padahal tingkah mereka jauh dari kata profesional. 

Sementara Boris dan Oki mengambil peran yang lebih menantang, yakni menyamar jadi penghuni panti jompo. Kamu pasti bisa bayangin betapa rusuhnya interaksi mereka dengan opa dan oma yang eksentrik di sana.

Di balik misi rahasia itu, film ini juga nyelipin drama personal yang bikin karakternya makin relatable. Masing-masing anggota komplotan ini punya masalah hidup yang harus mereka tanggung sambil menjalankan misi. 

Boris lagi pusing sama urusan cerai yang pahit, Oki lagi ngejar uang buat persiapan kelahiran anak pertamanya, Bene harus ngurusin biaya kuliah adiknya, dan Jegel struggle buat bantu ibunya di kampung halaman. Komedi slapstick campur misteri whodunit dibumbui masalah hidup sehari-hari? Itu yang bikin Agak Laen terasa kaya.

Perbedaan Mencolok dengan Film Pertama

Sumber foto: Agak Laen

Ini dia poin paling utama yang jadi pembeda antara Agak Laen yang pertama (2024) dan Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025).

1. Genre Shift yang Berani

Film pertama sukses besar dengan formula horor komedi, di mana elemen supernatural (hantu) jadi sumber masalah utamanya. Para tokoh harus berhadapan dengan mayat korban yang mereka sembunyikan di rumah hantu.

Di film kedua, sutradara Muhadkly Acho mengambil langkah berani dengan pindah ke komedi investigasi kriminal. Ini bukan kelanjutan dari cerita yang pertama, melainkan cerita baru dengan karakter yang sama.

Tension misteri yang disajikan tetap bikin penasaran, tapi diselingi adegan kocak Bene yang sok bossy, Boris yang sering random tapi heartfelt, dan celetukan rusuh dari Jegel dan Oki. Keputusan ini menunjukkan bahwa tim Agak Laen enggak takut buat eksperimen dan menyajikan formula yang segar.

2. Latar Panti Jompo yang Anti-Mainstream

Kalau film pertama berlatar pasar malam dengan rumah hantu yang dibangun dari nol, Agak Laen: Menyala Pantiku! menyajikan lokasi yang unik banget: panti jompo.

Pemilihan lokasi ini bukan cuma lucu-lucuan. Panti jompo jadi tempat yang menawarkan atmosfer baru dan membuka peluang komedi yang berbeda, terutama dari interaksi antara detektif amatir kita dengan para penghuni senior yang diperankan apik oleh aktor senior, seperti Jarwo Kwat, Jajang C Noer, dan Egi Fedly. Latar ini juga memberikan kedalaman emosional, menyentil isu penuaan dan kesepian tanpa perlu menggurui.

3. Konsistensi Chemistry dan Humor Sumatra Utara

Meskipun ceritanya beda total, Agak Laen (2025) ini berhasil mempertahankan daya tarik utamanya: chemistry Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang nggak ada obatnya!

Semua pemeran utama kembali dengan karakter yang sudah akrab di mata penonton. Dinamika persahabatan mereka, celetukan khas Medan dan Batak, serta ad-libs yang super tajam tetap jadi daya tarik utama. Sesi syutingnya sendiri dikenal profesional, tapi tetap penuh tawa, menghasilkan adegan-adegan yang terasa natural dan mengalir, enggak terkesan kaku.

Baca juga: 7 Rekomendasi Film Akhir Tahun 2025, Cocok Ditonton Bareng Keluarga! 

Kualitas Produksi dan Jajaran Cast yang Bikin Menyala!

Sumber foto: Agak Laen

Selain itu, adapun hal lain yang perlu kamu tahu pembeda dari Agak Laen: Menyala Pantiku! Vs yang pertama!

1. Komplotan Utama yang Makin Matang

  • Bene Dion: Comic timing-nya makin halus dan terpoles, ia jadi leader yang ambisius tapi sering kena sial.
  • Boris Bokir: Mencuri perhatian karena alur cerita pribadinya yang menyentuh, menambah dimensi emosional pada karakternya.
  • Indra Jegel & Oki Rengga: Dua sejoli ini adalah sumber kekacauan dan candaan khas mereka yang selalu power-up dan slengean.

2. The Power of Supporting Cast

Selain ada aktor senior, Agak Laen juga diperkuat nama-nama keren seperti Tissa Biani (Ayu), Boah Sartika (Tantri), Priska Baru Segu (Martha), dan Tika Panggabean (Ida). Bahkan ada cameo dari komika lain yang segar, kayak Bintang Emon dan Kristo Immanuel, yang menambah gimmick humor yang pas banget. Aktor pendukung dan senior ini bukan cuma pelengkap, mereka integral dalam membangun suasana panti jompo dan misteri yang sedang dipecahkan.

Kesuksesan film ini juga terlihat dari performa box office-nya yang “menyala” dan mendapatkan respon antusias dari penonton. Angka 1 juta penonton dalam tiga hari menunjukkan betapa tingginya ekspektasi publik dan betapa film ini berhasil memenuhi janji komedi yang ditawarkan.

Wajib Nonton Enggak?

Sumber foto: Instagram.com/pilem.agak.laen

Secara keseluruhan, Agak Laen: Menyala Pantiku! sukses membuktikan bahwa franchise ini nggak cuma modal hype dari podcast atau film pertamanya. Mereka berani ambil risiko dengan ganti genre dan setting, tapi berhasil mempertahankan DNA komedi yang kuat dan disukai penonton.

Beberapa review menyebut sub-plot investigasinya terasa ringan buat kamu yang suka thriller berat, dan ada sedikit penurunan pace di pertengahan film. Tapi, ini minor banget, guys. Secara umum, film ini sudah menaikkan standar komedi Indonesia dengan ramuan humor yang hangat, cerdas, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Buat kamu anak Gen Z yang suka film anti-mainstream, penuh tawa dari awal sampai akhir, tapi juga punya layer emosional dan persahabatan yang kuat, Agak Laen terbaru ini highly recommended buat masuk watchlist kamu. Aksi empat detektif absurd yang nyamar jadi perawat di panti jompo? Come on, jangan sampai ketinggalan!

Udah siap banget buat ngakak sampai sakit perut?

Baca juga:  7 Rekomendasi Film Akhir Tahun 2025 yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga!

Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu suka bahas soal tentang film terupdate!