gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Kenapa Mood Lebih Sensitif Saat Musim Hujan? Ini Penjelasan Psikologinya

Written by Adila Putri Anisya

Hujan sering identik dengan suasana sendu, lagu galau, dan rebahan seharian. Tapi pernah enggak sih kamu ngerasa jadi lebih gampang capek, malas, atau sensitif saat musim hujan datang? Padahal enggak ada masalah besar yang terjadi. 

Nah, ternyata perubahan mood saat musim hujan bukan cuma soal perasaan, tapi ada penjelasan psikologis dan biologis di baliknya. Mulai dari hormon, kurangnya sinar matahari, sampai kebiasaan harian yang ikut berubah, semuanya bisa memengaruhi kondisi emosimu tanpa kamu sadari.

Untuk penjelasan lebih lengkap, simak artikel di bawah ini, ya!

Baca juga: Rahasia Tetap Fit dan Enggak Mudah Flu Pilek Meski Hujan Tiap Hari 

Apa Hubungan Hujan dan Mood?

Apa Hubungan Hujan dan Mood?
Sumber foto: Freepik

Dilansir dari Healthline, banyak orang melaporkan perasaan lebih sedih, lesu, atau kehilangan semangat saat cuaca mendung dan hujan. 

Bahkan, sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa gejala depresi lebih sering muncul saat cuaca berawan dibandingkan hari cerah.

Meski begitu, hujan bukan penyebab langsung depresi. Lebih tepatnya, hujan bisa memicu suasana hati yang rendah, terutama kalau terjadi terus-menerus dalam waktu lama. Mood kamu bisa berubah karena tubuh dan otak bereaksi terhadap lingkungan, termasuk cuaca.

Penyebab Hujan Bikin Mood Lebih Sensitif

Penyebab Hujan Bikin Mood Lebih Sensitif
Sumber foto: Freepik

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih hujan bikin mood kita lebih sensitif? Ini dia jawabannya!

1. Perang Hormon: Serotonin vs Melatonin

Penyebab utama kenapa kamu merasa gloomy saat hujan adalah karena kurangnya sinar matahari. Tubuh kita itu ibarat tanaman yang butuh cahaya untuk “berfungsi” optimal.

  • Serotonin Si Mood Booster: Saat matahari terang, otak melepaskan serotonin, hormon yang bikin kita merasa bahagia, fokus, dan berenergi. Pas hujan, sinar matahari berkurang, otomatis kadar serotonin dalam tubuh kamu ikut anjlok. Itulah kenapa kamu merasa lemas dan kurang semangat.
  • Melatonin Si Hormon Tidur: Saat cuaca mendung dan gelap, otak mengira ini sudah malam. Akibatnya, tubuh memproduksi melatonin lebih banyak. Hormon inilah yang bikin kamu merasa ngantuk terus dan ingin terus-terusan bergelung di bawah selimut.

2. Defisit Vitamin D

Sinar matahari adalah sumber utama Vitamin D. Tahukah kamu kalau kekurangan vitamin ini sering banget dikaitkan dengan gejala kecemasan dan depresi? 

Saat musim hujan berkepanjangan, tubuh jarang terpapar sinar UV, sehingga kadar Vitamin D kita menurun drastis. Inilah salah satu alasan kenapa rasa sedih atau “kosong” itu muncul secara tiba-tiba saat langit sedang abu-abu.

3. Tekanan Udara dan “Brain Fog”

Pernah merasa pusing atau kepala terasa berat (disebut brain fog) tepat sebelum atau saat hujan deras? Ternyata, tekanan barometrik (tekanan udara) yang rendah saat badai bisa mengurangi kadar oksigen dalam darah kita. 

Hal ini bisa memicu sakit kepala, kelelahan, dan rasa lelah secara mental. Jadi, kalau kamu merasa sulit konsentrasi saat mendengarkan dosen atau kerja di tengah hujan, itu ada penjelasan fisiknya!

4. Jebakan Ekspektasi vs Realitas

Secara psikologis, hujan sering kali mengacaukan rencana yang sudah kita buat. Kamu mungkin sudah berencana nongkrong cantik bareng teman atau olahraga di luar, tapi tiba-tiba hujan deras datang.

Kekecewaan karena rencana yang gagal ini bisa memicu stres. Selain itu, rasa bosan karena terjebak di dalam ruangan terlalu lama bisa meningkatkan perasaan negatif. 

Menurut para psikolog, aktivitas pasif seperti menonton streaming seharian saat hujan justru lebih berisiko bikin kamu merasa depresi dibanding melakukan hobi yang aktif di dalam rumah seperti membaca buku atau membuat kerajinan tangan.

Baca juga:  11 Emergency Kit untuk Musim Hujan yang Perlu Dibawa saat Bepergian 

Adapun ‘Seasonal Affective Disorder (SAD)’

Adapun ‘Seasonal Affective Disorder (SAD)’
Sumber foto: Freepik

Melansir dari Verywell Mind, kalau perasaan sedihmu muncul secara rutin setiap musim hujan atau musim dingin dan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi itu adalah Seasonal Affective Disorder (SAD).

SAD adalah jenis depresi yang polanya mengikuti perubahan musim. Gejalanya meliputi:

  • Rasa putus asa atau sedih yang mendalam.
  • Perubahan pola tidur dan nafsu makan (biasanya jadi pengen makan makanan manis atau berkarbohidrat tinggi).
  • Kehilangan minat pada hobi yang biasanya disukai.

Menariknya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% orang yang mengalami SAD adalah perempuan, dan biasanya mulai muncul di usia dewasa muda. Jadi, buat kamu para Gen Z, sangat penting untuk lebih peduli pada kesehatan mental saat cuaca mulai enggak menentu.

Cara Simpel Biar Tetap Ngerasa Mood di Musim Hujan

Cara Simpel Biar Tetap Ngerasa Mood di Musim Hujan

Jangan biarkan cuaca buruk merusak harimu. Kamu bisa melakukan beberapa tips berikut untuk menjaga mood tetap stabil:

  • Ciptakan Cahaya Sendiri: Kalau matahari enggak muncul, nyalakan lampu yang terang di rumah. Beberapa orang bahkan menggunakan light therapy atau lampu khusus yang meniru sinar matahari untuk meningkatkan kadar serotonin.
  • Olahraga Indoor: Jangan biarkan tubuh jadi “sedenter” atau malas gerak. Kamu bisa cari video yoga atau HIIT di YouTube berdurasi 20 menit. Gerakan fisik akan memicu endorfin yang bikin kamu merasa jauh lebih baik.
  • Tetap Terkoneksi: Jangan mengisolasi diri! Meskipun enggak bisa keluar, kamu tetap bisa video call teman atau main game online bareng. Manusia adalah makhluk sosial, dan interaksi dengan orang lain adalah obat paling ampuh buat rasa kesepian.
  • Atur Jam Tidur: Karena melatonin sedang tinggi-tingginya, kamu mungkin pengen tidur siang terus. Hati-hati, tidur siang terlalu lama bisa merusak siklus tidur malammu. Usahakan tetap bangun dan tidur di jam yang sama.
  • Makan Makanan Bernutrisi: Hindari terlalu banyak ngemil makanan berminyak atau terlalu manis. Cari makanan yang kaya nutrisi untuk membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

Baca juga: 6 Parfum untuk Musim Hujan yang Cocok Digunakan 

Jadi, merasa enggak mood musim hujan itu normal, tapi kalau kamu mulai merasa sangat terpuruk sampai enggak sanggup sikat gigi, mandi, atau mulai muncul pikiran yang membahayakan diri sendiri, jangan ragu untuk bicara dengan profesional. Menghubungi psikolog bukan berarti kamu lemah, tapi itu adalah bentuk kasih sayang pada dirimu sendiri.

Hujan memang bisa bikin suasana jadi syahdu sekaligus sendu. Tapi ingat, seperti halnya musim yang berganti, perasaan yang enggak enak ini pun pasti akan berlalu. Jadi, selagi hujan turun, yuk peluk dirimu sendiri, nikmati segelas teh hangat, dan tetap jaga kesehatan mentalmu!

Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu suka dengan info seputar mental health lainnya!

Cover: Freepik