
12 Ciri-Ciri HRD Menerima Kamu Bekerja, Bisa Terlihat Sejak Interview!
Lagi nunggu kabar setelah interview kerja emang rasanya campur aduk banget, ya? Kadang baru selesai tutup pintu ruang wawancara atau klik end call di Zoom, pikiran langsung melayang: “Duh, tadi gue jawabnya bener enggak ya?” atau “HRD-nya tadi senyum, itu kode bakal diterima atau cuma ramah aja sih?”. Yup, rasa deg-degan itu normal banget kok, apalagi buat kamu para Gen Z yang pengen gercep dapet kepastian karier.
Sebenarnya, kamu enggak perlu nunggu sampai email penawaran (job offer) datang buat tahu kalau kamu adalah kandidat kuat. Para rekruter atau HRD sering banget kasih “sinyal halus” lewat bahasa tubuh atau cara mereka ngomong kalau mereka naksir sama performa kamu.
Biar kamu enggak makin galau dan bisa tidur nyenyak, yuk kita bedah tuntas ciri-ciri HRD yang sebenarnya sudah kasih lampu hijau kalau kamu bakal diterima bekerja!
Baca juga: 35+ Pertanyaan Interview Kerja dengan HRD dan Jawabannya
Ciri-Ciri HRD Menerima Kita Bekerja

Kebanyakan dari HRD, menunjukkan ciri-ciri berikut jika “suka” dengan kandidat yang diwawancarainya:
1. Durasi Wawancara yang Lebih Lama dari Jadwal
Biasanya, HRD punya jadwal yang super padat. Kalau mereka rela meluangkan waktu lebih lama dari yang dijadwalkan, misalnya harusnya 30 menit tapi malah jadi sejam, itu tanda besar kalau mereka tertarik sama kamu. Mereka enggak akan buang-buang waktu buat ngobrol panjang lebar kalau dari awal mereka ngerasa kamu enggak cocok.
2. Percakapan Berubah Jadi Lebih Santai
Pernah nggak, awalnya bahas soal teknis pekerjaan, eh tiba-tiba malah bahas hobi, kopi favorit, atau tren terbaru di media sosial? Dilansir dari The Interview Guys, saat wawancara berubah dari sesi tanya-jawab formal jadi obrolan santai, itu artinya HRD sudah merasa nyaman sama kepribadian kamu.
Mereka bukan cuma lagi ngecek skill kamu, tapi lagi ngebayangin gimana serunya kerja bareng kamu tiap hari.
3. Penggunaan Kata “Kapan”, Bukan “Jika”
Ciri-ciri HRD menerima kita bekerja selanjutnya, coba dengerin baik-baik pilihan kata mereka. Kalau mereka bilang, “Nanti kapan kamu mulai kerja di sini…” atau “Kamu akan handle bagian ini…”, itu kode keras!
Secara enggak sadar, HRD sudah menempatkan kamu di posisi tersebut dalam pikiran mereka. Kalimat yang menggunakan kata “jika” biasanya masih bersifat umum, tapi kata “kapan” menunjukkan optimisme mereka terhadap kamu.
4. Kamu Dikenalin ke Tim Lain
Kalau tiba-tiba kamu diajak keliling kantor atau diperkenalkan ke calon rekan kerja yang enggak ada di jadwal interview, selamat! Ini salah satu indikasi paling kuat.
HRD ingin melihat gimana vibes kamu saat berinteraksi dengan tim. Mereka enggak akan repot-repot ngenalin kamu ke orang lain kalau mereka enggak serius mau rekrut kamu.
5. HRD Mulai “Jualan” Perusahaan ke Kamu
Normalnya, kamu yang harus “jualan” diri supaya dilirik. Tapi kalau posisinya berbalik, di mana HRD malah sibuk jelasin fasilitas kantor, jenjang karier, sampai budaya kerja yang asyik, itu tandanya mereka takut kamu diambil perusahaan lain.
Mereka lagi berusaha meyakinkan kamu supaya mau gabung sama mereka.
6. Membahas Gaji dan Benefit Secara Detail
Dilansir dari Indeed, HRD jarang banget bahas soal angka gaji, bonus, atau asuransi kesehatan secara mendalam kalau mereka enggak ada niat buat kasih offer.
Kalau mereka tanya ekspektasi gajimu dan mulai jelasin sistem reimbursement atau tunjangan makan siang, itu artinya mereka lagi nimbang-nimbang budget buat kamu.
7. Tanya Soal Tanggal Mulai Kerja dan Notice Period
Pertanyaan seperti, “Seberapa cepat kamu bisa join kalau diterima?” atau “Kamu perlu waktu berapa lama buat resign dari tempat lama?” bukan sekadar basa-basi.
Mereka lagi nyusun jadwal biar posisi yang kosong bisa segera kamu isi. Ini menunjukkan kalau kamu adalah kandidat prioritas mereka.
8. Respon Cepat Terhadap Email Thank You
Budaya kirim email terima kasih setelah interview itu penting banget, lho. Nah, dilansir dari Coursera, kalau rekruter balas email kamu dengan cepat dan ramah—bahkan kasih info tambahan soal proses selanjutnya, itu pertanda kamu meninggalkan kesan yang sangat baik di mata mereka.
9. Menanyakan Referensi
Proses mengecek referensi (tanya ke mantan bos atau dosen kamu) itu butuh waktu dan tenaga. HRD hanya akan melakukan ini kalau mereka sudah 90% yakin mau merekrut kamu.
Kalau mereka minta kontak referensi di akhir wawancara, itu adalah langkah terakhir sebelum mereka ketok palu buat kasih kamu kontrak kerja.
10. Memberikan Kontak Langsung
Kalau di akhir sesi HRD kasih kartu nama atau nomor WhatsApp pribadi dan bilang, “Hubungi saya ya kalau ada yang mau ditanyain lagi,” itu tandanya mereka ingin menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.
Mereka ingin kamu merasa dihargai dan enggak ragu buat nanya soal kelanjutan prosesnya.
11. Bahasa Tubuh yang Positif
Perhatikan gerak-gerik mereka. Apakah mereka condong ke arahmu saat kamu bicara? Apakah mereka banyak mengangguk dan tersenyum?
Bahasa tubuh yang terbuka menunjukkan kalau mereka setuju dengan poin-poin yang kamu sampaikan dan merasa terkoneksi secara personal denganmu.
12. Menanyakan Proses Rekrutmenmu di Tempat Lain
Ciri-ciri HRD menerima kita bekerja yang terakhir adalah kalau mereka nanya, “Lagi interview di mana lagi selain di sini?”, itu bisa jadi tanda mereka merasa kamu kandidat yang “hot” dan enggak mau keduluan perusahaan pesaing. Mereka ingin tahu seberapa cepat mereka harus bergerak sebelum kamu diambil orang.
Baca juga: Jobseekers Wajib Baca: Ini 5 Tanda Gagal Wawancara Kerja dan Cara Menghadapinya!
Hal yang Biasanya Dinilai HRD Saat Interview

Dikutip dari LinkedIn Steve van Aperen, seorang Behavioral Analyst, ada beberapa yang seharusnya diperhatikan seorang HRD saat interview kandidat, dan mereka biasanya melihat beberapa hal berikut:
- Konsistensi antara jawaban dan bahasa tubuh: HRD enggak cuma mendengar apa yang kamu katakan, tapi juga melihat gerak tubuh, ekspresi wajah, dan perubahan sikap saat menjawab pertanyaan tertentu.
- Cara kandidat menyampaikan cerita pengalaman kerja: Jawaban yang terlalu dilebih-lebihkan atau berputar-putar bisa jadi tanda HRD perlu menggali lebih dalam.
- Apakah kandidat benar-benar menjawab pertanyaan: HRD menilai apakah kamu menjawab sesuai pertanyaan atau justru menghindar dengan jawaban normatif.
- Pengalaman nyata, bukan sekadar opini: Saat diminta contoh kasus, HRD lebih menghargai cerita berdasarkan pengalaman asli dibanding jawaban “seandainya saya…”.
- Kepemilikan peran dalam pekerjaan sebelumnya: Penggunaan kata “saya” menunjukkan tanggung jawab, sementara terlalu sering berkata “tim” tanpa penjelasan bisa menimbulkan keraguan.
- Cara kandidat menjelaskan kontribusi pribadi: HRD ingin tahu peran spesifik kamu, bukan hanya hasil akhir tim.
- Kesesuaian sikap dengan budaya kerja perusahaan: Cara berbicara, cara menyikapi masalah, dan etika komunikasi ikut jadi pertimbangan.
- Tingkat kejujuran dan keterbukaan kandidat: Jawaban yang jujur dan masuk akal lebih dihargai daripada cerita yang terdengar terlalu sempurna.
- Kemampuan mengelola tekanan saat interview: HRD memperhatikan bagaimana kamu tetap tenang saat mendapat pertanyaan mendalam.
Apa yang Harus Kamu Lakukan Sambil Menunggu?

Meskipun semua tanda di atas sudah kamu dapetin, jangan langsung berhenti cari kerja ya! Berikut beberapa tips buat mengisi waktu tunggu kamu:
- Tetap Apply ke Lowongan Lain: Jangan menaruh semua harapan di satu keranjang. Teruslah cari peluang lain sampai kamu bener-bener tanda tangan kontrak (firm offer).
- Upgrade Skill: Sambil nunggu kabar, kamu bisa ambil kursus singkat atau sertifikasi online yang relevan. Ini bakal bikin CV kamu makin mantap kalau-kalau kamu butuh buat lamaran berikutnya.
- Healing Sejenak: Kamu sudah berjuang keras di sesi interview. Manfaatkan waktu ini buat melakukan hobi atau sekadar istirahat biar energi kamu penuh lagi saat mulai kerja nanti.
Baca juga: Ngeblank saat Interview Kerja? Ini yang Harus Kamu Lakukan!
Mendapatkan pekerjaan impian memang butuh proses, tapi dengan memahami ciri-ciri HRD menerima kita bekerja di atas, kamu bisa lebih tenang dan percaya diri. Ingat, setiap interview adalah pengalaman belajar. Kalaupun hasil akhirnya belum sesuai harapan, tandanya ada tempat lain yang lebih pas buat skill dan kepribadian kerenmu. Semangat, ya!
Cover: Pexels