
Biar Enggak Bau Saat Ngobrol, Ini 6 Cara Merawat Kebersihan Mulut Saat Puasa
Puasa bukan alasan buat tampil lesu dan kurang pede. Justru di bulan puasa, kita tetap harus jaga penampilan, termasuk soal napas dan kebersihan mulut.
Bau mulut saat puasa memang sering terjadi karena produksi air liur berkurang dan mulut jadi lebih kering. Tapi sebenarnya, ada kok cara yang bisa kamu lakukan untuk tetap fresh seharian.
Yuk, simak 6 cara merawat kebersihan mulut agar enggak bau selama berpuasa berikut ini!
Baca juga: Boleh Sikat Gigi saat Puasa? Ini Hukum dan Penjelasannya
Kenapa Mulut Jadi Bau Saat Puasa?

Berdasarkan PubMed dalam studi berjudul “Impact of Long-term Fasting” Tahun 2024, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, seperti:
- Tubuh memproduksi keton
Saat puasa, tubuh membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan zat bernama keton yang bisa bikin aroma napas jadi berbeda, agak asam atau khas. Ini normal, terutama di awal puasa. - Mulut jadi lebih kering
Karena enggak minum seharian, produksi air liur berkurang. Padahal air liur penting untuk membersihkan bakteri di mulut. Kalau mulut kering, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau. - Bakteri menghasilkan senyawa sulfur
Sekitar 80–90% bau mulut berasal dari bakteri di rongga mulut. Bakteri ini memecah protein dan menghasilkan senyawa sulfur (VSC) seperti hidrogen sulfida yang baunya enggak sedap. - Perubahan mikrobiota mulut
Puasa bisa memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam mulut. Kalau terjadi ketidakseimbangan, risiko bau mulut bisa meningkat. - Bisa terkait kondisi gusi
Bau mulut juga berhubungan dengan kesehatan gusi. Meski beberapa studi menunjukkan puasa bisa mengurangi peradangan gusi, perubahan kondisi mulut tetap bisa memengaruhi aroma napas.
So, mulut bau saat puasa itu wajar dan umum terjadi, terutama di hari-hari awal. Kuncinya tetap jaga kebersihan mulut dan cukup minum saat sahur dan berbuka.
Cara Merawat Kebersihan Mulut Agar Enggak Bau Selama Berpuasa

Nah, biar enggak penasaran, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut!
1. Gosok Gigi dengan Odol Mint
Cara paling basic tapi sering disepelekan: gosok gigi dengan benar dan rutin. Idealnya, kamu menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Selama puasa, waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah sahur dan setelah berbuka puasa.
Pilih pasta gigi (odol) yang mengandung mint atau formula antibakteri. Kandungan mint membantu memberikan sensasi segar lebih lama, sementara bahan antibakteri membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.
Tips biar makin maksimal:
- Sikat gigi minimal 2 menit.
- Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut supaya enggak melukai gusi.
- Jangan lupa sikat bagian belakang gigi dan garis gusi.
- Ganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau kalau bulunya sudah mekar.
Menyikat gigi dengan teknik yang benar adalah langkah dasar dalam merawat kebersihan mulut yang enggak boleh kamu skip.
2. Gunakan Alat Pembersih Lidah
Banyak orang fokus menyikat gigi, tapi lupa kalau lidah juga jadi tempat favorit bakteri berkumpul. Permukaan lidah yang bertekstur bisa menyimpan sisa makanan dan bakteri yang menyebabkan bau mulut.
Makanya, selain gosok gigi, kamu juga perlu membersihkan lidah menggunakan tongue scraper atau alat pembersih lidah. Sekarang sudah banyak tersedia di apotek atau minimarket dengan harga terjangkau.
Cara pakainya gampang:
- Julurkan lidah.
- Letakkan alat di bagian belakang lidah.
- Tarik perlahan ke arah depan.
- Bilas dan ulangi beberapa kali.
Lakukan dengan lembut supaya enggak bikin iritasi. Membersihkan lidah secara rutin adalah bagian penting dalam merawat kebersihan mulut, terutama saat puasa ketika mulut cenderung lebih kering.
3. Gunakan Dental Floss dan Dental Pick
Sikat gigi saja belum cukup untuk membersihkan sela-sela gigi. Di area sempit ini, sisa makanan sering terjebak dan jadi sarang bakteri. Kalau dibiarkan, bukan cuma bikin bau mulut, tapi juga bisa menyebabkan gigi berlubang dan radang gusi.
Di sinilah peran dental floss (benang gigi) dan dental pick sangat penting.
Kenapa harus pakai floss?
- Membersihkan plak di sela gigi.
- Mencegah penumpukan bakteri.
- Mengurangi risiko radang gusi.
Gunakan dental floss minimal sekali sehari, terutama setelah berbuka puasa sebelum tidur. Caranya:
- Ambil sekitar 30–40 cm benang.
- Selipkan perlahan di antara gigi.
- Geser naik turun mengikuti bentuk gigi.
Memang butuh sedikit latihan, tapi lama-lama kamu bakal terbiasa. Kombinasi sikat gigi dan floss adalah paket lengkap dalam merawat kebersihan mulut secara menyeluruh.
4. Gunakan Strip Pemutih Gigi
Selain bebas bau, senyum yang cerah juga bikin kamu makin pede. Strip pemutih gigi bisa jadi pilihan tambahan buat kamu yang ingin menjaga tampilan gigi tetap putih selama puasa.
Produk ini biasanya mengandung bahan pemutih ringan yang membantu mengurangi noda di permukaan gigi akibat kopi, teh, atau makanan tertentu. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, biasanya 1 kali sehari selama beberapa menit.
Tapi ingat:
- Jangan digunakan terlalu sering.
- Hindari jika kamu punya gigi sensitif tanpa konsultasi dokter.
- Tetap prioritaskan kebersihan, bukan cuma warna gigi.
Strip pemutih memang bukan solusi utama bau mulut, tapi bisa jadi pelengkap dalam merawat kebersihan mulut dan meningkatkan rasa percaya diri.
5. Gunakan Mouthwash
Mouthwash atau obat kumur bisa jadi penyelamat ekstra saat puasa. Produk ini membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut dan memberikan sensasi segar lebih lama.
Pilih mouthwash yang:
- Bebas alkohol (supaya enggak bikin mulut makin kering).
- Mengandung antiseptik ringan.
- Aman digunakan setiap hari.
Gunakan setelah menyikat gigi, terutama setelah sahur dan sebelum tidur. Kumur selama 30–60 detik, lalu buang.
Beberapa mouthwash juga diformulasikan khusus untuk mengatasi bau mulut akibat mulut kering. Jadi, kamu bisa pilih sesuai kebutuhan.
Kombinasi sikat gigi, floss, pembersih lidah, dan mouthwash adalah langkah lengkap dalam merawat kebersihan mulut agar tetap fresh selama puasa.
6. Konsumsi Buah Kaya Air dan Hindari Makanan Penyebab Bau Mulut
Perawatan dari luar saja enggak cukup. Kamu juga perlu memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka.
Pilih buah yang kaya air seperti:
- Semangka
- Melon
- Jeruk
- Pir
Buah-buahan ini membantu menjaga hidrasi tubuh dan merangsang produksi air liur, sehingga mulut enggak terlalu kering saat puasa.
Sebaliknya, sebaiknya batasi makanan yang bisa memicu bau mulut, seperti:
- Bawang putih dan bawang merah mentah
- Petai dan jengkol
- Makanan tinggi gula
- Makanan terlalu berminyak
Selain itu, perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka untuk membantu menjaga kelembapan mulut.
Pola makan yang tepat juga merupakan bagian penting dalam merawat kebersihan mulut dari dalam.
Bonus Tips Biar Makin Fresh Selama Puasa

Buat kamu yang aktif kuliah, kerja, atau nongkrong selama puasa, ini beberapa tips tambahan:
- Hindari merokok karena bisa memperparah bau mulut.
- Jangan terlalu sering berbicara kalau mulut terasa sangat kering.
- Kunyah permen karet bebas gula setelah berbuka untuk merangsang produksi air liur.
- Rutin periksa ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
Kalau bau mulut tetap parah meski sudah menjaga kebersihan, bisa jadi ada masalah kesehatan lain seperti gigi berlubang, radang gusi, atau gangguan lambung. Jadi, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter ya.
Baca juga: Mulai dari Sekarang, Ini 5 Persiapan Puasa Biar Enggak Kaget di Hari Pertama
Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu tips selama bulan Ramadan!