
Cara Journaling untuk Mengenal Diri Sendiri, Lengkap dengan Contohnya
Pernah merasa kayak lagi pakai “topeng” seharian? Di depan teman harus asik, di depan bos atau dosen harus serius, sampai akhirnya pas pulang ke rumah dan sendirian, kamu malah bingung: “Sebenarnya gue ini siapa sih? Apa yang benar-benar gue mau?”
Di tengah gempuran tren media sosial dan ekspektasi orang lain, kehilangan koneksi sama diri sendiri itu hal yang wajar banget. Kabar baiknya, ada satu alat “ajaib” yang murah, simpel, tapi powerful banget buat bantu kamu balik lagi ke diri sendiri. Namanya: Journaling.
Journaling bisa disebut ruang aman buat kamu membedah pikiran, emosi, sampai impian yang selama ini terpendam.
Yuk, kita bahas gimana caranya mulai dan contoh-contoh yang bisa kamu terapkan!
Baca juga: 5+ Langkah Memulai Journaling untuk Pemula Agar Konsisten, Mudah Lho!
Kenapa Journaling Bisa Bantu Kamu Mengenal Diri Sendiri?

Sering kali kita terlalu sibuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain sampai lupa bertanya ke diri sendiri: “Aku maunya apa?” atau “Aku sebenarnya nyaman enggak sih?”
Dilansir dari Sparrows Nest Counseling, banyak orang terbiasa menekuk dirinya demi cocok dengan keinginan orang lain. Lama-lama, mereka jadi susah mengenali apa yang disukai, tidak disukai, dan dianggap penting dalam hidup. Karena itu, journaling bisa jadi tempat aman untuk mulai menggali semuanya tanpa takut dihakimi.
Menulis membantu kamu melihat pola yang tadinya samar. Misalnya, kamu mungkin baru sadar kalau kamu selalu kelelahan setelah ketemu orang tertentu, atau justru merasa hidup lagi setelah melakukan kegiatan kecil seperti jalan sore, baca buku, atau dengerin musik. Hal-hal kecil seperti itu sering luput kalau cuma dipikirin, tapi lebih kelihatan saat ditulis.
Gretchen Rubin juga menekankan bahwa kebahagiaan sering dibangun dari self-knowledge atau mengenal diri sendiri. Menurutnya, kita bisa hidup lebih pas kalau paham sifat, minat, nilai, dan kebutuhan kita sendiri. Jadi, journaling bukan sekadar curhat di kertas, tapi cara buat membaca diri sendiri dengan lebih jujur.
Cara Mulai Journaling untuk Pemula

Kalau selama ini kamu merasa journaling itu ribet, coba buang dulu pikiran itu. Kamu enggak harus punya buku estetik, tulisan rapi, atau kata-kata puitis. Yang penting adalah isi dan kejujurannya.
1. Mulai dari yang paling simpel
enggak usah langsung nulis satu halaman penuh. Cukup 5 sampai 10 menit sehari. Bahkan tiga kali seminggu pun sudah bagus. Dilansir dari PsychCentral, journaling akan terasa lebih bermanfaat kalau dilakukan rutin, meski tidak harus setiap hari.
2. Pilih format yang paling nyaman
Kamu bisa nulis di buku, notes HP, laptop, atau aplikasi journaling. Dilansir dari WonderMind, enggak semua orang cocok dengan tulisan tangan. Ada yang lebih konsisten kalau ngetik di HP karena lebih cepat dan praktis. Jadi, pilih yang bikin kamu benar-benar mau melakukannya.
3. Jangan mikir harus bagus
Ini penting. Journaling bukan lomba menulis. enggak ada nilai grammar, enggak ada penonton, dan enggak ada yang harus dikagumi. Tulis aja apa yang muncul. Kalau hari ini isinya berantakan, ya enggak masalah.
4. Pakai prompt biar enggak blank
Kalau kamu bingung mau mulai dari mana, pakai pertanyaan pancingan atau journaling prompt. Cara ini ampuh banget buat orang yang sering mentok di kalimat pertama.
5. Tulis dengan jujur, bukan dengan versi yang “pantas”
Kadang kita nulis seolah-olah ada orang yang bakal baca. Padahal inti journaling justru ada di kejujuran. Coba tulis perasaan yang sebenarnya, bukan yang terdengar dewasa, kuat, atau baik-baik saja.
Contoh Journaling Diri Sendiri yang Bisa Kamu Coba

Biar lebih kebayang, berikut beberapa contoh journaling diri sendiri dengan gaya bahasa yang santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh 1: Mengenali perasaan hari ini
Prompt: Apa yang aku rasakan hari ini, dan kenapa?
Contoh tulisan:
Hari ini aku ngerasa capek, tapi ternyata bukan capek fisik doang. Aku kayak penuh banget di kepala. Dari luar mungkin keliatan biasa aja, tapi sebenarnya aku gampang kesal. Setelah dipikir-pikir, mungkin karena aku terlalu banyak bilang “iya” ke hal-hal yang sebenarnya enggak pengin aku kerjain. Aku jadi sadar, aku sering takut bikin orang kecewa sampai lupa ngejaga energi sendiri.
Dari contoh ini, kamu bukan cuma menulis “aku capek”, tapi juga mulai memahami penyebab dan pola di balik perasaan itu.
Contoh 2: Mengenali apa yang bikin kamu hidup
Prompt: Kapan aku merasa paling jadi diri sendiri?
Contoh tulisan:
Aku ngerasa paling jadi diri sendiri waktu ngobrol panjang sama teman dekat tanpa harus jaim. Atau pas lagi gambar sambil dengerin lagu. Di momen kayak gitu aku enggak merasa harus jadi siapa-siapa. Aku cuma merasa ringan. Mungkin ini tanda kalau aku butuh lebih banyak ruang yang enggak penuh tuntutan.
Contoh ini membantu kamu melihat aktivitas atau situasi yang benar-benar selaras dengan dirimu.
Contoh 3: Mengenali nilai hidup
Prompt: Hal apa yang paling penting buat aku sekarang?
Contoh tulisan:
Akhir-akhir ini aku sadar kalau ketenangan lebih penting daripada sekadar terlihat sibuk. Dulu aku pikir sibuk berarti produktif dan keren. Tapi sekarang aku lebih pengin hidup yang enggak bikin aku terus-terusan cemas. Aku pengin punya waktu buat istirahat tanpa merasa bersalah.
Dari sini, kamu bisa mulai melihat nilai yang sedang tumbuh dalam hidupmu.
Contoh 4: Mengurai pikiran yang kusut
Prompt: Apa yang lagi bikin aku kepikiran terus?
Contoh tulisan:
Aku terus mikirin apakah aku tertinggal dari orang lain. Rasanya semua orang udah tahu mau ke mana, sementara aku masih bingung. Tapi kalau jujur, mungkin aku bukan tertinggal. Mungkin aku cuma lagi ada di fase cari arah. Dan itu enggak selalu buruk. Aku cuma perlu berhenti membandingkan prosesku sama orang lain.
Journaling seperti ini cocok banget kalau kamu sedang overthinking.
Baca juga: 5 Manfaat Journaling, Bisa Redakan Kecemasan?
Prompt Journaling untuk Mengenal Diri Sendiri

Kalau kamu ingin variasi, ini beberapa prompt yang bisa dipakai. Prompt ini terinspirasi dari tema-tema self-discovery yang dibahas PsychCentral, Sparrows Nest Counseling, dan WonderMind.
Tentang diri kamu
- Aku paling suka diriku saat…
- Hal yang paling sering bikin aku merasa kecil adalah…
- Tiga hal yang paling aku hargai dalam hidup adalah…
- Kalau aku enggak takut dihakimi, aku sebenarnya ingin…
Tentang emosi
- Emosi apa yang paling sering muncul akhir-akhir ini?
- Apa yang biasanya memicu aku marah, sedih, atau cemas?
- Saat lagi down, apa yang sebenarnya aku butuhkan?
Tentang hubungan
- Siapa orang yang bikin aku merasa aman jadi diri sendiri?
- Dalam hubungan, apa yang paling penting buat aku?
- Batasan apa yang perlu aku buat biar enggak capek sendiri?
Tentang masa depan
- Aku ingin dikenal sebagai orang yang seperti apa?
- Dalam lima tahun ke depan, hidup yang aku bayangkan seperti apa?
- Hal kecil apa yang bisa aku ubah mulai minggu ini?
Tips Biar Journaling Enggak Cuma Niat di Awal

Banyak orang semangat beli jurnal, tapi habis itu kosong. Wajar. Dilansir dari WonderMind, salah satu hambatan paling umum adalah merasa journaling itu seperti tugas. Supaya lebih bertahan lama, coba bikin prosesnya terasa ringan.
Kamu bisa tentukan waktu khusus, misalnya sebelum tidur atau setelah mandi malam. Bisa juga dikaitkan dengan momen tertentu, misalnya saat lagi kesal, bingung, atau habis menjalani hari yang berat. enggak perlu lama-lama, yang penting rutin.
Kalau kamu gampang bosan, ganti-ganti gaya journaling juga boleh. Hari ini menulis bebas, besok bikin list, lusa jawab prompt singkat. Bahkan kalau lagi susah menulis, kamu bisa bikin mind map, doodle, atau tulis potongan kata saja. Intinya bukan bentuknya, tapi proses mengenali diri lewat apa yang kamu tuangkan.
Satu hal lagi: enggak semua sesi journaling akan terasa nyaman. Kadang ada tulisan yang bikin kamu sadar sesuatu yang enggak enak. Itu normal. Justru di situ sering muncul insight yang paling jujur.
Baca juga: Mengenal Apa itu Journaling, Manfaat, Jenis, dan Tipsnya
Jadi, kalau kamu merasa lagi asing dengan diri sendiri, mungkin kamu enggak perlu jawaban yang besar dulu. Mulai saja dari satu halaman. Satu pertanyaan. Satu jawaban yang jujur dengan journaling.
Karena kadang, cara paling sederhana untuk mengenal diri sendiri adalah berhenti sebentar, lalu menulis. Gimana, siap buat mulai nulis hari ini?
—
Gabung discord Girls Beyond Circle dan dapatkan insight seputar journaling lainnya!
Cover: Pexels