gagal menampilkan data

Article

Godzilla El Nino Akan Melanda RI, Ini 10 Starter Kit Biar Kamu Tetap Aman di Cuaca Ekstrem

Written by Adila Putri Anisya

Cuaca panas belakangan ini makin terasa nggak biasa. Siang hari terasa lebih terik, udara lebih kering, dan hujan makin jarang turun. Bukan perasaanmu doang kok, kondisi ini memang sedang jadi perhatian banyak pihak karena Indonesia diprediksi bakal menghadapi fenomena El Nino super kuat yang dijuluki “Godzilla”.

Dampaknya bisa panjang, mulai dari kekeringan sampai gangguan pangan. Supaya nggak kaget dan tetap bisa beraktivitas dengan nyaman, sekarang waktu yang tepat buat mulai siap-siap. Yuk, pahami dulu apa itu “Godzilla” El Nino dan apa saja yang perlu kamu siapkan menghadapi cuaca ini!

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem agar Tidak Mengalami Dehidrasi 

Apa Itu “Godzilla” El Nino dan Dampaknya di Indonesia?

Apa Itu “Godzilla” El Nino dan Dampaknya di Indonesia
Sumber foto: Freepik

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian ekuator. Meski terjadi jauh dari Indonesia, dampaknya bisa terasa sampai ke sini karena mengubah pola angin dan curah hujan secara global.

Dalam kondisi normal, Indonesia dikenal sebagai negara dengan curah hujan tinggi. Tapi saat El Nino terjadi, pola ini berubah. Awan hujan berkurang, musim kemarau jadi lebih panjang, dan udara terasa jauh lebih kering. Fenomena ini diperkirakan bisa meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5–2 derajat Celsius secara bertahap. 

Kalau intensitasnya sangat kuat, fenomena ini sering disebut “Godzilla” El Nino. Meski bukan istilah ilmiah resmi, sebutan ini dipakai untuk menggambarkan dampaknya yang jauh lebih besar dan ekstrem dari biasanya.

Mengutip CNBC Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena ini berpotensi terjadi di Indonesia pada musim kemarau 2026. Dampaknya diperkirakan mulai terasa sejak April 2026, dan bisa semakin kuat karena terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang menghambat pembentukan awan di wilayah Indonesia.

Dampaknya pun tidak merata. Wilayah selatan seperti Jawa dan Sumatra berpotensi mengalami kekeringan, suhu panas ekstrem, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan. Sementara itu, beberapa wilayah utara justru bisa menghadapi hujan lebat dan banjir. Hal ini menunjukkan bahwa “Godzilla El Nino” bisa memicu cuaca ekstrem dengan dampak yang berbeda di setiap wilayah Indonesia.

“El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Fenomena El Nino, termasuk potensi variasi kuat ‘Godzilla’, menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering,” tulis Periset BRIN Erma Yulihastin.

Masalahnya nggak berhenti di cuaca panas saja. Kekeringan bisa berdampak langsung ke sektor pertanian. Banyak lahan di Indonesia masih bergantung pada hujan, jadi ketika hujan berkurang, produksi pangan ikut terganggu.

“Struktur pertanian kita masih sangat bergantung pada curah hujan…,” kata Eliza Mardian, dilansir dari CNBC Indonesia.

Dalam kondisi ekstrem, produksi padi bisa turun, jadwal tanam mundur, dan pasokan di pasar terganggu. Efek lanjutannya adalah harga beras bisa naik dan berpotensi memicu inflasi pangan.

Di sisi lain, secara global, para ilmuwan juga melihat tanda-tanda El Nino kuat sedang terbentuk.

“Climate models are signaling that a particularly powerful El Niño is brewing…” (The Inertia). Artinya, fenomena ini bukan sekadar isu lokal, tapi bagian dari pola iklim global yang perlu diwaspadai.

Baca juga: BMKG Ungkap Cuaca Panas Capai Suhu 37,6° Celsius, Begini Efeknya 

10 Starter Kit Hadapi ‘Godzilla’ El Nino

Starter Kit Hadapi ‘Godzilla’ El Nino
Sumber foto: Freepik

Daripada panik saat cuaca sudah makin ekstrem, lebih baik siap dari sekarang. Ini dia 10 starter kit yang bisa bantu kamu tetap nyaman, sehat, dan produktif:

1. Tumbler Ukuran Besar (Minimal 1 Liter)

Saat El Nino, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Pastikan kamu membawa air minum sendiri untuk menjaga hidrasi dan menghemat pengeluaran beli air minum kemasan.

2. Sunscreen/Sunblock (SPF 50+)

Paparan UV bakal makin galak. Jangan lupa re-apply setiap 2 jam sekali supaya kulit nggak sunburn atau mengalami penuaan dini.

3. Kacamata Hitam (UV Protection)

Melindungi mata dari silau ekstrem dan radiasi UV yang bisa merusak penglihatan dalam jangka panjang.

4. Jaket UV atau Pakaian Berbahan Katun

Pilih baju yang menyerap keringat dan berwarna cerah. Hindari warna hitam karena sifatnya menyerap panas.

5. Payung Anti-UV atau Topi

Physical blocking itu wajib saat harus jalan kaki di bawah terik matahari jam 12 siang.

6. Kipas Portable

Penyelamat saat kamu terjebak di transportasi umum atau tempat umum yang sirkulasi udaranya kurang oke.

7. Skincare Menenangkan (Aloe Vera Gel)

Untuk mendinginkan kulit setelah seharian terpapar suhu panas yang menyengat.

8. Aplikasi Pemantau Cuaca & Kualitas Udara

Pantau indeks UV setiap hari melalui smartphone supaya kamu tahu kapan waktu paling bahaya untuk keluar rumah.

9. Stok Bahan Pangan Pokok (Secukupnya)

Karena ada potensi kenaikan harga beras, mulailah mengatur stok pangan di rumah dengan bijak, tapi jangan panic buying, ya!

10. Tanaman Indoor Pemurni Udara

Suhu panas sering diikuti debu dan polusi. Tanaman seperti Snake Plant bisa bantu bikin suasana kamar lebih adem dan oksigen lebih segar.

Baca juga: 5 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Musim Panas, Bikin Kamu Tetap Segar!

Mau tahu informasi ter-update lainnya? Jangan lupa gabung discord Girls Beyond Circle! 

Cover: Freepik

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond