gagal menampilkan data

Article

Cara Mencegah Grogi saat Interview agar Jawaban Lebih Lancar

Written by Adila Putri Anisya

Cara mencegah grogi saat interview sering jadi hal yang dicari banyak orang, apalagi kalau kamu baru pertama kali melamar kerja atau lagi incar posisi impian. 

Tangan dingin, suara gemetar, sampai tiba-tiba blank saat ditanya HR itu hal yang sangat umum terjadi. Bahkan, dilansir dari SEEK, sekitar 86% orang mengaku pernah merasa gugup saat interview.

Tenang, rasa grogi itu normal kok. Yang penting adalah bagaimana kamu mengelolanya supaya enggak mengganggu performa saat wawancara. Yuk, kita bahas satu per satu!

Baca juga: Ngeblank saat Interview Kerja? Ini yang Harus Kamu Lakukan! 

Kenapa Kita Bisa Grogi saat Interview?

Kenapa Kita Bisa Grogi saat Interview?
Sumber foto: Freepik

Sebelum masuk ke tips, yuk pahami dulu kenapa perasaan ini muncul. Menurut Adecco, ada beberapa pemicu utama:

  • Takut akan Keenggaktahuan: Kita enggak tahu bakal ditanya apa atau bagaimana suasana di sana.
  • Tekanan untuk Tampil Oke: Kamu ingin membuat kesan pertama yang baik, dan ini bikin beban mental tersendiri.
  • Merasa Kurang PD (Self-Doubt): Pikiran seperti “Gue cukup kompeten enggak ya?” seringkali muncul dan merusak kepercayaan diri.

Gejala fisiknya pun beragam, mulai dari gemetaran, suara serak, hingga pikiran yang tiba-tiba kosong (blank). Tapi ingat, semua ini bisa diatasi!

Persiapan Sebelum Interview Agar Terhindar dari Grogi

Persiapan Sebelum Interview
Sumber foto: Freepik

Cara mencegah grogi saat interview yang pertama adalah persiapan. Persiapan yang matang adalah 70% dari kemenangan kamu. Semakin banyak yang kamu tahu, semakin kecil ruang untuk rasa takut.

1. Lakukan Riset Mendalam

Jangan datang dengan tangan kosong. Pelajari profil perusahaan, apa yang mereka kerjakan, dan nilai-nilai apa yang mereka pegang. Baca deskripsi pekerjaan dengan teliti. Semakin kamu paham apa yang mereka cari, semakin tenang kamu saat menjawab pertanyaan mereka.

2. Simulasi atau Mock Interview

Coba ajak teman atau anggota keluarga untuk pura-pura jadi pewawancara. Minta mereka memberikan pertanyaan yang menjebak agar kamu terbiasa berpikir cepat. Berlatih menjawab dengan suara keras sangat membantu agar lidah kamu enggak kaku saat hari-H.

3. Buat “Contekan” Interview

The Muse menyarankan untuk membuat catatan kecil di HP atau buku catatan. Tulis poin-poin penting seperti:

  • Pencapaian terbesarmu yang relevan dengan posisi tersebut.
  • Nama pewawancara (jika sudah tahu).
  • Pertanyaan yang ingin kamu ajukan ke mereka.
  • Alamat dan jam interview.

4. Visualisasikan Kesuksesan

Terdengar cheesy? Mungkin. Tapi teknik ini dipakai oleh atlet elit dunia, lho! Cari tempat tenang, tutup mata, dan bayangkan kamu berjalan masuk ke ruangan, berjabat tangan dengan mantap, dan menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Visualisasi membantu otak kamu merasa “sudah pernah melakukan ini sebelumnya,” sehingga rasa takut berkurang.

Baca juga: 12 Ciri-Ciri HRD Enggak Tertarik Saat Interview dan Cara Menyikapinya 

Cara Mencegah Grogi saat Interview

Tips Menenangkan Diri Sebelum Interview
Sumber foto: Freepik

Sudah sampai di lokasi atau siap-siap di depan laptop buat Zoom call? Lakukan hal ini agar tetap tenang:

1. Datang Lebih Awal (Tapi Jangan Terlalu Awal)

Datanglah sekitar 15-20 menit sebelum jadwal. Ini memberikanmu waktu untuk bernapas, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mengecek penampilan. Kalau terlalu awal (misal 1 jam sebelumnya), kamu malah bakal kelamaan nunggu dan makin cemas.

2. Praktikkan Metode S.T.O.P

Ini adalah teknik mental dari The Muse untuk mengatasi stres instan:

  • S (Stop): Berhenti sejenak dari apa pun yang kamu lakukan.
  • T (Take a breath): Ambil napas dalam-dalam.
  • O (Observe): Amati apa yang kamu rasakan tanpa menghakiminya.
  • P (Proceed): Lanjutkan dengan niat yang lebih tenang.

3. Teknik Pernapasan Perut

Very Well Mind menyarankan pernapasan perut untuk menenangkan sistem saraf. Tarik napas lewat hidung selama 4 detik hingga perut mengembang, tahan sebentar, lalu buang lewat mulut perlahan selama 6 detik. Ini mengirim sinyal ke otak bahwa kamu dalam keadaan aman.

4. Perhatikan Penampilan

Pakailah baju yang rapi dan membuatmu merasa percaya diri. Kalau kamu merasa penampilanmu oke, secara otomatis mood dan tingkat kepercayaan dirimu bakal naik.

Saat Berada di Depan Interviewer

Saat Berada di Depan Interviewer
Sumber foto: Freepik

Ingat, interview itu komunikasi dua arah, bukan interogasi polisi. Gini saat kamu berada di depan interviewer!

1. Fokus pada Bahasa Tubuh

Postur tubuh yang tegak, kontak mata yang pas, dan senyuman ramah bukan cuma buat meyakinkan pewawancara, tapi juga buat “menipu” otak kamu sendiri agar merasa lebih berani. Jangan lupa, kalau ditawari minum, terima saja! Meminum seteguk air bisa jadi alasan buat kamu berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan yang sulit.

2. Ubah Pola Pikir: Ini Hanya Percakapan

Ubah cara pandangmu. Kamu bukan lagi “diuji”, tapi lagi “ngobrol” buat melihat apakah kamu dan perusahaan cocok satu sama lain. Pewawancara juga manusia, lho. Mereka sebenarnya berharap kamu adalah kandidat yang tepat biar tugas mereka mencari orang cepat selesai.

3. Jangan Takut Ambil Jeda

Kalau ditanya sesuatu yang sulit, jangan panik dan langsung “ngasal”. Boleh banget bilang, “Pertanyaan yang bagus, izinkan saya berpikir sejenak ya.” Mengambil waktu beberapa detik untuk merangkai jawaban menunjukkan bahwa kamu orang yang reflektif dan teliti.

4. Jadilah Diri Sendiri (Be Authentic)

enggak perlu akting jadi orang lain yang sempurna. Bersikap jujur dan apa adanya jauh lebih menarik bagi rekruter. Kalau kamu sedikit gugup di awal, enggak apa-apa untuk mengakuinya dengan santai, itu justru menunjukkan sisi kemanusiaanmu.

Setelah Interview Selesai: Rayakan!

Setelah Interview Selesai: Rayakan
Sumber foto: Freepik

Apapun hasilnya, kamu sudah berani menghadapi tantangan tersebut.

  • Kasih Self-Reward: Setelah keluar ruangan, lakukan hal yang menyenangkan. Beli kopi favorit, nonton film, atau sekadar jalan-jalan di taman. Ini penting agar otak kamu enggak cuma mengingat interview sebagai hal yang bikin stres, tapi juga ada “hadiahnya”.
  • Jangan Terlalu Overthinking: Berhenti memikirkan “Duh, tadi harusnya gue ngomong gitu!”. Evaluasi secukupnya untuk belajar di masa depan, tapi jangan disesali terus-menerus.

Baca juga: 6 Persiapan Interview Bahasa Inggris Agar Lancar Berbicara dengan HR 

Mengetahui cara mencegah grogi saat interview bukan berarti kamu harus menghilangkan rasa gugup sama sekali, tapi lebih ke cara mengelolanya. Ingatlah kutipan dari Katie Roberts dari Katie Roberts Career Consulting: “Ingatlah ini bukan hanya tentang mereka mewawancarai kamu. Ini juga kesempatan buat kamu mencari tahu apakah organisasi itu tepat buat kamu.”

Jadikan setiap interview sebagai pengalaman belajar. Semakin sering kamu melakukannya, kamu akan semakin mahal dan terbiasa. Semangat, kamu pasti bisa!

Mau tahu lebih banyak insight seputar dunia kerja lainnya? Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle sekarang!

Cover: Freepik

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond