
6 Hal yang Jadi Sorotan di Film The Devil Wears Prada 2, Comeback-nya Bikin Heboh!
Setelah penantian panjang selama 20 tahun, akhirnya sekuel yang paling ditunggu-tunggu resmi mendarat di bioskop, yup The Devil Wears Prada 2!
Dalam sekuel ini ada banyak kejutan yang mungkin bakal bikin “wah” dengan jalan ceritanya. Kalau kamu mengira Andy Sachs masih bakal lari-lari membawakan kopi panas atau Miranda Priestly tetap melempar mantelnya ke meja asisten, siap-siap terkejut karena banyak hal yang sudah berubah drastis!
Sebelum nonton, atau bagi kamu yang udah nonton, yuk simak beberapa hal yang jadi sorotan dari film ini!
Baca juga: Old but Gold, 5 Film Barat Jadul yang Rilis Sebelum Tahun 2000-an
Sinopsis The Devil Wears Prada 2

Cerita di The Devil Wears Prada 2 mengambil latar dua dekade setelah kejadian di film pertama. Andy Sachs (Anne Hathaway) kini bukan lagi asisten yang kebingungan, melainkan seorang jurnalis berprestasi yang baru saja terkena PHK dari ruang redaksi lamanya. Di sisi lain, Runway Magazine sedang berada di ujung tanduk akibat gempuran media digital dan berbagai skandal.
Pemilik Runway kemudian menarik Andy untuk menjadi features editor guna mengembalikan kredibilitas majalah tersebut. Masalahnya? Penunjukan Andy ini dilakukan tanpa persetujuan sang editor legendaris, Miranda Priestly (Meryl Streep).
Konflik makin memanas saat Andy harus berhadapan dengan Miranda yang sedang berjuang mempertahankan kekuasaannya dari ancaman musuh lama, termasuk Emily Charlton (Emily Blunt) yang kini punya posisi mentereng di Dior.
6 Hal yang Jadi Sorotan di The Devils Wears Prada 2

Bagi kamu yang penasaran dengan The Devils Wears Prada 2, intip beberapa hal yang jadi sorotan ini, yuk!
1. Nostalgia yang Kena Banget

Salah satu daya tarik utama The Devils Wears Prada 2 adalah rasa nostalgia. Film ini berhasil menghidupkan kembali vibe ikonik dari film pertama tanpa terasa ketinggalan zaman.
Karakter-karakter lama seperti Andy, Miranda, hingga Emily Charlton (Emily Blunt) kembali hadir dengan dinamika baru yang lebih matang. Buat kamu yang tumbuh dengan film pertamanya, sekuel ini terasa seperti reuni yang emosional sekaligus seru.
Kekuatan nostalgia ini jadi salah satu alasan filmnya sukses besar di box office. Tapi bukan sekadar mengulang cerita lama, melainkan menyesuaikan dengan kondisi industri saat ini.
2. Menyoroti Konflik Dunia Media yang Lebih Relatable

Kalau di film pertama fokusnya lebih ke dunia fashion, kali ini ceritanya lebih luas, menyentuh perubahan besar di industri media.
Miranda harus menghadapi tekanan dari era digital, mulai dari clickbait, perubahan gaya kerja, sampai batasan HR yang bikin gaya kepemimpinannya jadi dipertanyakan. Sementara Andy ada di posisi yang serba dilematis: antara idealisme sebagai jurnalis dan tuntutan industri.
Konflik ini terasa dekat dengan realita sekarang, apalagi buat kamu yang kerja atau tertarik di dunia media dan kreatif. Film ini seperti kasih gambaran bahwa dunia kerja sekarang jauh lebih kompleks dibanding 20 tahun lalu.
3. Comeback Ikonik Para Cast Utama

Kembalinya empat pemeran utama jadi highlight yang nggak bisa dilewatkan. Selain Meryl Streep dan Anne Hathaway, ada juga Stanley Tucci dan Emily Blunt.
Menurut Deadline, kehadiran mereka jadi salah satu faktor yang bikin film ini langsung menarik perhatian sejak diumumkan. Bahkan, ini jadi salah satu comeback besar Meryl Streep di layar lebar setelah beberapa tahun lebih aktif di proyek streaming.
Chemistry antar karakter masih terasa kuat, tapi dengan perkembangan yang lebih realistis sesuai usia dan pengalaman mereka sekarang.
4. Fashion, Cameo, dan Dunia Glam yang Lebih Besar

Sebagai film yang berlatar industri fashion, visual tetap jadi kekuatan utama. Tapi di The Devils Wears Prada 2, skalanya terasa lebih besar.
Ada banyak cameo dari tokoh fashion dan pop culture, seperti Donatella Versace, Heidi Klum, hingga Lady Gaga yang juga menyumbangkan lagu untuk film ini.
Dilansir dari Variety, kehadiran cameo ini bukan cuma gimmick, tapi juga memperkuat dunia Runway yang terasa lebih hidup dan relevan dengan industri fashion modern.
Selain itu, setting seperti Milan Fashion Week bikin film ini terasa makin global dan visually pleasing.
5. Sukses Besar di Box Office

Nggak cuma ramai dibicarakan, The Devils Wears Prada 2 juga mencetak angka yang impresif. Dilansir dari CNBC dan Variety, film ini meraih sekitar $77 juta di Amerika Utara dan $233 juta secara global di akhir pekan pembukaannya.
Angka ini jauh melampaui film pertamanya yang rilis di tahun 2006. Bahkan, film ini disebut sebagai salah satu pembukaan terbesar untuk genre comedy-drama dalam beberapa tahun terakhir.
Menariknya, sekitar 76% penonton adalah perempuan, yang menunjukkan bahwa film ini masih punya daya tarik kuat untuk audiens yang sama—bahkan setelah 20 tahun.
6. Strategi Marketing yang Gila-gilaan

Disney benar-benar serius menggarap promosi film ini. Kamu mungkin pernah melihat tur “Giant Red Heel” (sepatu hak merah raksasa) yang muncul di berbagai ikon kota dunia. Kesuksesan film ini juga didorong oleh antusiasme penonton yang menjadikan menonton film ini sebagai sebuah event.
Dilansir dari CNBC, produser Wendy Finerman menyebutkan bahwa penonton di seluruh dunia datang ke bioskop dengan berdandan total, memakai sepatu merah, dan riasan wajah ala karakter film.
Baca juga: 7 Film Barat Seru di Netflix yang Jarang Diketahui, Tapi Wajib Ditonton!
Film The Devil Wears Prada 2 berhasil membuktikan bahwa drama komedi yang cerdas masih punya tempat di hati penonton, mengalahkan dominasi film superhero di bioskop tahun ini.
Jadi, apa kamu sudah siap melihat bagaimana Andy menyelamatkan dunia fashion sekali lagi? Pastikan kamu ajak teman-temanmu dan jangan lupa pakai outfit terbaikmu saat menonton The Devil Wears Prada 2 di bioskop!
—
Mau tahu informasi menarik lainnya seputar film dan drama? Jangan lupa gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle!
Comments
(0 comments)