gagal menampilkan data

Article

Gangguan Hormonal ‘PCOS’ Ganti Nama Jadi ‘PMOS’, Begini Penjelasan Para Ahli

Written by Adila Putri Anisya

Pernah dengar tentang PCOS (polycystic ovary syndrome)? Selama bertahun-tahun, istilah ini sering muncul saat kita membahas masalah hormon, jerawat membandel, hingga siklus haid yang berantakan. Namun, ada kabar penting buat kamu: mulai sekarang istilah PCOS diganti PMOS. Perubahan nama ini bukan sekadar gaya-gayaan, tapi merupakan langkah besar dalam dunia medis untuk memberikan perawatan yang lebih tepat bagi jutaan perempuan di seluruh dunia.

Keputusan besar ini diumumkan setelah kolaborasi selama 14 tahun antara para ahli dan pasien, yang puncaknya diterbitkan dalam jurnal kesehatan ternama The Lancet. Jadi, apa sih sebenarnya PMOS itu dan kenapa namanya harus berubah? 

Dilansir dari berbagai sumber tepercaya, yuk simak penjelasannya!

Baca juga: Mengenal PCOS dan Gejalanya yang Bisa Kamu Prediksi Sejak Dini

PCOS Sekarang Resmi Disebut PMOS

PCOS Sekarang Resmi Disebut PMOS
Sumber foto: Magnific

Dulu, kondisi ini dikenal sebagai polycystic ovary syndrome atau PCOS. Kini, namanya berubah menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS). Perubahan ini diumumkan melalui jurnal medis The Lancet setelah proses diskusi panjang selama lebih dari 10 tahun yang melibatkan ribuan pasien, dokter, dan peneliti dari berbagai negara.

Dilansir dari PBS, para ahli menilai nama “PCOS” selama ini kurang akurat. Banyak orang mengira kondisi ini hanya berkaitan dengan kista di ovarium, padahal faktanya bukan sesederhana itu.

Dr. Melanie Cree, ahli endokrinologi dari University of Colorado Anschutz, mengatakan bahwa sebenarnya yang muncul di ovarium bukanlah kista seperti yang dipahami kebanyakan orang. Karena itu, nama lama dianggap membingungkan dan membuat banyak kasus salah diagnosis.

Kenapa Nama PCOS Dianggap Kurang Tepat?

Kenapa Nama PCOS Dianggap Kurang Tepat?
Sumber foto: Magnific

Selama bertahun-tahun, banyak perempuan mengira PCOS hanya masalah kesuburan atau ovarium saja. Padahal, kondisi ini juga berhubungan dengan hormon, metabolisme tubuh, insulin, kesehatan mental, hingga risiko penyakit jangka panjang.

Dilansir dari The Scientist, struktur kecil di ovarium yang dulu disebut “kista” sebenarnya adalah folikel telur yang belum berkembang sempurna. Bahkan, enggak semua penderita memiliki kondisi ovarium seperti itu.

Nama PMOS dianggap lebih mewakili kondisi sebenarnya karena:

  • Polyendocrine → melibatkan banyak sistem hormon dalam tubuh
  • Metabolic → berkaitan dengan metabolisme, insulin, dan risiko diabetes
  • Ovarian → tetap berhubungan dengan masalah ovulasi dan kesuburan

Jadi, perubahan “PCOS diganti PMOS” ini dibuat supaya masyarakat dan tenaga medis memahami bahwa kondisi ini bukan hanya soal ovarium, tapi kondisi hormonal dan metabolik yang kompleks.

Gejala PMOS yang Perlu Kamu Kenali

Gejala PMOS yang Perlu Kamu Kenali
Sumber foto: Magnific

Gejala PMOS bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang gejalanya cukup ringan, tapi ada juga yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa gejala PMOS yang paling umum antara lain:

  • Siklus haid enggak teratur
  • Jerawat parah
  • Rambut tumbuh berlebih di wajah atau tubuh
  • Rambut rontok seperti pola kebotakan pria
  • Berat badan mudah naik
  • Sulit hamil
  • Mudah lelah
  • Gangguan suasana hati atau cemas

Pada beberapa kasus, PMOS juga bisa menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh sulit mengontrol gula darah sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Baca juga: Cek Sekarang! Ini Tanda-tanda PCOS pada Wanita di Usia 20-an 

PMOS Bukan Cuma Soal Kesuburan

PMOS Bukan Cuma Soal Kesuburan
Sumber foto: Magnific

Selama ini banyak orang hanya menghubungkan PCOS dengan susah hamil. Padahal, dampaknya bisa lebih luas dari itu.

Menurut para peneliti, PMOS juga berkaitan dengan peningkatan risiko:

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Sleep apnea
  • Fatty liver
  • Depresi dan anxiety
  • Gangguan metabolisme

Karena itulah, dokter berharap pergantian nama ini bisa membuat penanganan pasien jadi lebih menyeluruh, bukan hanya fokus pada reproduksi saja.

Dilansir dari PBS, banyak pasien sebelumnya merasa keluhannya diremehkan atau dianggap hanya masalah berat badan dan haid enggak teratur. Dengan nama baru ini, diharapkan dokter bisa lebih aware terhadap keseluruhan kondisi pasien.

Apakah Diagnosis dan Pengobatannya Berubah?

Apakah Diagnosis dan Pengobatannya Berubah?
Sumber foto: Magnific

Meski sekarang namanya PMOS, sebenarnya kriteria diagnosisnya masih sama seperti sebelumnya. Jadi, kalau kamu sudah pernah didiagnosis PCOS, enggak perlu melakukan tes ulang hanya karena pergantian nama ini.

Penanganan PMOS juga masih fokus pada perubahan gaya hidup dan pengelolaan gejala.

Beberapa langkah yang biasanya disarankan dokter antara lain:

  • Mengurangi makanan ultra-proses
  • Rutin olahraga
  • Tidur cukup
  • Menjaga berat badan tetap stabil
  • Mengelola stres

Selain itu, dokter juga bisa memberikan obat tertentu seperti metformin untuk membantu sensitivitas insulin atau terapi hormonal sesuai kondisi masing-masing pasien.

Dr. Sarah Hutto dari University of Minnesota menjelaskan bahwa penanganan PMOS harus disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasien. Ada yang fokus pada program hamil, ada juga yang lebih ingin mengatasi jerawat, gangguan haid, atau masalah metabolisme.

Kenapa Perubahan Nama Ini Penting?

Kenapa Perubahan Nama Ini Penting?
Sumber foto: Magnific

Buat sebagian orang, mengganti nama mungkin terdengar sepele. Tapi di dunia medis, nama penyakit bisa memengaruhi cara dokter mendiagnosis, cara pasien memahami tubuhnya, hingga arah penelitian di masa depan.

Dilansir dari The Scientist, banyak perempuan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya mendapat diagnosis yang tepat. Bahkan, banyak yang awalnya dianggap hanya mengalami masalah berat badan biasa atau gangguan hormonal ringan.

Dengan nama PMOS, kondisi ini diharapkan lebih mudah dipahami sebagai gangguan hormonal dan metabolik yang memerlukan perhatian serius sejak dini.

Perubahan “PCOS diganti PMOS” juga diharapkan membuat remaja perempuan yang mulai menunjukkan gejala bisa lebih cepat mendapatkan bantuan dan perawatan yang tepat.

Baca juga: Daftar Manfaat Spearmint Tea: Bisa Atasi Jerawat Hormon dan PCOS? 

Gimana menurutmu soal penggantian nama ini? Jadi, sekarang kalau kamu mendengar istilah “PCOS diganti PMOS”, kamu sudah tahu alasan di balik perubahan penting ini.

Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle untuk tahu info ter-update lainnya!

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond