gagal menampilkan data

Article

6 Series dan Film Tentang Beauty Standard yang Bikin Kamu Belajar Self Love!

Written by Tania Kresna

Sadar enggak sih, media sosial sering menjadi media untuk membentuk sebuah beauty standard di era sekarang? Tren untuk tampil cantik seringkali berubah-ubah, seakan-akan beauty standard atau standar kecantikan itu dibentuk dari sebuah algoritma di media sosial.

Beberapa film di bawah ini, menceritakan gimana standar kecantikan itu berpotensi untuk membuat seseorang selalu merasa ‘kurang’ dengan dirinya sendiri. Bagi kamu yang mau belajar self-love, yuk tonton beberapa film dan series berikut ini!

Baca juga: Lagu-lagu tentang Self Love yang Bisa Membangun Kepercayaan Dirimu Lagi

1. True Beauty (2020)

Sumber foto: tvN

Film satu ini dimainkan oleh Moon Ga Young, yang berperan sebagai Im Joo-Kyung yang sering kali di-bully oleh teman dan juga keluarganya karena penampilannya yang dianggap jelek.

Akhirnya, ia belajar make-up lewat tutorial di Youtube membuat dirinya menjadi perempuan tercantik di sekolah barunya. 

Di samping kisah cinta segitiga yang menjadi pelengkap drama romance-comedy ini, series ini ngebahas make-up bisa jadi topeng untuk sebagai cara supaya enggak lagi di-bully karena penampilan. 

Tapi di satu sisi, dirinya merasa lelah karena harus hidup dengan dua identitas yang berbeda hanya karena tekanan untuk tampil cantik mengikuti beauty standard yang ada.

  • Available on: Netflix, Viki, Viu

2. Legally Blonde (2001)

Sumber foto: MGM Studios

Film coming of age satu ini menceritakan kalau stereotip tentang perempuan cantik dan feminin enggak cukup ‘cerdas’. Elle Woods, seorang perempuan yang ingin membuktikan kalau stereotip itu salah.

Perempuan sangat bisa untuk menjadi cantik dan cerdas. Dua hal ini bukan sesuatu yang harus dipilih tapi justru bisa saling beriringan sehingga perempuan bisa lebih berdaya.

Meskipun film ini sudah rilis lama, tapi masih cukup relevan karena stereotip ini masih masih ada di tengah masyarakat. Secara enggak langsung, film ini juga mengajarkan bagaimana kisah romansa yang gagal bisa menjadi titik balik yang baik.

Elle Woods menampilkan sosok perempuan yang percaya diri dan unik dengan menjadi dirinya sendiri. 

Selain ceritanya yang ringan, fun, dan terasa enggak menggurui. Banyak dialog-dialog yang ikonik dan tampilan wardrobe film ini terasa stylish dengan fasyen Y2K yang trendy dengan nuansa 2000-an awal.

  • Available on: Prime Video

3. Dumplin’ (2018)

Sumber foto: Youtube/ONEMEDIA

Willowdean, anak plus-size body dari mantan ratu kecantikan, nekat ikut daftar kontes kecantikan yang diinisiasi oleh ibunya. 

Ekspektasi yang bertolak belakang dengan sang ibu pada arti ‘kecantikan’, dengan bergabungnya Will di kontes tersebut sebagai aksi protes dirinya untuk membuktikan bahwa kondisi fisiknya bukanlah kelemahan. 

Seperti film Legally Blonde, film ini juga memberikan pesan bahwa perempuan bisa tampil berani dan percaya diri dengan apapun kondisi dirinya. 

Ibarat menyelam sambil minum air, aksi Will ini juga menjadi perjalanan dirinya menemukan jati diri. Alur pada film ini yang terasa enggak memaksa, terlihat dari proses Will yang juga enggak sepenuhnya langsung percaya diri, masih ada rasa insecure dan overthinking di beberapa momen. 

Film ini cukup heartwarming dan empowering. Selain itu, hal lain yang buat film ini terasa spesial yaitu pemilihan soundtrack-nya yang pas. 

  • Available on: Netflix

Baca juga: 6 Buku Self Improvement Terbaru 2026 Agar Hidupmu Lebih Terarah dan Bahagia

4. Barbie (2023)

Sumber foto: FILMGRAB

Bercerita mengenai boneka Barbie yang hidup di Barbieland. Kehidupan Barbie kala itu begitu sempurna sampai akhirnya ia kondisi kakinya berubah menjadi ‘flat feet’ yang membuat kakinya enggak lagi ‘berjinjit’.

Selain ‘flat feet’, kemampuan terbang Barbie yang hilang membuat dirinya akhirnya diusir dari dunianya karena dianggap enggak wajar seperti Barbie lainnya.

Kondisi ini Barbie yang selalu tampil sempurna tiba-tiba mempertanyakan jati dirinya membuat ia akhirnya berpetualang ke dunia nyata.

Di film ini, sosok Barbie memberikan metafora berupa tekanan menjadi sempurna. Bukan kesempurnaan yang membuat manusia lebih otentik, namun menjadi manusia seutuhnya dengan segala kekurangan yang dimiliki jauh lebih penting.

Kalau akhir-akhir ini kamu lagi ngerasa capek untuk selalu tampil ‘stand out and on’ di depan orang lain, film ini bisa jadi reminder; that you are not perfect, and you do not have to be.

  • Available on: Max

5. Mask Girl (2023)

Sumber foto: Rotten Tomatoes

Film serial drama korea satu ini bercerita tentang Kim Mo Mi, seorang karyawan kantoran biasa yang selalu merasa insecure dengan penampilannya. Ia memiliki mimpi untuk dapat menari dan tampil di depan umum. Untuk mewujudkan mimpi ini, ia membangun internet personality dengan menjadi online streamer di internet tiap malam.

“Mask Girl” jadi nama panggung dirinya di internet. Di kehidupannya sebagai “Mask Girl”, banyak viewers-nya yang mengagumi dirinya. Namun, terjadi sebuah peristiwa yang membuat ia harus terjebak di situasi yang mengharuskan dirinya untuk menjalankan identitas baru.

Film ini memberikan gambaran sisi gelap saat beauty standard yang akhirnya membawa seseorang pada rasa insecurity yang berlebihan hingga menjadi bencana pada identitasnya sendiri.

Secara enggak langsung, film ini ingin kamu ingat kalau identitas dirimu bukan soal bagaimana pandangan orang lain melihatmu, melainkan bagaimana kamu bisa melihat dan menerima dirimu sendiri apa adanya.

Film ini memberikan kesan yang agak dark, intense, dan cukup bikin kamu mikir keras. Kalau kamu suka film yang intens dan bikin penasaran, film ini cukup worth untuk ditonton.

  • Available on: Netflix

6. The Substance (2024)

Sumber foto: FILMGRAB

Film ini bercerita tentang Elisabeth Sparkle, seorang perempuan berprofesi sebagai bintang televisi berusia 50 tahun yang dipecat karena dikritik sudah ‘terlalu tua’. Akibatnya, ia mencari cara untuk menciptakan versi dirinya yang lebih muda dan sempurna. 

Sebuah agensi misterius memberikan solusi dengan menawarkan sebuah obat eksperimental yang perlu dikonsumsi dengan ketentuan yang harus dipatuhi.

Film ini memberikan kesan body horror dengan visualisasi sebuah obsesi akan kecantikan dan awet muda pada perempuan yang pada kenyataannya obsesi ini hanya membawa kehancuran pada dirinya sendiri karena standar yang enggak pernah bisa dicapai.

Disclaimer! graphic film ini cukup disturbing. Pastikan kamu siap untuk nontonnya ya! Yang buat film ini wajib ditonton karena cukup menggambarkan fenomena diskriminasi pada perempuan di dunia industri.

  • Available on: Mubi, Max

Dari drama korea yang ringan sampai body horror Hollywood, semua series dan film tadi punya pesan yang sama untuk disampaikan bahwa menjadi cantik adalah menjadi dirimu sendiri.

Riset menunjukkan kalau genuineness merupakan daya tarik yang paling kuat dibanding penampilan fisik. Dengan kata lain, seseorang yang bisa nyaman dengan apa yang ia miliki secara alami lebih menarik dan otentik.

Baca juga: 8+ Film Wanita Karier yang Relatable untuk Gen Z, Ada The Devil Wears Prada 2!

Berbagi informasi seru dan menarik lainnya dengan join komunitas WhatsApp Group Girls Beyond Circle.

Hai, teman-teman! Aku Tania Kresna, penulis artikel ini. Let’s connect on Linkedin/Instagram!

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond