gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

30+ Istilah Rekrutmen Kerja yang Wajib Diketahui Kandidat saat Interview dengan HR

Written by Adila Putri Anisya

Masuk ke dunia kerja baru emang sering bikin deg-degan, apalagi kalau kamu baru pertama kali ikut proses seleksi. Pas lagi baca lowongan atau ngobrol sama HRD, tiba-tiba keluar istilah asing yang bikin kamu bertanya dalam hati, “maksudnya apa, ya?”

Biar enggak bingung dan makin percaya diri, memahami istilah saat rekrutmen kerja itu penting banget, lho! Yuk, simak beberapa istilah dan penjelasannya di sini!

Baca juga: 20+ Istilah Dalam Dunia Kerja yang Wajib Diketahui Fresh Graduate! 

Daftar Istilah saat Rekrutmen Kerja

Daftar Istilah saat Rekrutmen Kerja
Sumber foto: Magnific

Saat interview, interviewer biasanya akan mengatakan istilah-istilah dunia kerja yang mana perlu dipahami oleh kandidat, terutama fresh graduate yang baru pertama kali masuk dunia kerja. 

Berikut beberapa istilahnya:

1. Approval

Sederhananya, approval artinya persetujuan dari pihak yang berwenang atau atasan. Dalam proses rekrutmen, istilah ini sering dipakai ketika HRD butuh persetujuan dari manajemen untuk meloloskan kandidat, mencairkan anggaran lowongan, atau menyetujui kontrak kerja baru.

2. Assessment Test

Ini adalah tes atau ujian yang dipakai rekruter untuk mengukur kemampuan kamu. Isinya bisa macem-macem, mulai dari tes psikologi (psikotes), tes logika, tes kepribadian, hingga tes kemampuan teknis yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar.

3. ATS (Applicant Tracking System)

Jangan heran kalau CV kamu belum dibaca manusia tapi udah ditolak. Bisa jadi karena perusahaan memakai ATS. ATS adalah sistem software pintar yang dipakai perusahaan untuk menyaring CV secara otomatis, melacak status pelamar, dan mengelola proses rekrutmen biar lebih cepat dan efisien.

4. Background Check

Sebelum kamu resmi diterima, rekruter biasanya bakal melakukan background check. Proses ini bertujuan untuk memverifikasi keaslian informasi yang kamu berikan di CV. Biasanya mereka akan mengecek riwayat pendidikan, rekam jejak pekerjaan terdahulu, bahkan hingga media sosial kamu.

5. Company Culture

Company culture atau budaya perusahaan adalah gabungan dari visi, misi, nilai-nilai, lingkungan kerja, alur kerja, hingga etika yang ada di suatu perusahaan. Setiap kantor punya budaya yang beda-beda, ada yang santai ala startup, ada juga yang formal banget.

6. Culture Fit / Cultural Fit

Masih nyambung sama poin sebelumnya, culture fit adalah tingkat kecocokan antara kepribadian, nilai-nilai, dan cara kerja kamu dengan budaya perusahaan. Rekruter enggak cuma nyari orang yang pintar secara teknis, tapi juga yang bisa nyambung dan klop sama tim yang sudah ada.

7. Feedback

Feedback artinya masukan, saran, atau evaluasi. Dalam rekrutmen, kamu bisa mendapatkan feedback setelah menyelesaikan tahapan tes atau wawancara. Masukan ini berguna banget buat tahu apa saja kelebihan kamu dan hal apa yang perlu kamu perbaiki ke depannya.

8. Fresh Graduate

Sebutan ini ditujukan buat kamu yang baru saja lulus sekolah atau kuliah (biasanya di bawah 1–2 tahun kelulusan) dan belum punya banyak pengalaman kerja profesional yang panjang.

9. Hands On

Kalau rekruter bilang posisi ini butuh orang yang hands on, artinya pekerjaan tersebut menuntut kamu untuk terjun langsung memegang dan menyelesaikan tugas-tugas teknis di lapangan, bukan cuma sekadar kasih perintah atau bikin konsep di atas kertas.

10. Headcount

Headcount adalah kuota atau jumlah total karyawan yang dibutuhkan dalam suatu tim, divisi, atau perusahaan. Istilah ini sering keluar saat HRD sedang menghitung apakah mereka punya slot anggaran untuk menambah karyawan baru atau tidak.

11. Headhunting

Ini adalah metode rekrutmen yang “jemput bola”. Alih-alih pasang lowongan kerja dan nunggu pelamar datang, rekruter (disebut headhunter) yang akan aktif mencari, mendekati, dan merayu kandidat potensial yang biasanya sudah berpengalaman atau punya keahlian khusus buat pindah ke perusahaan mereka.

12. Hiring Freeze

Ada kalanya perusahaan tiba-tiba menghentikan sementara seluruh proses perekrutan karyawan baru karena alasan efisiensi anggaran atau perubahan strategi bisnis. Kondisi ini disebut dengan hiring freeze.

13. HR Interview

Ini adalah sesi wawancara awal bareng tim Human Resources (HR). Di tahap ini, kamu jangan terlalu pusing mikirin hal teknis. HR biasanya lebih fokus menggali latar belakang pendidikan, kepribadian, motivasi kamu melamar, hingga ekspektasi gaji yang kamu inginkan.

Bagi kamu yang sedang aktif mengirim lamaran, sangat disarankan untuk mencatat dan memahami setiap istilah saat rekrutmen kerja ini agar proses interview berjalan lancar.

14. Job Description (JD)

Biasanya disingkat JD, istilah ini merinci apa saja tugas, tanggung jawab, fungsi, hingga kualifikasi serta keterampilan yang wajib kamu miliki untuk posisi yang sedang dibuka tersebut. Pastikan kamu baca JD dengan teliti sebelum apply, ya!

15. Job Offer / Offering Letter

Ini dia surat cinta yang paling ditunggu-tunggu! Job offer atau offering letter adalah surat penawaran resmi dari perusahaan yang menyatakan kalau kamu lolos seleksi dan diajak bergabung. Di dalamnya tercantum detail posisi, komponen gaji, tunjangan (benefit), tanggal mulai kerja, dan syarat-syarat lainnya.

16. KPI (Key Performance Indicator)

Setelah diterima kerja, performa kamu bakal diukur lewat KPI. KPI adalah indikator atau target terukur yang ditetapkan perusahaan untuk menilai apakah kinerja kamu selama ini sudah mencapai target atau belum. Tiap posisi pasti punya KPI yang beda-beda.

17. Noted

Istilah super populer di dunia kerja. Noted artinya pesan atau instruksi sudah diterima, dibaca, dan dipahami. Biasanya sering dipakai saat membalas email atau pesan singkat dari rekruter atau atasan.

18. Notice Period

Notice period adalah jangka waktu pemberitahuan yang wajib kamu jalani setelah mengajukan surat pengunduran diri sebelum benar-benar resmi keluar dari kantor lama (umumnya 30 hari atau one month notice). Istilah ini sering ditanyakan HRD buat tahu kapan kamu bisa mulai kerja di tempat baru.

19. Onboarding

Proses onboarding adalah masa-masa pengenalan saat kamu baru pertama kali masuk kerja. Di tahap ini, kamu bakal dibantu buat adaptasi lewat orientasi kantor, dikenalin ke rekan kerja, dijelasin alur kerja, hingga diberi pelatihan awal.

20. Outsourcing

Outsourcing adalah sistem di mana perusahaan menggunakan bantuan pihak ketiga (agensi/perusahaan penyalur) untuk menyediakan tenaga kerja guna mengisi posisi tertentu di perusahaannya.

21. Performance Appraisal

Biasa dikenal sebagai penilaian pencapaian kerja berkala. Perusahaan akan mengevaluasi kinerja, kontribusi, dan perkembangan kompetensi kamu selama periode tertentu (biasanya per 6 bulan atau 1 tahun) yang nantinya berpengaruh ke bonus atau kenaikan jabatan.

22. Phone Interview

Wawancara singkat via telepon yang biasanya dilakukan rekruter di awal proses rekrutmen. Tujuannya adalah untuk follow-up kilat, melakukan konfirmasi data di CV, dan melihat ketertarikan awal kamu terhadap posisi tersebut.

23. Probation

Probation adalah masa percobaan kerja yang wajib dilewati karyawan baru sebelum diangkat jadi karyawan tetap. Biasanya masa probation ini berlangsung selama 3 hingga 6 bulan untuk menilai apakah kinerja dan sikap kamu beneran cocok sama ekspektasi perusahaan.

24. Reference Check

Mirip background check, tapi proses reference check lebih spesifik di mana rekruter akan menghubungi orang referensi yang kamu cantumkan (biasanya mantan atasan atau rekan kerja terdahulu) untuk menanyakan testimoni langsung soal cara kerja dan kepribadianmu.

25. Resign

Kata yang sudah sangat akrab di telinga anak muda. Resign artinya mengundurkan diri atau keluar dari pekerjaan secara sukarela dan resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku di perusahaan.

26. Retention

Dari sisi perusahaan, retention (retensi karyawan) adalah berbagai upaya atau strategi yang dilakukan manajemen agar karyawan yang berprestasi merasa nyaman, dihargai, dan betah bekerja di sana dalam jangka waktu yang lama.

27. Screening CV

Ini adalah filter pertama dalam rekrutmen. Rekruter akan membaca dan menyeleksi ratusan CV yang masuk untuk melihat apakah pengalaman, latar belakang pendidikan, dan skill yang kamu tulis sudah sesuai dengan kriteria minimal yang mereka cari.

28. Shortlist / Shortlisted Candidate

Kandidat yang namanya masuk ke dalam shortlist artinya berhasil lolos dari tahap seleksi awal (seperti seleksi CV atau tes dasar) dan berhak maju ke tahapan berikutnya yang lebih intens, seperti wawancara user.

29. Sourcing

Sourcing adalah langkah paling awal dari tim rekruter untuk mengidentifikasi, mencari, dan mengumpulkan calon-calon kandidat potensial dari berbagai media (LinkedIn, portal lowongan kerja, atau komunitas bisnis) untuk memenuhi kebutuhan talenta perusahaan.

30. Technical Test

Berbeda dengan psikotes, technical test atau tes teknis fokus menguji skill praktik nyata yang berkaitan langsung dengan posisi incaranmu. Contohnya, tes coding buat kamu yang melamar jadi programmer, atau tes menulis artikel buat posisi content writer.

31. Turnover

Turnover adalah angka persentase keluar-masuknya karyawan di suatu perusahaan dalam periode tertentu. Kalau angka turnover sebuah perusahaan sangat tinggi, itu bisa jadi lampu kuning bagi pelamar karena menandakan banyak karyawan yang enggak betah di sana.

32. User Interview

Kalau tahapan HR interview lolos, kamu bakal lanjut ke user interview. Di sini kamu akan diwawancarai langsung oleh calon atasan (Supervisor, Manager, atau Direktur) dari divisi tempat kamu bakal bekerja. Pertanyaannya bakal jauh lebih teknis, mendalam, dan seputar studi kasus pekerjaan sehari-hari.

33. Workflow

Workflow adalah alur kerja atau urutan langkah-langkah yang sistematis yang harus dilewati oleh tim untuk menyelesaikan suatu proyek atau pekerjaan dari awal sampai beres.

Baca juga: [QUIZ] Bahasa ‘Korporat’ di Dunia Kerja, Yuk Coba Tebak Artinya! 

Nah, itu dia 30 lebih istilah saat rekrutmen kerja di atas, dengan memahaminya, kamu enggak bakal bingung lagi deh pas dapet email panggilan atau saat ngobrol langsung dengan rekruter. 

Persiapkan dirimu dengan matang, pahami istilahnya, dan semoga sukses mendapatkan pekerjaan impianmu, ya!

Gabung komunitas Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu insight seputar dunia kerja lainnya!