gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Rambut Rontok Terus di Usia 20-an? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Kamu Tahu

Written by Adila Putri Anisya

Pernah panik karena setiap keramas atau menyisir rambut, helaian rambut yang rontok terasa lebih banyak dari biasanya? Rambut rontok usia 20-an ternyata bukan hal yang jarang terjadi. 

Banyak orang mengira rambut rontok hanya dialami mereka yang berusia di atas 40 tahun, padahal masalah ini juga bisa muncul sejak usia muda. Penyebabnya pun beragam, mulai dari faktor genetik, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu. 

Jadi, apa penyebab, kapan harus panik, dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga: 5 Rekomendasi Hair Product untuk Kamu yang Sering Catokan, Ada dari Kérastase 

Kenapa Rambut Rontok Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Kenapa Rambut Rontok Bisa Terjadi di Usia 20-an?
Sumber foto: Magnific

Meski masih tergolong muda, ada banyak faktor yang bisa memicu rambut rontok. Dilansir dari Oxford Online Pharmacy, kerontokan rambut di usia 20-an biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu.

Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

1. Faktor Genetik

Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki riwayat kebotakan atau rambut menipis sejak usia muda, kemungkinan kamu juga bisa mengalaminya. Kondisi ini dikenal sebagai androgenetic alopecia atau kebotakan berpola yang dapat mulai muncul sejak usia 20-an.

2. Stres Berlebihan

Tekanan pekerjaan, tugas kuliah, masalah pribadi, atau kurang tidur dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium. Pada kondisi ini, rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat sehingga jumlah rambut yang rontok menjadi lebih banyak dari biasanya.

3. Kekurangan Nutrisi

Rambut membutuhkan berbagai nutrisi agar tetap sehat. Kekurangan zat besi, zinc, vitamin D, vitamin C, biotin, protein, hingga folat dapat memengaruhi pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerontokan.

Diet yang terlalu ketat atau pola makan yang enggak seimbang juga bisa menjadi penyebabnya.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon enggak hanya terjadi saat pubertas. Gangguan hormon akibat masalah tiroid maupun kondisi seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) pada perempuan juga dapat menyebabkan rambut menipis secara perlahan.

5. Terlalu Sering Styling Rambut

Kebiasaan menggunakan catokan, hair dryer bersuhu tinggi, bleaching, smoothing, hingga mewarnai rambut terlalu sering dapat membuat batang rambut lebih rapuh dan mudah patah. Selain itu, mengikat rambut terlalu kencang setiap hari juga bisa memicu traction alopecia atau rambut rontok akibat tarikan.

Jenis Rambut Rontok yang Perlu Dikenali

Jenis Rambut Rontok yang Perlu Dikenali
Sumber foto: Pexels

enggak semua rambut rontok memiliki penyebab yang sama. Berikut beberapa jenis kerontokan yang paling sering terjadi.

1. Telogen Effluvium

Kerontokan terjadi secara menyeluruh di seluruh kepala. Biasanya muncul beberapa bulan setelah mengalami stres berat, sakit, demam tinggi, atau penurunan berat badan yang drastis. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan rambut dapat tumbuh kembali setelah penyebabnya teratasi.

2. Alopecia Areata

Dilansir dari Healthline, alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok membentuk area botak berbentuk bulat. Kondisi ini terjadi karena sistem imun menyerang folikel rambut.

3. Androgenetic Alopecia

Jenis ini dipengaruhi faktor keturunan. Pada pria biasanya ditandai garis rambut yang mulai mundur di bagian depan atau muncul kebotakan di puncak kepala. Sementara pada perempuan, rambut cenderung menipis secara bertahap di bagian belahan rambut.

Baca juga: 5 Hair Oil yang Bikin Rambut Tahan Polusi, Cocok Buat Kamu Anak Transportasi Umum 

Kapan Rambut Rontok Harus Diperiksa ke Dokter?

Kapan Rambut Rontok Harus Diperiksa ke Dokter?
Sumber foto: Magnific

Kerontokan sekitar 50–100 helai rambut per hari masih tergolong normal. Namun, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit apabila kamu mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Rambut rontok dalam jumlah sangat banyak setiap hari.
  • Muncul area botak secara tiba-tiba.
  • Kulit kepala terasa gatal, nyeri, atau bersisik.
  • Rambut terus menipis selama beberapa bulan.
  • Kerontokan disertai gejala lain seperti tubuh mudah lelah atau berat badan berubah drastis.

Dilansir dari Healthline, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan riwayat kesehatan. Pada beberapa kasus, pemeriksaan darah juga diperlukan untuk mengetahui apakah ada kekurangan nutrisi atau gangguan hormon.

Cara Mengatasi Rambut Rontok di Usia 20-an

Cara Mengatasi Rambut Rontok di Usia 20-an
Sumber foto: Pexels

Penanganan rambut rontok harus disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah yang bisa mulai kamu lakukan.

1. Perbaiki Pola Makan

Perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan omega-3. Nutrisi yang cukup membantu menjaga kesehatan folikel rambut sekaligus mendukung pertumbuhan rambut baru.

2. Kelola Stres

Meluangkan waktu untuk berolahraga, tidur cukup, meditasi, atau melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu mengurangi stres yang menjadi salah satu pemicu kerontokan.

3. Rawat Rambut dengan Lembut

Kurangi penggunaan alat styling bersuhu tinggi dan hindari mengikat rambut terlalu kencang. Gunakan sampo yang sesuai dengan kondisi kulit kepala serta sisir rambut secara perlahan agar enggak mudah patah.

4. Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter

Menurut Oxford Online Pharmacy, beberapa kasus kerontokan dapat ditangani menggunakan obat seperti minoxidil atau terapi lain sesuai hasil pemeriksaan dokter. Jangan menggunakan obat rambut tanpa konsultasi terlebih dahulu karena penyebab kerontokan setiap orang bisa berbeda.

Bisakah Rambut Tumbuh Kembali?

Bisakah Rambut Tumbuh Kembali?
Sumber foto: Magnific

Jawabannya tergantung penyebabnya. Jika kerontokan dipicu oleh stres, kekurangan nutrisi, atau gangguan kesehatan yang dapat diatasi, rambut umumnya memiliki peluang untuk tumbuh kembali.

Namun, apabila penyebabnya adalah faktor genetik, pertumbuhan rambut mungkin memerlukan penanganan khusus agar kerontokan enggak semakin parah. Karena itu, semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mempertahankan kesehatan rambut.

Baca juga: Tahun Baru, Penampilan Baru! 5+ Rekomendasi Salon Potong Rambut Andalan di Jakarta 

Mengalami rambut rontok usia 20-an memang bisa membuat rasa percaya diri menurun, tetapi kamu enggak perlu langsung panik. Banyak kasus kerontokan yang masih bisa diatasi. Jika rambut rontok terasa semakin parah atau berlangsung terus-menerus, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kulit!

Gabung komunitas Girls Beyond Circle yuk, dapatkan insight menarik lainnya seputar personal care!