
Stop Hanya Kejar Kulit Glowing! dr. Giovanni Ungkap Rahasia Kulit Sehat yang Sering Diabaikan
Media sosial sering dipenuhi foto dan video orang dengan kulit yang terlihat glowing, mulus, dan tanpa cela. Hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa kulit sehat harus selalu tampak sempurna setiap saat. Padahal, kenyataannya bukan seperti itu.
Menurut dr. Giovanni Mustopo, Skincare Educator, kondisi kulit bisa berubah karena banyak faktor, mulai dari cuaca, stres, hingga aktivitas sehari-hari. Karena itu, daripada terus mengejar kulit glowing, lebih penting untuk memastikan kulit tetap sehat dan memiliki skin barrier yang kuat.
Penasaran bagaimana cara menjaga kulit tetap sehat dan apa saja kebiasaan yang justru diam-diam merusak skin barrier? Simak penjelasan lengkap dari dr. Giovanni berikut ini.
Baca juga: 5 Minuman Anti-Aging yang Mudah Dibuat di Rumah, Bantu Kulit Tetap Glowing
Kulit Sehat Lebih Penting daripada Sekedar Glowing

Dalam sesi talkshow di acara Jakarta X Beauty pada Kamis, (2/7/2026), dr. Giovanni mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami masalah kulit, termasuk dirinya sendiri.
“Bahkan sebagai dokter dan skincare educator yang setiap hari pakai skincare, aku juga kadang masih muncul jerawat. Kulit yang sehat itu jauh lebih penting dibandingkan kulit yang glowing.”
Menurutnya, kulit memiliki tugas yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat penampilan terlihat menarik. Setiap hari, kulit bekerja selama 24 jam tanpa henti untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur, hingga perubahan lingkungan.
Saat bepergian ke tempat dengan cuaca berbeda sekalipun, kulit akan terus beradaptasi agar tubuh tetap terlindungi. Itulah mengapa target utama dalam merawat kulit seharusnya bukan mengejar efek glowing, melainkan menjaga kesehatannya.
Skin Barrier Jadi Hal Utama dalam Kesehatan Kulit

Skin barrier adalah lapisan terluar dari tubuh kita yang terletak di bagian epidermis, tepatnya pada lapisan stratum corneum. Lapisan ini bertindak sebagai perisai pelindung utama sekaligus penahan agar kadar air di dalam tubuh enggak menguap keluar, yang dapat menyebabkan dehidrasi parah saat cuaca panas.
“Skin barrier itu lapisan paling luar yang melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan jamur. Di saat yang sama, skin barrier juga mencegah air di dalam kulit menguap terlalu banyak,” jelas dr. Giovanni.
Tanpa skin barrier yang baik, kulit akan lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga terasa kering, sensitif, bahkan lebih rentan mengalami berbagai gangguan kulit.
Tanda Skin Barrier Mulai Rusak

Menurut dr. Giovanni, kerusakan skin barrier enggak selalu langsung ditandai dengan iritasi berat. Gejala awalnya justru sering dianggap sepele.
Beberapa tandanya antara lain:
- Kulit terasa kering.
- Kulit mudah gatal.
- Muncul kulit mengelupas (flaky).
- Lebih mudah mengalami iritasi atau eksim.
- Jerawat lebih gampang muncul.
Jika rasa gatal terus digaruk, kondisi skin barrier bisa semakin rusak sehingga kulit kehilangan lebih banyak air dan masalah kulit pun semakin sulit diatasi.
Kebiasaan yang Diam-diam Merusak Skin Barrier

Banyak orang merasa sudah menggunakan skincare dengan benar, tetapi ternyata masih melakukan kebiasaan yang dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Menurut dr. Giovanni, beberapa penyebab yang paling sering terjadi antara lain:
1. Menggunakan sabun yang terlalu keras
Sabun dengan kandungan surfaktan yang terlalu tinggi dapat mengikis lipid alami pada skin barrier sehingga kulit menjadi lebih mudah kering dan sensitif.
2. Terlalu sering memakai scrub
“Kalau masih pakai scrub setiap hari, sebaiknya mulai dikurangi atau dihentikan karena bisa merusak skin barrier,” ujar dr. Giovanni.
Eksfoliasi memang bermanfaat, tetapi jika dilakukan berlebihan justru membuat lapisan pelindung kulit semakin tipis.
3. Membiarkan polusi menempel terlalu lama
Setelah beraktivitas di luar rumah, debu dan polusi sebaiknya segera dibersihkan dengan mandi atau mencuci wajah. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran dapat memperburuk kondisi skin barrier.
4. Stres
Faktor psikologis juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Saat stres, seseorang sering kali tanpa sadar menggaruk kulit, yang akhirnya memperparah kerusakan skin barrier.
Rahasia Kulit Sehat Dimulai dari Perawatan Skin Barrier

Untuk mencegah kerusakan, dr. Gio menyarankan untuk beralih ke sabun pembersih yang lebih lembut (gentle), menggunakan skincare secukupnya, serta menghindari produk dengan konsentrasi bahan aktif yang terlalu tinggi hanya demi hasil yang instan.
Namun, jika kondisi kulit sudah terlanjur akut, kering, dan sangat gatal, penggunaan moisturizer atau losion biasa tidaklah cukup. Beliau menyarankan penggunaan produk bertekstur ointment atau balm yang bersifat oklusif untuk mengunci kelembapan dengan kuat guna mencegah Transepidermal Water Loss (TEWL).
Secara khusus, dr. Gio merekomendasikan kandungan alami yang telah teruji secara klinis:
“Salah satu yang ada di balm, yang aku sarankan adalah Avena sativa. Avena sativa ini adalah oat. Oat itu udah banyak banget penelitiannya yang fokusnya gak cuma untuk melembapkan, menghidrasi, tapi banyak banget jurnal luar negeri yang mengatakan ini bisa punya efek sebagai anti-inflammasi.”
Dibandingkan dengan kandungan seperti dimethicone atau petrolatum yang hanya mengunci air, oat memiliki fungsi yang jauh lebih kaya. Kandungan ini mampu menetralkan pH kulit, memperbaiki skin barrier, dan bahkan secara signifikan mengurangi tingkat keparahan pada kondisi kulit yang mengalami eksim.
Kembalilah pada prinsip dasar perawatan kulit. Jika kita berhasil menjaga skin barrier dengan baik dan konsisten menerapkan gaya hidup sehat, maka kulit yang berkilau atau glowing akan datang dengan sendirinya sebagai bonus alami. Kulit sehat adalah investasi jangka panjang yang sesungguhnya.
Mau tahu info penting lainnya seputar dunia kecantikan? Yuk, gabung komunitas Girls Beyond Circle!