gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Otrovert, Tipe Kepribadian Baru yang Ditemukan Ilmuwan: Apa Bedanya dengan Introvert dan Ekstrovert?

Written by Adila Putri Anisya

Kalau selama ini kita sering mendengar soal introvert dan ekstrovert, kini para ahli memperkenalkan sebuah istilah baru yang mungkin bikin kamu mengangguk-angguk setuju, yaitu tipe kepribadian otrovert. 

Konsep tersebut diperkenalkan oleh psikiater asal Amerika Serikat, Dr. Rami Kaminski, setelah ia menyadari bahwa enggak semua orang cocok digolongkan ke dalam dua kategori klasik tersebut. 

Bagi mereka yang merasa enggak sepenuhnya “masuk” dalam kelompok introvert, ekstrovert, atau bahkan ambivert, istilah ini mungkin bisa jadi cermin baru untuk memahami diri sendiri.

Lantas, apa itu otrovert, ciri-ciri, dan apa bedanya dengan tipe kepribadian lainnya yang sudah ada?

Baca juga: Tipe Kepribadian Omnivert, Apa Bedanya dengan Ambivert? Ini Ciri-Cirinya 

Dari Mana Istilah Otrovert Berasal?

Dari Mana Istilah Otrovert Berasal?
Sumber foto: RNZ

Istilah “otrovert” berasal dari kata “otro” yang dalam bahasa Spanyol berarti “lain” atau “yang berbeda”, ditambah akhiran “-vert” yang biasa digunakan untuk menggambarkan orientasi kepribadian, seperti introvert atau ekstrovert. 

Jadi, sederhananya, otrovert merujuk pada mereka yang punya arah pandang berbeda dibanding orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari The Guardian, dalam wawancara dengan New Scientist, Dr. Kaminski bercerita bahwa awalnya istilah ini lahir sebagai gurauan di timnya. Namun setelah melakukan pengamatan sistematis, ia menemukan pola nyata baik pada dirinya sendiri maupun pasien-pasiennya. “Apa yang tadinya hanya bercandaan, akhirnya berkembang menjadi hipotesis serius,” ujarnya.

Ciri-Ciri Tipe Kepribadian Otrovert

Ciri-Ciri Seorang Otrovert
Sumber foto: Freepik

Lalu, seperti apa sebenarnya orang dengan kepribadian otrovert? Berdasarkan penjelasan para ahli, ada beberapa karakteristik utama:

1. Mandiri secara Emosional

Otrovert enggak mudah terpengaruh suasana hati orang lain. Dr. Kaminski menyebut hal ini sebagai kebal terhadap “fenomena Bluetooth”, yakni kecenderungan sebagian besar orang untuk ikut hanyut pada emosi sekitarnya.

2. Lebih Suka Hubungan Personal Dibanding Kelompok

Mereka nyaman berinteraksi dengan orang lain, bahkan bisa hangat dan ramah. Namun, hubungan yang dibangun biasanya lebih intens dengan individu tertentu, bukan dengan kelompok besar.

3. Enggak Merasa Punya ‘Tribe’

Beda dengan ekstrovert yang menikmati dinamika sosial, atau introvert yang butuh waktu sendiri, otrovert sering merasa enggak sepenuhnya terikat pada kelompok manapun.

4. Pemikir Independen dan Kreatif

Banyak otrovert cenderung lebih tahan banting, punya ide-ide orisinal, dan enggak takut berbeda arah dari kebanyakan orang.

Baca juga: 4 Tipe Kepribadian Introvert Menurut Penelitian, Kenali Ciri-Cirinya! 

Menariknya, Dr. Kaminski mengaku sudah merasakan “ketidakcocokan” ini sejak kecil. Saat mengikuti kegiatan Pramuka dan diminta mengucapkan janji bersama-sama, ia melihat anak-anak lain terharu dan bersemangat, sementara dirinya justru merasa hampa. 

Pengalaman kecil itu kemudian ia sadari sebagai ciri khas otrovert, enggak merasakan ikatan emosional dengan suatu kelompok, meski secara sosial tetap bisa diterima.

Tokoh-Tokoh yang Diduga Otrovert

Tokoh-Tokoh yang Diduga Otrovert
Sumber foto: Harian Muba

Sejumlah tokoh besar dunia kerap disebut sebagai contoh otrovert. Menurut Kaminski, nama-nama seperti Frida Kahlo, Franz Kafka, Albert Einstein, George Orwell, hingga Virginia Woolf punya karakteristik yang sesuai. Mereka dikenal sebagai pemikir independen yang enggak mudah larut dalam arus kelompok, tetapi justru menghasilkan karya-karya luar biasa karena keunikan perspektifnya.

Aktris Kanada Lisa Ray bahkan secara terbuka menyebut dirinya sebagai otrovert lewat unggahan di Instagram. Hal ini membuat istilah tersebut semakin ramai dibicarakan publik.

Otrovert vs Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert

Otrovert vs Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert
Sumber foto: Freepik

Untuk memahami posisi otrovert, mari kita bandingkan:

  • Introvert: Mendapat energi dari kesendirian, fokus ke dunia dalam dirinya.
  • Ekstrovert: Mendapat energi dari interaksi sosial, senang terhubung dengan banyak orang.
  • Ambivert: Perpaduan fleksibel dari keduanya, bisa menyesuaikan sesuai situasi.
  • Otrovert: Bukan soal energi, melainkan soal ikatan. Mereka enggak merasa menjadi bagian utuh dari kelompok manapun, walaupun tetap bisa bersosialisasi.

Psikolog klinis Rupa Chaubal menjelaskan kepada Hindustan Times, “Istilah ini memang belum banyak diterima secara resmi. Kita perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah benar-benar bisa diadopsi sebagai kategori kepribadian baru.”

Kelebihan dan Tantangan Menjadi Otrovert

Kelebihan dan Tantangan Menjadi Otrovert
Sumber foto: Freepik

Layaknya kepribadian lain, otrovert juga punya sisi positif dan tantangan tersendiri.

Kelebihan:

  • Lebih tahan menghadapi tekanan sosial karena enggak bergantung pada validasi kelompok.
  • Cenderung berpikir out-of-the-box, sehingga sering melahirkan ide kreatif.
  • Hubungan personal yang dimiliki biasanya dalam dan tulus.

Tantangan:

  • Bisa merasa terasing atau salah dimengerti karena enggak ikut arus.
  • Sulit beradaptasi dengan budaya yang sangat menekankan kebersamaan.
  • Potensi kesepian jika enggak menemukan individu yang bisa terhubung secara mendalam.

Meski begitu, Kaminski menekankan bahwa otrovert bukanlah “masalah psikologis” yang harus diobati, melainkan bentuk kepribadian yang justru bisa menjadi kekuatan. Judul bukunya, The Gift of Not Belonging: How Outsiders Thrive in a World of Joiners, jelas menekankan bahwa “enggak termasuk” juga bisa jadi anugerah

Mengapa Otrovert Mulai Banyak Diresapi?

Mengapa Otrovert Mulai Banyak Diresapi?
Sumber foto: Freepik

Fenomena otrovert semakin relevan di era sekarang, ketika media sosial sering menuntut orang untuk menjadi bagian dari tren, komunitas, atau identitas tertentu. Bagi sebagian orang, justru ada rasa nyaman ketika enggak harus ikut-ikutan.

Chaubal menambahkan, “Otrovert tampak nyaman di semua kelompok usia. Mereka juga enggak menunjukkan tanda FOMO (fear of missing out).” Dengan kata lain, mereka enggak terganggu jika enggak ikut arus populer, dan tetap bisa menikmati jalan mereka sendiri.

Pandangan Dunia Psikologi

Tipe Kepribadian Baru: Otrovert
Sumber foto: Freepik

Meski masih baru, konsep otrovert memancing diskusi luas di dunia psikologi. Sebagian pakar melihatnya sebagai bentuk variasi kepribadian yang sah, sementara sebagian lain menganggapnya masih terlalu dini untuk diakui secara resmi.

Seperti halnya introvert dan ekstrovert yang awalnya juga dianggap konsep eksperimental ketika diperkenalkan Carl Jung, mungkin saja otrovert akan menjadi istilah yang lebih dikenal dalam beberapa tahun mendatang, tergantung dari seberapa banyak riset yang bisa mendukungnya.

Jadi, Apakah Kamu Seorang Otrovert?

Jadi, Apakah Kamu Seorang Otrovert?
Sumber foto: Pexels

Pertanyaan terakhir yang mungkin kamu pertanyakan, bagaimana tahu kalau kamu seorang otrovert? enggak ada tes resmi, tapi beberapa tanda berikut bisa jadi pertimbangan:

  • Kamu nyaman di pesta, tapi lebih memilih ngobrol mendalam dengan satu-dua orang ketimbang berbaur di keramaian.
  • Kamu enggak merasa butuh menjadi bagian dari “geng” tertentu.
  • Kamu sering punya ide yang berbeda dari kebanyakan orang.
  • Kamu merasa baik-baik saja meski enggak mengikuti tren atau kelompok populer.

Kalau beberapa poin itu terasa familiar, bisa jadi kamu termasuk dalam kelompok “lain” yang baru ini.

Baca juga: Bukan Ekstrovert atau Introvert? Mungkin Kamu Seorang Ambivert, Kenali Ciri-Cirinya 

Kepribadian manusia memang terlalu kompleks untuk dipadatkan hanya dalam dua kategori. Munculnya tipe kepribadian otrovert menunjukkan bahwa ada spektrum lain yang perlu diakui. Baik introvert, ekstrovert, ambivert, maupun otrovert, semuanya hanyalah cara berbeda dalam merespons dunia.

Seperti kata Kaminski dalam bukunya, “Setiap hari adalah Hari Kemerdekaan” bagi para otrovert. enggak perlu merasa terasing, karena justru dalam keenggakberpihakan itu, ada ruang untuk tumbuh, berpikir bebas, dan menemukan jati diri yang paling otentik.

Gabung discord Girls Beyond Circle dan lebih banyak info istilah baru lainnya.