
Daftar Perusahaan Global yang PHK Besar-besaran pada Tahun 2025, Ada Microsoft hingga Amazon
Industri teknologi global sedang tak baik-baik saja! Baru-baru ini, terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Dari raksasa teknologi dunia seperti Amazon dan Microsoft, hingga perusahaan Nestlé dan UPS, semuanya kompak melakukan perampingan karyawan dalam jumlah masif.
Berdasarkan data dari Layoffs.fyi, tercatat lebih dari 112.000 karyawan teknologi kehilangan pekerjaan hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
Fenomena ini bukan cuma terjadi di satu negara, tapi hampir di seluruh dunia. Lantas, apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Baca juga: Daftar Hak Karyawan PHK dan Tindakan Jika Perusahaan Melanggar!
Alasan Gelombang PHK Besar di 2025

Sepanjang 2025, lebih dari 218 perusahaan teknologi di seluruh dunia tercatat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), menurut laporan Financial Express. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu dan menjadi sinyal kuat bahwa industri sedang berbenah besar-besaran.
Sebagian besar perusahaan berdalih langkah ini perlu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasca pandemi, perlambatan ekonomi global, dan meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam operasional bisnis.
Laporan Storyboard18 menulis bahwa perusahaan kini tengah memasuki “dunia kerja baru yang digerakkan oleh efisiensi digital”.
Namun, di balik alasan efisiensi tersebut, banyak pekerja justru menghadapi ketidakpastian karier. Istilah “transformasi berbasis AI” yang sering digaungkan para eksekutif kini terdengar seperti eufemisme dari “pengurangan tenaga manusia”.
Storyboard18 juga menyoroti bahwa gelombang PHK kali ini adalah dampak langsung dari revolusi AI yang mengubah struktur kerja di hampir semua sektor. “Pertanyaannya bukan lagi apakah AI bisa melakukan lebih banyak hal, tapi apakah manusia bisa cukup cepat beradaptasi untuk tetap relevan,” tulis media tersebut.
Sementara itu, English Tupaki menggambarkan situasi ini sebagai tanda terjadinya “guncangan besar secara global”. Mereka menilai, bukan hanya industri teknologi yang terdampak, tapi juga sektor konvensional yang bergantung pada tenaga kerja manual.
Daftar Perusahaan Teknologi Global yang Melakukan PHK 2025

Dilansir dari berbagai website terpercaya, berikut adalah detail perusahaan teknologi yang melakukan PHK besar-besaran di tahun ini:
1. UPS: PHK Terbesar Tahun Ini

Salah satu yang paling mencolok datang dari UPS (United Parcel Service). Perusahaan logistik raksasa asal Amerika Serikat ini mengumumkan pemangkasan 48.000 karyawan, sebuah angka yang bikin merinding.
Dilansir oleh Associated Press, sekitar 34.000 pekerja operasional, termasuk ribuan kurir pengantar paket, menjadi korban. Sisanya, sekitar 14.000 posisi manajemen ikut terkena dampak setelah UPS menutup 93 fasilitas di AS.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari “restrukturisasi besar-besaran” akibat penurunan saham dan tekanan biaya akibat tarif baru pemerintah AS.
Ironisnya, pemangkasan ini dilakukan di saat laporan keuangan kuartal ketiga UPS justru melampaui ekspektasi Wall Street. CEO UPS bahkan menyebut langkah ini sebagai “perubahan strategi paling signifikan dalam sejarah perusahaan.”
2. Amazon: Efek Overhiring Saat Pandemi

Setelah beberapa tahun memperluas bisnis dan merekrut besar-besaran saat pandemi, Amazon kini juga harus menekan rem.
Menurut laporan Reuters, perusahaan e-commerce ini akan memangkas sekitar 30.000 posisi, atau sekitar 10% dari total tenaga kerjanya.
Pemangkasan paling banyak terjadi di bagian corporate, HR, operasional, perangkat, dan AWS (Amazon Web Services). CEO Andy Jassy mengakui, Amazon sempat “overhiring” selama pandemi, ketika permintaan belanja online melonjak tajam.
“Kami perlu meninjau ulang struktur biaya agar bisa berinvestasi lebih besar di bidang kecerdasan buatan,” tulis Jassy dalam memo internal yang dilansir Financial Express. Para karyawan yang terdampak diberi waktu 90 hari untuk mencari posisi baru di internal perusahaan sebelum resmi diberhentikan.
3. Intel: Kalah Saing di Dunia Chip

Dunia semikonduktor juga enggak luput dari badai PHK. Intel dikabarkan akan memangkas 24.000 karyawan, menurut The Kobeissi Letter. Langkah ini merupakan bagian dari “rencana penyelamatan” karena Intel tertinggal dari pesaing seperti Nvidia dan AMD yang sukses mendominasi pasar chip untuk AI dan gaming.
Permintaan PC global yang menurun drastis juga memperburuk situasi. Beberapa kantor Intel di California dan Oregon sudah mulai mengurangi ribuan posisi sejak Oktober lalu.
Perusahaan menyebut PHK ini penting untuk mempercepat transformasi dan fokus pada produksi chip dengan efisiensi yang lebih tinggi.
4. Microsoft, Meta, dan Google: Fokus ke AI, Kurangi Tenaga Manusia

Perusahaan raksasa teknologi lainnya seperti Microsoft, Meta, dan Google juga ikut memangkas ribuan posisi.
Menurut laporan Bloomberg, Microsoft sudah memberhentikan sekitar 4.000 karyawan, sebagian besar dari divisi software engineering. Sumber internal menyebut perusahaan tengah bersiap untuk pemangkasan tambahan hingga 6.000 posisi lagi.
Sementara itu, Meta (induk perusahaan Facebook dan Instagram) memotong 600 karyawan di divisi kecerdasan buatan. Ironisnya, mereka masih membuka lowongan baru untuk posisi yang berfokus pada AI.
Sedangkan Google, dilansir dari CNBC, memangkas 100 karyawan dari tim desain dan ratusan kontraktor proyek AI seperti Gemini dan AI Overviews.
Bisa dibilang, ketiganya sedang melakukan “reorganisasi besar-besaran” untuk memastikan investasi di bidang AI berjalan lebih efisien.
5. Nestlé: Efisiensi di Tengah Kenaikan Harga

Tak cuma perusahaan teknologi, perusahaan raksasa makanan dan minuman asal Swiss, Nestlé, juga ikut melakukan efisiensi besar. Mereka berencana memangkas 16.000 karyawan dalam dua tahun ke depan, terutama di posisi manajerial dan administratif.
Dilansir dari Financial Express, langkah ini dilakukan di bawah kepemimpinan CEO baru yang fokus pada penghematan biaya dan digitalisasi rantai pasok.
Meski Nestlé sudah menaikkan harga produk kopi dan cokelatnya untuk menekan margin, mereka mengaku restrukturisasi ini tetap perlu agar bisa bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat.
Baca juga: Kalau Temanmu Kena PHK, Ini Cara Bantu yang Benar-benar Berarti
Gelombang PHK Tak Hanya di Dunia Teknologi

Fenomena ini ternyata juga merembet ke industri lain seperti otomotif, penerbangan, dan farmasi.
- Ford memotong 1.000 karyawan di pabrik mobil listrik Cologne, Jerman, karena penjualan di bawah target.
- Lufthansa Group berencana memangkas 4.000 posisi administratif hingga 2030.
- Novo Nordisk, perusahaan farmasi asal Denmark, juga melakukan PHK terhadap 9.000 karyawan (sekitar 11% tenaga kerja global) untuk menyesuaikan produksi obat diabetes dan obesitas yang sedang melonjak.
Berikut perusahaan lainnya:
- Accenture: 11,000 employees
- PwC: 5,600 employees
- Salesforce: 4,000 employees
- Paramount: 2,000 employees
- Target: 1,800 employees
- Kroger: 1,000 employees
- Applied Materials: 1,444 employees
Menurut laporan Storyboard18, semua langkah ini menunjukkan satu pola besar: perusahaan global sedang menyesuaikan struktur organisasi agar lebih “ramping dan berbasis teknologi.”
Jangan Takut dengan AI!

Gelombang PHK ini seakan jadi pengingat keras bahwa dunia kerja tengah berubah cepat. Banyak perusahaan enggak lagi mencari jumlah tenaga kerja besar, tapi tenaga kerja spesialis dan adaptif terhadap teknologi.
Beberapa analis bahkan menyebut bahwa ke depannya, pekerja yang enggak bisa beradaptasi dengan AI akan kesulitan bertahan. Namun, sisi positifnya, tren ini juga membuka peluang baru di bidang teknologi, data, dan kecerdasan buatan itu sendiri.
Bagi kamu yang khawatir dengan keberadaan AI, sebenarnya, AI bisa lho diajak jadi “teman” kita. Asalkan, kamu bisa beradaptasi dan memanfaatkannya dengan bijak.
Baca juga: Tips Bangkit Lagi Setelah Kena PHK
Gabung discord Girls Beyond Circle dan dapatkan informasi ter-update lainnya seputar dunia kerja!