
Cara Menulis Kolom ‘About’ di LinkedIn yang Bikin Profil Kamu Dilirik! [+Contoh]
Kolom About atau Ringkasan di LinkedIn sering dianggap sepele, padahal justru bagian inilah yang pertama kali dibaca orang sebelum mereka scroll ke pengalaman kerja kamu. Bagian ini adalah “elevator pitch” versi singkat tentang siapa kamu, apa yang kamu kerjakan, dan kenapa kamu layak diajak bekerja sama.
Masalahnya, banyak orang justru stuck ketika harus menulis bagian ini. Bingung harus mulai dari mana, mau pakai bahasa formal atau santai, atau takut terdengar terlalu pamer.
Berdasarkan panduan dari berbagai sumber, ada beberapa rumus dan contoh yang bisa kamu tiru. Di artikel ini, kita bahas semuanya dengan gaya yang simpel, enak dibaca, dan enggak kaku!
Baca juga: Cara Membuat & Contoh LinkedIn Mahasiswa Baru yang Terlihat Profesional
Kenapa Kolom About di LinkedIn Itu Penting?

Banyak orang berpikir profil LinkedIn mereka sudah cukup meyakinkan hanya dengan daftar pengalaman kerja. Padahal, rekruter atau calon klien bukan cuma mencari “apa pekerjaanmu”, tapi juga “siapa dirimu di balik pekerjaan itu”.
Menurut panduan dari HubSpot, kolom About yang bagus membantu kamu:
- Memperkenalkan diri dengan cara yang lebih personal
- Menonjolkan kepribadian, bukan hanya jabatan
- Muncul lebih tinggi di pencarian LinkedIn karena mengandung kata kunci (keyword)
- Menciptakan narasi karier yang lebih jelas
Sementara menurut Cake.me, About LinkedIn yang baik juga:
- Membuat profilmu lebih menarik dan mudah dipahami
- Menunjukkan kombinasi skill, pengalaman, dan minat
- Meningkatkan peluang dilirik rekruter
- Memperlihatkan nilai yang kamu tawarkan secara singkat tapi efektif
Apa Saja yang Harus Ada di Kolom About LinkedIn?

Kalau kamu bingung, apa saja sih yang harus ada di kolom About LinkedIn? Biasanya mengandung elemen-elemen ini:
- Hook, pembuka yang bikin orang mau baca lebih lanjut.
- Motivasi atau “Why”, alasan kenapa kamu menekuni bidangmu.
- Pengalaman dan keahlian, versi ringkas tapi jelas.
- Pencapaian yang bisa diukur, data kecil yang bikin profilmu kredibel.
- Minat profesional, gambaran arah karier atau fokusmu.
- Call-to-action, ajakan atau info kontak (opsional, tapi sangat membantu).
Kita bahas satu-satu ya!
1. Mulai Dengan “Hook” yang Menarik
Tiga baris pertama profilmu adalah “penentu nasib”. Karena LinkedIn hanya menampilkan tiga baris sebelum tombol “See More”, pembukamu harus cukup kuat untuk membuat orang ingin klik.
Contoh hook:
- “Aku pernah gagal 7 kali melamar kerja sebelum akhirnya menemukan pola yang mengubah karierku…”
- “Sebagian orang suka angka, sebagian lagi suka cerita, aku kebetulan suka dua-duanya.”
- “Aku percaya strategi bagus itu dimulai dari mendengarkan.”
Pembuka seperti ini ringan, personal, tapi tetap profesional.
2. Jelaskan Kenapa Kamu Melakukan Apa yang Kamu Lakukan
Seseorang lebih mudah terhubung dengan alasan personal dibanding daftar tugas pekerjaan. Cake.me juga menekankan pentingnya menampilkan kepribadian di bagian About.
Contoh:
- “Sejak kecil aku selalu penasaran kenapa suatu konten bisa viral. Rasa penasaran itu yang akhirnya membawaku ke dunia digital marketing.”
- “Aku tumbuh di keluarga pedagang, jadi dari awal sudah terbiasa melihat pola keputusan pembelian. Itulah kenapa aku memilih bekerja di pemasaran.”
Bagian ini membantu pembaca memahami cerita di balik kariermu.
3. Tunjukkan Keahlian dan Pengalaman Secara Ringkas
Jangan asal menjejalkan semua skill. Pilih beberapa yang paling relevan dengan tujuanmu.
Contoh:
- “Selama 4 tahun terakhir, aku bekerja sebagai social media strategist dengan fokus pada kampanye brand FMCG dan beauty.”
- “Keahlianku meliputi copywriting, data-driven marketing, dan content planning.”
Singkat, jelas, dan tetap terasa manusiawi.
4. Tambahkan Pencapaian dengan Data
Angka membuat cerita kariermu terasa lebih konkret. Kamu enggak perlu menyebut semua pencapaian, cukup 1–2 yang paling kuat.
Contoh:
- “Konten yang aku kelola membantu menaikkan engagement hingga 230% dalam satu kuartal.”
- “Sebagai sales executive, aku menjaga churn rate tetap di bawah 8% selama 12 bulan terakhir.”
Enggak harus angka besar, yang penting spesifik.
5. Sebutkan Minat Profesional
Bagian ini penting agar recruiter bisa tahu apakah kamu cocok untuk peluang tertentu.
Contoh:
- “Aku tertarik mengembangkan konten berbasis data dan brand storytelling untuk industri fashion dan kecantikan.”
- “Fokusku saat ini adalah mengembangkan skill product marketing dan mempelajari riset pasar.”
6. Tutup Dengan Call-to-Action
CTA membuat profilmu terasa welcoming. Kamu bisa:
- Mengundang orang untuk terkoneksi,
- Menuliskan email,
- Atau hanya memberi ajakan ringan.
Contoh:
- “Kalau kamu tertarik ngobrol tentang content strategy, feel free to connect!”
- “Untuk kolaborasi atau proyek freelance, hubungi aku di: email@email.com”
Baca juga: 6 Langkah Menghubungi Rekruter di LinkedIn untuk Dapat Kerja, Fresh Graduate Wajib Coba!
Contoh About di LinkedIn yang Bisa Kamu Tiru

Di bawah ini contoh About di Linkedin yang ditulis ulang dengan gaya santai, profesional, dan tetap manusiawi.
1. Contoh 1: Job Seeker (Fresh Graduate)
“Aku selalu punya ketertarikan pada bagaimana sebuah brand membangun hubungan dengan audiens. Ketertarikan itu yang akhirnya membawaku menempuh studi komunikasi dan masuk ke dunia digital marketing.
Selama kuliah, aku sempat magang sebagai content writer dan social media support untuk dua brand lifestyle. Di sana, aku belajar mengemas pesan yang relevan, melakukan riset sederhana, dan membuat konten yang berfungsi, bukan sekedar terlihat cantik.
Aku terbiasa bekerja dengan copywriting dasar, riset audiens, dan membuat kalender konten. Beberapa artikel yang aku tulis berhasil masuk jajaran top viewed di website kampus.
Saat ini aku sedang mencari kesempatan untuk belajar langsung dari tim yang berpengalaman di bidang social media atau content marketing.
Kalau ada kesempatan magang atau entry-level yang cocok, aku sangat terbuka untuk ngobrol lebih jauh.”
2. Contoh 2: Profesional Berpengalaman
“Selama 6+ tahun terakhir, aku membantu brand FMCG dan beauty membangun kehadiran digital lewat strategi konten yang relevan dan berdampak.
Aku memulai karier sebagai copywriter, lalu berkembang menjadi content strategist. Pengalaman ini membuatku terbiasa berpikir dari dua sisi, kreatif dan data. Fokusku adalah membuat konten yang enggak hanya terlihat bagus, tetapi juga mendukung tujuan bisnis.
Dalam dua tahun terakhir:
- Aku membantu meningkatkan engagement organik hingga 3x lipat untuk salah satu brand skincare lokal.
- Mengelola content plan untuk 5 channel berbeda.
- Memimpin tim beranggotakan 4 orang untuk kampanye digital tahunan.
Saat ini aku tertarik dengan strategi brand storytelling jangka panjang dan kolaborasi lintas tim kreatif.
Kalau kamu ingin berdiskusi soal konten atau proyek yang sedang kamu jalankan, feel free to connect!”
3. Contoh 3: Freelancer
“Sebagai penulis dan content consultant, aku membantu UMKM dan brand lokal mengubah ide mereka menjadi konten yang rapi, jelas, dan mudah dipahami audiens.
Aku terbiasa menulis artikel SEO, konten sosial, hingga naskah kampanye. Hingga kini, aku sudah menangani lebih dari 60 klien dari berbagai industri, mulai dari FnB, beauty, sampai tech.
Aku percaya konten yang bagus lahir dari proses yang manusiawi, mendengarkan kebutuhan klien, memahami masalah mereka, lalu menyampaikan solusi dengan bahasa yang sederhana.
Untuk kolaborasi, kamu bisa menghubungiku di email berikut: email@domain.com”
Baca juga: Hanya Butuh 3 Langkah! Ini Cara Bangun Personal Branding Lewat LinkedIn, Simpel Tapi Powerful
Kolom About LinkedIn menunjukkan siapa kamu, apa yang kamu tawarkan, dan bagaimana kamu ingin berkembang. Kalau kamu mengikuti panduan di atas, di jamin deh kamu bakal dilirik rekruter!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle untuk dapatkan insight tentang karier lainnya!