gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Estimasi Gaji Magang di Jakarta: Berapa Besaran yang Sesuai?

Written by Adila Putri Anisya

Buat kamu yang lagi kuliah atau baru lulus, internship alias magang sering jadi langkah awal buat masuk dunia kerja. 

Selain nambah pengalaman, magang juga jadi ajang cari koneksi dan tahu ritme kerja profesional. Tapi satu pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa gaji magang di Jakarta? Terus, berapa lama durasinya dan apa aja aturan resminya? 

Biar enggak bingung dan salah paham, yuk bahas tuntas soal aturan magang, durasi internship, sampai estimasi uang saku yang biasanya didapat anak magang di Jakarta.

Baca juga: Daftar Gaji Karyawan Bank Terbaru: Mandiri, BCA, BNI, dan Lainnya 

Apa Itu Magang Menurut Aturan Resmi?

Apa Itu Magang Menurut Aturan Resmi?
Sumber foto: Freepik

Secara hukum, magang atau pemagangan bukan sekadar “kerja coba-coba”. Magang adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang menggabungkan pembelajaran di lembaga pelatihan dan praktik langsung di perusahaan. 

Selama magang, kamu akan dibimbing oleh instruktur atau karyawan yang lebih berpengalaman supaya bisa menguasai skill tertentu.

Program magang ini bisa dilakukan di perusahaan sendiri, lembaga pelatihan, atau perusahaan lain, baik di dalam maupun luar negeri. Jadi, posisi kamu sebagai peserta magang itu memang untuk belajar dan mengasah kemampuan, bukan pekerja tetap.

Yang perlu kamu tahu, magang wajib menggunakan perjanjian tertulis antara peserta magang dan perusahaan. Isinya minimal memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak serta jangka waktu magang. Kalau magang dilakukan tanpa perjanjian ini, secara hukum status kamu bisa dianggap sebagai karyawan perusahaan.

Aturan Magang di Dalam Negeri

Aturan Magang di Dalam Negeri
Sumber foto: Freepik

Menurut Hukum Online, aturan magang di Indonesia diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2020. Peserta magang dalam negeri harus memenuhi beberapa syarat, seperti usia minimal 17 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta lulus seleksi dari perusahaan.

Dalam perjanjian magang, biasanya tercantum beberapa hal penting, mulai dari program magang, durasi, hak dan kewajiban, sampai besaran uang saku. Perjanjian ini juga harus disahkan oleh dinas ketenagakerjaan setempat agar status magangnya sah.

Soal durasi, magang di dalam negeri dibatasi maksimal 1 tahun. Jadi kalau ada program magang yang sampai lewat setahun, kamu patut curiga dan perlu cek ulang legalitasnya.

Baca juga: Update Gaji PNS 2026: Daftar Lengkap per Golongan dan Prediksi Kenaikan 

Magang di Luar Negeri, Apa Bedanya?

Magang di Luar Negeri, Apa Bedanya?
Sumber foto: Freepik

Selain di dalam negeri, ada juga program magang di luar negeri. Jenis magang ini biasanya diselenggarakan oleh perusahaan, lembaga pelatihan kerja, instansi pemerintah, atau lembaga pendidikan.

Perbedaannya, perjanjian magang di luar negeri enggak cuma antara kamu dan perusahaan di Indonesia, tapi juga melibatkan lembaga atau perusahaan penerima di luar negeri. Proses administrasinya lebih panjang karena harus didaftarkan ke dinas ketenagakerjaan dan dilaporkan ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk durasinya sendiri, magang di luar negeri enggak punya batas waktu yang spesifik. Lama magang menyesuaikan dengan standar kompetensi yang ingin dicapai dalam program tersebut.

Sebenarnya, Magang Itu Digaji atau Enggak?

Sebenarnya, Magang Itu Digaji atau Enggak?
Sumber foto: Freepik

Nah, ini bagian yang paling sering bikin debat. Jawabannya: iya, magang dibayar, tapi bukan dalam bentuk gaji seperti karyawan tetap. Secara hukum, peserta magang berhak mendapatkan uang saku.

Untuk magang di dalam negeri, hak peserta magang meliputi bimbingan dari mentor, fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja, uang saku, jaminan sosial, serta sertifikat setelah selesai magang. Jadi, kalau ada perusahaan yang sama sekali enggak memberikan uang saku tanpa kesepakatan jelas, kamu patut mempertanyakannya.

Sementara itu, peserta magang di luar negeri biasanya mendapatkan uang saku dan transport, perlindungan asuransi, fasilitas K3, hingga sertifikat kompetensi setelah program selesai.

Berapa Lama Durasi Internship di Indonesia?

Berapa Lama Durasi Internship di Indonesia?
Sumber foto: Freepik

Secara umum, durasi internship di Indonesia berkisar 3–6 bulan. Namun, ada juga yang berlangsung hingga 1 tahun, sesuai aturan dari Kemnaker.

Perusahaan startup dan swasta besar seperti Gojek atau Shopee biasanya membuka program magang selama 3 bulan. Sementara BUMN seperti Pertamina, Telkom, atau BCA cenderung menawarkan magang 6 sampai 12 bulan.

Lama magang ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari lokasi (Jakarta biasanya lebih panjang), jenis perusahaan, hingga kebijakan internal. Mahasiswa juga sering menyesuaikan durasi magang dengan semester kuliah, bahkan ada yang hanya 1–2 bulan untuk proyek tertentu.

Estimasi Gaji Internship di Jakarta

Estimasi Gaji Internship di Jakarta
Sumber foto: Pexels

Kalau ngomongin Jakarta, nominal uang saku magang memang cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain. Rata-rata gaji magang di Indonesia ada di kisaran Rp1 juta–Rp3 juta per bulan. Namun, untuk bidang tertentu seperti IT, data, atau marketing, angkanya bisa naik sampai Rp4–6 juta.

Beberapa perusahaan populer di Jakarta bahkan memberikan uang saku yang cukup kompetitif. Misalnya, Traveloka dikenal memberi uang saku sekitar Rp5,8 juta per bulan. Unilever berada di kisaran Rp3,7–4 juta dengan sistem mentoring yang rapi. Pertamina biasanya memberi Rp2–4 juta plus asuransi, sementara Shopee ada di angka Rp2–2,5 juta dengan peluang lanjut jadi karyawan tetap.

Di sektor perbankan dan BUMN, nominalnya bervariasi. Program Magang Bakti BCA, misalnya, bisa mencapai Rp4,65 juta per bulan. Sementara Telkom dan Bank DKI berada di kisaran Rp1,5–2,5 juta.

Baca juga: Daftar Gaji 2025 di Indonesia untuk Berbagai Bidang 

Jadi, setelah baca gaji magang di Jakarta, apakah kamu siap mempertimbangkan ketika dapat tawaran magang nanti?