
Baru Pulang Liburan Malah Sedih? Kenali Post-Holiday Blues dan Cara Mengatasinya
Merasa lemas banget pas baru sampai rumah setelah liburan? Padahal kemarin baru saja senang-senang di pantai atau jalan-jalan santai. Tiba-tiba, tumpukan cucian dan email kantor terasa seperti beban yang sangat berat. Perasaan sedih, hampa, atau bahkan cemas setelah liburan usai ini sering disebut sebagai post-holiday blues.
Yup, tapi tenang, kamu nggak sendirian kok merasakannya. Yuk, kita cari tahu cara mengatasinya supaya kamu bisa kembali bersemangat menjalani rutinitas harian tanpa rasa sedih yang berlarut-larut.
Baca juga: Takut Menghadapi Hari Senin? Ini 5 Cara Mengatasi Monday Blues!
Apa Itu Post-Holiday Blues?

Dilansir dari Verywell Mind, post-holiday blues adalah perasaan sedih, cemas, atau stres jangka pendek yang muncul setelah masa liburan berakhir. Biasanya, perasaan ini muncul setelah perayaan besar seperti Tahun Baru atau libur panjang musim panas. Setelah berhari-hari penuh kegembiraan dan adrenalin, kamu mungkin merasa “anjlok” saat harus kembali ke realitas.
Gejalanya bisa bermacam-macam. Kamu mungkin merasa kurang motivasi, mudah tersinggung, sulit tidur, atau terus-menerus memikirkan betapa menyenangkannya saat liburan kemarin. Meskipun bukan termasuk gangguan mental yang berat, perasaan “kosong” ini bisa sangat mengganggu kenyamananmu dalam memulai aktivitas kembali.
Mengapa Kita Merasa Sedih Setelah Libur Usai?

Ada alasan psikologis di balik rasa sedih ini. Menurut Georgina Sturmer, seorang konselor yang dikutip oleh Inspiring Travel, liburan sering kali menjadi titik fokus utama dalam setahun. Sejak kecil, kita terbiasa dengan perasaan bebas saat libur sekolah. Saat dewasa, perasaan itu enggak benar-benar hilang. Ketika liburan berakhir, muncul perasaan seperti “kembali ke sekolah” yang penuh dengan tekanan dan rutinitas.
Selain itu, transisi dari suasana yang santai dan penuh petualangan menuju rutinitas yang monoton bisa terasa sangat kontras. Psikoterapis Kamalyn Kaur menjelaskan bahwa saat liburan, kita merasa bebas. Namun, begitu pulang, kita langsung disambut dengan tugas-tugas rumah tangga yang menumpuk, tagihan, dan pekerjaan kantor. Perubahan mendadak dari kebebasan menuju kekacauan sehari-hari inilah yang membuat energi kita terasa terkuras habis.
Bahkan, dilansir dari Harvard Business Review, rasa lelah akibat perjalanan itu sendiri bisa memperparah keadaan. Jika liburanmu justru melelahkan, misalnya karena harus mengurus anak kecil atau jadwal yang terlalu padat, kamu mungkin merasa belum benar-benar “beristirahat”, sehingga kamu merasa butuh lebih banyak waktu libur lagi.
Cara Mengatasi Post-Holiday Blues di Rumah

Supaya kamu nggak terlalu lama terlarut dalam kesedihan, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan berdasarkan saran para ahli dari Inspiring Travel dan Verywell Mind:
1. Siapkan “Hari Transisi”
Jangan langsung bekerja keesokan harinya setelah sampai di rumah. Jika memungkinkan, ambil satu hari tambahan untuk beristirahat di rumah sebelum benar-benar kembali ke kantor. Gunakan waktu ini untuk membongkar koper, mencuci baju, atau sekadar bermalas-malasan. Dengan memiliki waktu jeda, tubuh dan pikiranmu punya kesempatan untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan rumah.
2. Jadwalkan Hal Menyenangkan Berikutnya
Salah satu cara terbaik melawan kesedihan adalah dengan memiliki sesuatu untuk dinantikan. Kamu nggak perlu langsung memesan tiket pesawat lagi, cukup buat janji makan malam dengan teman di akhir pekan atau menonton film yang sudah lama kamu incar. Memiliki agenda seru dalam waktu dekat akan membantu menjaga semangatmu tetap tinggi.
3. Jadi “Turis” di Kota Sendiri
Kamu merasa bosan dengan rutinitas rumah? Coba lakukan sesuatu yang berbeda. Kunjungi museum, galeri seni, atau kafe baru di kotamu yang belum pernah kamu datangi. Kamalyn Kaur menyarankan untuk mencoba aktivitas baru setiap minggu agar perasaan petualangan saat liburan tetap terasa, meskipun kamu sudah berada di rumah.
4. Dokumentasikan Kenanganmu
Sambil menjalani rutinitas, kamu bisa menyempatkan diri untuk menyusun foto-foto liburanmu. Membuat jurnal perjalanan atau mencetak foto untuk dipajang bisa memperpanjang perasaan bahagia yang kamu rasakan saat liburan. Ini adalah cara sehat untuk mengenang momen indah tanpa harus merasa sedih karena momen itu sudah berakhir.
5. Fokus pada Kesehatan Fisik
Liburan biasanya identik dengan makan enak dan jadwal tidur yang berantakan. Saat pulang, mulailah kembali pola hidup sehat. Minum banyak air putih untuk mengatasi dehidrasi setelah perjalanan jauh dan atur kembali jam tidurmu. Tubuh yang segar akan sangat membantu memperbaiki suasana hati atau mood kamu.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Rasa Malas Bekerja Pasca Libur Panjang Lebaran
Kembali ke Kantor Tanpa Stres

Kembali bekerja sering kali menjadi pemicu utama post-holiday blues. Dilansir dari Harvard Business Review, berikut adalah strategi agar transisi kerjamu lebih lancar:
- Mulai dari yang Kecil: Jangan langsung mencoba menyelesaikan tugas paling berat di hari pertama. Mulailah dengan tugas-tugas mudah yang bisa kamu selesaikan dengan cepat. Ini akan membantumu membangun momentum dan kepercayaan diri sebelum menghadapi proyek besar.
- Ingat Kembali Tujuan Bekerja: Jika kamu merasa sangat malas, ingatkan dirimu mengapa kamu menyukai pekerjaan ini. Ingat kembali manfaat yang kamu dapatkan, seperti rekan kerja yang seru atau pencapaian yang pernah kamu raih. Selain itu, sadari bahwa pekerjaanmu inilah yang membiayai liburanmu selanjutnya.
- Lakukan Evaluasi Diri: Jika perasaan sedih dan benci untuk kembali bekerja berlangsung lebih dari dua minggu, mungkin ini saatnya kamu mengevaluasi pekerjaanmu. Kadang, liburan memberikan kejernihan pikiran untuk menyadari apakah pekerjaan saat ini masih cocok untukmu atau enggak.
Kapan Kamu Harus Mencari Bantuan?

Meskipun post-holiday blues biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, kamu tetap harus waspada. Dilansir dari Verywell Mind, jika perasaan sedih, sulit tidur, atau kurang motivasi ini terus berlanjut dan mulai mengganggu fungsi sehari-harimu, bisa jadi itu adalah tanda kondisi yang lebih serius seperti depresi klinis atau Seasonal Affective Disorder (SAD).
Jangan ragu untuk berbicara dengan profesional atau psikolog jika kamu merasa beban emosional ini terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Mengetahui perbedaan antara rasa sedih biasa dan masalah kesehatan mental yang lebih dalam sangat penting untuk kesejahteraanmu jangka panjang.
Ingat, sangat normal untuk merasa sedikit “turun” setelah masa-masa indah berakhir. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, bersikaplah baik pada diri sendiri, dan perlahan-lahan kembali ke ritme hidupmu. Liburan memang berakhir, tapi kesempatan untuk menciptakan kebahagiaan baru di rumah selalu ada setiap hari.
Baca juga: Libur Lebaran Usai! Ini Cara Mengatasi Post-Holiday Blues Agar Kembali Fokus pada Rutinitas
Gabung discord Girls Beyond Circle kalau artikel ini relate banget sama kamu dan diskusi sama teman-teman serupa di sana!
Cover: Freepik