
80% Orang Bisa Terinfeksi HPV, MSD Indonesia Ungkap Fakta dan Pencegahannya
Topik soal kesehatan serviks dan HPV masih sering dianggap sensitif, bahkan tabu, padahal dampaknya nyata dan bisa menyentuh siapa saja.
Pada Minggu, 1 Februari 2026, MSD Indonesia menggelar rangkaian kegiatan edukatif dalam rangka Cervical Cancer Awareness Month 2026 lewat inisiatif NgobrolinHPV di Zona Blu, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Lewat kampanye ini, MSD Indonesia ingin membuka percakapan yang lebih jujur, terbuka, dan relevan seputar HPV serta pentingnya pencegahan kanker serviks, bertujuan agar semua orang lebih berani mencari informasi tepercaya, memahami risiko, dan mengambil keputusan kesehatan untuk diri sendiri, tanpa rasa takut, malu, atau stigma.
Penasaran fakta seputar HPV dan pencegahannya? Simak sampai habis!
Baca juga: Peruntukkan Vaksin HPV Gratis, Simak Ketentuan dan Manfaatnya!
Upaya MSD Indonesia: Dari Parade Komunitas hingga Talkshow Edukatif

Kampanye NgobrolinHPV dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan gaya hidup masa kini. Acara diawali dengan parade komunitas dan lari sejauh 1 km di area GBK, sebagai simbol kepedulian terhadap kesehatan perempuan.
Para peserta berjalan dan berlari sambil membawa balon putih dan teal, warna yang merepresentasikan awareness terhadap kanker serviks.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan wellness zone dan beauty zone, sehingga edukasi kesehatan terasa lebih ringan, fun, dan tak menggurui. Dengan konsep ini, pesan tentang pencegahan HPV diharapkan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata komitmen untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas dalam melawan kanker.
“Acara ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan awareness dan berdiri bersama dalam melawan kanker. Hari ini adalah momen untuk menghargai para pasien, caregiver, dan semua orang yang terdampak. Mari kita berjalan bersama untuk awareness, dukungan, dan harapan.” Ungkapnya.
Hadirkan Talkshow #KatanyaTabu: Ruang Aman untuk Bertanya soal HPV

Setelah sesi parade, acara dilanjutkan dengan talkshow #KatanyaTabu dari Female Daily Network, yang dikemas sebagai ruang aman untuk bertanya dan berbagi soal HPV serta kesehatan reproduksi.
Dipandu oleh Rahajeng Prandiena, Associate Beauty Editor Female Daily Network, sesi ini menghadirkan dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG(K) sebagai salah satu narasumber utama.
Dalam sesi ini, dr. Yusuf menekankan bahwa HPV (Human Papillomavirus) merupakan virus yang sangat umum dan bisa menginfeksi siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.
“HPV merupakan virus yang sangat umum dan sebagian besar orang bisa terpapar dalam hidupnya, sering kali tanpa disadari. Karena sifatnya yang umum ini, banyak orang menganggap HPV sebagai sesuatu yang sepele atau bahkan tidak mengetahui keberadaannya. Padahal, virus ini dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.” Ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa HPV memiliki hampir 200 tipe, dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.
“Ada tipe HPV low risk yang biasanya menyebabkan kutil, dan ada tipe high risk yang bisa berkembang menjadi kanker.”
FYI, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan sekitar 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai HPV, serta langkah pencegahannya, bukan sekadar tambahan informasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi kesehatan perempuan Indonesia.
Baca juga: Virus HPV Bisa Tembus Kondom, Waspada Kanker Serviks!
Fakta Mengejutkan: 80% Orang Akan Terinfeksi Salah Satu Tipe HPV

Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah bahwa sekitar 80% orang akan terinfeksi salah satu tipe HPV setidaknya sekali dalam hidupnya. Namun, kabar baiknya, sekitar 90% infeksi HPV dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.
Meski begitu, dr. Yusuf menekankan bahwa tidak ada cara pasti untuk mengetahui siapa yang akan sembuh dan siapa yang berisiko mengalami komplikasi.
“Masalahnya, kita tidak pernah tahu apakah kita termasuk 90% yang sembuh atau 10% yang berisiko.”
Risiko terbesar datang dari infeksi HPV yang tidak pernah sembuh, karena kondisi inilah yang berpotensi berkembang menjadi kanker jika tidak terdeteksi sejak dini.
Meluruskan Miskonsepsi: HPV Bisa Menyerang Siapa Saja

Dalam sesi diskusi, dr. Yusuf juga membahas berbagai miskonsepsi yang masih sering beredar di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa HPV hanya menyerang kelompok tertentu.
“HPV tidak hanya menyerang perempuan, laki-laki juga bisa menjadi carrier tanpa menyadarinya.”
HPV juga tidak hanya menular melalui hubungan seksual, tetapi bisa melalui kontak kulit ke kulit di area genital.
“HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga lewat kontak kulit ke kulit.” Bahkan studi terbaru menyebutkan bisa melalui udara.
Kurangnya informasi yang akurat sering membuat HPV terasa lebih menakutkan dari yang sebenarnya, sehingga edukasi yang benar menjadi sangat krusial untuk mengurangi stigma dan ketakutan.
Pencegahan HPV: Vaksinasi & Skrining adalah Kunci

Kabar baiknya, kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah. dr. Yusuf menekankan bahwa langkah paling efektif adalah kombinasi antara vaksinasi HPV dan skrining rutin.
“Vaksinasi HPV adalah pencegahan primer, dan skrining rutin adalah pencegahan sekunder, keduanya harus berjalan bersamaan.”
Vaksinasi HPV terbukti dapat menurunkan risiko kanker serviks hingga lebih dari 90%, sementara skrining membantu mendeteksi kondisi prakanker sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala.
“Prakanker sering tidak bergejala, tapi bisa disembuhkan 100% jika terdeteksi lebih awal.”
“Deteksi dini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mencegah.”
Ia juga menyebut bahwa menjaga kesehatan serviks bisa menjadi bentuk self-love dan investasi kesehatan jangka panjang.
Baca juga: MSD Indonesia Ajak Masyarakat Sadar Bahaya HPV dan Cegah Sejak Dini
Perspektif Putri Tanjung: Melawan Tabu lewat Edukasi

Dari sudut pandang media dan lifestyle, Putri Tanjung menyoroti bahwa obrolan seputar kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu, padahal seharusnya bisa dibicarakan secara terbuka.
“Di Indonesia, topik HPV masih cukup tabu, padahal di banyak negara sudah dianggap hal normal untuk dibicarakan.”
Ia menilai bahwa banyak orang hanya mendapatkan potongan informasi atau mitos, bukan pemahaman yang utuh.
“Yang paling penting adalah mencari informasi yang lengkap dan valid, bukan potongan yang bikin takut sendiri.”
Menurutnya, pencegahan bukan soal takut, melainkan tentang peduli pada diri sendiri dan masa depan.
“Self-love juga berarti berani peduli dan cek kesehatan sejak dini.”
Putri juga berharap media, komunitas, dan figur publik dapat membantu menormalkan diskusi soal kesehatan perempuan, agar topik seperti HPV tidak lagi dianggap memalukan.
MSD Indonesia Hadirkan Platform Edukasi: NgobrolinHPV

Sebagai komitmen jangka panjang, MSD Indonesia menghadirkan platform edukasi NgobrolinHPV, yang menyediakan informasi tepercaya, fitur Clinic Locator, serta asisten virtual bernama NONA melalui WhatsApp.
Platform ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mencari informasi yang benar, mengurangi rasa takut, dan berani mengambil langkah pencegahan demi masa depan yang lebih sehat.
Baca juga: 10 Makanan Vitamin D untuk Jaga Sistem Imun sampai Cegah Depresi
NgobrolinHPV enggak seharusnya terasa tabu, justru ini bagian dari self-love dan self-care yang nyata. Semakin cepat kita aware, semakin besar peluang untuk mencegah risiko di masa depan.
Yuk, mulai dari diri sendiri: cari tahu, cek kesehatan secara rutin, dan jangan ragu berbagi informasi yang benar ke orang-orang terdekat. Karena peduli hari ini bisa jadi perlindungan terbesar untuk masa depan!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle untuk tahu informasi ter-update seputar dunia kesehatan lainnya!
Comments
(0 comments)