
Selain Canva, Ini 10 Website untuk Bikin Portofolio Gratis
Di era digital, portofolio jadi bukti nyata atas skill dan pengalaman kamu. Entah kamu seorang desainer, content creator, data analyst, fotografer, atau freelancer, punya portofolio online bisa bikin peluang kerja makin terbuka. Selama ini Canva sering jadi pilihan utama, tapi sebenarnya ada banyak website untuk bikin portofolio yang lebih fleksibel, profesional, dan sesuai dengan berbagai bidang.
Lewat artikel ini, kamu bakal menemukan 10 website terbaik untuk bikin portofolio gratis, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya, plus tips memilih platform yang paling cocok buat kebutuhanmu.
Baca juga: 8 Pekerjaan yang Butuh Portofolio, Fresh Graduate Wajib Tahu!
Rekomendasi Website untuk Bikin Portofolio

Menggunakan website khusus untuk portofolio bikin kamu terlihat lebih profesional dibanding hanya mengirim PDF atau file statis. Website juga memungkinkan kamu:
- Menampilkan karya secara visual dan interaktif
- Memperbarui proyek kapan saja
- Membagikan satu link praktis ke recruiter atau klien
- Membangun personal branding secara jangka panjang
Dengan ini, kamu bisa menunjukkan bukan cuma hasil akhir, tapi juga proses, skill, dan karakter profesionalmu.
Berikut adalah beberapa pilihannya!
1. Maven Analytics

Maven Analytics adalah platform pembelajaran yang fokus pada data analytics, AI, dan business intelligence. Salah satu fitur unggulannya adalah Maven Showcase, tempat kamu bisa menampilkan proyek data sebagai portofolio profesional.
Platform ini cocok untuk kamu yang ingin berkarier di bidang data, Excel, SQL, Power BI, Tableau, atau Python. Portofolio berbasis proyek nyata bikin kamu terlihat lebih kredibel di mata recruiter.
Kelebihan:
- Fokus pada portofolio berbasis proyek data
Cocok untuk data analyst & business intelligence - Menunjukkan skill praktis tanpa perlu website custom
- Ada learning path terstruktur untuk career growth
Kekurangan:
- Terbatas untuk bidang data
- Paket premium bisa terasa mahal
- Dukungan mentor personal masih terbatas
2. DataCamp Portfolio

DataCamp Portfolio adalah fitur gratis untuk membangun portofolio data science tanpa perlu coding atau desain. Kamu bisa mengimpor proyek dari GitHub, Kaggle, Jupyter Notebook, atau DataCamp Workspace.
Platform ini membantu kamu menyatukan sertifikasi, pengalaman kerja, dan proyek dalam satu link yang rapi dan mudah dibagikan.
Kelebihan:
- Gratis dan ramah pemula
- Bisa impor proyek dari banyak platform
- Tampilan profesional otomatis
- Cocok untuk data analyst dan data scientist
Kekurangan:
- Optimal jika kamu aktif di DataCamp
- Kustomisasi visual masih terbatas
- Kurang cocok untuk portofolio non-data
3. Data Science Port

Data Science Port adalah website portofolio khusus data professional. Kamu bisa publish website portofolio dalam waktu kurang dari 10 menit tanpa skill teknis.
Fitur unggulannya termasuk integrasi GitHub, Tableau Public, analytics visitor, password protection, dan opsi download portofolio sebagai PDF.
Kelebihan:
- Setup super cepat dan user-friendly
- Desain ramah recruiter
- Bisa tracking visitor
- Tersedia kontrol privasi
Kekurangan:
- Fitur premium kemungkinan berbayar
- Fleksibilitas desain masih terbatas
- Bergantung pada platform untuk hosting
4. Krop

Krop adalah platform portofolio untuk desainer, fotografer, dan ilustrator. Selain bikin website portofolio, kamu juga bisa mencari lowongan kerja kreatif melalui job board mereka.
Platform ini menyediakan template, integrasi Instagram, Dropbox sync, dan analytics.
Kelebihan:
- Mudah digunakan tanpa coding
- Unlimited image storage
- Ada job board untuk industri kreatif
- Integrasi dengan Adobe Creative Cloud
Kekurangan:
- Template cenderung terbatas
- Berbayar setelah masa trial
- Desain bisa terlihat mirip pengguna lain
5. Fabrik

Fabrik adalah website builder khusus portofolio kreatif seperti fotografi, desain, dan film. Cocok buat kamu yang ingin tampilan minimalis dan clean.
Platform ini memungkinkan kamu mengganti tema tanpa kehilangan konten, serta mengatur struktur proyek dengan rapi.
Kelebihan:
- Setup cepat dan no-code
- Hosting dan keamanan sudah termasuk
- Tampilan visual clean dan profesional
- Mudah untuk pemula
Kekurangan:
- Pilihan tema terbatas
- Tidak ada chat support
- Tidak mendukung e-commerce
6. Pixpa

Pixpa adalah platform all-in-one untuk portofolio, blog, dan toko online. Cocok untuk fotografer, desainer, dan kreator visual yang ingin sekaligus menjual karya.
Dengan lebih dari 150 template, proofing gallery, dan SEO tools, Pixpa jadi pilihan menarik untuk personal branding.
Kelebihan:
- Mudah digunakan tanpa coding
- Banyak template visual-friendly
- Bisa jual karya digital atau fisik
- Cocok untuk portfolio + bisnis kecil
Kekurangan:
- Drag-and-drop tidak sepenuhnya bebas
- Kurang cocok untuk website kompleks
- Email marketing masih terbatas
7. Format

Format dirancang untuk fotografer, seniman, desainer, dan videografer yang ingin portofolio dengan tampilan premium.
Platform ini punya client gallery, e-commerce dasar, dan sistem pengelompokan proyek seperti “books”.
Kelebihan:
- Template visual berkualitas tinggi
- Cocok untuk foto, video, dan seni
- Ada fitur client proofing
- Mobile-optimized otomatis
Kekurangan:
- Blogging dan e-commerce masih basic
- Kurang fleksibel untuk non-kreatif
- Bergantung pada ekosistem Format
8. Siter

Siter.io menawarkan kebebasan desain lewat freehand editor, memungkinkan kamu mengatur layout tanpa batas template kaku.
Kamu juga bisa impor desain dari Figma, memakai ikon gratis, Unsplash integration, dan fitur animasi.
Kelebihan:
- Desain fleksibel dan kreatif
- Gratis untuk unlimited sites (basic)
- Mendukung Figma import
- SEO tools tersedia
Kekurangan:
- Template masih terbatas
- Informasi hosting kurang transparan
- Tidak sedalam platform coding-based
9. Azharulrafy

Azharulrafy adalah contoh website portofolio personal berbasis no-code yang menampilkan skill web development, freelance services, dan demo proyek.
Bisa jadi inspirasi buat kamu yang ingin bikin website portofolio personal dengan branding kuat.
Kelebihan:
- Contoh portofolio profesional
- Mudah dibagikan lewat satu link
- Cocok untuk freelancer dan kreator digital
- Menggabungkan proyek dalam satu tempat
Kekurangan:
- Risiko privasi karena konten publik
- Perlu maintenance rutin
- Persaingan tinggi dengan portofolio profesional lain
10. Framer

Framer adalah website builder no-code populer di kalangan desainer karena fleksibilitas desain dan animasi yang modern.
Dengan canvas bebas, Figma integration, AI tools, dan efek interaktif, Framer cocok buat kamu yang ingin portofolio standout.
Kelebihan:
- Desain bebas & advanced animation
- Performa cepat & SEO-friendly
- Cocok untuk portfolio modern
- Real-time collaboration
Kekurangan:
- Learning curve cukup tinggi
- CMS dan e-commerce masih terbatas
- Kurang cocok untuk website konten kompleks
Tips Memilih Website Portofolio yang Tepat

Sebelum memilih platform, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Bidang kamu apa? (Data, desain, fotografi, general)
- Butuh cepat atau ingin desain custom?
- Portofolio untuk cari kerja, freelance, atau personal branding?
- Gratis saja atau siap upgrade ke premium?
Kalau kamu fokus data → pilih Maven Analytics, DataCamp, atau Data Science Port.
Kalau kreator visual → Pixpa, Format, atau Framer lebih cocok.
Kalau ingin fleksibel tanpa coding → Siter atau Framer bisa jadi pilihan.
Baca juga: 10+ Contoh Portofolio Kerja yang Profesional untuk Pelamar Kerja
Canva memang praktis, tapi bukan satu-satunya pilihan. Dengan banyaknya website untuk bikin portofolio gratis saat ini, kamu bisa memilih platform yang paling sesuai dengan bidang, gaya visual, dan tujuan kariermu!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle dan dapatkan informasi menarik lainnya seputar portofolio kerja!
Cover: Freepik