gagal menampilkan data

Article

7 Tipe Kepribadian Orang yang Selalu Menarik Keberuntungan Menurut Psikologi

Written by Adila Putri Anisya

Pernah ketemu orang yang kayaknya hidupnya mulus banget? Dapat kerja gampang, ketemu relasi yang tepat, bahkan parkir pun selalu dekat pintu masuk. Kamu mungkin bertanya-tanya, orang selalu beruntung? Apa mereka memang dilahirkan di bawah “bintang keberuntungan”, atau sebenarnya ada pola pikir tertentu yang bikin mereka terlihat lebih hoki?

Menurut psikologi, keberuntungan ternyata bukan cuma soal nasib. Banyak penelitian menunjukkan bahwa “orang yang sering beruntung” punya kebiasaan dan pola pikir tertentu yang bikin peluang lebih sering datang ke mereka.

Yuk, kita bahas satu per satu dengan bahasa yang santai dan gampang dipahami.

Baca juga: Tipe Kepribadian Omnivert, Apa Bedanya dengan Ambivert? Ini Ciri-Cirinya 

Tipe Kepribadian Orang yang Selalu Menarik Keberuntungan

Sumber foto: Pexels

Kalau kamu penasaran kenapa orang sering beruntung dalam hidupnya, mungkin ini beberapa alasannya!

1. Mereka Peka Melihat Peluang yang Sering Terlewat Orang Lain

Psikolog Richard Wiseman dari University of Hertfordshire, dalam bukunya The Luck Factor, menghabiskan 10 tahun meneliti soal keberuntungan. Salah satu temuannya simpel tapi penting:

“Lucky people create, notice, and act upon chance opportunities.” – Richard Wiseman

Orang yang sering beruntung itu enggak cuma duduk nunggu keajaiban. Mereka aktif memperhatikan sekitar. Mereka punya tujuan yang jelas, jadi otaknya otomatis lebih peka menangkap peluang yang relevan.

Misalnya, kamu pengen kerja di industri kreatif. Orang yang “beruntung” biasanya lebih rajin ikut event, ngobrol dengan orang baru, atau coba hal baru. Dari situ, peluang muncul.

Sebaliknya, kalau kamu terlalu skeptis atau merasa “aku introvert, enggak cocok networking”, kamu tanpa sadar menutup pintu peluang. Seperti yang dibahas Dr. Benjamin Hardy dalam Personality Isn’t Permanent, label yang kamu tempelkan ke diri sendiri bisa mempersempit “permukaan keberuntungan” kamu.

Jadi kalau kamu masih mikir, orang selalu beruntung?, bisa jadi mereka cuma lebih jeli dan terbuka.

2. Mereka Enggak Percaya Nasib Itu Mutlak

Salah satu hal yang bikin orang jarang “beruntung” adalah percaya kalau hidup sudah ditentukan dari awal. “Aku memang enggak berbakat.” “Genetikku enggak mendukung.” “Ya sudah, nasib.”

Richard Wiseman menemukan bahwa orang yang merasa sial cenderung percaya pada takdir yang kaku. Sementara orang yang sering beruntung percaya bahwa hidup bisa diubah lewat tindakan.

Kamu mungkin lahir dengan keterbatasan. Tapi psikologi menunjukkan bahwa pola pikir growth mindset (bertumbuh) bikin seseorang lebih berani mencoba. Ketika kamu yakin bisa berkembang, kamu jadi lebih aktif, lebih konsisten, dan lebih tahan banting.

Keberuntungan sering muncul dari aksi berulang yang kelihatan sepele.

Baca juga: 4 Zodiak yang Beruntung Tahun 2026 Menurut Astrologi 

3. Mereka Bangkit Cepat Saat Gagal

Ini penting banget.

Orang yang terlihat selalu hoki ternyata bukan orang yang enggak pernah gagal. Mereka cuma lebih cepat bangkit. Dalam penelitian Wiseman, orang yang merasa tidak beruntung cenderung terjebak dalam kegagalan dan membiarkan pengalaman buruk menghancurkan kepercayaan diri mereka.

Sementara itu, orang yang sering beruntung bersikap lebih resilien.

Thomas Edison pernah bilang:

“I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work.”

Dalam artikel Psychology Today tentang kebiasaan orang beruntung, salah satu poin utamanya adalah resilience. Mereka melihat masalah sebagai tantangan, bukan akhir cerita.

Jadi kalau kamu gagal interview kerja, orang yang “sial” mungkin akan berhenti mencoba. Tapi orang yang “beruntung” akan evaluasi, belajar, dan coba lagi.

Dan ketika akhirnya berhasil, orang lain cuma lihat hasilnya: “Wah, dia hoki banget.”

4. Mereka Percaya Intuisi dan Diri Sendiri

Penelitian Wiseman menemukan bahwa sekitar 90% orang yang menganggap dirinya beruntung percaya pada intuisi mereka.

Intuisi itu bukan sihir. Secara psikologis, itu adalah hasil dari pengalaman dan pola yang terekam di alam bawah sadar kamu. Otakmu sebenarnya mengolah banyak informasi tanpa kamu sadari.

Orang yang sering beruntung cenderung:

  • Mau mendengarkan firasatnya
  • Percaya diri saat mengambil keputusan
  • Tidak terlalu takut salah

Mereka “back themselves”, istilahnya.

Ketika kamu terlalu sering meragukan diri sendiri, kamu jadi ragu ambil peluang. Tapi saat kamu percaya diri (bukan overconfident), kamu lebih cepat bertindak.

Dan tindakan itu membuka kemungkinan baru.

5. Mereka Optimis (Tapi Tetap Realistis)

Kalau kamu perhatikan, orang yang sering terlihat beruntung biasanya punya aura positif. Bukan yang toxic positivity, tapi mereka cenderung melihat kemungkinan baik dalam situasi.

Menurut Parade (2024), psikolog Dr. Dakari Quimby dan Reena B. Patel menjelaskan bahwa orang yang “menarik keberuntungan” biasanya punya kombinasi rasa percaya diri dan pandangan positif terhadap dunia. Mereka lebih mudah membangun relasi karena punya secure attachment style—artinya mereka nyaman dengan diri sendiri dan orang lain.

Optimisme bikin kamu:

  • Lebih berani mencoba
  • Lebih terbuka ke orang baru
  • Lebih tahan terhadap kegagalan

Dalam Psychology Today juga disebutkan bahwa optimisme adalah salah satu kebiasaan utama orang beruntung. Orang optimis melihat gelas setengah penuh. Orang pesimis fokus pada yang hilang.

Padahal realitanya sama.

Keberuntungan seringkali adalah soal sudut pandang.

Baca juga: Tahun Kuda Dimulai, Ini 3 Shio Ini Paling Beruntung di 2026 

6. Mereka Mindful dan Sadar Situasi

Mindfulness bukan cuma tren meditasi. Dalam psikologi, mindfulness berarti sadar penuh dengan apa yang terjadi di sekitar dan dalam diri kamu.

Orang yang hidup “autopilot” sering melewatkan peluang. Mereka enggak sadar ada koneksi baru di depan mata, atau enggak sadar ada kesempatan kecil yang bisa jadi besar.

Dalam artikel Psychology Today tentang 8 kebiasaan orang beruntung, mindfulness disebut sebagai salah satu faktor penting. Kalau kamu enggak sadar situasi, gimana mau menangkap peluang?

Kadang keberuntungan itu sederhana: kamu hadir, fokus, dan enggak terdistraksi terus-menerus.

7. Mereka Fleksibel dan Mau Beradaptasi

Hidup itu dinamis. Rencana bisa berubah kapan saja.

Orang yang sering beruntung cenderung fleksibel. Mereka enggak kaku dengan satu skenario saja. Kalau rencana A gagal, mereka cepat pindah ke rencana B.

Bayangkan dua orang yang gagal dapat pekerjaan impian. Satu orang ngotot cuma mau posisi itu. Satu lagi mencoba bidang lain yang masih relevan.

Beberapa tahun kemudian, orang kedua mungkin menemukan jalur karier yang lebih cocok. Orang pertama masih merasa “hidupku enggak adil”.

Fleksibilitas bikin kamu tetap bergerak, dan gerakan itu memperbesar peluang.

Jadi, Orang Selalu Beruntung?

Sumber foto: Pexels

Jawaban jujurnya: enggak ada orang yang selalu beruntung 100%. Tapi ada orang yang secara konsisten menciptakan kondisi yang membuat mereka terlihat lebih hoki.

Mereka:

  • Peka terhadap peluang
  • Enggak percaya nasib itu permanen
  • Cepat bangkit saat gagal
  • Percaya intuisi
  • Optimis
  • Mindful
  • Fleksibel

Keberuntungan menurut psikologi bukan soal jimat, bukan soal lahir di keluarga tertentu saja. Itu kombinasi pola pikir, kebiasaan, dan keberanian bertindak.

Seperti kata Tim Denning dalam artikelnya, “You make your own luck.” Kamu menciptakan keberuntunganmu sendiri lewat keputusan kecil setiap hari.

Kalau hari ini kamu merasa kurang beruntung, mungkin bukan karena semesta enggak adil. Bisa jadi kamu cuma perlu membuka sudut pandang baru, mencoba langkah berbeda, dan tetap jalan meski pelan.

Karena pada akhirnya, keberuntungan lebih sering menghampiri orang yang bergerak daripada yang menunggu.

Baca juga: Mengenal Tipe Kepribadian: A, B, C, dan D, Kamu Termasuk yang Mana, Nih? 

Gabun discord Girls Beyond Circle untuk dapatkan informasi dan insight seru lainnya!

Cover: Freepik

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond