gagal menampilkan data

Article

6 Alasan Psikologis Kenapa Seseorang Sulit Mengambil Keputusan di Usia 20-an

Written by Adila Putri Anisya

Masuk usia 20-an itu sering terasa kayak berdiri di tengah banyak pintu, tapi kamu bingung harus buka yang mana dulu. Mau lanjut kerja, pindah kerja, kuliah lagi, mulai hubungan serius, atau fokus beresin diri sendiri? Semua pilihan terasa penting, dan justru karena itu, banyak orang jadi sulit mengambil keputusan.

Kalau kamu sering overthinking sebelum memilih, itu bukan hal aneh. Usia 20-an memang jadi fase ketika hidup mulai menuntut banyak keputusan besar, sementara diri sendiri juga masih terus berkembang. Jadi wajar kalau kadang kamu maju satu langkah, lalu mundur dua langkah karena takut salah.

Dilansir dari Psychology Today, rasa mandek saat mengambil keputusan sering kali bukan hanya karena situasinya sulit, tetapi juga karena cara kita memikirkan situasi itu. Saat kepala dipenuhi pikiran seperti “aku harus memilih yang paling benar” atau “aku enggak boleh menyesal”, keputusan jadi terasa jauh lebih berat dari yang sebenarnya.

Untuk tahu alasan mengapa hal ini terjadi padamu, simak ulasan berikut!

Baca juga: Strategi Hadapi Quarter-Life Crisis untuk Kamu yang Mulai Masuk Usia 20an 

Kenapa Usia 20-An Jadi Fase yang Rawan Bikin Bingung?

Sumber foto: Pexels

Usia 20-an adalah masa transisi. Kamu mulai dituntut mandiri, tapi di saat yang sama belum selalu merasa benar-benar siap. 

Kamu mulai mikir soal masa depan, uang, relasi, keluarga, bahkan identitas diri. Di fase ini, keputusan bukan lagi soal hal kecil seperti mau makan apa, tapi bisa soal arah hidup.

Dilansir dari A Good Place Therapy, salah satu hal tersulit di masa dewasa muda adalah duduk bersama ketidakpastian. Kita ingin tahu hasil akhirnya dulu sebelum memilih. Padahal, hidup enggak kasih preview. Banyak keputusan memang baru terasa artinya setelah dijalani.

Ciri-Ciri Orang yang Sulit Mengambil Keputusan

Sumber foto: Pexels

Seseorang yang sulit mengambil keputusan biasanya menunjukkan pola yang mirip, walaupun bentuknya bisa beda-beda. Berikut beberapa ciri yang paling sering muncul.

1. Terlalu lama mikir hal yang sebenarnya sederhana

Kamu butuh waktu sangat lama untuk memilih hal-hal yang sebenarnya kecil. Misalnya, bingung balas chat, bingung ambil kelas apa, bingung beli sesuatu, sampai akhirnya enggak jadi apa-apa. Ini bukan soal teliti, tapi karena pikiranmu terus muter tanpa titik akhir.

2. Sering minta pendapat orang lain, lalu tetap bingung

Minta masukan itu wajar. Tapi kalau tiap keputusan harus dilempar ke teman, pasangan, keluarga, atau media sosial, lalu setelah itu kamu tetap ragu, bisa jadi kamu memang belum percaya sama penilaian diri sendiri.

3. Takut menyesal setelah memilih

Kamu bukan cuma takut salah, tapi juga takut hidup dengan rasa, “Coba waktu itu aku pilih yang lain.” Karena itulah kamu menunda terus, berharap ada pilihan yang jelas banget dan bebas risiko.

4. Sering membatalkan keputusan yang sudah dibuat

Baru juga memutuskan sesuatu, eh beberapa jam kemudian mulai ragu lagi. Besoknya berubah pikiran. Lalu balik lagi ke pilihan awal. Siklus ini bikin capek sendiri.

5. Merasa cemas setiap kali harus memilih

Setiap ada keputusan, tubuh ikut tegang. Kepala penuh, hati gelisah, dan rasanya pengin kabur dari situasi itu. Ini bisa jadi tanda bahwa keputusan bukan cuma soal logika, tapi juga soal kecemasan yang belum selesai.

Baca juga: Cara Menikmati Hidup di Usia 20-an Agar Tidak Menyesal di Masa Depan 

Penyebab Psikologis Kenapa Seseorang Sulit Mengambil Keputusan

Sumber foto: Pexels

Di balik kebiasaan ragu-ragu, biasanya ada pola psikologis tertentu yang ikut bekerja. Jadi masalahnya bukan semata kamu “enggak tegas”, tapi ada beberapa alasan mental yang bikin memilih terasa lebih berat.

1. Self-doubt atau terlalu meragukan diri sendiri

Dilansir dari The Friendly Mind, salah satu penyebab paling umum adalah self-doubt. Kamu sebenarnya mampu, tapi kamu terlalu sering mempertanyakan kemampuanmu sendiri. Awalnya cuma ragu sedikit, lalu berkembang jadi rangkaian pikiran seperti, “Aku bisa enggak ya?”, “Jangan-jangan aku salah lagi”, atau “Kenapa sih aku enggak bisa yakin kayak orang lain?”

Masalahnya, makin sering kamu mengikuti keraguan itu, makin turun juga kepercayaan dirimu. Akhirnya, setiap keputusan terasa lebih menakutkan dari sebelumnya.

2. Takut salah dan ingin keputusan yang sempurna

Banyak orang susah memilih karena diam-diam menuntut diri sendiri untuk selalu benar. Dilansir dari Psychology Today, pikiran seperti “Aku harus membuat keputusan yang tepat” atau “Aku enggak boleh menyesal” justru bikin seseorang makin cemas dan menunda.

Padahal, dalam hidup, hampir enggak ada keputusan yang sepenuhnya tanpa kekurangan. Selalu ada plus minus. Kalau kamu terus menunggu pilihan yang sempurna, kemungkinan besar kamu akan terus diam di tempat.

3. Terbiasa membayangkan skenario terburuk

Pikiranmu cepat sekali loncat ke kemungkinan paling buruk. Mau resign? Takut nyesel. Mau pindah kota? Takut kesepian. Mau mulai hubungan? Takut sakit hati. Dilansir dari The Friendly Mind, pola ini disebut catastrophizing, yaitu kebiasaan membayangkan hasil terburuk secara berlebihan.

Akibatnya, kecemasan membesar sebelum kamu benar-benar bertindak. Belum terjadi apa-apa, tapi energimu sudah habis duluan karena takut.

4. Terjebak pada kesalahan masa lalu

Pernah salah memilih sebelumnya bisa bikin kamu jadi super hati-hati sekarang. Tapi kalau terlalu sering mengulang masa lalu dalam kepala, kamu malah enggak fokus pada situasi yang sedang dihadapi.

Dilansir dari The Friendly Mind dan A Good Place Therapy, ini berkaitan dengan rumination, yaitu kebiasaan memikirkan kembali kesalahan, luka, atau penyesalan secara tidak produktif. Bukan belajar dari masa lalu, tapi tenggelam di dalamnya.

5. Terlalu ingin menyenangkan orang lain

Kamu susah mengambil keputusan karena terlalu sibuk memikirkan reaksi orang lain. Takut dibilang egois, takut mengecewakan, takut dianggap aneh, takut enggak sesuai ekspektasi keluarga atau lingkungan. Dilansir dari The Friendly Mind, people-pleasing bisa bikin kamu kehilangan arah, karena yang kamu dengar terus justru suara orang lain, bukan suara dirimu sendiri.

6. Sulit mentoleransi rasa cemas

Akar yang lebih dalam dari semua ini sering kali adalah ketidaknyamanan terhadap rasa cemas itu sendiri. Dilansir dari The Friendly Mind, indecisiveness sering berkaitan dengan anxiety intolerance, yaitu ketidaksediaan untuk merasakan cemas. Karena enggak tahan dengan rasa tidak pasti, kamu memilih menunda, menghindar, atau terus mencari kepastian yang sebenarnya enggak akan pernah penuh.

Alasan Kenapa Menunda Keputusan Justru Bikin Makin Berat

Sumber foto: Pexels

Banyak orang berpikir, menunda keputusan bisa bikin pikiran lebih tenang. Padahal seringnya malah kebalik. Semakin lama ditunda, semakin besar juga kecemasan yang tumbuh.

Dilansir dari Positive Wellbeing Psychology, menghindari keputusan bisa memperpanjang rasa tidak nyaman dan lama-lama berdampak pada kesehatan mental, hubungan, pekerjaan, dan kepuasan hidup secara keseluruhan. Jadi, diam tidak selalu netral. Kadang diam juga adalah beban.

Cara Mengatasi Kebiasaan Sulit Mengambil Keputusan

Sumber foto: Pexels

Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dilatih. Kamu enggak harus berubah jadi orang super tegas dalam semalam, tapi kamu bisa mulai membangun cara berpikir yang lebih sehat saat menghadapi pilihan.

1. Berhenti menuntut keputusan yang sempurna

Coba ganti targetmu. Bukan “harus paling benar”, tapi “cukup baik untuk dijalani sekarang”. Dilansir dari Psychology Today, tidak ada bukti bahwa kamu harus selalu membuat keputusan yang tepat. Yang bisa kamu lakukan adalah memilih berdasarkan informasi terbaik yang kamu punya saat ini.

2. Bedakan antara refleksi dan overthinking

Tanya ke diri sendiri: aku sedang benar-benar mempertimbangkan pilihan, atau cuma muter di pikiran yang sama? Kalau pikiranmu tidak menghasilkan kejelasan, mungkin itu bukan refleksi lagi, tapi rumination.

3. Tanya apa yang benar-benar kamu mau

Kalau kamu terbiasa people-pleasing, ini penting banget. Sebelum memikirkan pendapat semua orang, berhenti sebentar dan tanya: “Sebenarnya aku maunya apa?” Pertanyaan ini sederhana, tapi sering terlupakan.

4. Sadari bahwa cemas itu normal

Dilansir dari A Good Place Therapy, memiliki keraguan bukan berarti keputusanmu salah. Kadang rasa cemas hanya menandakan bahwa kamu sedang memasuki hal baru. Bukan alarm bahaya, tapi tanda bahwa kamu sedang bertumbuh.

5. Batasi waktu untuk berpikir

Kalau semua keputusan dibiarkan terbuka terlalu lama, kamu akan kelelahan sendiri. Tentukan batas waktu kapan kamu harus memilih. Ini membantu supaya otakmu enggak terus mencari-cari celah baru untuk ragu.

6. Mulai dari keputusan kecil

Kepercayaan diri dalam mengambil keputusan dibangun lewat latihan. enggak harus langsung keputusan besar. Mulai dari hal sederhana: memilih tanpa terlalu banyak minta validasi, lalu belajar menerima hasilnya.

Sulit Mengambil Keputusan Bukan Berarti Kamu Lemah!

Sumber foto: Pexels

Sering kali orang yang sulit mengambil keputusan justru adalah orang yang peduli, berpikir dalam, dan ingin melakukan hal yang benar. Tapi saat semua itu bercampur dengan takut salah, takut gagal, dan takut mengecewakan orang lain, hasilnya bisa bikin kamu lumpuh.

Seperti yang dibahas dalam A Good Place Therapy, tujuan mengambil keputusan bukan untuk menghilangkan semua keraguan. Tujuannya adalah belajar tetap melangkah meski tidak ada kepastian penuh. 

Bahkan kutipan Maya Angelou yang dimuat di sana terasa pas untuk menggambarkan ini: “We find our path by walking it.” Kita menemukan jalan justru dengan menjalaninya.

Baca juga: 6 Film yang Wajib Ditonton di Usia 20-an, Dijamin Relate Banget! 

Kalau kamu merasa sulit mengambil keputusan di usia 20-an, itu bukan tanda kamu enggak mampu. Bisa jadi kamu sedang menghadapi campuran antara self-doubt, takut salah, overthinking, luka masa lalu, dan tekanan sosial yang besar.

Yang perlu kamu ingat, hidup enggak selalu memberi pilihan yang seratus persen jelas. Kadang keputusan terbaik bukan yang paling sempurna, tapi yang paling jujur dengan kebutuhanmu saat ini. Jadi, pelan-pelan saja. Dengar dirimu, terima rasa cemasnya, lalu berani melangkah.

Suka dengan pembahasan ini? Jangan lupa gabung discord Girls Beyond Circle ada banyak info dan event seru untuk anak muda!

Cover: Freepik

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond