
5 Karakter Orang yang Punya Hewan Peliharaan Menurut Psikologi
Kamu punya hewan peliharaan? Pasti banyak yang menganggap adalah seorang yang lebih penyayang, lebih sabar, atau justru lebih sensitif. Ternyata, perasaan itu nggak cuma asumsi. Dari sudut pandang psikologi, memang ada kaitan antara kepribadian seseorang dengan kebiasaan memelihara hewan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara manusia dan hewan peliharaan bukan sekadar soal lucu atau gemas, tapi juga menyangkut kebutuhan emosional dan cara seseorang berinteraksi dengan dunia.
Bahkan, studi dari PubMed oleh Deborah L. Wells dan Kathryn R. Treacy menemukan bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat keterikatan seseorang terhadap hewan peliharaannya.
Jadi, kira-kira seperti apa sih karakter orang yang punya hewan peliharaan menurut psikologi? Yuk, kita bahas satu per satu dengan bahasa yang santai dan gampang dipahami.
Baca juga: 6 Karakter Anak Pertama Berdasarkan Penelitian, Paling Terakhir Mengagetkan!
Mengungkap Hubungan Antara Manusia dan Hewan

Sebelum masuk ke karakter, penting untuk paham dulu bahwa punya hewan peliharaan itu bukan sekadar hobi. Dalam psikologi, ada istilah attachment atau keterikatan emosional.
Dilansir dari The Positive Psychology, hewan peliharaan bisa memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan rasa bahagia, mengurangi kesepian, hingga membantu seseorang menghadapi stres. Interaksi sederhana seperti mengelus kucing atau bermain dengan anjing bahkan bisa memicu hormon oksitosin, yang bikin kamu merasa lebih tenang dan nyaman.
Tapi, efek ini nggak selalu sama untuk semua orang. Banyak faktor yang memengaruhi, termasuk kepribadian dasar kamu sendiri.
Karakter Orang yang Punya Hewan Peliharaan

Nah, sekarang penasaran kan gimana karakter pemilik hewan peliharaan? Berikut ulasannya!
1. Lebih Emosional dan Sensitif
Salah satu karakter orang yang punya hewan peliharaan adalah cenderung lebih emosional dan sensitif.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di PubMed, sifat neuroticism (mudah cemas, overthinking, atau sensitif) berkaitan dengan tingkat kedekatan seseorang dengan hewan peliharaannya.
Biasanya, orang dengan karakter ini:
- Lebih peka terhadap perasaan
- Mudah merasa khawatir
- Cepat merasa kesepian
Menariknya, justru karena sifat ini, mereka bisa membangun hubungan yang sangat dekat dengan hewan peliharaan. Banyak yang menjadikan peliharaan sebagai “safe space”, tempat pulang tanpa rasa dihakimi.
Makanya, nggak heran kalau ada yang merasa hewan peliharaan itu seperti teman curhat paling setia.
2. Punya Rasa Tanggung Jawab yang Tinggi
Merawat hewan itu bukan hal yang instan. Kamu harus memberi makan, menjaga kebersihan, memastikan kesehatan, bahkan memperhatikan kebutuhan emosional mereka.
Karena itu, karakter orang yang punya hewan peliharaan berikutnya adalah punya rasa tanggung jawab yang tinggi.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan trait conscientiousness, yaitu:
- Disiplin
- Terorganisir
- Konsisten dalam menjalankan rutinitas
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan sifat ini cenderung punya hubungan yang lebih kuat dengan hewan peliharaan mereka. Soalnya, mereka benar-benar berkomitmen untuk merawat, bukan sekadar ikut-ikutan tren.
Dan jujur aja, kalau kamu bisa konsisten merawat makhluk hidup setiap hari, itu tanda kamu punya sense of responsibility yang nggak main-main.
3. Lebih Mudah Membentuk Ikatan Emosional
Kalau kamu tipe orang yang gampang sayang sama hewan, kemungkinan besar kamu juga termasuk orang yang mudah membentuk ikatan emosional.
Dalam konsep psikologi attachment, hewan peliharaan bisa menjadi:
- Sumber kenyamanan
- Teman setia
- Bahkan dianggap sebagai keluarga
Banyak pemilik hewan yang merasa hubungannya dengan peliharaan itu “real” dan bermakna, bukan sekadar relasi satu arah.
Menariknya, studi di ScienceDirect juga menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara manusia dan hewan bisa dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing. Orang yang lebih terbuka dan hangat biasanya punya hubungan yang lebih dekat dengan peliharaannya.
Jadi, kalau kamu tipe yang gampang attach, itu bukan hal aneh, justru itu bagian dari kemampuan emosional kamu.
4. Lebih Empati dan Suka Merawat (Nurturing)
Karakter lain yang cukup menonjol adalah empati dan sifat nurturing alias suka merawat.
Orang yang punya empati tinggi biasanya:
- Lebih peka terhadap kebutuhan makhluk lain
- Sabar dalam menghadapi situasi
- Rela meluangkan waktu dan tenaga untuk merawat
Ini nyambung banget dengan kebiasaan punya hewan peliharaan. Karena hewan nggak bisa bicara, kamu harus lebih peka membaca bahasa tubuh dan kebutuhan mereka.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dan orang yang terbiasa merawat (misalnya orang tua) cenderung punya keterikatan lebih tinggi dengan hewan peliharaan.
Dengan kata lain, kalau kamu penyayang hewan, besar kemungkinan kamu juga punya empati yang kuat ke orang lain
5. Lebih Resilien (Terutama Pemilik Anjing)
Menariknya, jenis hewan peliharaan juga bisa berkaitan dengan karakter.
Dilansir dari penelitian James Cook University, pemilik anjing cenderung memiliki tingkat resilience (daya tahan mental) yang lebih tinggi dibanding pemilik kucing.
Kenapa bisa begitu?
Beberapa alasannya:
- Anjing butuh aktivitas rutin seperti jalan-jalan
- Pemiliknya jadi lebih aktif secara fisik
- Ada interaksi sosial dengan orang lain (misalnya saat jalan dengan anjing)
Menurut Dr. Jessica Oliva, “Dog ownership has been associated with reduced loneliness… suggestive of higher levels of resilience.”
Artinya, orang yang memilih memelihara anjing mungkin memang sudah punya karakter yang lebih tangguh, atau justru kebiasaan merawat anjing membantu membentuk ketangguhan itu.
Baca juga: Mengenal Tipe Kepribadian: A, B, C, dan D, Kamu Termasuk yang Mana, Nih?
Tapi, Apakah Punya Hewan Peliharaan Pasti Bikin Bahagia?

Ini yang sering disalahpahami.
Banyak orang mengira punya hewan peliharaan pasti bikin hidup lebih bahagia. Padahal, menurut The Positive Psychology, hasil penelitian soal ini masih beragam.
Ada yang merasa:
- Lebih bahagia
- Lebih jarang stres
- Lebih nggak kesepian
Tapi ada juga yang:
- Merasa lebih terbebani
- Mengalami stres tambahan (biaya, waktu, tanggung jawab)
- Bahkan merasa lebih kesepian dalam kondisi tertentu
Jadi, efeknya sangat tergantung pada:
- Kepribadian kamu
- Cara kamu melihat hewan peliharaan
- Kondisi hidup kamu secara keseluruhan
Punya Hewan Peliharaan Itu Pilihan Besar

Satu hal yang penting: memelihara hewan bukan keputusan kecil.
Selain soal karakter, kamu juga perlu mempertimbangkan:
- Komitmen jangka panjang
- Biaya perawatan
- Waktu dan energi yang dibutuhkan
Baca juga: [Tes Kepribadian] Cari Tahu Gaya Belajar Kamu dan Rekomendasi Study Tools yang Cocok!
Penelitian juga menekankan bahwa keputusan punya hewan peliharaan sebaiknya dipikirkan matang, karena ini menyangkut kesejahteraan makhluk hidup.
Namun, penting untuk diingat bahwa hubungan antara manusia dan hewan peliharaan itu kompleks. Nggak semua orang akan merasakan efek yang sama, karena semuanya kembali ke kepribadian dan kondisi masing-masing.
Jadi, kalau kamu punya hewan peliharaan dan merasa mereka lebih dari sekadar “peliharaan”, itu wajar banget. Bisa jadi, itu adalah refleksi dari sisi emosional dan kepribadian kamu yang lebih dalam.
—
Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu info menarik lainnya seputar dunia hewan!
Cover: Freepik
Comments
(0 comments)