gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Bukan Cuma Bikin Sehat, 6 Aktivitas Fisik Ini Bisa Mengurangi Overthinking

Written by Adila Putri Anisya

Lagi ngerasa otak kamu kayak tab browser yang dibuka kebanyakan? Lemot, panas, dan rasanya mau crash gara-gara mikirin satu hal berulang-ulang sampai pusing sendiri. Fenomena ini sering kita sebut sebagai overthinking. Nah, kalau kamu lagi terjebak di siklus pikiran yang muter-muter terus, salah satu cara paling ampuh untuk memutusnya adalah dengan aktivitas yang mengurangi overthinking.

Berita baiknya, kamu enggak butuh obat ajaib untuk meredamnya, yup bisa dengan olahraga atau aktivitas fisik, lho! Berikut adalah enam jenis aktivitas fisik yang bisa membantu kamu “mematikan” pikiran berlebihan!

Baca juga:  Waspadai Burnout Syndrome! Ini 3 Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja 

Kenapa Olahraga Bisa Mengurangi Overthinking?

Kenapa Olahraga Bisa Mengurangi Overthinking?
Sumber foto: Magnific

Sebelum masuk ke daftar olahraga, penting buat paham kenapa tubuh dan pikiran itu saling terhubung.

Dilansir dari Verywell Health, aktivitas fisik bisa:

  • Mengalihkan perhatian dari pikiran negatif
  • Membantu tubuh melepaskan hormon endorfin (hormon bahagia)
  • Menurunkan stres dan kecemasan
  • Membuat kamu lebih fokus pada momen sekarang

Selain itu, Healthline juga menyebut bahwa aktivitas seperti pernapasan dan relaksasi otot bisa membantu mengontrol gejala kecemasan yang sering jadi pemicu overthinking.

Artinya, saat tubuh bergerak, pikiran kamu ikut “ikut tenang”.

6 Aktivitas Fisik yang Bisa Mengurangi Overthinking

Aktivitas Fisik yang Bisa Mengurangi Overthinking
Sumber foto: Magnific

Lantas, apa saja jenis olahraga yang bisa mengurangi overthinking? Menurut Very Well Mind dan Healthline, berikut beberapa rekomendasinya!

1. Jalan Kaki di Alam (Nature Walk)

Jalan Kaki di Alam (Nature Walk)
Sumber foto: Pexels

Ini adalah opsi paling simpel buat kamu yang malas gerak berat. Jangan remehkan kekuatan jalan kaki, apalagi kalau dilakukan di ruang terbuka yang hijau. 

Menurut penelitian kecil tahun 2015 yang dilansir dari Very Well Health, orang yang jalan kaki selama 90 menit di area alam atau ruang terbuka hijau melaporkan tingkat ruminasi yang jauh lebih rendah dibanding mereka yang jalan di area perkotaan yang bising.

Saat kamu jalan kaki, mata kamu akan menangkap pemandangan baru, telinga mendengar suara alam, dan kulit merasakan angin. Ini secara otomatis mengalihkan perhatianmu dari pikiran “apa yang salah denganku?” menjadi “wah, pohonnya sejuk ya.”

2. Berenang

Berenang
Sumber foto: Pexels

Berenang adalah olahraga yang sangat engrossing atau menyita perhatian. Kenapa? Karena saat di dalam air, kamu harus mengatur ritme napas, gerakan tangan, dan tendangan kaki secara bersamaan. Aktivitas fisik seperti berenang bisa menjadi distraksi yang sehat untuk menginterupsi pikiran negatif.

Suasana di dalam air yang tenang dan minim suara bising dari luar juga memberikan efek meditasi alami. Kamu enggak bisa pegang HP, enggak bisa dengerin lagu galau, cuma ada kamu dan air. Benar-benar momen yang pas buat log out dari drama di kepalamu.

3. Yoga dan Tai Chi

Yoga dan Tai Chi
Sumber foto: Pexels

Kalau kamu mencari keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketenangan mental, yoga adalah jawabannya. Yoga bukan cuma soal melenturkan badan, tapi juga soal koneksi antara napas dan gerakan.

Erica Cirino, melalui Healthline, menyebutkan bahwa teknik relaksasi seperti yoga sangat membantu meredakan ketegangan otot yang sering menyertai kecemasan. Saat kamu mencoba menahan posisi warrior pose atau tree pose, fokus kamu akan berpindah sepenuhnya untuk menjaga keseimbangan tubuh agar enggak jatuh. 

Di saat itulah, aktivitas yang mengurangi overthinking ini bekerja secara maksimal, karena otak kamu enggak punya ruang lagi buat mikirin “chat-ku kok cuma di-read doang ya?”.

4. Lari atau Jogging

Lari atau Jogging
Sumber foto: Pexels

Lari sering disebut sebagai terapi murah meriah. Saat kamu lari, tubuh melepaskan endorfin, zat kimia di otak yang bikin perasaan jadi lebih bahagia dan rileks. Selain itu, lari memberikan ritme yang konstan. 

Suara langkah kaki yang beradu dengan aspal bisa menjadi semacam “mantra” yang menenangkan.

Jika pikiran mulai melantur ke hal-hal yang bikin stres, coba fokuskan perhatianmu pada detak jantung atau langkah kaki. Ini adalah bentuk distraksi fisik yang efektif untuk menghentikan siklus pikiran yang intrusif.

5. Latihan Pernapasan dan Relaksasi Otot (PMR)

Latihan Pernapasan dan Relaksasi Otot (PMR)
Sumber foto: Magnific

Mungkin ini enggak terlihat seperti “olahraga” konvensional yang bikin berkeringat, tapi melatih otot pernapasan dan ketegangan fisik adalah latihan krusial untuk mental. Dilansir dari Healthline, ada teknik yang namanya Progressive Muscle Relaxation (PMR).

Caranya gampang: kamu tinggal berbaring, kencangkan satu grup otot (misalnya genggam tangan kuat-kuat) sambil tarik napas, lalu lepaskan perlahan saat buang napas. 

Lakukan dari ujung kaki sampai kepala. Ini membantu kamu menyadari secara fisik perbedaan antara kondisi tegang dan relaks, sehingga otak kamu juga belajar untuk “melepaskan” beban pikiran.

6. Olahraga Tim (Main Futsal, Basket, atau Badminton)

Olahraga Tim (Main Futsal, Basket, atau Badminton)
Sumber foto: Magnific

Kadang, obat dari overthinking adalah interaksi sosial. Bermain dalam tim menuntut kamu untuk berkomunikasi dan bereaksi cepat terhadap gerakan kawan maupun lawan. 

Kamu enggak punya waktu untuk merenungi kesalahan masa lalu kalau ada bola yang harus kamu oper sekarang juga!

Interaksi sosial saat berolahraga juga memberikan dukungan emosional. Ketawa bareng teman setelah tanding bisa mengalihkan fokus dari masalah pribadi ke momen kebahagiaan saat ini.

Tips Biar Enggak Malas Mulai

Tips Biar Enggak Malas Mulai
Sumber foto: Magnific

Buat kamu yang lagi merasa berat banget buat bangun dari kasur, jangan langsung pasang target lari 10km. Mulailah dari yang kecil:

  1. Cukup 5 Menit: Coba latihan pernapasan dalam atau jalan keliling komplek sebentar saja.
  2. Cari Teman: Kalau sendirian bikin kamu makin banyak mikir, ajak teman biar ada distraksi obrolan.
  3. Jangan Menilai Diri Sendiri: Kalau saat olahraga tiba-tiba pikiran buruk muncul, jangan marah. Sadari saja, lalu kembali fokus ke gerakan badanmu.

Baca juga: Lagi Naik Daun, 5 Manfaat Olahraga HYROX dan Efeknya untuk Kesehatan Tubuh

Ingat, kamu enggak perlu jadi atlet profesional untuk merasakan manfaatnya. Tujuan utamanya bukan untuk punya perut six-pack (meski itu bonus yang oke), tapi untuk memberikan istirahat bagi otakmu yang sudah bekerja terlalu keras seharian.

Menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan mentalmu. Dengan melakukan aktivitas yang mengurangi overthinking, kamu sedang belajar cara mengambil kendali kembali atas pikiranmu sendiri. Jadi, yuk, taruh HP-mu sekarang, pakai sepatu, dan mulailah bergerak. Tubuhmu butuh keringat, dan otakmu butuh ketenangan!

Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle dan dapatkan informasi tentang kesehatan dan wellness lainnya!

Cover: Magnific