
5 Jenis Vaksin untuk Perempuan di Usia 20-an, Bukan Cuma HPV!
Girls, kamu sudah vaksin, belom? Ternyata, vaksin enggak cuma penting untuk anak-anak saja, lho!
Ada beberapa jenis vaksin untuk perempuan yang sebaiknya dilakukan sejak usia 20-an. Sayangnya, masih banyak wanita yang belum aware soal vaksin untuk orang dewasa.
Padahal, ada beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk perempuan di usia dewasa. Yuk, kita simak lebih lanjut!
Baca Juga: Peruntukkan Vaksin HPV Gratis, Simak Ketentuan dan Manfaatnya!
Apakah Perempuan Dewasa Wajib Vaksin?

Berdasarkan artikel Samitivej Hostipals, perempuan direkomendasikan untuk melakukan vaksin sejak usia belia.
Namun, meskipun kamu sudah melakukan vaksin saat masih kecil, kamu tetap disarankan untuk vaksin lagi setelah beranjak dewasa. Imun dari vaksin masa kecil bisa menurun seiring bertambahnya usia.
Oleh karena itu, perempuan usia 20-an dianjurkan untuk melakukan vaksin. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kebutuhan vaksin yang sesuai.
Baca Juga: Kabar Baik! Kemenkes Adakan Vaksin HPV Gratis untuk Perempuan Usia 20-an, Cek Faktanya
Jenis Vaksin untuk Perempuan

Dilansir dari New York State Department of Health, ada beberapa jenis vaksin untuk wanita yang wajib diperhatikan. Jenis vaksin ini biasanya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
1. Varisela (Cacar Air)
Vaksin varisela atau cacar air juga termasuk jenis vaksin untuk perempuan dewasa dan anak-anak. Soalnya, perempuan yang belum pernah terkena cacar air atau belum vaksin bisa memiliki risiko lebih tinggi saat hamil.
Kalau kamu belum pernah vaksin varisela, sebaiknya lakukan dua dosis vaksin dengan jarak beberapa minggu. Selain itu, setelah melakukan vaksin varisela, kamu juga perlu menunda kehamilan selama beberapa waktu karena vaksin ini menggunakan virus hidup yang dilemahkan.
2. Influenza

Influenza adalah salah satu jenis vaksin untuk perempuan, terutama sebelum kehamilan. Influenza atau flu sering dianggap penyakit ringan, padahal virus ini bisa menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.
Sebaiknya, kamu melakukan vaksin influenza setiap tahun. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko tingkat keparahan penyakit flu.
3. Td/Tdap (Tetanus, Difteri, dan Batuk Rejan)

Meskipun vaksin Td/Tdap lebih sering dianjurkan untuk bayi baru lahir, perempuan tetap diwajibkan untuk melakukan vaksin ini setiap 10 tahun sekali. Vaksin ini bisa melindungi tubuh dari tetanus, difteri, dan batuk rejan.
Kalau kamu belum pernah mendapat vaksin Tdap sebelumnya, enggak ada salahnya untuk mulai melengkapinya sejak sekarang. Vaksin ini juga membantu melindungi bayi baru lahir dari risiko infeksi tertentu di kemudian hari.
4. Hepatitis A dan B

Kalau mendengar kata hepatitis, pasti kamu membayangkan penyakit yang menyerang hati. Padahal, hepatitis adalah salah satu jenis vaksin untuk perempuan yang perlu diperhatikan sejak usia muda.
Vaksin hepatitis A dan B diwajibkan untuk perempuan yang punya faktor risiko atau mau mendapatkan perlindungan tambahan. Khusus hepatitis B, vaksin ini cukup penting karena infeksi hepatitis B bisa berkembang menjadi penyakit hati kronis jika tidak ditangani dengan baik.
Meskipun begitu, enggak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter tentang kebutuhan vaksin hepatitis sesuai kondisi kesehatan dan riwayat vaksinasi masing-masing. Selain membantu melindungi diri sendiri, vaksin hepatitis juga dapat mencegah risiko jangka panjang untuk menjaga kesehatan tubuh di masa depan.
5. HPV

Jenis vaksin untuk wanita dewasa lainnya yang enggak kalah penting adalah vaksin HPV (human papillomavirus). Belakangan ini, vaksin ini sering dibahas karena kaitannya dengan kanker serviks, salah satu jenis kanker yang cukup banyak dialami perempuan.
Vaksin HPV direkomendasikan bagi perempuan sejak usia muda. Vaksin ini bisa membantu mencegah hingga 90% kasus kutil kelamin dan sekitar 70% kasus kanker serviks pada perempuan.
Baca Juga: 10 Penyakit Timbul Akibat Stres, yang Terakhir Paling Sering Dialami!
Meskipun sudah berusia 20-an, perempuan tetap diwajibkan untuk melakukan vaksin. Namun, sebaiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memilih vaksin yang sesuai dengan kebutuhanmu
Nah, itu dia beberapa jenis vaksin untuk perempuan yang perlu diketahui. Sudah cek status vaksinmu belum, girls?
–
Pengen tahu informasi terkait dunia kesehatan? Yuk, gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle sekarang!
Hai, teman-teman! Aku Lintang Pramatyanti, penulis artikel ini. Let’s connect on Linkedin!
Cover: Unsplash

Comments
(0 comments)