
Mengenal Tipe Kepribadian: A, B, C, dan D, Kamu Termasuk yang Mana, Nih?
Pernah enggak sih kamu penasaran kenapa kamu lebih suka ngebut ngerjain tugas di menit-menit awal, sementara temanmu santai banget dan baru gerak pas deadline mepet? Atau kenapa ada orang yang terlihat super optimis, tapi ada juga yang cenderung lebih hati-hati?
Jawabannya bisa jadi ada di tipe kepribadian!
Sebagai anak muda yang penuh energi dan selalu ingin tahu tentang diri sendiri, penting banget lho buat paham gimana sih cara kita bertindak dan bereaksi. Enggak cuma buat self-discovery, tapi juga buat tahu gimana kita bisa maksimal di lingkungan kerja atau kampus.
Nah, artikel ini akan ngebahas empat tipe kepribadian dasar yang paling sering disebut: Tipe A, B, C, dan D. Yuk, kita bedah satu per satu!
Baca juga: [Tes Kepribadian] Kamu Tipe Mahasiswa yang Seperti Apa di Kampus?
Sejarah Singkat Tipe Kepribadian ABCD

Sebelum kita bahas tipe-tipenya, kenalan dulu sama asal-usulnya.
Konsep tipe kepribadian sudah ada sejak zaman kuno, lho. Hippocrates, yang sering disebut ‘Bapak Kedokteran’, sudah mengklasifikasikan manusia ke dalam empat tipe (Koleri, Phlegmatik, Sanguin, dan Melankolik) berdasarkan cairan tubuh, ini dikenal sebagai Teori Humoral.
Namun, yang kita bahas sekarang, yaitu Tipe A dan B, adalah penemuan yang “enggak sengaja” di pertengahan abad ke-20 oleh dua ahli jantung, Dr. Meyer Friedman dan Dr. Ray Rosenman pada tahun 1959.
Dilansir dari PMaps, mereka mengamati dua pola perilaku yang sangat berbeda pada pasien mereka. Tipe A cenderung kompetitif, agresif, dan lebih rentan masalah jantung. Sementara Tipe B lebih santai, sabar, dan jarang kena masalah tekanan darah atau jantung.
Setelah itu, penelitian terus berkembang. Tipe C muncul dari studi oleh Steven Greer dan Tina Morris pada tahun 1975 yang meneliti hubungan antara perilaku dan risiko kanker. Lalu, psikolog Johan Denollet memperkenalkan Tipe D (Distressed) yang fokus pada kecenderungan mengalami emosi negatif.
Tipe A: Si ‘Workaholic’ dan Pengejar Target

Kalau kamu punya energi yang enggak ada habisnya, selalu merasa dikejar waktu, dan to-do list kamu lebih panjang dari scroll media sosial, mungkin kamu adalah Tipe A.
Tipe A Personality ini sering banget dianggap sebagai “workaholics” karena mereka suka banget mengambil banyak tugas alias multitasking dan punya motivasi kuat buat sukses dan mencapai lebih.
Dilansir dari Jurnal 2017, Tipe A ini punya sifat kompetitif dan ambisius. Jadi, jangan heran kalau di lingkungan kerja, mereka bisa menunjukkan perilaku agresif atau bahkan permusuhan dalam interaksi interpersonal. Tipe A juga diharapkan menunjukkan perilaku kreatif karena mereka lebih suka tantangan baru dan punya komitmen besar pada peran mereka. Penelitian menunjukkan, individu Tipe A punya hubungan positif dengan keterlibatan kerja (work engagement).
Karakteristik Kunci Tipe A
- Urgen Waktu (Time Urgency): Kamu merasa harus menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat dan mendesak. Suka banget bekerja di bawah tekanan. Orang-orang ini adalah aset kunci karena fokus pada penetapan dan pencapaian tujuan ambisius.
- Kompetitif: Mereka adalah pesaing alami, cenderung unggul dan memimpin.
- Multitasking: Mahir menangani banyak tugas sekaligus.
- Kepemimpinan: Cenderung ke arah kepemimpinan, ahli dalam perencanaan dan memotivasi tim dengan visi strategis.
- Toleransi Stres: Mampu bekerja dengan baik di bawah tekanan dan memiliki ketahanan yang luar biasa.
Dampak Positif dan Negatif Tipe A
Sifat positif Tipe A di tempat kerja meliputi workaholic, keterlibatan kerja (work engagement), dan perilaku kreatif. Namun, Tipe A juga punya sisi negatif. Meskipun beberapa penelitian menemukan korelasi positif dengan kepuasan kerja, studi lain melaporkan bahwa individu Tipe A memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih rendah. Selain itu, sifat kompetitif mereka bisa memicu perilaku agresif atau permusuhan, incivility, atau ketidaksopanan di tempat kerja.
Tipe B: Si Santai yang Fleksibel dan Kreatif

Tipe B adalah kebalikan dari Tipe A. Kalau Tipe A itu gaspol, Tipe B ini lebih ke chill dan go-with-the-flow.
Mereka dikenal sebagai individu yang santai, moderat, dan mudah beradaptasi. Mereka juga punya keinginan untuk sukses, tapi enggak sampai se-ambisius atau kompetitif banget kayak Tipe A.
Dilansir dari Jurnal 2017, karena saking sukanya nyaman, Tipe B sering banget nih menunda-nunda pekerjaan (procrastinate) dan baru mengerjakannya di menit-menit akhir. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa individu Tipe B kurang efektif dalam penggunaan waktu. Namun, Tipe B memiliki keterampilan komunikasi yang lebih baik daripada Tipe A, sehingga mereka mudah berkomunikasi dengan orang lain dan didukung oleh rekan kerja.
Karakteristik Kunci Tipe B
- Sikap Santai (Relaxed Attitude): Tetap tenang di bawah tekanan, menciptakan lingkungan kerja yang minim stres.
- Fleksibel: Adaptif dan terbuka terhadap perubahan.
- Kreatif: Dikenal karena pemikiran inovatif, mereka berkembang dalam peran yang menghargai ide baru.
- Keterampilan Interpersonal: Punya kemampuan komunikasi yang baik. Mereka adalah team cheerleaders, hebat dalam menyelesaikan masalah interpersonal, dan menjaga semangat tim tetap tinggi.
- Prioritas Work-Life Balance: Mereka mengutamakan keseimbangan yang menghasilkan karyawan yang puas dan kurang rentan terhadap burnout.
- enggak Kompetitif: Lebih memilih kolaborasi daripada persaingan.
Dampak Positif dan Negatif Tipe B
Tipe B cenderung menunjukkan perilaku kewargaan organisasi (Organizational Citizenship Behavior – OCB), seperti membantu rekan kerja atau mengambil peran tambahan, karena mereka enggak terlalu fokus pada kesuksesan besar atau posisi tinggi. Mereka diharapkan merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Sisi negatifnya, karena kurang perhatian pada penjadwalan waktu, mereka sering menunda pekerjaan. Perilaku negatif lain yang mungkin muncul adalah kelalaian (negligent behaviors).
Baca juga: Tipe Kepribadian Omnivert, Apa Bedanya dengan Ambivert? Ini Ciri-Cirinya
Tipe C: Si Analitis yang Teliti dan Menghindari Konflik

Tipe C ini unik karena mengambil sedikit kelebihan dari A dan B, tapi punya karakteristik khasnya sendiri. Mereka adalah orang-orang yang berhati-hati, fokus, dan konsisten.
Dilansir dari PMaps, Tipe C secara khas dicirikan sebagai orang yang berorientasi pada detail, teliti, dan logis. Sementara dari sisi lain, Tipe C dianggap sebagai bagian dari sifat kepribadian negatif karena memiliki karakteristik ketidakmampuan (incapability), enggak asertif, dan pasif. Namun, mereka punya sifat positif seperti fokus pada orang lain, kooperatif, dan cenderung patuh pada lingkungan eksternal.
Karakteristik Kunci Tipe C
- Teliti & Fokus: Paling jago dalam berkonsentrasi mendalam pada tugas dan sangat memerhatikan detail. Mereka ini cenderung introvert dan cerdas, suka mengeksplorasi hal-hal baru.
- Introvert & Pendiam: Mereka cenderung tertutup dan introspektif. Sering kali lebih suka bekerja sendiri (independent working style) dan mungkin kesulitan terbuka secara emosional.
- Koperatif: Meskipun introvert, mereka bekerja dengan baik dalam tim dan sangat mempertimbangkan kebutuhan orang lain demi keharmonisan kelompok.
- Kreatif: Punya sisi kreatif yang dapat menghasilkan solusi inovatif.
- Tahan Konflik (Conflict-Resistant): Cenderung menghindari konflik dan memprioritaskan menjaga kedamaian.
Dampak Positif dan Negatif Tipe C
Karena sisi altruistik dan sensitif mereka, Tipe C dapat menunjukkan perilaku membantu, kooperatif, dan merasa terlibat dalam peran kerja mereka lebih dari yang lain. Mereka juga cenderung menampilkan perilaku kreatif berkat imajinasi mereka.
Dari perspektif pesimistis, karena emosi negatif mereka, Tipe C mudah menjadi enggak bahagia dan enggak puas dengan pekerjaan, sehingga dapat menurunkan motivasi, komitmen, dan kinerja mereka. Mereka juga mungkin menunjukkan perilaku diam (silence behavior).
Tipe D: Si ‘Distressed’ yang Cemas dan Hati-Hati

Tipe D adalah “D” dari kata Distressed (tertekan) atau Discomforted (enggak nyaman). Ini adalah tipe kepribadian yang cenderung memiliki pandangan negatif atau pesimistis dalam banyak hal.
Mereka punya kecenderungan tinggi untuk mengalami emosi negatif (seperti khawatir, takut, dan rasa enggak aman) dan sering menahan perasaan ini.
Dilansir dari Medical News Today, kunci dari Tipe D adalah kecenderungan untuk merasakan emosi negatif (seperti marah, takut, sedih, dan mudah tersinggung) dan hambatan sosial (social inhibition), di mana mereka enggak mau berbagi emosi karena takut penolakan atau ketidaksetujuan.
Karakteristik Kunci Tipe D
- Afektivitas Negatif (Negative Affectivity): Mereka sering mengalami emosi negatif seperti ketakutan, kecemasan, dan depresi.
- Hambatan Sosial: Merasa enggak nyaman dalam interaksi sosial. Mereka cenderung membangun hubungan yang lebih sedikit dan merasa enggak nyaman dengan orang asing di lingkungan kerja maupun sosial.
- Pesimisme: Mereka cenderung memiliki pandangan hidup yang ‘setengah kosong’ dan sering mengharapkan hasil negatif.
- Terorganisir: Mereka sering lebih suka lingkungan yang terstruktur dan dapat membawa tingkat organisasi yang tinggi ke dalam peran mereka.
- Dukungan: Mereka dikenal karena peduli dan berbelas kasih, dan dapat memberikan dukungan kuat untuk tim mereka.
Dampak Positif dan Negatif Tipe D
Tipe D dapat menjadi pemecah masalah yang efektif saat mereka merasa aman dalam peran mereka. Mereka juga cenderung terorganisir, konsisten, dan dapat diandalkan, yang penting untuk stabilitas tim.
Namun, Tipe D berisiko tinggi mengalami kelelahan emosional, burnout, dan masalah substansial dalam berinteraksi dengan rekan kerja dan manajer. Mereka juga dikaitkan dengan hasil kerja negatif seperti tingkat absen yang lebih tinggi karena penyakit fisik dan psikologis, dan cenderung menampilkan perilaku negatif seperti ketidaksopanan (incivility), sabotase, dan perilaku agresif.
Baca juga: 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Alpha, Beta, Omega, Gamma, Delta, Sigma
Hubungannya dengan Kesehatan dan Well-being

Memahami tipe kepribadian enggak cuma tentang perilaku, tapi juga tentang kesehatanmu lho! Ternyata, ada kaitan antara tipe-tipe ini dengan risiko kesehatan tertentu.
Dilansir dari Medical News Today:
- Tipe A: Sifat permusuhan (hostility) yang dimiliki Tipe A dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Tekanan waktu, ketidaksabaran, kemarahan, dan permusuhan juga merupakan faktor risiko untuk tekanan darah tinggi.
- Tipe B: Umumnya, Tipe B dianggap enggak rentan terhadap penyakit serius karena respons stres mereka yang lebih moderat, yang bisa mengarah pada kesehatan dan umur panjang yang lebih baik. Namun, sifatnya yang terlalu santai mungkin membuat mereka kurang teliti dalam menjaga kesehatan.
- Tipe C: Penelitian yang menghubungkan Tipe C dengan kanker masih belum konsisten. Namun, beberapa studi menunjukkan kaitan antara kanker dengan ciri-ciri Tipe C seperti menekan emosi negatif dan kecenderungan untuk menghindari masalah.
- Tipe D: Tipe D adalah faktor risiko untuk mengembangkan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Mereka cenderung memproduksi hormon kortisol lebih tinggi saat stres, yang berkontribusi pada masalah jantung (kolesterol tinggi, obesitas, peradangan kronis). Tipe D juga dapat mempengaruhi pengobatan PJK, termasuk kepatuhan pada pengobatan dan perubahan gaya hidup.
Jadi, Kamu Termasuk yang Mana?

Penting untuk diingat, konsep Tipe A, B, C, dan D adalah model sederhana untuk memahami perilaku manusia yang kompleks.
Dilansir dari PMaps, manusia itu terlalu dinamis untuk diklasifikasikan secara pasti. Seringkali, kamu mungkin merasa punya perpaduan dari beberapa tipe, yang kadang disebut sebagai Tipe X (gabungan sifat dari berbagai tipe).
Intinya, enggak ada tipe yang benar atau salah, apalagi yang sempurna. Masing-masing punya superpower dan blind spot-nya sendiri.
- Kalau kamu Tipe A, coba deh sesekali ambil napas, jangan buru-buru.
- Kalau kamu Tipe B, let’s go bikin jadwal yang lebih terstruktur dan jangan menunda!
- Kalau kamu Tipe C, enggak apa-apa lho untuk speak up dan jangan memendam emosi terus.
- Kalau kamu Tipe D, cari sistem support yang baik dan ingat, enggak semua hal akan berakhir buruk.
Mengidentifikasi tipe kepribadianmu adalah langkah awal yang keren buat meningkatkan self-awareness. Dengan begitu, kamu bisa memaksimalkan kelebihanmu dan tahu cara mengatasi tantangan yang mungkin kamu hadapi, baik di lingkungan sosial maupun karier!
Suka bahas soal tipe kepribadian? Jangan lupa gabung discord Girls Beyond Circle sekarang!
Cover: Freepik