gagal menampilkan data

Article

Contoh Jawaban ‘Kenapa Lama Menganggur’ Saat Interview, Biar Enggak Salah Ucap

Written by Adila Putri Anisya

Menganggur cukup lama sebelum akhirnya dapat panggilan interview itu rasanya campur aduk. Senang karena akhirnya ada kesempatan, tapi juga deg-degan karena satu pertanyaan klasik hampir pasti muncul: “Kenapa kamu lama menganggur?”

Sebenarnya, pertanyaan ini bukan jebakan. HRD atau user sebenarnya cuma ingin tahu bagaimana kamu menyikapi masa jeda tersebut. Dengan jawaban yang tepat, jujur, dan singkat, kamu justru bisa terlihat dewasa, profesional, dan siap kerja. 

Girls Beyond bakal bantu kamu menyusun jawaban yang aman, relevan, dan bikin interviewer senang dengan jawabanmu!

Baca juga: 5 Jawaban Interview “Kegiatan Selama Menganggur” yang Bikin HR Tertarik! 

Alasan HR Tanya Soal Masa Menganggur

Alasan HR Tanya Soal Masa Menganggur
Sumber foto: Freepik

Sebelum kita masuk ke contoh jawaban, kamu harus paham dulu kenapa pertanyaan ini muncul. Menurut informasi yang dilansir dari Indeed, perusahaan biasanya punya beberapa alasan tersembunyi saat menanyakan hal ini:

  1. Melihat Produktivitas: Mereka ingin tahu apakah kamu tipe orang yang diam saja saat enggak punya kerjaan, atau kamu aktif mencari peluang baru, belajar skill baru, atau punya proyek sampingan.
  2. Menilai Kepribadian: Cara kamu menjawab menunjukkan gimana kamu menghadapi situasi sulit atau stres. Kalau kamu tetap positif, itu nilai plus besar!
  3. Cek Kemampuan Problem-Solving: Mencari kerja itu sulit. HR ingin tahu gimana strategi kamu mengevaluasi diri dan bangkit lagi setelah berkali-kali gagal atau berhenti kerja.
  4. Memastikan Skill Tetap Relevan: Dilansir dari Flexjobs, HR sering khawatir kalau kamu sudah lama enggak kerja, jangan-jangan skill kamu sudah karatan. Mereka enggak mau rugi harus melatih kamu dari nol lagi kalau ternyata kamu ketinggalan zaman.

Strategi Menjawab Pertanyaan Kenapa Lama Menganggur

Strategi Menjawab Pertanyaan Kenapa Lama Menganggur
Sumber foto: Freepik

Supaya jawaban kamu enggak bikin HR malah jadi ragu, ada beberapa aturan main yang perlu kamu ikuti. Jangan sampai jawaban kamu terlalu bertele-tele ya!

1. Jaga Jawaban Tetap Singkat dan Padat

Berdasarkan tips dari Job Hunt, hindari memberikan penjelasan yang kepanjangan. Kalau jawaban kamu lebih dari dua kalimat, biasanya itu tanda kalau kamu lagi mencoba menutupi sesuatu. Cukup berikan alasan yang jelas, lalu segera alihkan pembicaraan ke kelebihan kamu atau apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan tersebut.

2. Kejujuran Adalah Kunci

Jangan pernah bohong soal alasan kamu berhenti kerja atau kenapa kamu lama belum dapat kerja lagi. Dilansir dari Flexjobs, kejujuran membangun kepercayaan di awal hubungan kerja. Kalau kamu kena layoff karena pengurangan karyawan, bilang saja sejujurnya. Itu hal yang lumrah dan bukan kesalahanmu pribadi.

3. Tunjukkan Kamu Masih Aktif di Bidangmu

Hanya karena kamu enggak punya kantor, bukan berarti kamu berhenti jadi profesional. Sebutkan kalau kamu tetap ikut seminar, ambil sertifikasi online, atau bahkan jadi freelancer. Ini membuktikan kalau kamu tetap up-to-date dengan perkembangan industri.

4. Jangan Menjelekkan Mantan Perusahaan

Ini penting banget! Seburuk apa pun pengalaman kamu di tempat lama, jangan pernah curhat atau menjelekkan bos lama kamu. Dilansir dari Job Hunt, kalau kamu mulai komplain soal kantor lama, HR bakal mikir, “Jangan-jangan nanti dia bakal ngomongin jelek soal saya juga beberapa bulan lagi?”

Baca juga: 5 Alasan Pengangguran Meningkat di Indonesia, Ada Salah Jurusan! 

Contoh Jawaban Kenapa Lama Menganggur Sesuai Situasi Kamu

Contoh Jawaban Kenapa Lama Menganggur Sesuai Situasi Kamu
Sumber foto: Freepik

Enggak perlu bingung lagi, berikut adalah beberapa inspirasi jawaban yang bisa kamu sesuaikan dengan keadaan kamu yang sebenarnya. Ingat, sampaikan dengan nada yang ramah dan percaya diri ya!

Skenario 1: Kalau Kamu Kena Layoff (Pengurangan Karyawan)

“Saya kena dampak pengurangan karyawan di perusahaan sebelumnya sekitar enam bulan lalu. Awalnya memang cukup menantang, tapi saya gunakan waktu ini buat benar-benar cari peran yang pas dengan skill saya. Selama masa ini, saya juga aktif ambil kursus digital marketing biar kemampuan saya tetap tajam dan relevan buat posisi ini.”

Skenario 2: Kalau Kamu Menganggur Karena Masalah Keluarga

“Saya memutuskan untuk berhenti kerja sementara waktu untuk fokus mengurus anggota keluarga yang sedang sakit. Namun, saya tetap menyempatkan diri untuk mengerjakan beberapa proyek freelance dan mengikuti berita terbaru di industri kita agar tetap terkoneksi secara profesional. Sekarang situasi sudah stabil, dan saya sangat bersemangat untuk kembali bekerja penuh waktu.”

Skenario 3: Kalau Kamu Ingin Pindah Jalur Karier (Career Switch)

“Setelah kerja di bidang sebelumnya, saya merasa kurang mendapatkan kepuasan kerja dan ingin mengejar passion saya di bidang IT. Itulah kenapa saya mengambil jeda untuk fokus menempuh pendidikan tambahan dan sertifikasi. Dengan bekal pengalaman kerja sebelumnya dan skill baru ini, saya yakin bisa memberikan kontribusi unik di tim kamu.”

Skenario 4: Kalau Kamu Cuma “Lama” Enggak Dapat Kerja Setelah Lulus

“Sejujurnya, saya tidak menyangka proses mencari kerja akan memakan waktu selama ini karena persaingan yang cukup ketat. Tapi saya enggak tinggal diam; saya belajar banyak tentang cara meningkatkan strategi pencarian kerja saya, membangun jejaring, dan mengikuti berbagai pelatihan teknis. Saya merasa masa ini justru melatih kegigihan saya, dan saya sekarang jauh lebih siap untuk bekerja.”

Tunjukkan Kalau Kamu Bukan Kandidat “Putus Asa”

Tunjukkan Kalau Kamu Bukan Kandidat "Putus Asa"
Sumber foto: Freepik

Ada satu hal yang perlu kamu ingat: jangan sampai kamu terlihat terlalu “ngarep” atau putus asa saat interview. Meskipun sebenarnya kamu butuh banget kerjaan itu, kamu harus tetap punya harga diri.

Dilansir dari Flexjobs, kamu bisa mengganti kesan putus asa dengan kesan “selektif”. Contohnya dengan bilang, “Saya tidak ingin mengambil sembarang pekerjaan yang datang. Saya hanya melamar ke perusahaan yang menurut saya punya visi yang sama dengan saya, seperti perusahaan ini.” Kalimat ini bikin kamu terlihat sebagai kandidat yang berkualitas dan punya prinsip, bukan cuma orang yang asal lamar karena enggak punya pilihan.

Baca juga: Kenapa Cari Kerja Susah Sekarang? Ini 5 Penyebab dan Cara Menghadapinya! 

Dengan melakukan ini, kamu sukses mengalihkan pembicaraan dari “masa lalu” kamu yang menganggur ke “masa depan” kontribusi kamu di perusahaan tersebut. Keren, kan?

Gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tips jawaban interview kerja lainnya!

Cover: Pexels

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond