
50+ Contoh Keahlian dalam CV yang Bisa Kamu Cantumkan Agar Dilirik Rekruter
Kamu lagi menyusun CV tapi bingung mau nulis keahlian dalam CV apa saja biar dilirik HRD? FYI, biasanya HRD hanya meluangkan beberapa detik untuk memindai CV-mu sebelum memutuskan lanjut atau skip.
Kalau kamu bisa menampilkan skill yang relevan, jelas, dan sesuai kebutuhan industri, peluangmu untuk dipanggil interview bisa meningkat.
Maka dari itu, Girls Beyond membahas 50+ contoh keahlian dalam CV, lengkap dengan kategori, penjelasan singkat, biar kamu bisa memilih yang paling tepat.
Baca juga: Kenali Waktu Tepat Kirim Lamaran Kerja, Cepat Dilirik Rekruter!
Keahlian dalam CV: Hard Skills vs Soft Skills

Sebelum masuk ke daftar contoh skill, penting untuk memahami perbedaannya.
1. Hard Skills
Hard skills adalah kemampuan teknis yang bisa dipelajari dan diukur. Biasanya berkaitan dengan alat, teknologi, atau metode tertentu.
Contoh:
- Data analysis
- Programming
- Graphic design
- SEO
- Financial modeling
2. Soft Skills
Soft skills adalah kemampuan personal dan interpersonal yang berkaitan dengan cara kamu bekerja dan berinteraksi dengan orang lain.
Contoh:
- Communication
- Teamwork
- Leadership
- Problem-solving
- Adaptability
Idealnya, keahlian dalam CV kamu berisi kombinasi hard skills dan soft skills.
Daftar Lengkap 50+ Keahlian dalam CV

Berikut adalah pengelompokan keahlian yang sudah disesuaikan dengan tren industri tahun 2026.
1. Bidang Teknologi & Data (IT & Analytics)
Bagi yang bekerja di bidang IT, jika kamu punya skill ini, nilai tawarmu di mata rekruter akan melonjak.
- 1. Python & SQL: Standar untuk pengolahan data.
- 2. Data Visualization (Tableau/Power BI): Mengubah angka rumit jadi grafik yang mudah dipahami.
- 3. Cloud Computing (AWS/Azure/GCP): Mengelola sistem di cloud.
- 4. Artificial Intelligence (AI) Prompting: Mengarahkan AI untuk hasil kerja yang efisien.
- 5. Cybersecurity: Melindungi data perusahaan dari serangan siber.
- 6. Machine Learning: Membangun algoritma yang bisa belajar sendiri.
- 7. Web Development (HTML, CSS, JavaScript): Membangun fondasi situs web.
- 8. Mobile App Development (Flutter/React Native): Membuat aplikasi untuk iOS dan Android.
- 9. Blockchain Basics: Memahami sistem transaksi digital yang aman.
- 10. QA Testing: Memastikan produk digital bebas dari bug.
2. Bidang Kreatif & Desain (Creative Arts)
Visual yang menarik adalah kunci komunikasi brand saat ini. Jika kamu anak desain, pastikan skill ini ada:
- 11. Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator, InDesign).
- 12. UI/UX Design (Figma, Sketch): Membuat tampilan aplikasi yang nyaman bagi pengguna.
- 13. Motion Graphics: Membuat desain jadi hidup lewat animasi.
- 14. Video Editing (Premiere Pro, DaVinci Resolve).
- 15. Typography & Color Theory: Pemahaman estetika dasar.
- 16. Wireframing & Prototyping: Merancang alur aplikasi sebelum dibuat.
- 17. 3D Modeling (Blender/Maya): Membuat objek tiga dimensi.
- 18. Photography & Lighting: Teknik pengambilan gambar profesional.
- 19. Brand Identity Design: Membangun identitas visual sebuah merek.
- 20. Layout Design: Mengatur tata letak untuk majalah atau brosur digital.
3. Bidang Digital Marketing & Penulisan (Marketing & Communication)
Perusahaan butuh orang yang bisa menarik perhatian audiens di tengah banjirnya informasi internet.
- 21. Search Engine Optimization (SEO): Biar konten muncul di halaman pertama Google.
- 22. Copywriting: Menulis kalimat yang “menghipnotis” orang untuk membeli.
- 23. Content Strategy: Merencanakan apa yang harus diposting di media sosial.
- 24. Google Ads & Meta Ads: Mengelola iklan berbayar di Google, FB, dan IG.
- 25. Email Marketing: Menjaga loyalitas pelanggan lewat newsletter.
- 26. Analitik Media Sosial: Membaca tren dari data engagement.
- 27. Influencer Management: Menjalin kerja sama dengan para kreator konten.
- 28. Public Relations (PR): Menjaga citra baik perusahaan di mata publik.
- 29. Community Management: Mengelola komunitas pelanggan di grup atau Discord.
- 30. Ghostwriting: Menulis atas nama orang lain atau brand.
4. Bidang Manajemen, Bisnis & Keuangan (Business & Admin)
Pekerjaan ini butuh ketelitian tingkat dewa dan kemampuan organisasi yang jempolan.
- 31. Agile & Scrum Methodologies: Manajemen proyek yang fleksibel dan cepat.
- 32. Financial Modeling: Memproyeksikan kondisi keuangan masa depan.
- 33. Risk Management: Mengidentifikasi potensi masalah sebelum terjadi.
- 34. Microsoft Excel (Advanced): Pivot tables, VLOOKUP, dan Macro adalah wajib.
- 35. Budgeting: Mengelola anggaran agar enggak boncos.
- 36. Stakeholder Communication: Menjembatani komunikasi antar divisi atau pihak eksternal.
- 37. Supply Chain Management: Mengatur arus barang dari hulu ke hilir.
- 38. Customer Relationship Management (CRM): Menggunakan software seperti Salesforce/HubSpot.
- 39. Business Analysis: Menemukan peluang bisnis baru berbasis data.
- 40. Tax Planning: Memahami dasar-dasar perpajakan perusahaan.
Baca juga: 12 Ciri-Ciri HRD Menerima Kamu Bekerja, Bisa Terlihat Sejak Interview!
Keahlian dalam CV yang Esensial

Banyak orang pintar secara teknis, tapi sedikit yang punya etika kerja yang baik. Pastikan kamu menonjolkan sisi ini:
- 41. Adaptabilitas: Cepat belajar hal baru di lingkungan yang berubah.
- 42. Problem Solving: Enggak cuma lapor masalah, tapi bawa solusi.
- 43. Emotional Intelligence (EQ): Paham cara mengelola emosi diri dan tim.
- 44. Critical Thinking: Berpikir logis dan tidak asal telan informasi.
- 45. Collaboration: Bisa bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang.
- 46. Time Management: Tahu cara memprioritaskan tugas yang mendesak.
- 47. Leadership: Mampu membimbing rekan tanpa harus merasa jadi “bos”.
- 48. Public Speaking: Percaya diri saat presentasi di depan klien.
- 49. Negotiation: Mencari kesepakatan win-win saat berdiskusi.
- 50. Resilience: Mental tangguh saat menghadapi tekanan atau kegagalan.
- 51. Growth Mindset: Keinginan untuk terus berkembang dan menerima masukan.
- 52. Conflict Resolution: Menengahi perselisihan dalam tim dengan kepala dingin.
Bagaimana Cara Menampilkan Skill di CV?

Jangan asal tulis daftar panjang seperti daftar belanjaan. Ikuti trik ini agar terlihat lebih profesional:
1. Sesuaikan dengan Lowongan Kerja (Tailoring)
Baca iklan lowongan kerja baik-baik. Kalau mereka butuh “ahli Photoshop”, jangan taruh skill “jahit baju” di urutan paling atas. Gunakan kata kunci yang sama dengan yang diminta perusahaan agar lolos scan sistem ATS.
2. Gunakan Level Kemahiran
Jangan cuma tulis “Bahasa Inggris”. Tuliskan levelnya, misalnya: Advanced, Intermediate, atau Fluent. Untuk skill teknis, kamu bisa menggunakan tingkat kemahiran seperti Beginner, Intermediate, atau Expert.
3. Beri Bukti Nyata (Impact)
Daripada cuma nulis “Keahlian Komunikasi”, lebih baik tulis di bagian pengalaman kerja: “Berhasil memimpin koordinasi antar 5 divisi untuk proyek peluncuran produk.” Angka dan bukti nyata jauh lebih seksi di mata rekruter dibanding sekadar klaim.
Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari

Seringkali anak muda ingin terlihat “serba bisa”, tapi malah jadi bumerang. Hindari hal berikut:
1. Menulis Skill yang Enggak Relevan
Kalau daftar jadi Admin, enggak perlu tulis kamu ahli dalam bermain Mobile Legends (kecuali daftarnya ke perusahaan E-sport!).
2. Terlalu Banyak Soft Skill
Rekruter bakal curiga kalau isinya cuma kata-kata motivasi tanpa ada kemampuan teknis yang mendukung. Seimbangkan keduanya.
3. Berbohong
Ini yang paling bahaya. Jangan tulis kamu ahli “Python” kalau cuma tahu cara instal aplikasinya saja. Sekali diuji saat interview dan gagal, kredibilitasmu hancur selamanya di perusahaan tersebut.
Baca juga: Kenali Perbedaan Softskill dan Hardskill [Bonus Contohnya untuk CV]
Itu dia beberapa keahlian dalam CV yang bisa kamu cantumkan. Semoga dengan berbagai pilihan ini, HRD bisa langsung menghubungi kamu!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle, kalau kamu mau tahu info lain seputar dunia kerja!
Comments
(0 comments)