
7 Faktor yang Memengaruhi Gaji Karyawan Meski Posisi Sama
Kamu tahu enggak sih? Ternyata, meski rekan selevel, bisa dapetin gaji berbeda? Padahal job desk sama, level jabatan sama, bahkan kadang salah satunya justru lebih lama bekerja. Nah, ternyata ada banyak faktor yang memengaruhi gaji karyawan di sebuah perusahaan.
Fenomena perbedaan gaji antar rekan selevel memang cukup sering terjadi di dunia kerja. Dilansir dari SHRM, kondisi ini bahkan bisa memicu turunnya semangat kerja, rasa enggak adil, sampai membuat karyawan memilih resign kalau perusahaan enggak menjelaskan alasannya dengan baik.
Lalu sebenarnya apa saja faktor yang bikin gaji seseorang bisa berbeda meski posisi kerjanya sama? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Cara Pengajuan Kenaikan Gaji Karyawan yang Profesional
Faktor yang Memengaruhi Gaji Karyawan

Supaya kamu enggak salah paham tentang gaji yang berbeda, ini dia beberapa faktor yang memengaruhinya!
1. Pengalaman Kerja Jadi Penilaian Utama

Salah satu faktor terbesar yang menentukan besaran gaji adalah pengalaman kerja. Walaupun dua orang memiliki jabatan yang sama, perusahaan biasanya tetap melihat pengalaman sebelumnya.
Contohnya, seseorang yang baru masuk perusahaan tapi sudah punya pengalaman 10 tahun di tempat lain bisa mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding karyawan lama yang pengalaman kerjanya masih lebih sedikit.
Dilansir dari Eddy, pengalaman dianggap membuat karyawan lebih produktif karena sudah terbiasa menghadapi tantangan pekerjaan. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, biasanya semakin besar juga nilai yang dianggap bisa diberikan kepada perusahaan.
Makanya, enggak heran kalau ada fresh graduate dengan gaji lebih rendah dibanding senior, atau sebaliknya, karyawan baru malah digaji lebih tinggi karena sebelumnya pernah bekerja di perusahaan besar dengan pengalaman yang relevan.
2. Skill dan Kemampuan Khusus Punya Pengaruh Besar

Selain pengalaman, skill juga jadi penentu penting dalam sistem penggajian. Karyawan yang punya kemampuan tambahan biasanya lebih dihargai perusahaan.
Misalnya, dua orang bekerja sebagai digital marketing specialist. Namun salah satunya punya skill tambahan seperti SEO, data analytics, atau bisa menjalankan iklan digital dengan performa bagus. Kemampuan seperti ini sering dianggap punya nilai lebih sehingga memengaruhi besaran salary.
Perusahaan biasanya melihat apakah seorang karyawan memberi value tambahan bagi bisnis atau enggak. Skill yang sulit dicari di pasar kerja juga sering membuat perusahaan berani membayar lebih mahal.
Apalagi sekarang banyak industri yang bergerak cepat dan membutuhkan kemampuan spesifik. Jadi, upgrade skill bisa jadi salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan.
3. Pendidikan dan Sertifikasi Bisa Menambah Nilai

Pendidikan formal juga termasuk salah satu faktor yang memengaruhi gaji di dunia kerja. Beberapa perusahaan memang masih mempertimbangkan gelar pendidikan saat menentukan salary range.
Karyawan yang memiliki sertifikasi profesional, lisensi khusus, atau pendidikan lanjutan biasanya punya peluang mendapatkan gaji lebih tinggi. Hal ini karena perusahaan menganggap mereka punya kompetensi tambahan yang relevan dengan pekerjaan.
Dilansir dari The Learn Notes, pendidikan dan sertifikasi sering dijadikan dasar untuk menentukan kompensasi karena dianggap mendukung kualitas kerja seseorang.
Contohnya seperti sertifikasi data analyst, digital marketing, HR certification, atau kemampuan bahasa asing yang dibutuhkan perusahaan global.
4. Kondisi Pasar Kerja dan Tingginya Permintaan

Kadang perbedaan gaji bukan sepenuhnya soal performa individu, tapi karena kondisi pasar kerja sedang berubah.
Misalnya, ketika sebuah skill sedang sangat dibutuhkan industri tetapi jumlah talent yang tersedia sedikit, perusahaan biasanya akan menaikkan penawaran gaji agar bisa menarik kandidat terbaik.
Hukum demand dan supply tenaga kerja sangat memengaruhi salary. Semakin tinggi permintaan terhadap suatu kemampuan, maka semakin tinggi juga peluang mendapatkan bayaran besar.
Ini yang membuat beberapa bidang seperti teknologi, AI, data, cyber security, atau digital marketing sering mengalami kenaikan salary lebih cepat dibanding bidang lain.
Makanya, ada kondisi di mana karyawan baru justru mendapatkan gaji lebih tinggi dibanding karyawan lama karena direkrut saat market sedang kompetitif.
5. Kebijakan dan Kemampuan Finansial Perusahaan

Setiap perusahaan punya sistem dan kemampuan finansial yang berbeda. Ada perusahaan yang memang berani menjadi “pay leader” dengan memberikan gaji di atas rata-rata pasar untuk menarik talent terbaik.
Namun ada juga perusahaan yang memilih memberi gaji standar atau bahkan di bawah market karena kondisi keuangan mereka belum memungkinkan.
Kemampuan perusahaan dalam membayar karyawan sangat dipengaruhi oleh profit, penjualan, hingga kondisi bisnis secara keseluruhan.
Karena itu, dua orang dengan posisi sama tapi bekerja di industri atau perusahaan berbeda bisa memiliki nominal gaji yang jauh berbeda.
Contohnya, posisi graphic designer di startup teknologi mungkin dibayar lebih tinggi dibanding posisi serupa di perusahaan kecil yang baru berkembang.
6. Performa Kerja dan Kontribusi ke Perusahaan

enggak bisa dipungkiri, performa kerja juga punya pengaruh besar terhadap salary. Karyawan yang dianggap memberikan kontribusi lebih biasanya punya peluang mendapatkan kenaikan gaji lebih cepat.
Perusahaan biasanya melihat pencapaian target, inisiatif kerja, kemampuan problem solving, sampai attitude sehari-hari di kantor.
Dilansir dari SHRM, perusahaan sering mengevaluasi apakah seorang karyawan benar-benar memberi dampak penting untuk bisnis atau hanya menjalankan pekerjaan sesuai standar saja.
Misalnya, ada karyawan yang aktif membantu tim lain, punya ide baru, atau berhasil meningkatkan performa perusahaan. Hal seperti ini sering menjadi alasan kenapa salary mereka berbeda dibanding rekan kerja lain di level yang sama.
7. Negosiasi Gaji Juga Berpengaruh

Banyak orang lupa kalau kemampuan negosiasi juga bisa menentukan besaran salary. Ada kandidat yang berani meminta angka lebih tinggi karena merasa punya pengalaman dan skill yang sesuai.
Sementara ada juga yang langsung menerima penawaran awal tanpa negosiasi.
Dilansir dari Eddy, proses negosiasi menjadi tahap penting dalam penentuan pay rate karena perusahaan biasanya sudah menyiapkan range tertentu sebelum hiring dilakukan.
Jadi, meskipun posisi sama, hasil akhir salary bisa berbeda tergantung proses negosiasi masing-masing kandidat.
Baca juga: Fresh Graduate Wajib Tahu! 10 Pekerjaan Paling Dicari 2026 dan Estimasi Gajinya
Dampak Perbedaan Gaji bagi Perusahaan

Kalau perusahaan enggak transparan soal faktor yang memengaruhi gaji, bisa muncul masalah serius seperti:
- Penurunan Moral: Karyawan jadi malas karena merasa enggak dihargai adil.
- Atrisi (Turnover): Karyawan terbaik bakal kabur ke perusahaan yang menawarkan gaji lebih masuk akal.
- Isu Legal: Jika perbedaan gaji didasari diskriminasi (suku, agama, atau gender), perusahaan bisa kena masalah hukum besar.
Tips Agar Gaji Cepat Naik!

Setelah tahu berbagai faktor yang memengaruhi gaji, jangan cuma diam. Kamu bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meningkatkan daya tawar kamu di mata atasan:
- Upgrade Skill: Ambil sertifikasi atau pelajari teknologi baru yang lagi relevan di industrimu.
- Riset Pasar: Cek situs seperti Glassdoor atau LinkedIn untuk tahu berapa sebenarnya “harga” untuk posisi dan pengalamanmu sekarang.
- Dokumentasikan Prestasi: Catat pencapaianmu. Pas momen performance review, kamu punya bukti kuat kenapa kamu layak dapat kenaikan.
- Komunikasi ke HR: Kalau kamu merasa ada ketimpangan yang enggak masuk akal, bicarakan dengan sopan. Tanyakan apa yang perlu kamu tingkatkan agar gaji kamu bisa setara dengan standar perusahaan.
Baca juga: Resmi Naik! Ini Daftar Gaji Minimum di Semua Provinsi Setelah UMP 2026 Ditetapkan
Jadi, ada banyak faktor yang memengaruhi gaji seseorang meski bekerja di posisi yang sama dengan rekan lainnya. Mulai dari pengalaman kerja, skill, pendidikan, performa, kondisi pasar, hingga kemampuan perusahaan dalam membayar karyawan.
Karena itu, membandingkan salary tanpa melihat keseluruhan faktor sering kali bikin salah paham. Daripada fokus membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus meningkatkan skill, pengalaman, dan value yang kamu miliki di dunia kerja!
—
Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu lebih banyak insight menarik lainnya!
Cover: Magnific
Comments
(0 comments)