gagal menampilkan data

Article

Mengenal Whey Protein: Manfaat, Jenis, dan Waktu Terbaik untuk Mengonsumsinya

Written by Adila Putri Anisya

Kalau kamu sering melihat orang membawa shaker berisi minuman protein setelah gym, kemungkinan besar minuman tersebut mengandung whey protein. 

Saat ini, whey protein semakin populer bukan hanya di kalangan atlet dan bodybuilder, tetapi juga orang-orang yang ingin menjaga pola makan sehat. Sebenarnya, whey protein adalah salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang berasal dari susu dan dikenal mampu membantu pembentukan serta pemulihan otot secara efektif.

Lalu, apa sebenarnya whey protein? Apa manfaatnya untuk tubuh? Dan apakah hanya cocok untuk orang yang rutin nge-gym? Simak penjelasannya berikut ini!

Baca juga: Tetap Makan Enak, Cobain 5 Resep Dada Ayam untuk Diet Ini! 

Apa Itu Whey Protein?

Apa Itu Whey Protein?
Sumber foto: Magnific

Dilansir dari Healthline, whey protein merupakan campuran protein yang berasal dari whey, yaitu cairan yang terpisah dari susu saat proses pembuatan keju.

Susu mengandung dua jenis protein utama, yaitu kasein sekitar 80 persen dan whey sekitar 20 persen. Ketika susu diolah menjadi keju, bagian lemak dan kasein akan menggumpal, sementara whey akan terpisah sebagai cairan.

Dulu cairan whey sering dianggap sebagai limbah produksi keju. Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata whey mengandung protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam amino esensial. Setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan, whey kemudian diubah menjadi bubuk yang dikenal sebagai whey protein.

Karena rasanya cenderung hambar, produk whey protein biasanya tersedia dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, vanila, stroberi, hingga matcha.

Mengapa Whey Protein Sangat Ampuh untuk Otot?

Mengapa Whey Protein Sangat Ampuh untuk Otot?
Sumber foto: Magnific

Protein ibarat batu bata utama yang menyusun tubuh manusia. Mulai dari kulit, organ, hormon, hingga jaringan otot, semuanya membutuhkan protein agar bisa berfungsi dan berkembang dengan baik. 

Protein sendiri terbentuk dari rangkaian molekul kecil yang bernama asam amino. Ada asam amino yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, namun ada juga yang wajib kamu dapatkan dari makanan sehari-hari, yang dikenal sebagai asam amino esensial.

Kabar baiknya, komponen di dalam whey protein adalah sumber protein lengkap karena mengantongi seluruh sembilan jenis asam amino esensial tersebut. Tak hanya itu, asupan ini juga sangat kaya akan Branched-Chain Amino Acids (BCAA) seperti leusin, isoleusin, dan valin. Dilansir dari Optimum Nutrition, rasio BCAA di dalam whey adalah 2:1:1, di mana keseimbangan ini sama persis dengan yang ditemukan secara alami di dalam jaringan otot manusia.

“Asam amino jenis leusin berperan aktif dalam memicu sintesis protein otot pada tingkat molekuler, sehingga mempercepat proses adaptasi dan pertumbuhan sel otot baru.”

Jadi, ketika kamu melakukan latihan beban, ototmu sebenarnya mengalami robekan-robekan kecil (microtears). Di sinilah whey bekerja dengan cepat mengirimkan pasokan asam amino agar robekan tersebut segera pulih dan tumbuh menjadi lebih kuat serta lebih besar dari sebelumnya.

Baca juga:  5 Aplikasi Gym untuk Pemula yang Paling Recommended 

Mengenal 3 Jenis Whey Protein

Mengenal 3 Jenis Whey Protein
Sumber foto: Magnific

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli, kamu wajib tahu kalau suplemen ini diproduksi dalam tiga varian utama. Perbedaan dari ketiganya terletak pada tingkat filtrasi dan proses pengolahannya. Yuk, simak bedanya supaya kamu gak salah pilih:

1. Whey Protein Concentrate (WPC)

Jenis ini adalah yang paling ramah di kantong dan paling populer. Kandungan proteinnya berkisar antara 70–80%. Karena proses filtrasinya enggak seketat jenis lain, WPC masih menyisakan sedikit karbohidrat (laktosa) dan lemak alami susu. Efek positifnya, varian ini biasanya punya rasa yang paling gurih, tekstur yang creamy, dan tetap mempertahankan sebagian besar nutrisi baik bawaan susu.

2. Whey Protein Isolate (WPI)

Kalau kamu sedang dalam fase diet ketat atau ingin memangkas kalori secara maksimal, WPI bisa jadi opsi terbaik. Jenis ini melalui proses penyaringan yang lebih panjang untuk membuang sebagian besar kadar lemak dan karbohidratnya. Hasilnya, WPI memiliki kemurnian protein hingga 90% atau lebih. Karena kandungan laktosanya sangat minim, varian ini juga jauh lebih aman untuk kamu yang punya perut sensitif.

3. Whey Protein Hydrolysate (WPH)

Varian ini bisa dibilang sebagai versi premium. WPH adalah whey isolate yang sudah melalui proses pemecahan enzimatis secara digital atau “pra-cerna”, sehingga rantai peptidanya menjadi lebih pendek. Keuntungannya? Tubuh kamu bisa menyerapnya jauh lebih cepat dibandingkan jenis lainnya. Namun, karena teknologi pengolahannya yang rumit, harga di pasaran cenderung lebih mahal.

Manfaat Lebih dari Sekadar Membentuk Otot

Manfaat Lebih dari Sekadar Membentuk Otot
Sumber foto: Magnific

Banyak anak muda mengira kalau suplemen ini cuma berguna buat cowok-cowok kekar di gym. Padahal, fungsinya jauh lebih luas dari itu, lho! Berikut adalah beberapa manfaat hebat lainnya yang bisa kamu rasakan:

1. Membantu Penurunan Berat Badan 

Protein adalah nutrisi yang paling bikin kenyang dibandingkan karbohidrat atau lemak. Dilansir dari Healthline, meningkatkan konsumsi protein bisa meningkatkan pembakaran energi tubuh hingga 80–100 kalori per hari dan menekan nafsu makan secara otomatis. Jika dikombinasikan dengan latihan beban, whey membantu kamu membakar lemak tubuh sekaligus menjaga massa otot tetap kencang.

2. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Whey kaya akan asam amino bernama sistein. Sistein ini berfungsi meningkatkan kadar glutation, yaitu senyawa antioksidan utama di dalam sel tubuh kamu yang ampuh melawan radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh agar gak gampang sakit.

3. Praktis untuk Gaya Hidup Sibuk

Buat kamu yang punya segudang aktivitas, kuliah, atau kerja kantoran, memenuhi target protein harian kadang terasa sulit. Mengonsumsi satu scoop susu protein jauh lebih praktis dan cepat disajikan kapan saja di tengah kesibukanmu.

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Whey Protein?

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Whey Protein?
Sumber foto: Magnific

Sebenarnya enggak ada aturan mutlak mengenai waktu konsumsi whey protein.

Namun, beberapa waktu yang paling sering direkomendasikan adalah:

  • Setelah olahraga untuk membantu pemulihan otot.
  • Sebelum olahraga sebagai tambahan asupan protein.
  • Saat sarapan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian.
  • Di sela waktu makan jika kebutuhan protein belum tercukupi.
  • Sebelum tidur apabila target protein harian belum terpenuhi.

Dilansir dari Optimum Nutrition, yang paling penting bukan hanya waktu konsumsi, tetapi total asupan protein harian yang konsisten.

Siapa yang Cocok Mengonsumsi Whey Protein?

Siapa yang Cocok Mengonsumsi Whey Protein?
Sumber foto: Magnific

Masih banyak yang mengira whey protein hanya diperuntukkan bagi bodybuilder. Padahal kenyataannya enggak demikian.

Beberapa kelompok yang bisa mendapatkan manfaat dari whey protein antara lain:

  • Orang yang sedang membangun massa otot.
  • Atlet olahraga ketahanan seperti pelari atau pesepeda.
  • Orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
  • Individu dengan jadwal padat yang kesulitan memenuhi kebutuhan protein dari makanan.
  • Lansia yang ingin menjaga massa otot.
  • Orang yang membutuhkan tambahan protein dalam pola makan sehari-hari.

Meski begitu, whey protein tetap berfungsi sebagai suplemen, bukan pengganti makanan utama.

Cara Seru Menikmati Whey dalam Menu Harian

Cara Seru Menikmati Whey dalam Menu Harian
Sumber foto: Magnific

Bosan kalau cuma dikocok pakai air dingin biasa? Tenang, kamu bisa mengkreasikan bubuk protein ini ke dalam berbagai menu makanan kekinian yang hits dan pastinya lezat. Coba deh beberapa ide seru ini:

  • High-Protein Smoothies: Blender satu scoop whey rasa vanila atau cokelat bersama buah pisang, buah beri, segelas susu almond, dan sedikit sayuran hijau seperti bayam.
  • Healthy Oatmeal: Masak oatmeal kamu seperti biasa, lalu setelah kompor dimatikan, aduk satu sendok bubuk protein ke dalamnya. Tambahkan topping potongan buah segar dan kacang almond di atasnya.
  • Protein Pancakes & Baking: Kamu bisa mencampurkan bubuk ini ke dalam adonan pancake gandum, brownies sehat, atau camilan energy balls tanpa panggang untuk camilan sehat di rumah.

Dosis Nyaman dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

Dosis Nyaman dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Sumber foto: Magnific

Secara umum, dosis harian yang direkomendasikan adalah 1–2 scoop (sekitar 25–50 gram) per hari, atau disesuaikan dengan petunjuk penyajian pada kemasan produk yang kamu beli. Ingat ya, suplemen ini sifatnya adalah sebagai pelengkap (supplement), bukan sebagai pengganti makanan utama. Jadi, pastikan kamu tetap mengonsumsi makanan utuh seperti dada ayam, ikan, telur, dan tahu-tempe sebagai fondasi menu harianmu.

Apakah ada efek sampingnya? Selama kamu mengonsumsinya dalam batas wajar, suplemen ini sangat aman bagi tubuh. Anggapan lama yang menyebutkan bahwa protein tinggi bisa merusak ginjal atau memicu osteoporosis terbukti enggak benar bagi orang dengan kondisi organ yang sehat. Namun, kalau kamu mengonsumsinya terlalu berlebihan dalam satu waktu, perut kamu mungkin akan terasa begah, kembung, mual, atau bahkan diare. Selain itu, bagi kamu yang memiliki riwayat alergi susu atau intoleransi laktosa yang parah, pilihlah varian isolate atau hydrolysate yang lebih ramah di lambung.

Baca juga: [QUIZ] Seberapa Paham Kamu Istilah Gym? Coba Jawab di Sini! 

Memahami fungsi whey protein adalah modal penting untuk mendukung konsistensi latihan dan pola hidup sehatmu. Asupan ini terbukti menjadi solusi yang efisien, cepat diserap, dan praktis untuk mendongkrak performa fisik, membantu penurunan kadar lemak, sekaligus mempercepat pemulihan tubuh. Jadi, sesuaikan dengan target fisik yang ingin kamu capai, pilih rasa favoritmu, dan selamat mencoba!

Gabung WhatsApp Group Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu lebih banyak insight tentang hidup sehat!

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond